
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Woooshhhh…!!!
Lauapan dari enam jenis atribut Mana, menyebar untuk sesaat ketika Theo mengaktifkan teknik Rage buatan. Sebelum kemudian, luapan Mana yang sempat menyebar, dengan cepat mulai bergerak kembali menyelimuti tubuh Theo.
'Hmmmm…!!! Teknik aneh apalagi itu? Sekilas mirip kondisi Berserk dari para Beast!' Guamam Sinbad. Sedikit mengerutkan kening begitu melihat efek gejolak luapan Mana dari teknik Theo.
Bagaimanapun juga, meski yang di eksekusi oleh Theo saat ini memang bukan Rage buatan Absolute, tetap saja teknik Rage buatan yang diciptakan oleh Tiankong, bukankah teknik sembarangan.
Satu teknik yang meningkatkan potensi dari Element Seed. Diciptakan sempurna untuk Element Seed tipe Netral. Dimana memiliki kendali akan segala jenis atribut Mana.
"Neve… Domain Es!"
Sinbad memang menjadi lebih waspada, namun sama sekali tak menghentikan laju terjangannya.
"Kwaaakkk…!!!"
*Woooshhhh…!!!
Hembusan udara dingin nan mencekat, menyebar luas begitu Neve, Sang White Condor, membuat Domain Es.
*Taappp…!!!
*Taappp…!!!
*Taappp…!!!
Dan bersama terciptanya Domain Es, langkah memijak udara yang sedang di lakukan oleh Sinbad, menjadi semakin cepat.
Dalam wujud patung es, dimana terbekap aliran Mana mutasi berbentuk awan debu panas efek wujud Soul Knightnya, sosok Sinbad yang menerjang turun dari atas langit dengan menapaki udara, terlihat bagai makhluk kuno yang penuh dominasi.
*Wuuungg…!!!
*Wuuungg…!!!
Pancaran kuno dari sosok Sinbad, bertambah semakin mendominasi saat ia membuat gerakan mengayunkan dua Mighty Sword secara bersamaan kearah depan.
Tremor Sword bergetar hebat. Terus menarik dengan liar aliran Mana Tanah di sekitar untuk memadat pada bilah tajamnya.
Sementara Blazing Sword, mulai berubah kemerahan sisi tajam bilah-nya saat derak aliran Mana Api intens yang ada di sekitar lokasi, tertarik dengan gelombang besar menyelimuti seluruh bagian pedang.
"Gelombang Gempa!" Seru Sinbad. Seraya melepaskan sebuah tebasan menggunakan Tremor Sword.
*Slaaaassshhh…!!!
Tak berhenti sampai disitu, sepersekian detik setelah mengayunkan Tremor Sword, Sinbad melanjutkan dengan mulai mengayunkan Blazing Sword.
"Gelombang Membara!" Ucap Sinbad.
*Slaaaassshhh…!!!
Dua teknik tebasan dahsyat, segera menerjang kearah Theo.
"Hmmmmm…!!!"
Melihat hal tersebut, Theo mulai bergumam lirih.
*Woooshhhh…!!!
Gumamam Theo, dilanjutkan dengan ia dengan sengaja membuat aliran enam jenis atribut Mana dalam tubuhnya, untuk bergerak keluar. Hanya menarik kembali untuk dialirkan pada masing-masing Enam Pisau Lempar Mammon yang masih berada di setiap sela-sela jarinya.
Mendapat suplai aliran Mana intens, keenam Pisau Lempar Mammon, segera menyerap jenis Mana berdasarkan atribut-nya masing-masing. Menyebabkan tiap-tiap Pisau Lempar, kini berderak liar diselimuti oleh luapan Mana intens.
Aksi Theo yang bersiap untuk menyambut serangan Sinbad, memang tampak agak rumit, namun sebenarnya itu berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Hanya sepersekian detik saja.
*Woooshhhh…!!!
*Sriing…!!!!
