Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
99 - Emperor


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Laut Hijau, wilayah perbatasan dengan Laut Ungu. 7 hari setelah para wakil pemimpin divisi berkelas King tahap Surga kelompok Bandit Serigala, melakukan pelatihan tertutup di dalam realm kecil Istana Emas)


*Woooshhhh…!!!


Aura penuh gejolak, khas dari seorang Knight yang baru saja naik kelas, seketika menyebar luas tak tertahan saat Feizel, menapakkan kaki pada dek Glory Land Warship.


Feizel menjadi yang pertama keluar dari dalam realm kecil Istana Emas. Menyelesaikan pelatihan tertutupnya, tepat ketika telah berhasil menerobos dari kelas King tahap Surga, ke kelas Emperor tahap awal. Secara resmi, menjadi Emperor kelima kelompok Bandit Serigala.


"Boss! Ini sungguh luar biasa!" Ucap Feizel. Meski dalam kondisi tubuh penuh luka, ia terus memasang ekspresi wajah antusias. Menatap Theo yang sedang duduk santai pada lantai dek Glory Land Warship. Menikmati waktu minum arak.


Satu gentong arak berkualitas tinggi, berada tepat di sebelah Theo, sementara di hadapannya, beberapa mangkok berukuran besar. Telah tertata rapi.


"Bagus! Kau yang pertama! Ambil posisi santai sembari mulai proses penstabilan ranah jiwa!" Jawab Theo. Memasang senyum sederhana, menyodorkan mangkuk arak yang telah terisi penuh kearah depan.


"Hahahahah…!!! Kau memang yang terbaik!" Seru Feizel. Dengan langkah lebar maju mendekati sang Boss Besar, sebelum mengambil posisi duduk.


Feizel yang telah duduk dihadapan Theo, memasang senyum lebar untuk beberapa saat, kemudian segera menyambar mangkuk arak. Meminum dengan liar dalam beberapa tegukan. Sebelum diakhiri membanting keras mangkuk arak yang telah kosong, ke lantai dek sampai pecah.


"Selamat! Telah menembus kelas Emperor! Kuharap Kristal Beast yang kau dapat di dalam sana, juga memiliki kualitas bagus!" Ucap Theo.


"Terlalu bagus! Itu adalah Kristal Beast dari Demonic Beast bergaris darah Ancient! Kerbau Ganas Neraka!" Jawab Feizel.


"Ohh… Asal kau tau, hanya ada 10 dengan garis darah Ancient di dalam sana! Jadi, sekali lagi aku harus memberi selamat atas pencapaianmu!" Ucap Theo. Mengangkat mangkuk arak, mengarahkan pada Feizel untuk beberapa saat. Sebelum meminum dalam tegukan cepat.


Theo dan Feizel melanjutkan untuk mengobrol singkat. Sampai akhirnya Theo memberi intruksi agar Feizel mengambil tempat di salah satu sudut dek Glory Land Warship. Memulai proses penstabilan ranah jiwa yang masih bergejolak imbas dari kenaikan kelas yang baru saja ia capai.


Dan tak berapa lama setelah Feizel pindah posisi, aura menekan lain, terasa dari arah bagian dalam Glory Land Warship. Seseorang tampak juga telah menyelesaikan latihan tertutupnya. Berhasil naik ke kelas Emperor. Emperor keenam Kelompok Bandit Serigala.


"Haaahhh…!!! Haaahhh…!!! Haaahhh…!!! Boss!" Ucap Meria. Begitu melihat Theo telah menyambut di atas dek Glory Land Warship.


Nenek tua mantan Boss Besar kelompok Bandit Duri Kematian tersebut, menjadi yang kedua dari para wakil pemimpin divisi Bandit Serigala berkelas King tahap Surga yang melakukan pelatihan tertutup, keluar dari realm kecil Istana Emas.


Dengan wajah pucat pasih, Meria yang terlihat memiliki luka serius pada lengan kanannya, dimana terus mengucurkan darah segar, segera tumbang tepat ketika langkah kakinya memijak dek Glory Land Warship.


Meski tak berhasil mendapatkan Kristal Beast dari Demonic Beast bergaris darah Ancient, Meria sukses menerobos ke kelas Emperor tahap awal.


Theo sendiri, segera memberi perawatan pertama pada luka Meria. Sebelum memerintahkan anggota divisi Alchemy, untuk membawa Meria menunju ke ruang medis. Memberi perawatan lebih intensif pada luka-lukanya.


*Woooshhhh…!!!


Setelah Meria, wakil pemimpin divisi ketiga yang keluar adalah Guan Zifei. Berhasil naik ke kelas Emperor tahap awal dan juga mendapatkan Kristal Beast dari Demonic Beast bergaris darah Ancient. Harimau Kumbang Kematian.


