
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*Baaammm…!!!
*Bammmmm…!!!
*Bammmm….!!!
Theo dan Razak mengambil posisi saling memunggungi, menjaga satu sama lain dari terjangan para mayat yang tersegel dengan jiwa sisa, dimana kini menyerang dari berbagai arah.
Meskipun memang jumlah mayat cukup banyak, berjumlah puluhan. Namun itu sebenarnya bukan masalah terlalu besar bagi Theo. Yang perlu di perhatikan baik-baik adalah distorsi ruang yang bisa muncul dimana saja secara tiba-tiba.
Kemunculan acak distorsi ruang, menyebabkan pergerakan Theo dan Razak menjadi sangat terbatas.
Theo sendiri harus cukup kerepotan dengan membagi Eye of Agamoto untuk beberapa fokus sekaligus. Pertama tentu saja melihat riak-riak tipis lokasi kemunculan distorsi ruang sebelum distorsi ruang tersebut benar-benar muncul. Menghindari di saat-saat terakhir.
Selain hal tersebut, Theo juga perlu memperingatkan Razak. Jika distorsi ruang tercipta lebih dekat dengan posisinya.
Fokus selanjutnya, tentu pada serangan bertubi puluhan mayat hidup yang terus bermunculan dari peti-peti mati yang keluar dari lubang pada sisi-sisi dinding lorong.
Eye of Agamoto, juga difungsikan oleh Theo untuk mencari lokasi lorong lain yang menjadi arah perjalanan selanjutnya. Fungsi terakhir ini, adalah yang paling utama.
*Bammmm…!!!
"Boss! Mereka tak ada habisnya!" Ucap Razak. Setelah memberikan pukulan yang menghancurkan formasi segel mayat hidup di hadapannya.
"Hmmmmm… Lanjutkan dulu! Aku sedang memikirkan beberapa cara!" Gumam Theo. Sedikit menambah fokus pada Eye of Agamoto untuk mencari beberapa kemungkinan terbaik dari lorong-lorong lain yang bisa diambil.
'Hei roh mesum, apa kau tak tahu sesuatu tentang mayat-mayat ini?' Tanya Theo kemudian. Kepada Ernesto.
'Hmmmm… Formasi segel yang terpasang pada mayat-mayat itu, disebut dengan segel pasukan abadi!' Jawab Ernesto.
'Segel pasukan abadi?' Gumam Theo.
'Yah, ini adalah teknik segel khas dari pemimpin kelompok yang menguasai Space Fruit turun-temurun di jamanku!' Tanggap Ernesto.
'Menjadi ciri khas dan kekuatan utama kelompok tersebut! Segel yang cukup merepotkan karena membuat Kelompok sialan itu, memiliki jumlah pasukan yang tak terhingga!' Lanjut Ernesto.
'Dalam pertarungan pamungkas di saat terakhir, aku harus memakai 30% dari kekuatan penuh perangkat kilat milikku, untuk melenyapkan ratusan dari mayat-mayat hidup seperti itu!"
'Salah satu faktor yang menyebabkan kekuatan tempurku berkurang drastis sebelum menghadapi beberapa pengguna Ancient Thing sekaligus setelahnya!'
'Seperti yang kau lihat, meskipun memang cukup kuat karena memiliki jiwa sisa dari pasukan yang mati dengan tingkat Emperor, namun pasukan mayat abadi ini tak terlalu sulit di hadapi asalkan tahu kuncinya!'
'Sebagai ahli formasi, kau jelas sudah menangkap dari awal, itu tinggal menghancurkan formasi segel yang terpasang pada area dada!'
'Yang menjadi masalah untuk sekarang adalah, kau sedang tak cukup beruntung karena harus menghadapi pasukan mayat abadi dalam situasi berada di tempat menyusahkan seperti ini! Penuh distorsi ruang!'
'Sepertinya, kelompok sialan pengguna Space Fruit, memang sangat ingin melindungi hal yang sedang coba kau ambil di dalam tempat ini!'
'Dengan kejam menempatkan pasukan mayat abadi berjumlah cukup banyak saat lokasi ini sudah penuh dengan Mana Ruang pekat, distorsi ruang tercipta acak di berbagai tempat!' Tutup Ernesto.
'Hmmmmm.. Roh mesum! Aku justru malah tertarik dengan segel pasukan abadi!' Gumam Theo.
'Jelaskan lebih rinci, atau setidaknya beri gambaran umum tentang bagaimana segel ini bekerja!' Tambah Theo.
'Sejujurnya aku juga tak terlalu paham! Selain karena teknik ini adalah eksklusif milik kelompok yang kusebut diawal, aku juga bukan merupakan ahli dalam bidang formasi!' Tanggap Ernesto.
'Hanya saja, untuk gambaran umum, dikatakan bahwa pengguna Space Fruit, merupakan kunci utama dalam segel pasukan abadi!'
'Dengan kemampuan mengendalikan Mana Ruang dari Space Fruit, ia akan menciptakan sebuah ruang khusus pada ranah jiwa tiap-tiap anggota kelompoknya yang masih hidup!'
'Ruang khusus tersebut, yang nantinya berfungsi sebagai pemerangkap sebagian jiwa anggota yang mati! Membuat mereka kembali hidup dalam wujud mengerikan seperti kau lihat sekarang!'
