Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
131 - Duel Lanjutan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Di dalam Wall Of Thousand Plant)


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Sinbad dan Theo terus bertukar serangan dalam intensitas tinggi. Memberi semua yang keduanya miliki dalam pertarungan puncak.


*Woooshhhh…!!!


*Blaaaarrrr…!!!


Dengan ayunan Blazing Sword yang membara, Sinbad melepas gelombang kobaran Mana api dahsyat. Serangan Sinbad sendiri seperti tak memiliki teknik apapun, hanya berupa hembusan gelombang Mana Api liar. Namun, Api liar di lepas Sinbad, bukanlah Mana Api biasa. Melainkan Api kuno yang berasal dari sumbernya langsung. Yakni Vermilion Bird. Sosok makhluk abad kekosongan.


Disisi berlawanan, Theo yang merasa bahwa Api dari Vermilion Bird memiliki kesamaan aura serta sama berbahaya dengan Api liar milik Golden Crow yang sempat menyerang ranah Jiwanya, tentu saja tak berani bersikap ceroboh barang sedetikpun. Bahkan untuk sekedar mengedipkan mata, Theo harus memilih saat yang tepat.


Serangan-serangan dahsyat Sinbad, disambut Theo dengan memfokuskan luapan enam atribut Mana dalam mode Rage buatan Absolute, hanya pada aliran Mana Air.


Gelembung raksasa Mana Air yang berputar dengan intensitas tinggi, membekap tubuh Theo. Sementara 5 atribut yang lain, tampak mengecil.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


"SAMPAI KAPAN KAU HANYA AKAN BERTAHAN!" Seru Sinbad. Masih dengan suara penuh amarahnya yang mendominasi. Terus melempar serangan gelombang dahsyat kearah pihak lawan.


Tubuh Theo yang di selimuti oleh gelembung Mana Air. Terlihat mulai dibekap oleh uap-uap membumbung tinggi. Imbas dari serangan-serangan Sinbad yang menghujam tubuhnya.


Sementara Theo sendiri yang berada di dalam gelembung ber-uap, hanya menatap kearah pihak lawan, Sang Kapten Perompak Naga Laut. Dengan raut wajah serius.


Sampai kemudian, ketika Sinbad yang dikuasai oleh mode Murka Blazing Sword terlihat sedikit menghimpun kekuatan, tertahan serangan bertubinya untuk sepersekian detik…


"Hmmmm… Sekarang!"


*Wuuungg…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Diawali dengan menambah intensitas Medang Gravitasi, Theo mengaktifkan sepatu kilat, bersama dengan itu, sosoknya menghilang.


*Bzzzzzttt…!!!


Sebelum kemudian muncul kembali tepat di belakang punggung pihak lawan.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Kemunculan Theo, diiringi dengan sarung tangan kilat berderak Listrik Merah nan liar, Theo mengambil posisi menarik dua kepalan tangan kebelakang, sejajar dengan kedua sisi perutnya.


*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!


Luapan Mana Mutasi berwujud Listrik merah menjilat dahsyat saat Theo menghujamkan dua kepalan tinju. Berniat melakukan serangan menyelinap.


Namun, meski Theo yang memanfaatkan jeda sepersekian detik berhasil merebut posisi yang menguntungkan, melancarkan serangan dari titik buta, ternyata itu masih belum cukup.


*Woooshhhh…!!!


Sinbad memang terlambat menyadari datangnya serangan Theo, tapi tidak dengan wujud Vermilion Bird yang berkobar pada Blazing Sword di tangan kanan Kapten Perompak Naga Laut tersebut.


Vermilion Bird yang memiliki kesadaran sendiri, melihat dengan sangat jelas kehadiran Theo. Memberi serangan gelombang Mana Api kuno intens untuk membendung derak Liar Listrik Merah.


*Baaammmm…!!!


Jilatan liar Listrik Merah, bertemu kobaran dahsyat Api kuno. Benturan antar dua gelombang serangan, menyebabkan efek kejut yang mendorong tubuh Theo dan Sinbad kearah dua sisi berbeda. Kembali menciptakan jarak tertentu dari keduanya.


Wujud Vermilion Bird yang menatap kearah Theo, memasang senyum lebar begitu berhasil menahan serangan.


Sementara Theo, hanya membalas dengan kerutan kening. Aktifnya Mode Murka Blazing Sword, membuat ia kini seolah sedang berhadapan dengan dua sosok kuat sekaligus. Sinbad sendiri sudah cukup merepotkan. Ditambah Vermilion Bird yang memiliki kesadaran, tentu saja menyebabkan jalannya duel menjadi semakin berat.


'Jika kau perlu bantuan, aku bisa keluar untuk beberapa detik!'


Sebuah suara tiba-tiba terngiang di dalam kepala Theo. Gusion, Iblis Keempat Hell Orb, menawarkan uluran tangan.


'Hmmmm… Sama sekali tak perlu!' Jawab Theo singkat.


*Bzzzzzttt…!!!


Sebelum dengan cepat kembali menerjang kedepan. Menuju lokasi Sinbad yang saat ini sudah mulai berbalik.


Theo yang telah lolos dari situasi serangan beruntun tanpa jeda, jelas tak ingin menyia-nyiakan momentum yang berhasil ia rebut.


*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!


Untuk sekali lagi, Theo melancarkan tinju Listrik Merah. Yang lagi-lagi di tahan oleh Vermilion Bird.


Tubuh Theo dan Sinbad yang belum sepenuhnya berbalik, kembali terpental. Namun, tak seperti kejadian sebelumnya, dalam posisi masih terpental, Theo memainkan kedua tangan. Memberi intruksi pada Palu Raksasa Belphegor.