*Sriing…!!!
*Sriing…!!!
Dan detik berikutnya, saat serangan Sinbad yang membawa hawa tekanan berat akan sampai pada lokasi dimana ia berdiri, Theo bukannya menghindar, namun justru melempar keenam Pisau Mammon kearah samping, tiga ke-kanan, dan tiga ke-kiri.
"Joy Kecil! Tranformasi!" Gumam Theo. Menutup dengan intruksi pada Joy Kecil.
*Boooommmm…!!!
Dua serangan dahsyat Sinbad mendarat.
"Groooooaaaahhh…!!!"
Namun, bersamaan dengan itu pula, tubuh mungil Joy Kecil berubah membesar. Sang Silver Turtle masuk kedalam mode Tranformasi. Menerima dua teknik tebasan Sinbad, pada cangkang besi raksasanya.
Dua tebasan Sinbad yang mendarat pada cangkang Joy Kecil, memang menyebabkan efek ledakan dahsyat yang juga membawa gelombang kejut menyebar kesegala arah. Tapi nyatanya, dua serangan mengerikan tersebut, tak mampu untuk bahkan memberi goresan pada cangkang Joy Kecil yang terus memancarkan aliran Mana Besi Kuno nan padat.
*Taappp…!!
"Hmmmmm…!!!"
Melihat kejadian ini, Sinbad yang baru saja melakukan pendaratan cantik dilokasi tak jauh dari Theo, segera bergumam lirih. Tampak sedikit kagum pada sosok Tranformasi Joy Kecil dimana membuat ukuran tubuhnya bertambah puluhan kali lipat. Hampir sebesar bukit kecil.
*Kraaakkk…!!!
Begitu besar dan berat tubuh Joy Kecil, kini menyebabkan laut beku yang sedang ia pijak, mulai terlihat retak dengan garis memanjang. Jelas tak mampu menahan bobot Joy Kecil terlalu lama.
*Wuuungg…!!!
Sinbad masih menatap kagum kearah Joy Kecil, sampai tiba-tiba, Theo tanpa mengatakan apapun, mengeksekusi Medan Gravitasi. Memperberat tekanan lingkungan sekitar akibat tarikan gravitasi yang semakin kencang.
"Kau dengan Domain Es White Condor! Dan aku dengan Medan Gravitasi! Sepertinya kini momentum kembali berada di tanganku!" Ucap Theo. Masih dalam balutan enam jenis atribut Mana pada sekujur tubuh. Menatap tajam kearah Sinbad. Mulai memasang seringai khas-nya.
Untuk menetralisir efek yang ia terima dari Domain Es, dimana memberi kerugian karena akan menyebabkan gerak langkahnya menjadi tertahan, sementara pihak lawan, Sinbad. Justru mendapat keuntungan dengan bisa menambah kecepatan gerak, Theo akhirnya mengeksekusi Medan Gravitasi.
Satu teknik yang memiliki efek hampir mirip dengan Domain Es. Karena menyebabkan lawan akan kesulitan bergerak dalam tarikan gravitasi intens. Sementara Theo sendiri, tentu tak mendapat efek tersebut. Masih bisa bergerak dengan leluasa.
"Hmmmm… Jika kau merasa sudah mendapat momentum hanya karena Guardian Beast milikmu melakukan Tranformasi, maka kau jelas termasuk dalam kategori manusia konyol!" Jawab Sinbad.
"Karena disini, aku juga punya satu yang sama!" Tutup Sinbad. Seraya memberi intruksi pada Neve, untuk mengambil wujud Tranformasi juga.
"Kwaaakkk…!!!"
"KWAAAKKK…!!!"
Neve berteriak liar untuk beberapa saat. Sebelum ukuran tubuhnya mulai membesar. Diiringi pula dengan warna-warna bulunya yang semula dominan putih dengan corak biru, kini sepenuhnya menjadi biru terang. Neve yang bertranformasi, menampilkan wujud yang mirip dengan teknik patung es Sinbad. Ditambah dengan beberapa bagian beku tubuhnya yang membentuk es runcing, Neve kini tampak sangat mendominasi.
