
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Ratusan Tinju Dewa Besi!" Seru Razak lantang. Membuat gerakan memukul kedepan.
*Wungggg…!!!
*Woooshhhh…!!!
Bersama gerakan memukul yang dilakukan oleh Razak, dimana merupakan bentuk dari eksekusi teknik Menempa Tubuh Surgawi, kepalan-kepalan tinju besi berjumlah ratusan, mulai mengeluarkan bunyi dengungan keras, sebelum kemudian bergerak menerjang kedepan di satu waktu bersamaan. Membawa tekanan Mana Besi begitu kokoh.
Dan, hampir di waktu yang sama ketika Razak mengeksekusi teknik serangan, Dante juga menarik bilah Katana, melepas tebasan kedepan.
"Halilintar Penguasa Tunggal!" Seru Dante. Melempar sebuah serangan Mana Listrik dahsyat dalam gelombang besar. Serangan tebasan yang membentuk sambaran Halilintar dalam wujud Qilin.
Dua teknik mengerikan, bergerak menerjang kedepan secara bersamaan. Razak dengan serangan ratusan tinju besi yang begitu kokoh nan mendominasi.
*Wuuungg…!!!
*Klang…!!! Klangg…!!! Klaang…!!!
Sementara Dante dengan tebasan tunggal berderak liar nan bergelora.
*Bzzzzzttt…!!!
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Dua serangan bahkan belum sempat bersentuhan satu sama lain ketika gelombang tekanan maha dahsyat, mulai membelah lautan. Imbas dari dua teknik bergerak semakin mendekat.
Kejadian luar biasa ini, segera menyebabkan hampir seluruh pasukan yang sedang bertempur di medan pertempuran utama, menghentikan aktivitas masing-masing. Menatap takjub pada kedahsyatan dua teknik dengan sorot mata mendambakan kekuatan.
Setiap orang Knight, jelas memiliki hasrat untuk bisa mencapai level yang sama dimana membuat mereka mampu melancarkan teknik serangan dahsyat seperti yang sedang mereka saksikan saat ini.
Sampai akhirnya…
*BOOOOOMMMM…!!!!
Suara ledakan keras terdengar lantang ketika teknik Razak dan Dante bertumbuk satu sama lain. Membawa gelombang kejut mengerikan yang menyebar luas keseluruh medan pertempuran utama.
Riak-riak sisa derak Mana Listrik serta Mana Besi nan gemerlap, semburat kesegala arah. Menyebabkan beberapa Knight lemah dari Kelompok Bandit Serigala dan Aliansi 7 Lautan, harus menderita luka parah begitu tubuh mereka terkena gelombang kejut yang menyebar.
Situasi kemudian berkembang menjadi hening. Setiap orang masih menatap kosong kearah lokasi bekas terjadinya tumbukan dua serangan. Dimana pada lokasi tersebut, kini berubah menjadi tempat mengerikan.
Laut mengering. Menciptakan sebuah lubang besar yang sangat luas dan dalam. Begitu dalam hingga orang-orang bisa melihat dasar laut serta terumbu karang hancur berantakan, sementara mayat-mayat Spirit Beast penghuni laut, bercecer dalam kepingan-kepingan tak utuh.
Keheningan hanya terpecah ketika dua sosok, melakukan langkah menerjang kedepan. Razak berselimut Serbuk Besi, sedangkan Dante dalam dekapan Listrik Biru.
*Woooshhhh…!!!!
*Draakkkkk…!!!
Dalam terjangannya, Razak memfokuskan Serbuk Besi untuk mulai memadat pada dua titik, yakni dua kepalan Gauntlet ganda yang ia kenakan.
*Woooshhhh…!!!
*Bzzzzzttt…!!
Sementara Dante, memfokuskan Mana Biru pada bilah Katana yang telah terhunus.
*Baaannngggg…!!!
Razak mengayunkan tinju-nya. Hanya untuk disambut oleh Dante dengan tebasan Katana.
"Hmmmmmm…!!!" Dengus Razak, begitu serangan tinju tangan kanannya di tahan Dante. Sebelum pada detik berikutnya, mengayunkan tangan kiri, menarget sisi kepala pihak lawan.
*Baaaaanggg…!!!
Tinju kedua Razak, direspon Dante dengan gerakan gesit menarik mundur Katana ke sisi lain. Menggunakan ujung gagang, Dante mengetuk balik tinju Razak.
Baik itu Razak atau Dante, terdorong sedikit mundur kebelakang setelah benturan terkahir.
"Menempa Tubuh Surgawi!"
"Langkah Menjelajah Bumi!"
*Taappp…!!!
Hanya sepersekian detik jarak antara Dante dan Razak tercipta, sosok Razak nyatanya segera kembali menerjang kedepan.
Seperti biasa, Bocah keturunan terakhir Suku Osiris ini, memberi semua yang ia punya ketika sudah memasuki situasi pertempuran. Cukup bergerak kedepan tanpa banyak bicara, itulah pegangan utama Razak.
"Hmmmm… Halilintar Mengarungi Langit!" Gumam Dante. Ikut mengeksekusi teknik gerakan.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Bersama dengan itu, kedua telapak kaki Dante mulai diselimuti aliran Mana Listrik. Sebelum sosokny menghilang. Dante Bergerak dalam kecepatan tinggi layaknya sebuah sambaran petir yang menjilat daratan.
*Sraaaakkkk…!!!
