
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Hmmmmm… Boss Besar kelompok Bandit Serigala hanya seorang King?" Ucap Dante. Setelah memindai aura dalam tubuh Theo.
Sementara tepat di sebelah Dante, Sinbad yang masih memasang senyum lebar menawan, justru terlihat semakin antusias saat Theo membalas ejekan provokasi yang sempat ia berikan, dengan cara yang sama persis.
"Hahahhaa…!!! Sebaiknya kau berhenti menilai kekuatan seorang Knight, hanya dari tingkat kultivasinya!" Ucap Sinbad.
"Bukankah sudah jelas, West Region tempat kita tumbuh, memiliki beberapa monster yang mampu membalik logika jalan Knight dengan mengalahkan kelas yang lebih tinggi?" Tambah Sinbad.
Kata-kata Sinbad, segera disambut oleh Dante dengan lirikan sederhana.
"Jangan samakan orang-orang itu dengan pemuda ini!" Ucap Dante.
"Bagaimana mungkin kumpulan Tuan muda Sekte-Sekte besar West Region, dibandingkan dengan seorang pemuda antah berantah!" Lanjut Dante.
"Ohhhh… Jika aku saja tak masalah dengan cara perbandingan itu, kenapa kau harus repot untuk melakukan koreksi?" Tanggap Sinbad.
"Lagipula, kau sendiri sudah mengatakannya! Antah berantah! Garis bawahi kata-kata itu! Kita bahkan sepenuhnya tak mengetahui identitas sebenarnya dari pemuda ini!"
"Seorang pemuda dengan bakat luar biasa, serta berbagai macam hal yang juga luar biasa tersimpan di balik lengan bajunya, dua fakta itu saja, bukankah sudah cukup untuk dijadikan indikator bahwa ia jelas memiliki garis darah yang tak biasa?" Lanjut Sinbad.
"Dua fakta yang juga selalu menjadi ciri khas dari tiap monster muda West Region!" Tutup Sinbad. Dengan nada semakin antusias.
"Hmmmm… Bakat luar biasa yang mampu mengalahkan kelas lebih tinggi, ditambah dengan simpanan banyak item berharga di balik lengan bajunya! Kau justru terdengar seperti sedang mendeskripsikan tentang dirimu sendiri!" Tanggap Dante.
"Hahhaha… Jika kau berfikir demikian, maka poin utamanya sudah berhasil kau tangkap!" Jawab Sinbad.
"Konyol! Apa sekarang kau mau bilang bahwa pemuda ini adalah salah satu dari Tuan Muda Sekte Besar yang sedang menentang tradisi dengan keluar dari Wilayah West Region tanpa seijin Endless Heavens Sect? Sama seperti dirimu?" Tanya Dante. Dengan intonasi nada meremehkan.
Satu pertanyaan yang segera disambut oleh Sinbad dengan menaikkan salah satu sudut alisnya.
"Kenapa kau gemar sekali melihat situasi yang sebenarnya sederhana, dari sudut pandang rumit?" Ucap Sinbad.
"Jika memang pemuda ini bukan salah satu Tuan Muda Sekte besar West Region, dia tetap setara dengan mereka! Cukup sesederhana itu!"
"Seorang lawan tangguh!"
"Lawan tangguh yang membuat dadaku terasa penuh dengan gejolak! Aku akan benar-benar menikmati sensasi dari panen luar biasa yang akan kudapatkan setelah mengalahkan pemuda ini!" Tutup Sinbad. Seraya mulai membocorkan aura dalam tubuhnya.
Bersama dengan bocornya aura dalam tubuh Sinbad, hawa lingkungan sekitar segera berubah menjadi sangat dingin. Imbas dari letupan Mana Es intens yang mengalir keluar dari dalam tubuh Kapten Perompak Naga Laut tersebut.
*Woooshhhh…!!!
Tepat ketika Sinbad mulai membocorkan aura, dari arah berlawanan, Theo tiba-tiba mengeksekusi teknik Medan Gravitasi.
Berpusat pada kedua telapak kaki Theo sebagai inti, Medan Gravitasi menyebar luas sampai pada ujung armada kapal Aliansi 7 Lautan. Tempat dimana Sinbad sedang berdiri diatas dek kapal induk.
Dengan telah di eksekusinya Medan Gravitasi, aliran Mana Gravitasi di dalam ruang lingkup sebaran teknik tersebut, segera bergejolak untuk menambah tekanan lingkungan sekitar, menjadi lebih berat.
"Baal…! Aku memanggilmu!"
*Tapp…!!!
Theo melanjutkan aksinya, dengan memanggil keluar Tongkat Logam Baal. Sebelum tanpa mengedipkan mata, masih menatap tajam kearah Sinbad, menerjang maju kedepan.
*Taap…!!!
"GROOOOOAAAAHHH…!!!
"Auuuuuhhhh…!!!"
Aksi Theo, segera diikuti oleh Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, Raja Naga Hitam, serta Raja Serigala Hitam bersama kawanan Serigala metaliknya, ikut maju menerjang kedepan. Menemani di belakang tuan mereka.
Sementara itu, agak jauh di belakang Theo, diatas dek Glory Land Warship. Isaa dan Meirin yang melihat Theo tiba-tiba maju menerjang kearah lautan musuh, segera memasang ekspresi wajah terkejut.