"KWAAAKKK…!!!" Teriak Nave lantang, begitu selesai dalam proses Transformasi.
"GROOOOOAAAAHHH…!!!"
Sementara disisi berlawanan, Joy Kecil yang mendengar teriakkan Nave, membalas dengan raungan liar nan mengerikan. Menyebar luapan Mana Besi Kuno pekat kesegala arah.
"KWAAAKKK…!!"
*WOOOSHHH…!!!
Nave kembali berteriak lantang, sebelum melakukan gerakan mengepakkan sayap. Bersama gerakan kepakan sayap tersebut pula, tubuh raksasa Sang White Condor, dalam sekejap menghilang.
*Boooommmm…!!!
*Kraaakkk…!!!
Sosok Nave yang sempat menghilang, tiba-tiba muncul kembali tepat di hadapan Joy Kecil. Melancarkan serangan gelombang Mana Es kuno nan dahsyat dari kedua cakar bekunya yang tajam.
*GROOOOOAAAAHHH…!!!
Sementara Joy Kecil yang baru saja menerima serangan Neve. Untuk sekali lagi meraung liar. Membalas dengan memberi gigitan keras pada salah satu kaki sang White Condor.
Pertempuran antar dua Guardian Beast yang telah berada dalam wujud Tranformasi, akhirnya tak terhindarkan.
Disisi lain, saat Neve dan Joy Kecil mulai melakukan duel, Master dari kedua Guardian Beast tersebut, tak hanya diam menonton. Theo dan Sinbad, juga segera memulai duel mereka.
Sinbad melancarkan serangan-serangan kombinasi menggunakan segenap kemampuan untuk maksimalkan seluruh potensi yang ia miliki dengan dua Mighty Sword yang ia genggam. Selain dari dua Mighty Sword yang merupakan Ancient Thing jenis ke-enam tersebut, serangan Mana Mutasi berbentuk debu panas dari Sinbad, juga tak kalah berbahaya.
Theo sendiri, yang masih dalam mode Rage buatan, jelas tak mau kalah dari pihak lawan. Ia terus memainkan kedua tangan. Bagai sedang menari, mengendalikan Enam Pisau Lempar Mammon yang berterbangan di udara.
Selain ke-enam Pisau Lempar Mammon, Theo juga memaksimalkan Eye of Agamoto di keningnya. Kombinasi dari kemampuan melihat segala dari Eye of Agamoto, dengan Ke-enam Pisau Lempar Mammon, menyebabkan Theo mampu melancarkan serangan dari sudut-sudut sulit. Bahkan beberapa kali menangkap titik buta yang mana akhirnya tak bisa di hindari oleh Sinbad.
Pertarungan Theo sang Boss Besar Bandit Serigala, melawan Sinbad Sang Pemimpin Utama Aliansi 7 Lautan, berlangsung sangat intens.
Situasi bertahan untuk beberapa waktu, sampai secara janggal, cuaca diatas medan pertempuran, tiba-tiba berubah dalam skala cepat. Dari yang awalnya cerah, kini mulai menjadi berawan gelap. Dilanjutkan dengan hujan deras.
Hujan deras yang membawa sambaran-sambaran petir ganas menghujam dari langit yang telah menghitam.
-----
Note :
Mohon maaf jika ada yang merasa bahwa di chapter kali ini, ada beberapa diksi yang kurang enak di baca. Karena kebetulan ketika sedang menulis chapter ini, saya sebagai author baru saja selesai operasi kecil pada jari telunjuk tangan kanan.
Efek bius lokal yang mulai habis, tentu menyebabkan luka operasi di telunjuk saya, mulai terasa sakit.
Jadi, harap maklum.
Hari minggu, satu chapter.