Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
115 - Duel Teknik Jarak Jauh


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan Tempur Utama)


*PYAAARR…!!!


Aura pelindung Joy Kecil hancur berantakan saat kombinasi teknik dahsyat yang di lancarkan Dante dan Sinbad, menghujam pada satu titik.


"Tuuuu…!!!"


Bersama hancurnya Aura Pelindung, Joy Kecil bergumam lirih. Tampak memasang ekspresi wajah kesakitan.


Tubuh mungilnya yang beberapa saat masih terbang diatas langit, perlahan mulai jatuh.


*Bzzzzzttt…!!!


Melihat situasi tersebut, Theo segera membatalkan teknik Dosa Nafsu. Bergerak cepat untuk membekap tubuh jatuh Silver Turtle-nya.


"Hei…! Kau baik-baik saja?" Tanya Theo. Sembari mulai menyalurkan Mana Besi dari ujung jari telunjuk. Memberi Joy Kecil makanan agar luka dalam yang ia terima, sedikit membaik.


"Tuuu…!!" Jawab Joy Kecil. Berusaha menyembunyikan ekspresi kesakitan.


"Sudah… Setelah ini kembali dulu kedalam Tatto segel! Istirahat sejenak, kau sudah berjuang dengan sangat baik!" Ucap Theo.


"Tuuuu…!!!"


Tanggapan Theo, disambut oleh Joy Kecil dengan mengeraskan suaranya.


"Hmmmm… Jangan konyol! Berhenti keras kepala di waktu yang tak tepat! Jelas kau sedang terluka!" Ucap Theo.


"Tuuuuu…!!!"


"Baiklah! Baiklah! Namun, jika sekali lagi datang situasi yang tak baik, aku akan segera menarikmu kembali! Terserah kau bersedia atau tidak!" Dengus Theo. Merasa sedikit kesal saat Joy Kecil menolak untuk berisitirahat di dalam Tatto segel Guardian Beast.


"Tuuuu…!!!" Jawab Joy Kecil, kini dengan raut wajah teguh. Melompat keluar dari dekapan Theo, untuk kemudian mendarat pada pundak kanan Masternya tersebut.


"Kita ganti cara bertarung!" Gumam Theo.


"Asmodeus kembali! Mammon keluar!"


Tanpa berkedip, masih menatap kearah pihak lawan, Sinbad. Dimana dari tadi hanya diam melayang, terlihat menstabilkan aliran Mana di dalam tubuhnya yang masih bergejolak imbas baru saja memakai dua teknik Mighty Sword secara bersamaan. Theo mengganti Pedang Kembar Asmodeus, dengan enam Pisau Lempar Mammon.


"Berganti senjata lagi?" Gumam Sinbad, saat melihat pada pinggang Theo, kini terpasang secara melingkar, enam buah Pisau Lempar.


"Senjata rahasia yang memancarkan enam atribut Mana berbeda!" Lanjut Sinbad. Kembali memasang raut wajah waspada bercampur penasaran.


*Wuuungg…!!!


Bertepatan dengan Sinbad menyelesaikan kalimatnya, Aura Pelindung Joy Kecil, kembali aktif. Namun kini dalam ruang lingkup terbatas, hanya melindungi sekitar tubuh Theo.


"Baik, saatnya kembali bermain!" Gumam Theo, menarik keenam Pisau Lempar Mammon. Menempatkan masing-masing dari tiga pisau tersebut, pada sela-sela jari tangan kanan dan kiri.


Theo melanjutkan aksinya dengan memasang benang Mana pada tiap-tiap ujung gagang pisau, sebelum dengan gerakan cepat, melempar tiga pisau di tangan kanan yang beratribut Kegelapan, Api, dan Angin, kearah Sinbad.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Tiga pisau terlempar.


"Hmmmmm…!!!"


Melihat hal tersebut, Sinbad yang sebenarnya masih belum selesai dengan proses penstabilan aura, dengan tanggap menarik keluar Tremor Sword. Menyebarkan aliran Mana Tanah intens untuk beberapa saat, sebelum melanjutkan untuk menangkis ketiga Pisau Lempar Mammon.


