
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Gurun Purba. Reruntuhan kuno)
*Boooommmmm…!
Suara ledakan keras yang dibarengi dengan mulai bergetarnya lingkungan sekitar, terjadi saat Thomas yang telah dalam mode Meridian Knight, melakukan satu serangan berdaya ledak besar menggunakan Gada kelas S miliknya pada wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Uhuuuukkkk…!!!"
Sang wakil pemimpin, terbatuk sembari memuntahkan banyak darah segar begitu tubuhnya yang terpental imbas dari serangan dahsyat Thomas, akhirnya menabrak dinding ruangan.
"Sebenarnya, senjata macam apa itu?" Gumam sang wakil pemimpin, dengan ekspresi wajah ngeri menatap kearah Thomas.
Thomas sendiri, hanya diam ditempat begitu selesai melancarkan serangan. Sembari memasang seringai lebar, si Gendut menatap balik kearah wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang.
Sementara di belakang punggungnya, Roh kepala Naga Bumi tampak sedang memasang ekspresi wajah marah. Ekspresi wajah yang menyebabkan Gada Naga Bumi yang saat ini sedang di genggam Thomas dengan kedua tangan, bertranformasi menjadi ukuran lebih besar dua kali lipat.
"Hanya dengan sebuah senjata, itu bisa menyebabkan seorang Knight berkelas King tahap Surga, memiliki aura layaknya seorang Emperor tahap awal!" Lanjut wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang. Mengalihkan tatapan ngerinya kearah Gada Naga Bumi. Sebelum melirik pada bayangan kepala Naga di belakang punggung si Gendut.
Sang wakil pemimpin masih berusaha mengatur nafas dan sedikit meringankan goncangan yang terjadi pada ranah jiwanya. Berniat untuk bisa mencari celah yang bisa digunakan kabur, karena jelas merasa bahwa situasi yang sedang ia hadapi, benar-benar tak menguntungkan dan sangat berbahaya.
Bagaimanapun juga, untuk saat ini, yang harus ia hadapi bukan hanya Thomas dan Gada Naga Bumi saja. Melainkan juga kawanan Gajah Metalik raksasa yang sepenuhnya memenuhi ruangan.
*Tapp…!!!
Dan begitu merasa melihat suatu celah yang sedikit terbuka di sekitar pintu masuk, wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang yang telah berada dalam mode Soul Knightnya, dimana aliran Mana Angin menyelubungi seluruh tubuh sang wakil pemimpin dalam bentuk Spirit Beast Hyena Padang gurun, melakukan satu lompatan gesit.
*Woosshhh…!
Bergerak cepat dengan memanfaatkan aliran Mana Angin untuk menambah kelincahan, sang wakil pemimpin tampak memberikan semua yang ia punya dalam teknik gerakan yang sedang ia eksekusi tersebut, berusaha untuk bisa mencapai pintu keluar secepatnya.
Namun, percobaan kabur yang sedang dilakukan oleh wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang, justru disambut Thomas dengan semakin melebarkan seringainya. Mata bulat si Gendut memandang dengan tatapan konyol kearah sang wakil pemimpin.
“Kemana kau berusaha pergi?” Gumam Thomas, sebelum dengan cepat, ekspresi wajah kepala Naga Bumi yang ada di belakang punggungnya, seketika berubah. Dari yang awalnya tampak marah, menjadi satu ekspresi yang menampilkan ketenangan mendalam.
Bersamaan dengan perubahan ekspresi tersebut, Gada Naga Bumi juga mulai bertranformasi, kini berubah keukuran lebih kecil dari kondisi normalnya.
Dan tepat ketika Gada Naga Bumi telah selesai bertranformasi secara sempurna, Thomas tanpa banyak bicara segera melakukan lemparan keras.
*Wooosssshhhh…!
*Baaammmm…!!!
Lemparan dari Gada Naga Bumi yang dilancarkan oleh si Gendut, berhasil mendarat dengan sangat telak pada punggung wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Goooaaahhhh…!"
"Begitu licik!" Dengus wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang. Dengan wajah pucat pasih serta menahan rasa sakit teramat sangat pada punggungnya, pria ini menatap dengan pandangan mencela kearah Thomas.
"Ohhhh…! Kita ini adalah Bandit! Memang apa yang kau harapkan ketika sesama Bandit melakukan pertarungan?" Seru Thomas lantang. Sembari memasang ekspresi wajah sangat puas saat melihat kondisi serta tatapan mata pihak lawan kearahnya.
"Apa kau mau melihat sesuatu yang lebih licik lagi? Mari kuajarkan bagaimana cara dari seorang Bandit sejati melakukan aksi!" Tutup Thomas, seraya melakukan gerakan mengayunkan tengan kanan, menarik Gada Naga Bumi untuk kembali pada genggamannya.