*Baaaammmm…!!!
Merasa tak mampu mengimbangi pergerakan lawan, Razak segera menghimpun seluruh aliran Mana Besi serta sebaran Serbuk Besi, untuk fokus dalam sikap bertahan.
Bagaimanapun juga, itu sudah jelas bahwa seorang dengan atribut Listrik, akan selalu unggul dalam hal teknik gerakan jika berhadapan dengan lawan dengan atribut lain. Oleh karena itu, Razak dengan tanggap tak meladeni lawan untuk bermain dalam medan keunggulannya. Segera membuat medan-nya sendiri. Yakni pertahanan. Satu keunggulan utama dari seorang Knight beratribut Mana Besi.
Menajamkan visi-nya, Razak melirik dalam lirikan menyapu seluruh wilayah sekitar. Menunggu kemunculan serangan Dante.
*Bzzzzzttt…!!!
Dante muncul untuk melancarkan satu tebasan tajam pada sisi kanan leher Razak.
*Dentang…!!!
Namun, tebasan Dante, nyatanya bertemu dengan sisi Gauntlet ganda.
*Tapp…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Dante kembali menghilang untuk sesaat. Sebelum kembali muncul dengan memberi tebasan pada sisi lain.
*Dentang…!!!
Tapi, lagi-lagi Razak mampu menahan. Menyebabkan Dante segera mengerutkan kening. Memasang raut wajah kagum.
'Insting yang sangat tajam! Dia jelas tak bisa melihat pergerakanku di waktu yang tepat! Namun, itu seperti tubuhnya bergerak secara otomatis, dapat menerka kemana arah serangan selanjutnya akan mendarat!' Gumam Dante dalam hati. Benar-benar takjub pada lawan yang saat ini sedang ia hadapi.
'Bocah ini akan tumbuh menjadi monster penuh dominasi pada generasi yang sama! Bahkan bakat-bakat muda terbaik West Region dengan usia yang sama, jelas telah tertinggal pada ketinggian langit berbeda dihadapan bocah ini!' Lanjut Dante.
"Anak muda! Kau benar-benar telah mengukir legendamu!" Tutup Dante, secara terang-terangan memuji Razak. Sebelum mulai menambah intensitas derak Listrik biru pada telapak kakinya. Sementara tanduk Qilin Dante, juga mulai menyala terang dengan aliran Mana Listrik yang sama.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Taaappp…!!!
Dante bergerak lebih cepat lagi.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Dalam sekejap memberi dua serangan beruntun dari dua sisi berbeda.
*Dentang…!!!
*Dentang…!!!
Tebasan Dante yang menyasar dua sisi leher, mampu ditahan oleh Razak dengan mengangkat dua Guanlet kembar. Namun, kali ini sedikit terlambat. Menyebabkan meski mampu menahan, namun kedua Gauntlet Razak, terdorong keras untuk akhirnya membentur sisi-sisi kepala bocah tersebut.
Razak masih dalam situasi sedikit terguncang, teralihkan fokusnya. Sampai tiba-tiba, serangan Dante ternyata tak berhenti pada dua tebasan. Tebasan ketiga mendadak muncul pada detik berikutnya. Kali ini menyasar punggung Razak.
*Slaaaassshhh…!!!
Serangan lanjutan Dante, berhasil mendarat telak, memberi luka memanjang berdarah pada punggung Razak.
"Hmmmmm…!!!"
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Tak menyia-nyiakan momentum yang berhasil ia rebut, Dante terus melancarkan serangan-serangan tebasan lain.
Beberapa berhasil di tahan oleh Razak, namun lebih banyak yang mendarat pada tubuhnya.
Situasi ini bertahan untuk waktu yang relatif lama. Menyebabkan tubuh Razak, kini mulai bersimbah darah.
Bagaimanapun juga, meski sosok Razak seperti yang dikatakan Dante, merupakan bakat monster penuh potensi serta dominasi, namun tetap saja. Yang ia hadapi adalah Dante. Knight dengan pengalaman lebih serta dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi pula. Emperor tahap Bumi.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut, Dante juga memiliki wujud Meridian Knight tak biasa. Demonic Beast Legendaris. Qilin Petir. Sungguh jauh jika dibandingkan dengan bentuk Meridian Knight Razak yang hanya Singa Padang Gurun. Spirit Beast bergaris darah Ancient.
Walaupun memang Razak juga memiliki item dengan Roh Bunga Udumbara sama seperti Dante. Faktor-faktor tadi, akhirnya menjadi sebuah pembeda yang akan menentukan hasil akhir duel.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Dante terus melancarkan tebasan cepat. Yang mana benar-benar sudah tak bisa lagi dihindari Razak karena telah kehilangan fokus.
Sampai tiba-tiba, dalam deru tebasan yang terus mendera tubuhnya tanpa henti, Razak menggertakkan gigi-gigi dengan sangat keras. Justru terlihat semakin teguh.
*Baaammmm…!!!
*Woooshhhh…!!!
Razak yang merasa tak punya kesempatan untuk melihat pergerakan lawan, memutuskan untuk menciptakan lebih banyak Serbuk Besi. Sebelum menyebar luas kesegala arah.
"Sungguh brilian!" Ucap Dante. Segera mengambil jarak saat melihat sebaran Serbuk Besi. Tak bisa lagi bergerak sembarangan masuk kewilayah di hadapannya tanpa terdeteksi oleh sang Bocah.