Dengan pencapaian Guan Zifei, dimana sebelumnya juga berhasil dilakukan oleh feizel dan Shadex, kini telah tiga Demonic Beast bergaris darah Ancient dari 10 jumlah total di dalam realm kecil istana emas yang berhasil di panen oleh anggota kelompok Bandit Serigala. Menyisahkan 7 ekor. Dan jika tak menghitung Hydra muda, maka tersisa 6 ekor.


Seperti ketika menyambut Feizel, Guan Zifei yang terlihat tak terlalu banyak menerima luka fisik, menghabiskan waktu barang sejenak untuk minum-minum dengan Theo. Sebelum ambil ijin untuk melakukan proses penstabilan ranah jiwa.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Tappp…!!!


*Tappp…!!!


Hella dan Gerel menjadi dua orang selanjutnya yang melangkah keluar dari dalam realm kecil Istana Emas.


Gerel naik tingkat sekaligus mendapatkan Kristal Beast dari Demonic Beast bergaris darah Ancient. Ular Cobra 5 racun.


Sementara Hella, berhasil mendapatkan Kristal Beast bergaris darah Ancient lainnya. Yakni Gagak Kegelapan Bertaring.


Meskipun memang sebagai seorang True Knight Hella tak menyerap Krital Beast tersebut, namun ia tetap menyimpan sumberdaya yang berhasil didapatkannya. Berfikir mungkin akan berguna di masa depan.


Dari enam Demonic Beast bergaris darah Ancient yang masih ada di dalam realm kecil Istana Emas sebelumnya, kini tersisa empat.


*Woooshhhh…!!!


Setelah Hella dan Gerel, secara berurutan, Sanir, Isaa, dan Meirin, menyelesaikan pelatihan tertutupnya masing-masing. Berhasil menerobos kelas Emperor tahap awal. Namun, ketiganya tak mendapatkan Kristal Beast dari Demonic Beast bergaris darah Ancient. Hanya Kristal Beast dengan garis darah Special.


Masing-masing dari ketiga wanita ini segera di bawa ke ruang medis begitu menapakkan kaki diatas dek Glory Land Warship. Terluka cukup parah pada beberapa bagian tubuhnya.


"Hmmmm… Sekarang hanya tinggal Zota dan Razak yang belum keluar!" Gumam Theo.


'Sasi, bagaimana situasi kedua orang ini?' Tanya Theo kemudian. Menggunakan transmisi suara, bertanya kepada Sasi yang ia tugaskan untuk mengawasi proses pelatihan setiap orang.


'Zota sebentar lagi akan keluar!' Jawab Sasi singkat.


*Woooshhhh…!!!


Bertepatan dengan jawaban Sasi, gelombang letupan aura dari seorang Emperor tahap awal, kembali mencuat dari ruang bagian dalam Glory Land Warship.


"Hahahhahha…!!! Boss! Aku berhasil!" Seru Zota. Sembari tertawa lantang, menatap dengan pandangan antusias kepada Theo yang telah menyambut diatas dek Glory Land Warship.


"Dengan tangan dan kaki logam itu, akan sangat mengejutkan jika kau tak berhasil!" Jawab Theo. Memasang senyum sederhana, kemudian mulai menuangkan arak kedalam mangkuk. Menyajikan untuk Zota.


Disisi lain, melihat arak telah siap, Zota tanpa menunggu intruksi apapun dari Theo, segera maju kedepan. Duduk menghadap Sang Boss Besar, sebelum meminum arak dengan liar. Sama seperti Feizel.


"Ngomong-ngomong, hal menarik apa di dalam sana yang membuatmu tertahan cukup lama?" Tanya Theo. Begitu Zota menyelesaikan minumnya.


"Demonic Beast dengan garis darah Ancient!" Jawab Zota singkat. Seraya menyodorkan Kristal Beast dari Demonic Beast Kanguru Padang Gersang.


"Ohhh… Salah satu yang terkuat dari para pemilik garis darah Ancient!" Tanggap Theo.


"Lalu, kenapa kau tak segera menyerapnya?" Tanya Theo lagi.


"Hmmmm… Kristal Beast ini sangat berharga! Aku merasa tak layak untuk memilikinya! Itu kau yang harus menyimpan!" Jawab Zota.


"Setelah semua anugerah yang kau berikan padaku, terasa tak benar saat aku bahkan tak bisa membalas dengan apapun! Jadi, Kristal Beast ini kuberikan padamu!" Lanjut Zota.


Kalimat Zota yang disampaikan dengan nada dan ekspresi wajah tampak sangat tulus, segera disambut Theo dengan memasang senyum lebar.


"Kuterima pemberianmu!" Jawab Theo, sembari mengambil Kristal Beast.


Tindakan Theo, tentu saja membuat Zota sangat bahagia. Ia terlihat begitu puas saat Theo memutuskan untuk menerima pemberiannya.


"Sekarang, gunakan Kristal Beast ini untuk bertambah semakin kuat lagi!" Ucap Theo tiba-tiba, melempar kembali Kristal Beast kepada Zota.


"Anggap itu sebagai anugerah tambahan yang kuberikan padamu!" Tutup Theo. Semakin melebarkan senyumnya.