Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
200 - GUAN ZIFEI


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


*Woooshhhh….!!!


Tombak Guan Zifei, terhempas dalam laju cepat tak terhadang, sepenuhnya menerobos leher Tetua Eleanor Tribe.


"Khaaakkk…!!!"


Sang Tetua yang lehernya telah tertembus tombak, dimana kini berlubang cukup lebar, seketika membelalakkan mata sembari mengeluarkan satu suara aneh dari dalam mulut.


Dari raut wajahnya, Sang Tetua jelas menunjukkan bahwa ia benar-benar tak percaya bahwa Guan Zifei yang telah dalam kondisi tubuh terluka parah, dimana sebelumnya bahkan hanya untuk berdiri tegak saja memerlukan bantuan topangan senjata tombak yang ia genggam, saat ini ternyata bisa melancarkan sebuah serangan yang berhasil menembus teknik pertahanannya. Terlebih lagi, serangan tersebut mampu memberi luka sedemikian rupa.


Sampai kemudian, ketika Tetua Eleanor Tribe masih dalam kondisi tercengang, Guan Zifei secara tiba-tiba menutup aksi dengan melancarkan pukulan ganda, menghentak dengan dua telapak tangan.


Memanfaatkan momentum yang berhasil ia ciptakan, Guan Zifei menggencet kepala Tetua Eleanor Tribe dari dua sisi.


*Baaammmmm…!


Kepala tersebut hancur berantakan.


"Hanya kematian yang akan menanti saat kau meremehkan semangat Martial Art Klan Guan!" Gumam Guan Zifei. Tepat setelah berhasil menyelesaikan satu lawannya.


*Baaammmmm….!!!


*Slaaaassshhh….!!!


Akan tetapi, sepersekian detik setelah Guan Zifei menyelesaikan satu lawan, dua Tetua lain mendaratkan serangan ganda pada tubuh lemahnya.


"Goooahhh….!!!"


Mendapat serangan tersebut, Guan Zifei tentu saja kembali terpental. Kali ini muntah darah hebat bersama laju terpental tubuhnya.


*Baaammmm….!!!


Tubuh rentah Guan Zifei, berakhir mendarat keras dengan menghancurkan sebagian besar dek kapal perang lain yang berada di sekitar lokasi.


Pandangan mata Guan Zifei segera bergetar hebat begitu tubuhnya selesai terhujam. Visi anggota Klan Guan tersebut, seketika kabur.


Guan Zifei, kini terluka amat parah. Bagaimana tidak, serangan terkahir yang ia lontarkan untuk mencabut nyawa salah satu Tetua Eleanor Tribe, merupakan seluruh sisa tenaga yang ia miliki. Dengan semua luka serius yang ada pada tubuhnya, Guan Zifei yang mulai kehabisan darah, bahkan sudah akan tumbang saat selesai melancarkan serangan terkahir.


Mendapat dua serangan ganas tambahan ketika tubuhnya sudah diambang batas, tentu saja nenyebabkan ranah jiwa Guan Zifei, terguncang begitu hebat. Ranah jiwa Guan Zifei terluka begitu serius hingga menyebabkan kultivasinya hancur satu tingkat. Kembali turun menjadi King tahap Surga.


"Sepertinya, ini adalah akhir!" Gumam Guan Zifei lirih. Sudah merasa tak ada harapan lagi. Hanya untuk menggerakkan satu jari saja, sekarang ia tak mampu.


***** 


(Medan Pertempuran Utama, lokasi Sasi)


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Sasi, masih bergerak dalam langkah gesit. Menjadi sekelebat bayangan untuk menghilang dari satu lokasi, ke lokasi lain. Pada setiap kemunculan sosok Sasi, beberapa kepala milik anggota Barbarian Tribe, akan melayang. Terputus dari lehernya.


