Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
100 - Serangan Ganda


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Anggap itu sebagai anugerah tambahan yang kuberikan padamu!" Ucap Theo, setelah melempar Kristal Beast kepada Zota.


Disisi lain, Zota yang kembali menerima Kristal Beast Kanguru Padang Gersang, mengerjapkan mata beberapa kali, menatap bingung kearah Theo untuk sementara waktu. Sampai kemudian…


"Hahhahahah…!!!"


"Hahahahhaha…!!!"


"Boss…!!! Kau memang yang terbaik! Manusia paling licik yang pernah kutemui!" Ucap Zota. Kembali tertawa lantang.


"Baiklah! Baiklah! Ini anugerah tambahan darimu! Hahahhaah…!" Lanjut Zota. Benar-benar tak habis pikir, hadiah yang ia beri kepada Theo, ternyata justru digunakan oleh Boss Besarnya tersebut, untuk semakin menambah hutang budinya.


"Segera serap Kristal Beast itu! Kemudian stabilkan ranah jiwamu!" Ucap Theo. Menutup obrolan dengan memberi intruksi kepada Zota.


"Siap! Akan kulaksanakan!" Jawab Zota antusias. Sebelum mulai berdiri dan beranjak pergi. Mengambil tempat yang masih kosong di salah satu sudut dek Glory Land Warship. Untuk kemudian memulai proses penyerapan Kristal Beast Kanguru Padang Gersang.


"Hmmmm… Sekali lagi aku berhutang terimakasih kepada Panglima Cinta-Kasih! Realm kecil Istana Emas, beserta semua koleksi Demonic Beast peninggalannya yang berada di dalam sana, benar-benar telah banyak membantuku!" Gumam Theo. Sembari memasang seringai lebar.


Bagaimana tidak, lawan tangguh yang menunggu Theo di masa depan, salah satu panglima terkuat Sage Lord Salomon, nyatanya justru secara tak sengaja memberi ia begitu banyak manfaat dalam bentuk Istana Emas.


"Oke, sekarang yang tersisa hanya tiga Demonic Beast dengan garis darah Ancient! Ditambah dengan Hydra muda, itu berarti ada empat di dalam sana! Investasi yang masih cukup lumayan!" Ucap Theo, melanjutkan gumaman dengan menghitung sisa tabungan investasinya.


'Sasi! Kenapa Razak belum juga keluar?' Tanya Theo. Kepada Sasi. Ketika semua anggota yang memasuki realm kecil Istana Emas telah keluar. Menyisahkan hanya Razak yang masih bertahan di dalam.


'Itu… Aku sekarang sedang bersamanya! Mengawasi Razak secara langsung!' Jawab Sasi.


'Tuan, kalau boleh, apakah Razak bisa menerima tambahan waktu sedikit lebih lama lagi? Mungkin ia tak bisa keluar dalam jangka waktu yang telah kau tentukan!' Tambah Sasi, dengan intonasi nada ragu.


Mendengar jawaban Sasi, Theo segera mengerutkan kening untuk beberapa saat. Paham bahwa Sasi punya satu rencana tersendiri untuk Razak.


Disisi lain, menyadari Theo tak segera memberi tanggapan atas permintaannya, Sasi segera kembali menambahkan.


'Tuan, aku berjanji pelatihan Razak tak akan lewat terlalu jauh dari waktu yang ditentukan!' Ucap Sasi.


'Dia hanya perlu untuk…'


Sasi tampak masih akan memberi beberapa kalimat permohonan pada Theo. Namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya…


'Sasi…!' Ucap Theo. Memotong.


'Ya Tuan!' Jawab Sasi.


'Lanjutkan apapun itu pelatihan yang kau berikan pada Razak! Bagaimanapun juga, kau adalah Master Razak secara resmi!' Ucap Theo.


'Tuan…'


'Sudah! Tak perlu menjelaskan detail lagi padaku! Sebagai Master dari bocah tersebut, kupercayakan Razak sepenuhnya kepadamu!' Tutup Theo. Seraya mulai bangkit dari duduknya.


Kalimat terakhir yang disampaikan oleh Theo, segera membuat Sasi kesulitan untuk merangkai jawaban. Dada sang Goblin terasa begitu penuh oleh perasaan-perasaan aneh yang entah apa itu. Sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


'Apa ini yang di sebut sebagai kebanggaan?' Gumam Sasi pelan.


Dan tepat ketika Theo sudah mulai berjalan meninggalkan dek Glory Land Warship.


'Tuan!' Ucap Sasi.


'Kupastikan padamu, Razak akan menjadi Knight yang sepenuhnya berbeda ketika nanti melangkah keluar dari dalam pelatihan tertutupnya!'


Mendengar kata-kata Sasi, Theo menghentikan langkah untuk sesaat. Memasang satu senyum tipis.


'Kunantikan kejutan darimu!' Ucap Theo. Kemudian tanpa menoleh, kembali berjalan.


***


(Markas besar Aliansi 7 Lautan. Pulau Api Getaran)


*Kraaakkk…!!!


*Kraaakkk…!!!


*Kraaakkk…!!!


Deru aliran Mana Es yang terasa begitu kuno, berderak liar pada lokasi sekitar, menyebar luas untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya membekukan secara total seluruh lingkungan yang di lewatinya.


