
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Bzzzzzttt…!!!
Derak listrik terdengar begitu Theo menangkap dua pedang kembar Asmodeus dengan kedua tangan.
"Bisa kita mulai?" Tanya Theo. Sembari memasang seringai lebar.
"Hmmmm…!!!"
Pertanyaan Theo, segera disambut oleh Fairley dengan mulai berubah kedalam mode Soul Knightnya. Aliran Mana Air berbentuk Spirit Beast Kupu-kupu yang sangat indah, mulai menyelimuti seluruh tubuh Fairley.
"Nimfa!" Gumam Fairley, saat telah berada dalam wujud sempurna Soul Knight.
*Woooshhhh…!!!
Aliran Mana Tanaman berwarna hijau pekat, segera menyeruak keluar dari dalam tubuh Fairley. Sebelum tertarik kembali dan terfokus pada gengaman tangan kanannya. Aliran Mana Tanaman, bergeliat untuk beberapa saat sampai kemudian mulai berubah menjadi satu sulur penuh duri tajam.
"Cambuk berduri!" Gumam Fairley, saat senjata cambuknya selesai terbentuk.
"Tanaman pemangsa!" Lanjut Fairley, meneruskan aksinya dengan menciptakan sebuah tanaman raksasa berwujud mengerikan di belakang punggung.
Tanaman ini, adalah jenis yang sama di pakai Fairley ketika bertarung melawan Zota dan Razak. Memiliki kepala merah serta mulut terbuka lebar penuh taring-taring tajam, dengan tangkainya yang juga penuh duri.
Fairley tampak sama sekali tak mau mengambil resiko, meskipun sebelumnnya dengan percaya diri melontarkan kalimat tantangan, tapi terlihat jelas ia menyimpan trauma mendalam dari aksi Asmodeus yang sempat akan melenyapkan bentuk kesadarannya di dalam Ranah Jiwa Theo.
Menyebabkan kini, ia mengeluarkan semua persiapan terbaik sebelum pertaruhan dimulai.
Sementara di sisi berlawanan, Theo yang sebenarnya dari tadi sudah siap bertarung kapan saja, terlihat tak melakukan gerakan apapun.
Justru menunjukkan ekspresi wajah penuh minat kearah Fairley. Seolah persiapan bertarung yang dilakukan oleh Tuan muda pertama Eleanor Tribe tersebut, dimana disambut oleh tatapan mata bergetar oleh semua penonton, hanya sebuah pertunjukan yang cukup menghibur.
"Wahhh…! Nature Fruit ternyata benar-benar memiliki banyak kegunaan!" Ucap Theo.
"Cukup omong kosongnya!" Gumam Fairley, secara tiba-tiba membuka serangan dengan ayunan cepat cambuk berduri di tangan kanannya.
*Whiiip…!!!
*Splaaaassshhh…!!!
Namun, serangan cambuk Fairley, dapat dengan mudah di hindari oleh Theo. Menggunakan teknik gerakan langkah siput, Theo bergerak ringan dengan satu gerakan aneh namun sangat efektif.
"Wahhh…!!! Hampir saja!" Ucap Theo. Masih dengan seringai lebar mengembang di wajahnya.
Kata-kata yang tentu saja dianggap oleh Fairley sebagai sebuah penghinaan. Karena jelas itu tadi bukan hampir saja. Tapi Theo bisa dengan mudah menghindari serangannya.
"Bandit rendahan sombong!" Bentak Fairley, kemudian membuat gerakan menunjuk kedepan untuk sesaat. Memberi perintah pada tanaman raksasa di belakang punggungnya, untuk menembakkan duri-duri kearah Theo.
Sementara Fairley sendiri, segera melakukan gerakan melompat keatas. Mengepakkan sayap kupu-kupu di pundak beberapa kali, sebelum melakukan gerakan menerjang.
*Woooshhhh…!!!
Aliran Mana Air menyebar kesegala arah saat Fairley mulai terjun menukik tajam dengan cepat. Gerakan menukik Fairley, membuat sosoknya yang sangat indah dalam balutan Mana Air berbentuk kupu-kupu, kini terlihat bagai lukisan hidup.
"Hmmmm…!! Bagaimana kau akan menghindari yang satu ini!" Gumam Fairley, seraya mulai mengayunkan cambuk berdurinya.
Tuan muda pertama Eleanor Tribe itu, tampak berniat memanfaatkan momentum dari situasi Theo yang sedang menghindari duri-duri tajam, untuk melakukan serangan lanjutan dari sudut sulit.
"Langkah yang luar biasa!" Gumam Theo. Sembari terus menghindari duri-duri tajam.
"Hanya sayang, bertemu lawan yang salah!" Lanjut Theo. Sebelum mulai memasang kuda-kuda. Menyilangkan pedang kembar Asmodeus di belakang punggung.
"Sikap pertama teknik Dosa Nafsu…!!" Gumam Theo.
*Bbbzzztttt…..
*Bbbzzzz…….
*Bbzzz…….
Bersamaan dengan gumaman Theo, aliran listrik ungu mulai berderak di sekitar tubuhnya. Tubuh Theo yang dialiri listrik, kini terlihat berkerlap-kerlip, tampak muncul dan menghilang untuk beberapa waktu. Sebelum akhirnya benar-benar menghilang.
"Apa?" Seru Fairley kaget, saat sosok serta hawa keberadaan Theo tiba-tiba menghilang. Lenyap begitu saja tanpa menyisakan sedikit riak sama sekali.
*Splaaaassshhh….!!!