Situasi tersebut, bertahan untuk beberapa saat. Sang Goblin tampak begitu mendominasi dalam wilayah pertempuran. Bagai seorang dewa kematian, terus menagih nyawa setiap lawan yang kebetulan berada pada arah laju pergerakannya.


Kedua tangan Sasi, kini berlumuran darah segar. Cipratan darah tak akan sempat mengering sampai cipratan lain memperbarui basahnya darah yang kini membasuh kedua telapak tangan Sang Goblin.


*Baammmm…!!!


*Bammmmm…!!!


*Baaammm……!!!


Dominasi Sasi, hanya terhadang sampai kemudian terhenti ketika beberapa serangan dahsyat, terhujam kearah tubuhnya.


Serangan-serangan tersebut, mampu di hindari oleh Sasi, beberapa yang tak sempat ia hindari, dengan tanggap di halau menggunakan teknik pertahanan.


Hanya saja, meskipun Sasi berhasil menghindari situasi buruk dan tak mendapat kerugian sama sekali, ia kini berakhir dalam posisi sepenuhnya terkepung.


Jongha, memimpin puluhan pasukan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, berhasil menjebak sang Goblin dalam formasi pengepung.


"Makhluk apa sebenarnya kau ini?" Gumam Jongha. Menatap dengan pandangan menyelidiki kearah Sasi. Bertanya dengan intonasi nada penuh kepercayaan diri.


Kepercayaan diri yang cukup normal, karena bagaimanapun juga, ia saat ini bergerak bersama para pasukan elite Barbarian Tribe, dimana seluruhnya merupakan Knight berkelas Emperor.


Sementara pihak lawan, meskipun memiliki aura aneh dimana jelas merupakan makhluk berkelas King tahap Surga namun kedalaman auranya justru hampir serupa dengan Emperor tahap Bumi, tetap saja Sasi hanya seorang diri.


Disisi lain, mendengar pertanyaan Jongha yang menanyakan identitasnya, Sasi tentu saja tak memberi jawaban apapun. Justru mulai memperberat auranya. Mempertajam sebaran aura tersebut.


*Tappp…!!!


Sosok Sasi kembali berubah menjadi sekelebat bayangan. Muncul kembali dengan sebuah tebasan tangan yang terarah tepat pada leher Jongha. Seperti biasa, Sang Goblin tak ingin terlalu membuang waktu. Menyerang langsung sosok lawan yang dianggapnya paling kuat.


*Taaangggg…!!!


Hanya saja, Jongha ternyata cukup tanggap. Meskipun memang sedikit tak mampu membaca arah pergerakan Sasi, dengan insting tajam, ia mampu bergerak tepat waktu untuk menghalau tebasan. Dilanjutkan dengan cepat bergerak mundur beberapa langkah.


Jelas sekali ada alasan khusus kenapa Jongha mampu mengklaim posisi sebagai ketua satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe. Karena dalam lingkaran Kelompok Barbarian Tribe yang berisi orang-orang kuat berdarah panas, Jongha merupakan salah satu dari bakat terbaik. Salah satu Knight terkuat dalam generasinya.


'Hmmmmm…! Makhluk ini berbahaya!' Gumam Jongha dalam hati. Sembari mengusap pergelangan tangannya yang sempat ia gunakan untuk menangkis serangan Sasi. Dimana sekarang mendapat luka tebasan. Sedikit mengucurkan darah.


Jongha pantas menjadi waspada, karena bagaimanapun juga, bahkan Gerel tak mampu memberinya luka fisik.


Dengan mempertahankan kewaspadaan, Jongha memutuskan untuk tak bergerak sembarangan, mulai mengatur agar Kelompok satuan elite yang ia pimpin, mempertahankan koordinasi untuk melancarkan serangan kombinasi kepada Sasi.


Sasi, berakhir dalam situasi sulit melawan puluhan Knight berkelas Emperor.


****


(Sayap Kanan, Lokasi Guan Zifei)


*Tappp…!!!