'Pasukan mayat!' Tutup Ernesto.
'Jadi seperti itu! Ruang khusus pada ranah jiwa yang menangkap jiwa sisa ya!' Gumam Theo. Dengan nada mengerti.
Setelah tampak mengerti sesuatu, Theo mulai memasang wajah berkonsentrasi. Kini mengalihkan sebagian besar fokus Eye of Agamoto pada riak-riak distorsi ruang. Mengesampingkan untuk mencari jalan pada lorong-lorong sementara waktu.
'Satu, dua, tiga, empat!' Theo dengan cepat menghitung berapa lokasi yang nantinya akan menjadi tempat kemunculan distorsi ruang.
Mendengar kata-kata Theo, Razak tanpa keraguan bergerak mengikuti Boss Besarnya. Menempel Theo untuk bergeser pada lokasi lain di sudut ruang lorong.
Theo, mengambil lokasi dimana aman dari kemunculan distorsi ruang dalam beberapa menit kedepan. Hanya saja, para mayat hidup, masih tetap bergerak mengikuti.
"Razak! Beri sedikit ruang! Ambil posisi bertahan untuk sementara waktu! Juga siapkan serbuk besi!" Ucap Theo. Memberi intruksi lanjutan pada Razak.
*Bammmm…!!!
*Baaammmm….!!!
*Bammmmm….!!!
Tanpa bertanya, Razak mengambil peran untuk sepenuhnya menghadang seluruh pasukan mayat hidup. Sembari meminta Iron untuk mulai menghimpun aliran Serbuk Besi.
Sementara Theo sendiri, segera mengeluarkan puluhan tabung-tabung aneh dari dalam gelang ruang-waktu. Dengan gerakan sangat cepat namun teliti, mulai mengukir garis-garis formasi segel pada permukaan tiap-tiap tabung.
"Sebar serbuk besi untuk menangkap para mayat sebanyak yang kau bisa!" Seru Theo. Begitu selesai mengukir garis formasi. Tanpa mengambil nafas, melanjutkan aksi dengan membuat segel tangan cepat.
"Iron…!!!" Gumam Razak. Segera melaksanakan intruksi.
*Bammmmm…!!!
Dengan gerakan memukul pada dua ujung Gauntlet Kembar, Razak menyebar aliran serbuk besi yang meluap untuk mulai menangkap puluhan mayat hidup yang ada di sekitar. Serbuk besi sang bocah, berhasil menahan hampir seluruh pasukan mayat hidup. Menyisakan hanya beberapa yang lolos.
*Wuuungg….!!!
Detik berikutnya setelah Razak menangkap hampir seluruh mayat hidup, suara dengungan terdengar dari arah tubuh Theo, dimana kini terlihat sedang menyala terang.
*Sraaaakkkk…!!!
*Sraaaakkkk….!!!
*Sraaaakkkk….!!!!
Puluhan rantai cahaya, terlontar keluar dari dada Theo. Menerjang cepat untuk terhujam pada formasi segel yang terpasang pada tiap-tiap dada pasukan mayat hidup.
Hanya saja, rantai cahaya tidak menghancurkan formasi segel, itu terus melaju masuk sampai kedalam bekas lokasi ranah jiwa para mayat hidup.
"Hehehe…!!" Theo, terkekeh lirih sembari mulai memasang seringai lebar begitu tiap-tiap rantai cahaya, akhirnya sampai pada lokasi bekas ranah jiwa tiap pasukan mayat.
'Bocah! Hal macam apa lagi yang sedang kau coba lakukan?' Tanya Ernesto. Dengan nada penuh selidik.
Bagaimanapun juga, pengalaman di Tartarus Land, menyebabkan Ernesto menjadi tak nyaman saat melihat Theo mulai memasang seringai lebarnya.
Pertanyaan Ernesto sendiri, nyatanya tak mendapat tanggapan apapun dari Theo.
Theo yang mengabaikan Ernesto, kini mulai melakukan gerakan tangan menarik. Bersama gerakan tangan tersebut, puluhan rantai cahaya yang tertanam pada dada para pasukan mayat, segera tertarik keluar.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh….!!!
*Sraaaakkkk…!!!
*Sraaaakkkk….!!!
*Baaammmm….!!!
*Bammmmm….!!!
Aksi selanjutnya, adalah Theo melempar dangan hujaman keras tiap-tiap rantai cahaya yang mana pada ujung masing-masing, kini terdapat sebuah bola cahaya redup. Bola-bola redup tersebut, terhujam keras untuk dimasukkan kedalam tabung-tabung penuh ukiran formasi segel yang telah di siapkan Theo sebelumnya.
Tepat ketika tiap tabung telah terisi oleh bola-bola cahaya redup, Theo melakukan gerak mengayun tangan ringan, dalam sekejap menarik masuk seluruh tabung kedalam Gelang ruang-waktu.
"Razak…!!! Bergerak!"
Tanpa menarik teknik rantai cahaya yang masih aktif, Theo memberi intruksi agar Razak kembali mengikuti untuk bergerak kearah lain.
*Wuuungg….!!!
Distorsi ruang, tercipta pada lokasi dimana sebelumnya Theo dan Razak berada.
----
Segel mistis, pinjam jempol kalian barang sejenak!