Setelah Gada Naga Bumi berada di dalam genggamannya, Thomas melanjutkan aksi dengan melakukan gerakan menunjuk kedepan menggunakan tangan kiri.
*Baammm…!!
*Baammm…!!
*Baammm…!!!
Tindakan Thomas, segera disambut dengan ekspresi wajah ngeri wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang. Bagaimana tidak, tepat di hadapannya, kawanan Gajah Metalik raksasa yang sebelumnya sempat berhenti bergerak, kini kembali melakukan gerakan.
Dan tak seperti sebelumnya, kawanan Gajah Metalik raksasa tersebut, sekarang bergerak serempak secara bersamaan. Seluruhnya menuju kearah wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang.
Gerakan serempak dari puluhan Gajah Metalik raksasa, segera menyebabkan guncangan dahsyat yang bergemuruh pada ruang harta. Satu situasi yang benar-benar sangat menyeramkan bagi wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang. Dimana saat ini sedang dalam kondisi terluka.
Situasi bertambah mencekam bagi wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang ketika Thomas yang sebelumnya hanya diam ditempat, kini juga melakukan gerakan maju kearahnya.
Dengan langkah kaki yang menyebabkan getaran tak kalah kuat dari masing-masing langkah Gajah Metalik, Thomas bergerak kedepan sembari kembali mengaktifkan tranformasi Gada Naga Bumi.
Ekspresi kepala Naga di belakang punggung si Gendut, kini menampilkan satu sorot mata serius yang begitu tajam. Satu ekspresi yang menyebabkan Gada Naga Bumi berubah keukuran normal, namun kini duri-duri pada kepala Gada, bertambah semakin banyak serta memanjang.
Bagaikan iblis ganas, Thomas yang sedari tadi terus memasang seringai lebar, mengangkat tinggi-tinggi Gada Naga Bumi dengan kedua tangan. Semakin menambah kecepatan gerakan maju kedepannya.
Disisi lain, wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang yang merasa tak memiliki kesempatan sama sekali untuk bisa kabur, saat ini mulai memasang ekspresi wajah kosong.
Hanya bisa pasrah untuk beberapa detik kedepan, tubuhnya akan berakhir digencet hancur oleh gerombolan makhluk buas raksasa yang sedang melaju kearahnya dari berbagai sudut.
"Kau… Terlalu kejam…" Gumam sang wakil pemimpin. Di detik terakhir. Menatap nanar kearah Thomas yang sudah mengayunkan Gada raksasa penuh duri panjang.
"Hahahhahahahhaa…!!!!"
Kata-kata terakhir yang digumamkan oleh wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang, hanya disambut dengan tawa lantang membahana oleh si Gendut.
*BOOOOOOMMMMMMMM…!
Sebelum akhirnya, tubuh sang wakil pemimpin, benar-benar berakhir di gencet dari berbagai sudut. Baik itu ayunan Gada Naga Bumi Thomas, maupun injakan ganas para Gajah Metalik, mendarat di waktu yang hampir bersamaan.
Wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang, salah satu eksistensi puncak Gurun East Region, seorang Emperor tahap awal. Berakhir mati dengan tubuh mengenaskan. Hanya menyisahkan beberapa gumpalan daging yang terendam genangan darah segar.
"Salahkan dirimu yang begitu serakah dan juga bodoh!" Ucap Thomas. Dengan ekspresi wajah penuh hinaan kearah sisa-sisa tubuh wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Jika saja kau masih mempunyai pasukan penuh, dan jika saja kau melakukan perlawanan balik, tak hanya mencoba untuk terus kabur, semuanya jelas akan berakhir sedikit berbeda! Setidaknya, itu tak akan semudah ini!" Lanjut Thomas.
"Ahhh… Bodoh sekali! Kenapa juga aku melakukan obrolan dengan gumpalan daging?"
"Sudahlah! Untuk terakhir kalinya, aku akan mengucapkan terimakasih! Ini adalah sebuah prestasi yang patut di sombongkan serta layak di ceritakan pada semua orang!"
"Aku, seorang King! Baru saja membunuh Emperor! Hal hebat yang sama dengan capaian Boss Besar! Hahahhaha…!" Tutup Thomas. Tertawa lantang sembari mengayunkan tangan beberapa kali. Menarik masuk kawanan Gajah Metalik kedalam beberapa Spacial Ring yang terpasang pada jari-jarinya.
Dengan langkah lebar, si Gendut kemudian berjalan keluar dari ruang harta. Sudah tak sabar menceritakan serta menyombongkan prestasi yang baru saja ia dapatkan.