*Taappp…!!!


Dua Tetua yang telah berhasil mendaratkan serangan pada tubuh hampir tumbang Guan Zifei, akhirnya memijak dek kapal perang tempat anggota Klan Guan tersebut sedang terkapar.


"Hmmmm…!!! Habisi sekarang juga!" Gumam salah satu Tetua. Memasang wajah begitu marah. Bagaimanapun juga, Guan Zifei baru saja membunuh salah satu kawannya.


"Berhenti!"


Sang Tetua sudah akan maju, hendak mengeksekusi Guan Zifei, sampai sebuah suara lantang menghentikan.


Mendengar suara tersebut, kedua Tetua tentu saja segera menoleh, merasa suara yang baru terdengar, cukup tak asing.


*Tappp…!!!


*Tapp…!!!


*Taaappp…!!!


Dan benar saja, orang yang melakukan pendaratan, adalah satu sosok yang sepenuhnya mereka kenali.


"Tuan Muda!" Ucap dua Tetua Eleanor Tribe, segera memberi hormat pada Fairley yang saat ini ada di hadapan keduanya.


Fairley datang ditemani oleh Tetua Pertama dan Tetua Kedua Eleanor Tribe yang sebelumnya ditugaskan oleh Khan mereka, Ibu Fairley, untuk mencari keberadaannya.


Dua Tetua utama Eleanor Tribe tersebut, segera memberi perawatan pertama pada kondisi luka Tuan Muda mereka, begitu berhasil menemukan keberadaan Fairley. Menyebabkan kondisi Fairley saat ini sudah berkembang cukup baik meskipun memang masih menderita luka dalam. Namun setidaknya, ia sudah bisa bergerak sendiri.


"Tuan Muda, sebaiknya segera kembali! Tak perlu menyibukkan diri untuk hal macam ini!" Ucap Tetua Pertama.


"Yah, intruksi Khan sudah jelas, anda harus segera menghadap!" Tambah Tetua Kedua.


"Diam…!!! Ini tak akan lama!" Dengus Fairley. Seraya maju mendekati tubuh setengah sekarat Guan Zifei.


"Hahahaha…! Aku ingat kau! Salah satu orang kepercayaan pemuda sampah itu!" Ucap Fairley. Menatap tajam penuh kebengisan kearah Guan Zifei.


"Kau harus menanggung semua penghinaan yang telah Boss Besarmu berikan padaku! Aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri!"


"Jika ingin menyalahkan seseorang atas nasib burukmu ini, salahkan Boss Besarmu! Salahkan dirimu karena sudah bergabung dengan kelompok sampah Bandit Serigala!" Lanjut Fairley.


"Hmmmm…"


Kata-kata tajam Fairley, nyatanya hanya disambut oleh Guan Zifei dengan mengangkat sedikit wajahnya.


"Boss Sampah? Kelompok Sampah? Sungguh lucu saat mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut Tuan Muda sampah seperti dirimu!"


"Tuan muda sampah yang tak kompeten dalam segala hal!" Ucap Guan Zifei lirih. Hanya saja, meskipun kata-kata yang keluar dari mulut Guan Zifei lirih, itu mengandung satu intonasi nada hinaan yang tajam.


Fairley, segera memasang raut wajah penuh amarah tepat setelah Guan Zifei menyelesaikan kalimatnya.


"Mati…!" Gumam Fairley, seraya melepas sulur-sulur tanaman tajam dari telapak tangannya. Sulur-sulur yang bergerak cepat menembus dada Guan Zifei.


*Woooshhhh….!!!


*Blaaaarrr….!!!


Bertepatan dengan Fairley selesai melancarkan serangan, lautan tiba-tiba bergejolak hebat. Langit yang awalnya cerah, seketika menjadi gelap. Badai dahsyat, terbentuk dalam sekejap. Membekap seluruh medan pertempuran Laut Ungu.