Berakhir serangan cambuknya, hanya membelah udara kosong sebelum mendarat pada tanah lokasi dimana Theo tadi seharusnya berada.
Fairley masih berada dalam posisi terbang, mengarahkan luapan Mana untuk memindai seluruh lokasi tanah lapang. Berusaha mencari keberadaan Theo. Sampai tiba-tiba.
"Sikap tubuh penuh Gairah….!"
Suara Theo, terdengar dari kekosongan.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Dan pada satu kerlipan mendadak, derak listrik ungu tiba-tiba muncul tepat di hadapan Fairley, dibarengi dengan satu tebasan cepat yang mendarat tepat pada dada Tuan muda pertama Eleanor Tribe tersebut.
Sosok Theo yang penuh dengan baluran Listrik ungu di sekujur tubuh, muncul untuk sesaat sembari menyeringai lebar tepat di muka Fairley, sebelum memberi tendangan keras pada dada berlumur darah lawannya tersebut.
*Baaammmm…!!!
Tubuh Fairley terhempas jauh. Mendarat keras pada pepohonan pulau yang ada di sekitar area tanah lapang.
*Bzzzzzttt…!!!
Sosok Theo yang sempat muncul untuk beberapa saat, kembali menghilang dalam kerlip listrik ungu. Sebelum untuk kedua kalinya, muncul lagi. Kini mengambil posisi tepat di depan Tanamam berduri milik Fairley.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Dengan beberapa tebasan santai, Theo memotong-motong tanaman tersebut. Seperti sedang memotong sayur.
"Kau b*jingan!" Bentak Fairley, segera berdiri kembali untuk melakukan terjangan kedepan. Mengepakkan sayap sembari menyebar aliran Mana Tanaman pekat keseluruh area tanah lapang.
*Woooshhhh…!!!
*Splaaaassshhh…!!!
Terjangan Fairley, diakhiri dengan ayunan cambuk keras yang kini tak lagi dihindari oleh Theo, melainkan di tahan menggunakan bagian bawah ujung pedang kembar Asmodeus.
"Wahhh…!!! Langkah baru lagi!" Gumam Theo. Menyadari jika tadi ia memilih menghindar, maka puluhan Tanaman mengerikan milik Fairley yang mulai tumbuh memenuhi seluruh area tanah lapang bersama sebaran Mana Tanaman yang sempat Fairley keluarkan sebelum menerjang maju, pasti akan segera menerkamnya.
"Hmmmm…!!! Teknik anehmu jelas memiliki keunggulan dalam memanfaatkan lebar area! Dengan telah di persempitnya lokasi, apa yang bisa kau lakukan sekarang!" Dengus Fairley, menatap dengan pandangan penuh kemenangan kearah Theo.
"Ohhh…! Jika harus bertarung dengan jumlah, sepertinya lagi-lagi kau bertemu lawan yang salah!" Jawab Theo. Semakin melebarkan seringainya.
"Teknik kedua dosa Nafsu!" Gumam Theo pelan kemudian.
*Bbzzzz….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
Bersamaan dengan gumaman Theo, samar-samar puluhan baut listrik berwarna ungu, tampak mulai bermunculan disekitar, menyebar ke berbagai arah area tanah lapang.
"Sikap Dunia Penuh Gairah….!" Lanjut Theo.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt….!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Tepat setelah Theo menyelesaikan kata-katanya, puluhan baut listrik berwarna ungu yang sebelumnya terlihat samar, kini mulai menguat, menyebabkan suara menderu yang sangat berisik. Suara-suara menderu ini kemudian diakhiri dengan puluhan baut listrik berubah bentuk, menjadi sosok puluhan Theo.
"Hahhahahah…!!!"
"Hahahaha…!!!"
"Hahahaha…!!!"
Puluhan sosok Theo tertawa lantang membahana secara serentak. Sebelum kemudian…
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Puluhan sosok dengan seringai lebar mengerikan di wajahnya tersebut, mulai bergerak melakukan pembantaian terhadap tanaman-tanaman milik Fairley.
"Bagaimana sekarang? Masih menyimpan hal menarik lain yang bisa kau tunjukkan? Atau kita akhiri saja?" Ucap sosok Theo yang masih berdiri di hadapan Fairley. Menatap dengan sorot mata penuh penghinaan.
"Mengakhiri?"
Theo baru selesai dengan kata-katanya, saat tiba-tiba, suara Asmodeus terdengar.
"Master! Aku tidak akan puas hanya dengan satu tebasan! Aku ingin mencincang orang itu!" Ucap Asmodeus. Dengan intonasi nada dingin yang terdengar sangat menyeramkan.
Kalimat yang di ucapkan Asmodeus, segera membuat Fairley yang dari tadi merasa terhina karena seolah terus dipermain oleh Theo, dipermalukan di hadapan banyak orang, kini mulai menggertakkan gigi-giginya.
"Bagus…! Bagus…! Kau Bandit rendahan bersama roh item sialanmu!"
"Kalian telah benar-benar membuatku marah! Harus mati!" Gumam Fairley.
Bersamaan dengan gumamannya. Aliran Mana Tanaman yang ada di sekitar, mulai bergerak cepat dalam gelombang besar. Menyerbu masuk kedalam tubuh Fairley.
"Mode sintesis Nature Fruit!"
"Mahkota Berduri!" Ucap Fairley. Diiringi dengan sebuah mahkota dari sulur-sulur tanaman yang penuh duri, kini mulai terbentuk menghiasi kepalanya.