Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
145 - Teknik Baru Nan Dahsyat


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Tappp…


Dengan kecepatan gerak yang sulit ditangkap oleh mata para penduduk Desa Teria, Theo melesat untuk akhirnya sampai di posisi tengah gerombolan Kalajengking Haus Darah yang ada di depan gerbang.


*Boooommmm…!!!


Theo membuka rencana pembantain, dengan melancarkan pukulan tinju berderak aliran Mana Besi pekat. Dalam satu kedipan mata, menghancurkan kepala salah satu Kalajengking Haus Darah.


"Hmmmm… Sudah cukup lama aku tak memakai teknik Iron Fist!" Gumam Theo. Sebelum mengarahkan pandangan mata untuk menyapu sekitar.


'Hmmmm… Dasar kau pemuda licik dengan pemikiran penuh intrik yang kejam!'


Suara Ernesto, tiba-tiba terdengar dari dalam sarung tangan kilat. Tak seperti seluruh item Ancient Thing atau yang berhubungan dengan itu layaknya para bocah dosa, Joy Kecil, dan juga Gusion dari Hell Orb, Ernesto dan perangkat kilat, bukan berasal dari abad kekosongan. Sehingga tak tersegel saat Theo memulai tantangan di Tartarus Land.


'Hmmmm… Apa lagi yang akan kau keluhkan?' Tanggap Theo. Dengan intonasi nada acuh.


'Tak ada!' Balas Ernesto cepat.


'Hanya saja, aku sedikit kagum sekaligus kesal dengan sikap licikmu itu!' Lanjut Ernesto.


'Sengaja melemahkan formasi segel desa ini, menyebabkan para Kalajengking Haus Darah bisa menemukan lokasinya, hanya untuk kemudian berlagak pahlawan dengan menawarkan bantuan kepada para penduduk desa!' Tutup Ernesto.


Kata-kata Ernesto, seperti biasa, hanya diabaikan oleh Theo.


Seperti kata Ernesto, beberapa waktu lalu, ketika Theo baru sampai di sekitar lokasi desa Teria, ia yang memiliki bakat di bidang formasi, segera bisa melihat mekanisme formasi penyamaran khusus yang mengaburkan lokasi desa Teria jika dilihat dari jarak tertentu diluar.


Beralibi ingin mengamati sekitar, Theo mengajak Gris untuk berkeliling. Berburu Demonic Beast Lipan Merah sekaligus melemahkan mekanisme formasi desa saat perhatian Gris teralihkan.


Situasi akhirnya berjalan sesuai dengan rencana Theo. Gerombolan Demonic Beast Kalajengking Haus Darah, bergerak untuk menyerang desa. Tindakan yang tentu menaikkan nilai tawar Theo. Karena jelas para penduduk desa, tak punya pilihan lain selain meminta bantuan kepadanya.


Kembali ke situasi terkini.


Bersamaan dengan Ernesto memulai obrolan, aksi pembuka yang dilancarkan Theo, juga dengan sukses menarik perhatian sebagian besar Kalajengking Haus Darah yang ada di sekitar. Puluhan dari mereka menatap tajam kearah Theo untuk sesaat, sebelum mulai mendesis keras, seraya bergerak serentak. Berniat menyerang secara bersamaan.


Namun, langkah para Kalajengking Haus Darah, disambut oleh Theo dengan justru ikut menerjang. Sama sekali tak ingin membuang waktu dengan mengambil sikap bertahan.


*Woooshhhh…!!!


Dalam terjangannya, Theo juga mulai merilis aura King tahap Surga dalam tubuhnya. Memberi tekanan berat pada lingkungan sekitar.


Para Kalajengking Haus Darah yang menerima tekanan aura dari Theo, seketika menghentikan langkah masing-masing. Menjadi kesulitan untuk bergerak.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Pembantain akhirnya dimulai. Theo bergerak dari satu lokasi, ke lokasi lain. Bersama perpindahan yang dilakukan oleh Theo pula, kepala-kepala dari Kalajengking Haus Darah yang ada di sekitar, meledak. Satu persatu hancur oleh kepalan tinju Theo.


"Hmmmm… Ini benar-benar akan menghabiskan waktu cukup lama!" Gumam Theo. Seraya melirik kelokasi lain perbatasan desa, dimana gerombolan Kalajengking Haus Darah, bergerak semakin dekat menuju Desa Teria.


*Wungg…!!!


*Woooshhhh…!!!


Merasa pembantaian yang ia lakukan berjalan kurang efisien dalam hal waktu, Theo akhirnya memutuskan untuk menggunakan dua atribut Dual Element Seed sekaligus. Mana Besi pekat masih berderak pada kepalan tangan kanan, sementara tangan kiri, kini mengalir intens Mana Es padat.


*Tapp…!!!


*Boooommmm…!!!


*Kraaakkk…!!!


Theo kembali bergerak, kini menambah intensitas serangan sekaligus gerakan. Sekali hujam, Theo akan menyelesaikan 2 Kalajengking Haus Darah sekaligus. Satu dalam kondisi kepala hancur, satu lainnya dalam keadaan membeku total.