*Traaanggg…!!!!


*Traaanggg…!!!


*Traaanggg…!!!


Tiga suara benturan antar logam, terdengar nyaring begitu Sinbad menangkis lemparan pisau Theo.


*Slaaaassshhh…!!!


Dan tepat ketika Sinbad selesai menangkis, Kapten Perompak Naga Laut tersebut segera memberi serangan balasan. Tebasan keras beratribut Mana Tanah padat kearah Theo.


"Wahhh…!!!" Gumam Theo, nyatanya tak beranjak dari lokasi tempat ia berdiri saat melihat serangan Sinbad datang.


*Boooommmm…!!!


Serangan tebasan Sinbad mendarat. Menyebabkan getaran keras yang membawa kepulan debu untuk beberapa saat.


"Tuuuu…!!!"


Namun, saat kepulan debu masih belum sepenuhnya tersingkap, suara Joy Kecil terdengar dari dalam.


"Yaaahhh… Aku percaya!"


Theo berseru lantang, jelas memberi tanggapan pada ucapan Joy Kecil sebelumnnya.


"Aku percaya, serangan seperti tadi, pasti akan bisa kau tahan…!!!" Lanjut Theo. Sosoknya mulai kembali terlihat bersama kepulan debu menyebar tertiup angin.


"Oe Sinbad! Seranganku yang tadi masih belum selesai!"


*Woooshhhh…!!!


"Hmmmm…!!! Serangan yang sama! Terlebih kali ini hanya dengan satu pisau! Apa kau meremehkanku?" Ucap Sinbad. Seraya memainkan Tremor Sword untuk bersiap kembali menangkis Pisau Lempar Mammon.


*Traaanggg…!!!


Bilah Tremor Sword, sekali lagi bertemu ujung tajam Pisau Lempar.


Sinbad yang merasa telah kembali sukses menangkis serangan sederhana Theo, segera memasang wajah puas.


*Wuuungg…!!!


Namun, wajah puas Sinbad, dalam sekejap berubah menjadi waspada saat merasa pisau lempar yang baru saja ia tangkis, tiba-tiba mengeluarkan satu luapan Mana Kegelapan intens.


*Blaaaarrrr…!!!


Detik berikutnya, Aliran Mana Kegelapan, meledak dari dalam Pisau Lempar.


*Wuuussshhh…!!!


*Taaappp…!!!


*Taappp…!!!


*Taaappp…!!!


Sinbad sendiri, ternyata berhasil menghindar tepat waktu. Di detik terakhir.


Menyebarkan Aliran Mana Angin, Kapten Perompak Naga Laut tersebut sedikit menahan ledakan Mana Kegelapan, sebelum mengambil gerakan cepat memijak udara untuk mundur jauh kebelakang.


*Woooshhhh…!!


Namun, belum sempat Sinbad mengambil nafas, pisau lain kembali terlempar menuju kearahnya, Theo memainkan benang Mana untuk kali ini menghujamkan Pisau beratribut Api.


*Tranggg…!!!


*Boooommmm…!!!


Sinbad berhasil menangkis lagi, namun kali ini sedikit terlambat. Menyebabkan ledakan Mana Api, sedikit mengenai beberapa bagian tubuhnya.


*Woooshhhh…!!!


'Sial!' Gumam Sinbad, saat merasa dari arah belakang, pisau lempar ke-tiga yang beratribut Angin, sedang menargetkan punggungnya.


*Traaanggg…!!!


*Wuuussshhh slaaaassshhh…!!!


Sinbad menarik keluar Blaze Sword untuk menangkis pisau ketiga. Dimana seperti dua pisau sebelumnya, berakhir meledakkan aliran atribut Mana. Hembusan angin kencang yang tajam, bergejolak hebat. Kali ini tak mampu dihindari Kapten Perompak Naga Laut tersebut.


"Hmmm…!!!"


