
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Arc 3 : Kastil Raja Dewa Air)
****
(Medan pertempuran Laut Ungu)
Bersama dengan kembali masuknya Kastil raksasa kedalam lautan, badai dahsyat yang sedari tadi mengamuk di medan pertempuran, juga ikut menghilang.
Cuaca, kembali cerah. Medan pertempuran utama yang awalnya riuh, seketika menjadi hening. Setiap orang, baik itu dari pihak Bandit Serigala maupun Aliansi 7 Lautan, terlihat diam sembari menatap kearah lokasi dimana Kastil raksasa tadinya muncul, hanya untuk kemudian kembali menghilang dalam hitungan detik. Membawa orang-orang penting dari kedua kubu.
"Apa-apaan itu tadi?" Gumam Ching Shih. Menatap ragu bergantian kearah lokasi lenyapnya Kastil raksasa dan juga lokasi pertempuran Dante melawan Razak.
"Apa Tuan Dante baik-baik saja?" Lanjut Ching Shih.
Sementara di sisi lain, tak jauh di hadapan Ching Shih, Gerel yang pada awalnya hendak melancarkan serangan menyelinap kepada wanita tersebut, juga ikut menghentikan pergerakan. Menatap dengan pandangan penuh pemikiran kearah yang sama dengan Ching Shih.
Bagaimanapun juga, ia jelas sempat melihat bahwa cahaya aneh dari kastil, menarik tubuh Hella masuk kedalamnya. Dan karena saat ini sebagai sesama pengontrak Guardian Beast Gerel tak bisa merasakan hawa keberadaan Joy Kecil, maka sudah pasti Theo juga ikut tertarik masuk.
"Kenapa hanya wanita itu dan bocah Razak yang tertarik masuk bersamanya?" Gumam Gerel. Dengan sorot mata aneh. Antara khawatir dan iri disaat bersamaan.
*Woooshhhh…!!!
Gerel dan Ching Shih masih menatap kearah lokasi lenyapnya Kastil raksasa, sampai tiba-tiba, dari arah belakang, satu hawa keberadaan yang amat menekan, secara tiba-tiba bergerak cepat.
*Boooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
Satu sosok misterius, bergerak menerjang sembari menyebar aura mendominasi. Mengakhiri aksinya dengan melancarkan satu serangan telak pada punggung Isaa dan Meirin di saat yang hampir bersamaan.
"Gooaaahhh…!!!"
"Uuughhh…!!!"
Tubuh dua Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Serigala ini segera terpental jauh, memuntahkan banyak darah segar.
Bagaimanapun juga, dari awal kondisi keduanya sudah cukup terluka parah imbas pertarungan beruntun melawan Ching Shih, dilanjutkan dengan membantu Hella menghadapi Naga Ketiga bersama Spirit Beast kontrak Gurita raksasa-nya yang ganas.
Kini, mendapat serangan menyelinap yang berdasarkan lonjakan aura berasal dari seorang Knight berkelas Emperor tahap Bumi, Isaa dan Meirin, segera terkapar dengan mata buram. Setengah kehilangan kesadaran.
"Siapa?" Bentak Gerel, sangat terkejut dengan datangnya serangan menyelinap. Menyesal karena fokusnya sempat teralihkan.
Bentakan Gerel, disambut dengan sosok yang baru saja datang, mulai membalikkan badan.
"Wahhh… Nona muda! Benar-benar tak menyangka akan bertemu denganmu di sini! Apa yang sedang kau lakukan? Masih bermain-main disekitar dan seperti biasa mengabaikan tanggung jawab Tribe?" Tanya sosok tersebut, menatap Gerel dengan menaikkan salah satu sudut alisnya.
"Jongha!" Gumam Gerel. Sedikit melebarkan mata ketika akhirnya bisa melihat dengan jelas siapa sosok yang berada tak jauh di hadapannya.
Sudah dalam mode Meridian Knight, yang mana mengambil wujud manusia setengah Hyena Baja, Jongha, ketua satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, memainkan Mana Besi berderak pada kedua kepalan tangan. Memasang senyum tipis, memamerkan taring-taring tajam di balik mulutnya.
"Barbarian Tribe?"
Sementara Ching Shih, segera bergumam heran begitu melihat simbol Barbarian Tribe tersulam pada pakaian Emperor tahap Bumi yang baru saja datang.
"Apa yang di lakukan orang ini disini?" Lanjut Ching Shih, memasang raut wajah waspada.
Kesepakatan antara Barbarian Tribe dan Aliansi 7 Lautan, sepertinya belum ada yang mengetahui. Dante tampak secara sepihak menyetujui apapun itu kesepakatan yang di tawarkan oleh Barbarian Tribe. Beranggapan bahwa jika Bandit Serigala memiliki Eleanor Tribe sebagai sekutu, maka Aliansi 7 Lautan perlu memakai Barbarian Tribe sebagai rencana cadangan jika memang situasi berjalan tak sesuai harapan bagi kelompoknya.
"Aku mungkin datang cukup terlambat, tapi kurasa, benar-benar dalam situasi yang dibutuhkan!" Ucap Jongha, sembari memandang menyapu sekitar, melihat situasi terkini medan pertempuran.
Bersama dengan kalimat yang di sampaikan oleh Jongha, dari arah belakang armada kapal perang Kelompok Bandit Serigala, sekelompok kapal perang dengan bendera Barbarian Tribe, mulai bergerak mendekat.
