Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
178 - Persiapkan Dirimu!


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(Lembah Demonic Beast ketiga)


*BOOOOMMMM….!!!!


Ledakan dahsyat dimana segera meluluh-lantakkan lingkungan sekitar, terdengar nyaring. Peristiwa ini menjadi tanda bahwa Theo kembali berhasil membunuh Boss dari Lembah Demonic Beast.


Bersama dengan matinya Boss Lembah, peristiwa menara misterius kembali muncul. Dengan portal tak stabil aktif tepat dipuncak menara tersebut.


Sesosok Demonic Beast kelas puncak yang juga sempat muncul dibalik portal dua menara Lembah sebelumnnya, menampakkan diri untuk ketiga kalinya dihadapan Theo. Menatap tajam dengan sorot mata penuh amarah.


"BOCAH MANUSIA! INI SUDAH TIGA KALI KAU MENGACAU, TERUSKAN SEPERTI ITU, MAKA KAU AKAN BENAR-BENAR BERURUSAN DENGANKU SECARA LANGSUNG!" Ucap sosok Demonic Beast kelas puncak dibalik portal, memberi ancaman sembari menyebar aura menekan yang begitu intens. Seketika membuat hati Theo menjadi dingin.


Theo sendiri, hanya membalas kalimat ancaman sang makhluk dengan tatapan penuh keteguhan. Meskipun sangat jelas bahwa ia tak akan punya kesempatan sama sekali jika harus berhadapan dengan sosok tersebut, namun Theo menolak untuk merendahkan diri dengan memasang wajah takut atau gentar. Mempertahankan sorot mata penuh ketajaman yang menjadi ciri khasnya.


*Draaaakkk….!!!


Theo dan sosok Demonic Beast kelas puncak yang berada di balik portal masih saling tatap satu sama lain, sampai kemudian, menara misterius perlahan mulai runtuh.


'Tantangan Kastil Raja Dewa Air, membunuh Boss Lemah Demonic Beast ketiga, selesai!'


Suara Kung-Peng, terdengar di dalam kepala Theo bersama hancurnya menara. Mengkonfirmasi bahwa Theo telah menyelesaikan Tantangan pada Lembah Demonic Beast yang ketiga.


"Hmmmm… Tinggal dua Lembah lagi yang tersisa sebelum aku akhirnya benar-benar menyelesaikan Tantangan Kastil Raja Dewa Air!" Gumam Theo.


'Lembah ketiga ini cukup mudah karena hanya memiliki satu Boss Demonic Beast! Sebaiknya kau manfaatkan waktu lebih untuk segera memulihkan kondisi tubuh!' Ucap Ernesto. Memberi saran kepada Theo.


"Sebenarnya, mengalahkan para Boss Lembah bukan lagi perkara sulit ketika aku sudah tahu kelemahan mereka!"


"Karena hampir tiap-tiap dari Boss Lembah ini, memiliki karakteristik yang sepenuhnya sama! Makhluk berkelas Emperor tahap Langit palsu, hanya mengandalkan senjata khusus untuk meredam gejolak ranah jiwa imbas menggunakan metode naik kelas yang tak wajar, memakan Demonic Beast dengan jenis yang sama!" Gumam Theo. Seraya mulai mengambil posisi duduk bersila.


'Yah, ditambah dengan fakta bahwa kau juga terus bertambah kuat dalam prosesnya, karena alih-alih langsung membunuh Boss, kau memilih untuk lebih dahulu memusnahkan seluruh ekosistem Lembah, memakan daging-daging Demonic Beast kelas tinggi untuk terus menempa kualitas Meridian ke level yang lebih tinggi, dengan begitu, seharusnya tak ada masalah dalam usaha menyelesaikan dua Lembah tersisa!' Tanggap Ernesto.


'Hanya masalah waktu sampai kau benar-benar menyelesaikan Tantangan dari Kung-Peng!'


Kata-kata yang disampaikan oleh Ernesto, tak mendapat tanggapan apapun dari Theo. Ia sepenuhnya sepakat, karena dalam proses menaklukan tiga Lembah, Theo kini telah berhasil menempa Meridian hingga sampai di Level King tahap awal.


Hanya saja, masih ada beberapa hal ganjil yang menggangu pikiran Theo. Itu berhubungan dengan menara aneh yang selalu muncul dengan membawa sesosok Demonic Beast puncak tiap kali Theo berhasil menyelesaikan tantangan Lembah, membunuh Boss penghuni Lembah sekaligus mengubah Lembah Demonic Beast, menjadi Kuburan Demonic Beast.


Kemunculan makhluk yang berada di balik portal, terlebih lagi setelah makhluk tersebut melempar ancaman pasca Theo menyelesaikan Lembah ketiga, segera membuat Theo memiliki beberapa pemikiran tertentu, dimana berhubungan dengan misi sebenarnya dari tantangan yang diberikan oleh Kung-Peng.