Seekor burung Rajawali dengan corak dominan putih pada bulu-bulunya, terbang tinggi melintasi lingkungan yang membeku.


"Kwaaakkk…!!!"


Sebelum dengan manuver cantik, bergerak turun dari terbangnya, hinggap pada bahu sesosok pria yang memancarkan aura dominasi intens.


Sosok tersebut, tak lain adalah Sinbad, Kapten Kelompok Perompak Naga Laut, sekaligus pemimpin utama Aliansi 7 Lautan.


"Hahhaha…!!! Neve! Kau benar-benar menggemaskan!" Ucap Sinbad, seraya mengelus kepala Rajawali cantik yang sedang hinggap di pundak kanannya.


Sang Rajawali sendiri, membalas sentuhan lembut Sinbad dengan manja menempelkan paruh pada pipi Sinbad.


Burung Rajawali bercorak putih nan cantik tersebut, yang dipanggil Sinbad dengan nama Neve, tak lain adalah White Condor. Salah satu dari empat Guardian Beast.


Dan melihat aliran Mana Es yang memancar dari dalam tubuh Neve, serta ukuran tubuhnya sebelum mengecil tepat ketika akan mendarat di pundak Sinbad, bisa di katakan bahwa perkembangan Neve, tampak begitu pesat.


Bagaimanapun juga, Sinbad berhasil membuat kontrak dengan Guardian Beastnya, ketika sudah menginjak kelas Emperor tahap Bumi. Menyebabkan kualitas aliran Mana di dalam Ranah Jiwa Sinbad, adalah aliran Mana kelas tinggi.


Satu hal yang menjadi faktor utama dari perkembangan pesat Neve, karena ia setiap waktu, mendapat suplai sumber makanan berkualitas tinggi dari Mana Es milik seorang Emperor.


"Kwaaakkk…!!"


"Kwaaakkk…!!"


Sinbad masih mengelus kepala Neve sembari memasang senyum menawan, sampai sang White Condor, mengatakan sesuatu.


"Ohhh… Mau mengajakku terbang lagi untuk berkeliling? Boleh!" Ucap Sinbad.


"Kwaaakkk…!!"


Jawaban yang segera disambut antusias oleh Neve. Namun, ketika ia hendak berubah ke ukuran normal, dari arah belakang, seseorang berjalan mendekat.


"Berhenti beramain-main!" Dengus sosok yang baru saja mendekat.


"Ahhh… Neve! Sepertinya kita akan terganggu!" Jawab Sinbad. Saat menoleh untuk melihat sosok tersebut.


"Kwaaakkk…??"


"Yahh…!!! Paman Dante datang dengan segala macam hal seriusnya!" Ucap Sindad.


"Kwaakk…!!!"


"Hahahha…! Benar sekali! Dia sangat membosankan!"


"Sin…!" Dengus Dante.


"Yahh… Yahhh…! Aku selesai dengan latihanku! Ada apa? Dari raut wajahmu, Kau seperti akan melaporkan satu hal yang sangat serius!" Ucap Sinbad.


"Ini memang serius!" Jawab Dante singkat. Sebelum berbalik untuk kembali berjalan kearah ia sebelumnya datang. Meninggalkan Sang Kapten.


"Hmmmm…"


Sementara Sinbad, hanya bergumam, menyempatkan untuk menarik masuk Neve kedalam tatto segel Guardian Beast pada punggung tangan kanan. Seraya kemudian mengikuti Dante.


***


(Ruang rapat Aliansi 7 Lautan)


Sinbad yang memasuki ruang rapat, disambut oleh Dante yang telah berada di dalam ruangan, lengkap dengan keberadaan 10 Naga.


"Jadi, informasi penting apa yang kau dapatkan?" Tanya Sinbad, tanpa menunda langsung membuka rapat terbatas pada pokok masalah. Menatap kearah Dante.


Tatapan Sinbad, segera diikuti oleh 10 Naga Aliansi 7 Lautan yang ada di dalam ruangan. Kelompok elite ini, tampaknya juga belum mengetahui informasi yang akan disampaikan oleh Dante.


Informasi penting yang membuat Dante harus mengumpulkan seluruh anggota terkuat Aliansi 7 Lautan, dalam satu ruangan.


"Informasi penting yang akan kusampaikan, berhubungan erat dengan rencana perebutan kembali wilayah Laut yang telah di ambil alih oleh Kelompok Bandit Serigala!" Ucap Dante. Mulai membuka informasi yang baru saja ia dapat.


"Karena untuk beberapa waktu kedepan, sepertinya kita harus menunda rencana tersebut! Mata-mata kita di wilayah Laut Putih, menemukan bahwa Eleanor Tribe, sedang menghimpun seluruh pasukan! Bergerak menuju kearah Laut Nila!" Lanjut Dante.


"Langkah tiba-tiba Eleanor Tribe ini, bertepatan dengan sekitar seminggu yang lalu, Laut Biru yang berbatasan langsung dengan Laut Nila, ditaklukkan oleh Kelompok Bandit Serigala!"


"Jadi, sudah jelas bahwa pergerakan pihak Eleanor Tribe, adalah untuk…"


"Serangan ganda dua arah pada Laut Nila!" Potong Sinbad.


----


Note :


Jangan lupa absen ya. Tulis di kolom komentar kalian like nomer berapa. ^^