"Masih kurang cepat!" Gumam Theo. Mulai merasa selama ini ternyata ia terlalu mengandalkan Ancient Thing, membuat dirinya menjadi sedikit kurang nyaman saat para Ancient Thing, tak lagi bisa digunakan.


'Hmmmm… Bermimpilah! Masih perlu waktu beberapa hari untuk mengisi ulang Mana Listrik Merah mutasi milikku!' Tanggap Ernesto.


"Hmmmm… Oke!" Jawab Theo singkat. Tak terganggu dengan balasan acuh Ernesto.


*Tapp…!!!


Dengan satu pijakan, Theo mengambil lompatan tinggi. Sembari mulai menghimpun aliran Mana Es pekat pada dua kepalan tangannya.


"Seharusnya seperti ini!" Gumam Theo.


*Woooshhhh…!!!


Ketika aliran Mana Es telah mencapai kepadatan tertentu. Theo Membuat gerakan tangan mengayun. Bersama itu pula, aliran Mana Es padat, mulai menyebar. Membawa gelombang dingin untuk menyelimuti gerombolan Demonic Beast Kalajengking Haus Darah yang berada tepat di bawahnya.


"Absolute Zero!" Gumam Theo.


*Kraaakkk…!!!


Seketika, lautan Demonic Beast, berubah menjadi patung es. Membeku total oleh sebaran Mana Es yang di lepaskan Theo.


"Hmmmm… Teknik yang luar biasa! Dengan penerapan yang cukup sederhana jika memahami betul pengendalian akan Mana Es!" Gumam Theo. Berhasil meniru teknik milik Sinbad.


*Tapp…!!!


Theo mendarat pada lautan beku mayat Demonic Beast Kalajengking Haus Darah. Sebelum dengan cepat, begerak kesisi lain.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Kali ini, derak Mana Listrik, menyala terang pada dua kepalan tangan Theo.


*Tapp…!!!


Theo melanjutkan aksinya dengan kembali melakukan lompatan tinggi. Sebelum kemudian, mengayunkan tangan kebawah.


*Wooozzzzztttt…!!!


Aliran Mana Listrik, menyebar cepat pada gelombang Demonic Beast Kalajengking Haus Darah lain yang ada di sisi samping desa Teria.


*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!


Sebelum kemudian, derak Mana Listrik yang telah menyebar, meledak dahsyat menjadi deru badai Listrik liar. Membumi hanguskan lautan Kalajengking Haus Darah.


Theo memakai konsep teknik Absolute Zero milik Sinbad, untuk di terapkan pada Mana Listrik. Menciptakan teknik miliknya sendiri.


"Mari kita sebut dengan Absolute Thunder!" Gumam Theo. Sebelum ia mulai mengerutkan kening saat melihat sisi bagian belakang dan kiri Desa Teria.


Ternyata, bertepatan dengan Theo menyelesaikan sisi kanan desa, terjangan Demonic Beast dari arah belakang dan kiri, telah hampir sampai di dinding desa Teria. Beberapa bahkan sudah sampai dan mulai menggedor dinding.


"Kebetulan sekali, aku memiliki ide lain yang cukup patut untuk dilihat bagaimana hasilnya!" Ucap Theo. Seraya kemudian, kembali melakukan lompatan tinggi. Kini mengarah pada lokasi atas desa Teria.


*Woooshhhh…!!!


Dan tepat ketika Theo telah berada di posisi yang ia inginkan, pada dua kepalan tangannya, mulai berderak liar Aliran Api berwarna keemasan.


Api Surgawi, kini menyala terang pada dua kepalan tangan Theo.


"Kita lihat bagaimana ini akan bekerja!" Gumam Theo, membuat gerakan mengayun tangan. Mengaplikasikan konsep kerja teknik Absolute Zero, pada derak liar Api Surgawi.


*WOOOSHHHH…!!!


Api Surgawi, dengan liar mulai bergerak turun. Dan tak seperti ketika menggunakan aliran Mana Es atau Listrik, gelombang sebaran Api Surgawi, tak menunggu meledak terlebih dahulu untuk menampilkan efek tekniknya.


Api Surgawi yang baru menyebar, sudah mulai menghanguskan tubuh para Demonic Beast Kalajengking Haus Darah. Sebelum kemudian, ketika intensitas dari Api Surgawi semakin menjadi…


*BOOOOMMM…!!!!


*WOOOSHHHH…!!!!


Api Surgawi yang telah sepenuhnya menyebar pada lautan Kalajengking Haus Darah pada sisi belakang dan kiri desa Teria, meledak dahsyat. Menyemburkan gelombang mengerikan yang hanya dalam sepersekian detik, menyapu habis seluruh Kalajengking Haus Darah. Menghanguskan tubuh mereka menjadi serpihan debu. Sama sekali tak menyisakan bekas.


"Wahhh…!!!"


Melihat efek mengerikan dari teknik baru ciptaannya, Theo segera membelalakkan mata. Sebelum kemudian mulai mengerutkan kening saat melihat sebaran Api Surgawi, mulai memberi dampak kerusakan pada dinding desa. Terus bergerak masuk.


"Gawat juga!" Gumam Theo. Tanpa menunda, bergerak cepat untuk menarik lagi sebaran Api Surgawi.