"Tantangan Kastil Raja Dewa Air ini, sepertinya akan berkembang menjadi cukup berbahaya dan tak lagi sederhana!" Gumam Theo. Sampai akhirnya, memutuskan untuk mengesampingkan dulu semua pemikiran yang mengganggu. Sepenuhnya fokus dalam proses pemulihan tubuh.


Karena sama halnya dengan dua Lembah sebelumnnya, Theo juga melakukan pembersihan total pada Lembah ketiga ini. Membunuh seluruh Demonic Beast kelas tinggi yang tinggal di dalam Lembah, dimana berjumlah ratusan.


Butuh beberapa hari bagi Theo sebelum kondisi tubuh kembali bugar. Tanpa menunda, segera pergi meninggalkan lokasi untuk mencari keberadaan Kelompok Gugio yang menunggu di luar Lembah. Theo berniat tak ingin berlama-lama untuk segera melanjutkan ke Lembah Demonic Beast keempat.


**** 


(Satu minggu kemudian)


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, dimana seperti biasa Theo menghabiskan waktu dengan meracik Pill dan juga menyalin buku usang perpustakaan gelang ruang-waktu sepanjang perjalanan, kelompok Theo yang dipimpin oleh Gugio sebagai pembawa peta, akhirnya sampai di perbatasan Lembah Demonic Beast yang keempat.


"Tuan muda, kita telah sampai! Lokasinya berada tepat di balik bukit yang ada di depan!" Ucap Gugio.


Mendengar itu, Theo segera memberi intruksi agar rombongan berhenti.


"Hmmmm…!" Gumam Theo, untuk sementara waktu, menatap kearah lokasi yang tadi ditunjuk oleh Gugio.


"Gugio, setelah menyelesaikan Lembah ini, aku ingin agar kelompok kita tak melanjutkan perjalanan terlebih dahulu! Kita tunda untuk sementara waktu menuju ke Lembah terakhir!" Ucap Theo.


"Jadi, persiapkan jalur tercepat untuk kembali ke rute awal, aku berencana mengunjungi Paviliun Harta di kota Zordan terlebih dahulu, apakah itu tak masalah untukmu?" Lanjut Theo.


"Tuan muda, aku akan mengikuti seluruh intruksimu! Sepenuhnya tak ada masalah sama sekali!" Tanggap Gugio.


"Lagipula, itu bagus juga jika kita kembali terlebih dahulu! Karena bagaimanapun juga, merupakan satu hal yang membuat hati tak nyaman ketika harus membawa banyak harta kesana-kemari!"


"Akan lebih baik dan lebih menenangkan jika aku sempat menjual seluruh sumberdaya sisa tubuh Demonic Beast yang kita dapat selama perjalanan ini terlebih dahulu, sebelum kembali melanjutkan perjalanan!" Lanjut Gugio. Seraya menggosok beberapa kali Spacial Ring yang terpasang pada jari telunjuk tangan kanannya.


"Baiklah kalau kau tak ada masalah!" Ucap Theo.


"Tuan muda Theo, apakah ada sesuatu yang mengganggumu? Kulihat beberapa hari ini, kau cukup tak banyak bicara!" Sahut Gris. Merasa sikap Theo sedikit berbeda pasca menyelesaikan urusan di Lembah Demonic Beast ke-tiga.


"Hmmmm… Intuisi seorang wanita memang selalu mengesankan!" Gumam Theo. Sembari mulai memasang senyum tipis. Entah kenapa tiba-tiba menjadi teringat pada sosok kakak perempuannya, Issabela.


'Sudah lama aku tak pulang, sebaiknya aku menyempatkan waktu untuk mengunjungi House setelah urusan di East Region selesai!' Gumam Theo dalam hati.


Setelah selesai bergumam, Theo menyempatkan untuk memandang kearah Gugio dan Gris beberapa saat. Hanya memandang, Theo tak menjawab pertanyaan Gris. Sampai akhirnya tatapan Theo, berganti kearah Pion pertama dan Pion kedua.


"Jaga dua orang ini, jika memang harus, korbankan nyawa kalian untuk keselamatan mereka!" Ucap Theo.


"Itu adalah intruksi wajib! Jika kalian menentang, atau melakukan sebaliknya, konsekuensinya sudah cukup jelas!" Lanjut Theo, tak memberi kesempatan pada Pion Pertama maupun Pion kedua, untuk menyampaikan tanggapan apapun. Karena bersama Theo menyelesaikan kalimatnya, ranah jiwa dua orang Hunter kelas tinggi Paviliun Harta ini, mulai berdenyut keras. Menandakan Theo sama sekali tak bercanda dalam ucapannya.


*Taappp…!!!


Theo menutup semua obrolan dengan melakukan lompatan ringan dari atas punggung Boss Tikus Tanah. Dengan langkah senyap, mulai bergerak memasuki wilayah Lembah Demonic Beast keempat.


"Oe, roh gentayangan mesum, persiapkan dirimu, aku merasa akan ada sesuatu yang besar menyambut kita setelah mengubah Lembah Demonic Beast di depan, menjadi kuburan massal Demonic Beast!" Ucap Theo. Memberi kalimat peringatan pada Ernesto.