"Kalian…!!"
Menangkap garis besar situasi yang terjadi, Gerel segera memasang ekspresi wajah sengit. Tampak sangat kesal.
*Taappp…!!!
Namun, perubahan ekspresi yang di tampilkan oleh Gerel, disambut Jongha dengan melakukan gerakan cepat, melompat untuk mendarat di lokasi tubuh Meirin sedang terkapar.
*Baaaammmm…!!!
Tanpa mengatakan kalimat apapun, Jongha dengan dingin melayangkan tinjunya yang dari tadi sudah berderak Mana Besi pekat.
Mata Gerel seketika kembali melebar, kini bukan hanya melebar, tapi memerah. Gadis ini tampak sangat marah.
"Ba*jingan! Apa yang kau lakukan!" Bentak Gerel. Dengan langkah secepat yang ia bisa, menerjang maju.
*Baaaammmmm…!!!
Belum setengah jalan Gerel menerjang, Jongha menendang tubuh Meirin, melemparnya kearah Nona Muda Pertama Barbarian Tribe tersebut.
*Buuugggg…!!!
Gerel tentu saja segera menangkap tubuh Meirin. Menghentikan terjangannya.
*Taaappp…!!!
Dan ketika Gerel hendak memeriksa kondisi Meirin, tepat di hadapannya, Jongha kembali bergerak, kini menuju kearah tubuh terkapar Isaa.
"Hetikan kau b*jingan!" Bentak Gerel semakin marah.
"Nagini…!"
*Woooshhhh…!!!
Atas intruksi Gerel, Nagini bergerak cepat mendahului, memberi benturan keras pada tubuh Jongha menggunakan ekornya.
"Tsaaaahhhh…!!!"
"Wahhhh…!!! Sang Grey Snake…!!" Gumam Jongha, mundur beberapa langkah sembari menekan dadanya.
"Gerel! Bagaimana Meirin!" Teriak Isaa. Tampak tak peduli dengan situasi yang hampir mengancam nyawanya.
Namun, pertanyaan Isaa, nyatanya hanya disambut keheningan. Gerel hanya diam. Tak memberi jawaban apapun.
"Heii…! Gerel…!" Bentak Isaa.
*Boooommmm…!!!
Bersama teriakan kedua Isaa, aura Mana Lumpur pekat, meledak keluar dari dalam tubuh Gerel. Gadis itu dengan perlahan menaruh tubuh Meirin pada laut beku, sebelum menatap tajam kearah Jongha.
Meirin, salah satu wakil pemimpin divisi Kelompok Bandit Serigala, gugur dalam medan pertempuran.
"Kau harus mati!" Gumam Gerel.
*Tapp…
Sebelum sosoknya menghilang.
*Baaaammmm…!!!
*Baaammmm…!!!
Pertarungan sengit antara Gerel dan Jongha, dimulai. Sementara bersama dengan dimulainya pertarungan tersebut, armada kapal Barbarian Tribe, akhirnya tiba.
"Habisi seluruh anggota kelompok Bandit Serigala!" Teriak Jongha. Memberi intruksi sembari menahan serangan-serangan penuh amarah Gerel.
*Tapp…!!!
*Tapp…!!!
*Tapp…!!!!
Puluhan pasukan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, Knight kelas tinggi bertingkat Emperor tahap Bumi, menerjang maju, memimpin ribuan pasukan Barbarian Tribe di belakang mereka. Mulai mengincar setiap anggota kelompok Bandit Serigala yang ada diatas medan pertempuran utama.
Sementara disisi lain, anggota Kelompok Aliansi 7 Lautan yang sama sekali tak disentuh oleh pihak Barbarian Tribe yang baru saja datang dengan tiba-tiba, mulai melakukan langkah canggung sedikit mengambil jarak.
Menghilangnya Dante, menyebabkan tak ada satupun dari pihak Aliansi 7 Lautan yang bisa memahami perubahan situasi tiba-tiba di hadapan mereka. Meskipun memang Barbarian Tribe tampak membantu, tapi jelas orang-orang Aliansi 7 Lautan tak bisa percaya pada kelompok tersebut. Karena bagaimanapun juga, mereka adalah kumpulan Perompak.
"Bagaimana?" Tanya Naga Ketiga, kepada Ching Shih.
"Entah!" Jawab Ching Shih singkat. Dengan cepat memanfaatkan situasi untuk mulai bergerak kearah lokasi tubuh Naga Kedua sedang terkapar, melakukan perawatan.
Tapi, baru sebentar Ching Shih melakukan perawatan pertama, suara Naga Ketiga kembali terdengar.
"Oee… Madam Ching! Lihat sayap kanan!" Seru Naga Ketiga.
Ching Shih yang mendengar seruan tersebut, segera menoleh untuk hanya mendapati situasi yang menyebabkan kedua matanya terbuka lebar.
"Ini buruk!" Dengus Ching Shih.
Pada sayap kanan, dari arah perbatasan Laut Nila, armada besar kapal-kapal perang dengan bendera Eleanor Tribe, bergerak memasuki medan pertempuran.
Pihak Eleanor Tribe yang tampaknya telah menyelesaikan pertempuran di wilayah Laut Nila, saat ini bergerak dengan kekuatan penuh. Dipimpin langsung oleh sang Khan.