"Sialan…!!! Jangan biarkan Boss Besar bergerak sendiri!" Seru Meirin.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
Seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, berubah kedalam mode Knightnya masing-masing.
"Aku duluan! Ada hutang yang mesti segera dibalas!" Ucap Shadex. Tanpa menunda barang sedetikpun, segera bergerak cepat, menjadi yang pertama melompat untuk menerjang kedepan. Tatapan mata Shadex sendiri, sepenuhnya terkunci pada satu sosok.
"Dante! Dia milikku!" Gumam Shadex. Sebelum aliran Mana Besi dahsyat, meledak semakin intens dari dalam tubuhnya.
Sementara itu, melihat Shadex telah melompat maju, Isaa dan Meirin segera memasang ekspresi wajah tak sedap.
"Orang liar ini! Bukankah ada pasukan yang harus ia pimpin!" Dengus Isaa.
"Ohhh… Bibi! Tenang saja! Pasukan Boss Shadex, biar kami yang mengurusnya!" Jawab Xika, bersama dua saudari kembarnya yang lain, maju untuk memimpin di depan barisan pasukan Shadex.
"Terlalu lama!"
*Tapp…!!!
"Aku maju duluan!"
*Taap…!!!
Gerel dan Hella, menjadi yang kedua dan ketiga maju menerjang. Sama seperti Shadex, tak menunggu intruksi dari Isaa dan Meirin.
"Aaahhhh…!!! Pokoknya maju saja sekarang! Semuanya! Serang!" Seru Isaa pada akhirnya. Memberi intruksi agar seluruh pasukan kapal Induk utama, maju mengikuti Theo.
Disisi berlawanan, Sinbad yang melihat pasukan pihak lawan telah mengambil inisiatif serangan, segera menambah intensitas aura kelas Emperor tahap Bumi miliknya. Dalam sekejap berubah wujud menjadi sosok patung Es. Sebelum memberi lirikan pada Dante.
"Kuserahkan pengaturan pasukan padamu! Aku akan langsung ke Boss Besar mereka!" Ucap Sinbad singkat.
*Woooshhhh…!!!
*Taappp…!!
Tanpa menunggu jawaban Dante, Sinbad yang telah dalam wujud patung Es, segera membuat langkah maju menerjang kedepan.
Teknik patung Es yang di eksekusi oleh Sinbad, tampak mampu membuatnya bertahan dari tekanan berat aliran Mana Gravitasi. Melaju lurus dengan tatapan tajam kearah Theo. Sembari kemudian, membuat gerakan ayunan tangan ringan. Melempar puluhan biji-biji aneh dengan berbagai warna dari dalam Spacial Ring.
Tak lama setelah terlempar keluar, puluhan biji bermacam warna tersebut, segera dengan ajaib mulai tumbuh dengan cepat, berubah menjadi puluhan makhluk aneh, sepasukan pohon dengan berbagai jenis yang memiliki tangan dan kaki, dengan berbagai ukuran berbeda pula.
"Groooooaaaahhh…!!!"
Makhluk-makhluk pohon liar tersebut, meraung keras untuk sesaat, sebelum menemani Sinbad melaju kedepan.
Disisi berlawanan, Theo yang melihat aksi Sinbad, segera memasang raut wajah sedikit terpana.
"Waahhh… Prajurit Biji Dewa Pohon! Harta yang sangat langka! Terlebih lagi, ia memiliki puluhan sekaligus!" Gumam Theo.
"Lawan yang cukup bagus untuk para Boneka Bernyawaku!" Lanjut Theo. Sebelum dalam laju terjangannya, membuat satu kuda-kuda serangan.
"Teknik pertama Dosa Kerakusan!"
*Wuuungg…!!!
Aliran Mana Tanah intens, mulai berderak liar saat Theo bersiap mengeksekusi teknik Dosa Kerakusan.
"Sikap Memakan Tubuh!"
*Woooshhhh…!!!!
Gelombang Mana Tanah dahsyat nan padat, melaju lurus kedepan bersama Theo melepas Sikap Memakan Tubuh dari Tongkat Logam Baal. Secara resmi membuka bentrok pertamanya dengan Sinbad.
"Hmmmm…"
Sementara itu, Sinbad yang melihat teknik berdaya hancur dahsyat telah dilepaskan oleh Theo, bergumam lirih untuk sesaat, sebelum dengan gerakan sederhana, mulai menggenggam erat gagang pedang yang tersarung di pinggang kirinya.
"Tremor Sword…!!!" Gumam Sinbad. Bersama dengan gumamannya, aliran Mana Tanah pekat segera terfokus menuju pedang yang ia genggam. Satu aliran Mana Tanah yang membuat lingkungan mulai bergetar hebat.
"Gelombang Gempa…!!!"
Sinbad berseru lantang, menarik keluar bilah pedang. Mengeksekusi satu teknik yang membuat gelombang getaran dahsyat. Meluluh-lantakkan serta memecah laut membeku yang menjadi arah laju teknik tersebut.
*BOOOOMMMM…!!!
Dua teknik dahsyat, saling bentrok satu sama lain.