Sinbad bergumam pelan sembari menatap tajam kearah Theo. Beberapa bagian tubuhnya, kini tampak tersayat mengucurkan darah.


Tatapan tajam dari pihak lawan, nyatanya disambut Theo dengan kembali memainkan benang Mana tangan kanan. Meneruskan untuk melempar pisau-pisau kearah Sinbad.


"Sekarang akan berbeda! Nave…!!" Gumam Sinbad. Telah selesai menstabilkan aura, ia memberi perintah kepada Sang White Condor untuk menciptakan Domain Es. Kemudian berubah menjadi sosok Patung Es.


Wujud patung Es Sinbad sendiri, kali ini tak tampak cantik seperti sebelumnya. Namun terlihat sangat mendominasi dan sedikit ganjil karena di selimuti oleh Aliran Mana berbentuk kepulan debu panas. Efek wujud Soul Knightnya yang masih aktif.


*Traaanggg…!!


Kapten Perompak Naga Laut kembali menangkis Pisau Lempar Mammon.


*Boooommmm…!!!


Tapi, tak seperti kejadian sebelumnya, dalam wujud Patung Es, dan juga memanfaatkan Domain Es dari Neve, gerakan Sinbad bertambah cepat berkali lipat.


*Woooshhhh…!!!


*Taappp…!!!


Bergerak cantik nan anggun, Sinbad menghindari ledakan atribut Mana. Sembari melepas serangan balik kepada Theo.


Disisi berlawanan, perubahan situasi yang terjadi, menyebabkan Theo tak lagi hanya mengandalkan aura pelindung Joy Kecil. Ia terlihat ikut bergerak menghindar, dengan terus mempertahankan serangan-serangan jarak jauh Pisau Lempar Mammon.


Situasi kemudian berkembang menjadi pertarungan teknik serangan jarak jauh antara Theo dan Sinbad. Theo terus memainkan jari-jari tangan kanan untuk mengendalikan ketiga Pisau Lempar. Sesekali tak mampu menghindari serangan tebasan Sinbad. Dimana mampu mengguncang aura pelindung Joy Kecil.


Sementara Sinbad, justru terlihat mulai mendapatkan momentum, dengan teknik Domain Es dan Patung Es yang saling meningkatkan potensi masing-masing, Kapten Perompak Naga Laut tersebut semakin lama mampu bergerak semakin cepat.


Bagaimanapun juga, Domain Es milik Neve, adalah teknik yang mampu memberi kenaikan pesat pada teknik gerakan Masternya. Karena membuat efek membekukan wilayah sekitar.


Sementara Teknik Patung Es milik Sinbad, memang adalah sebuah teknik gerakan yang luar biasa. Dua kombinasi teknik tersebut, akhirnya tampak sangat sempurna jika di gunakan bersamaan. Seperti memang tercipta untuk melengkapi satu sama lain.


Sinbad terus meningkatkan momentum, dari yang awalnya harus menangkis pisau sebelum menghindari ledakan, kini mulai bisa bergerak menghindar bahkan tanpa perlu menangkis terlebih dahulu.


Situasi ini, membuat Kapten Perompak Naga Laut tersebut, bisa semakin leluasa untuk melancarkan teknik-teknik tebasan jarak jauh kearah Theo. Menambah kecepatan tebasannya.


Namun, ketika Sinbad mulai diatas angin dan tampak berhasil merebut momentum, Theo yang sedikit demi sedikit berada dalam posisi tersudut, justru mulai memasang seringai lebar.


"Kita lihat reaksimu saat aku mengulang ini!" Gumam Theo. Kemudian membuat gerakan pada tangan kiri yang dari tadi tak ia gunakan.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Theo melempar tiga pisau Mammon lain di tangan kirinya. Pisau Lempar dengan atribut Tanah, Air, dan Cahaya.


Namun, kali ini tak menargetkan Sinbad, melainkan pasukan Kelompok Aliansi 7 Lautan yang ada di sekitarnya. Untuk kedua kali, memulai pembantaian.