"Sikap Tubuh Tanpa Gerakan!" Seru Theo. Mengeksekusi teknik pertama Dosa Kemalasan. Sebelum tanpa jeda, kembali mainkan tangan, memberi intruksi tersembunyi pada Mammon.


*Wuuungg…!!!


Sementara itu, ketika Palu Raksasa Belphegor menerjang turun, keenam Pisau Lempar Mammon, bergerak kearah berlawanan. Menerjang keatas melewati Palu Belphegor.


*Woooshhhh…!!!


*DENTANG…!!!


Palu Raksasa Belphegor menghujam keras. Hanya untuk disambut oleh teknik Lonceng raksasa Sinbad yang mengaktifkan Mana Tanah Tremor Sword dengan menyentuh gagangnya. Menyatu cepat dengan Mana Api Blazing Sword yang masih berkobar liar. Dalam sekejap menciptakan Mana Besi. Untuk dimanfaatkan Sinbad mengeksekusi teknik pertahanan terbaiknya.


*Kraaak…!!!


*Boooommmm…!!!


Lonceng raksasa pecah, bersama dengan itu pula, Palu Raksasa Belphegor terpental jauh.


*Taappp…!!!


*Tapp…!!


*Tap…!!


*Tap…!!


Sinbad yang terlihat baik-baik saja, menatap tajam kearah Theo, sebelum mulai melakukan langkah gerakan cepat memanfaatkan teknik Patung Es yang masih aktif untuk menerjang kearah pihak lawan.


Dalam terjangannya, Sinbad juga menyebar Mana Mutasi Debu Panas, dimana segera memenuhi area sekitar. Menutup ruang gerak Theo.


Aksi Sinbad, diakhiri dengan ia yang menerjang sembari menggenggam erat Blazing Sword dengan dua tangan, melancarkan satu serangan tebasan kuat kearah depan. Tebasan yang di penuhi dengan derak Mana Api kuno nan liar.


Menyambut kedatangan Sinbad, Theo menggunakan tangan kanan, memberi intruksi pada Tongkat Logam Baal. Sementara tangan kiri, pada Pedang Kembar Asmodeus.


"Sikap Memakan Dunia…!"


"Sikap Dunia Penuh Gairah!"


Seru Theo. Melepas dua teknik bocah dosa sekaligus.


*Draaaakkk…!!!


Mana Tanah intens dari dasar kedalaman Laut, segera bergerak naik untuk membentuk dinding berukuran tebing tinggi begitu teknik kedua Dosa Kerakusan Baal aktif.


*Boooommmm…!!!


Dinding tebing raksasa, meledak hancur begitu menerima hujaman dahsyat tebasan Mana Api Sinbad. Theo sengaja menggunakan teknik tersebut sebagai penahan.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Sementara itu, ketika dinding tebing mulai runtuh, dari arah belakang punggung Sinbad, puluhan derak listrik ungu mulai menyala terang.


Pedang Kembar Asmodeus yang telah mengaktifkan teknik kedua dosa nafsu, muncul dalam jumlah yang berlipat ganda.


*Bzzzzzttt…!!!


*Woooshhhh…!!!


Dalam gerakan serentak, menerjang cepat. Menyasar punggung Kapten Kelompok Perompak Naga Laut.


*Wunggggg…!!!


*Wuuungg…!!!


*Wuuungg…!!!


Vermilion Bird yang menyadari datangnya serangan dari arah belakang, segera menghimpun aliran Mana Api kuno. Sebelum kemudian, ketika Mana Api tersebut sudah bergejolak hebat…


*BOOOOMMMM…!!!


Vermilion Bird merilis gelombang sebaran Mana Api dahsyat. Menyebar kesegala arah.


Hembusan dahsyat tersebut, segera menghempaskan balik seluruh Pedang indah Asmodeus.


Sementara Sinbad yang dari tadi masih fokus menatap targetnya, tanpa menunda kembali menerjang maju. Kali ini tak melepaskan serangan tebasan Mana Api, melainkan mengayunkan bilah Blazing Sword yang membara, langsung menuju tubuh Theo.


"Hmmmmmm…!!!"


*Wuuungg…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Aksi Sinbad, disambut dengan Theo kembali mengaktifkan Medan Gravitasi serta derak listrik merah pada sarung tangan kilat.


'Ini adalah aktivasi terakhir Listrik Merah! Kau tak akan bisa menggunakannya untuk waktu tertentu!'


Ucap Ernesto, memberi peringatan setelah Theo mengatifkan Listrik Merah miliknya secara beruntun dalam sebuah situasi pertempuran.


'Diam! Aku tau!' Dengus Theo. Seraya melancarkan pukulan dua tinju kedepan. Menyambut bilah membara Blazing Sword yang kini terhujam kearahnya.


*BOOOOMMMM…!!!


Derak Listrik Merah nan liar, kembali bertemu tebasan penuh dominasi Blazing Sword.


Namun, karena kali ini yang mengujam langsung adalah bilah dari Mighty Sword, derak Listrik Merah terlihat dalam situasi yang sama sekali tak unggul. Theo mulai memuntahkan banyak darah segar saat tubuhnya yang sempat menahan bilah untuk beberapa saat, akhirnya terpental jauh.


Sementara Sinbad, masih bertahan di lokasi. Memasang senyum lebar menatap kearah Theo dengan pandangan puas penuh kemenangan.


Senyum puas Sinbad, nyatanya justru disambut oleh Theo dengan seringai lebar. Dalam posisi masih terpental, Theo memainkan tangan.


"Sikap Menginginkan Segala Bentuk Tubuh!"


*Wuuungg…!!!


Dengunan keras, terdengar dari atas langit.