
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Dunia Kecil Istana Emas. 5 hari pasca kelompok wakil pemimpin divisi berkelas King tahap Surga, melakukan pelatihan tertutup)
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Tapp…!!!
*Taapp…!!!
Ketika para wakil pemimpin divisi berkelas King tahap Surga melakukan pelatihan tertutup di lokasi-lokasi tertentu, menyebar pada beberapa sudut realm kecil Istana Emas atas arahan dan panduan Sasi, Theo sendiri ternyata juga ikut masuk, sedang berada di wilayah gunung misterius. Memimpin sekawanan Serigala metalik, untuk melakukan sebuah perburuan.
"Hmmmm…!!! Kurasa mereka akan cocok!" Gumam Theo, begitu tatapan matanya yang tajam, berhasil menangkap keberadaan sarang dari kawanan Demonic Beast berwujud Serigala pada salah satu sudut hutan gunung misterius.
"Baiklah kawan-kawan! Saatnya perburuan yang sebenarnya! Makan siang telah tersaji diatas meja!" Ucap Theo, seraya memberi tanda kepada kawanan Serigala metalik, untuk mengubah arah laju terjangannya.
Dengan langkah gesit, melakukan lompatan cepat beberapa kali, kawanan Serigala metalik yang dipimpin oleh Raja Serigala Hitam, Serigala metalik terkuat yang dulu sempat memakan roh dari Boss Serigala Gurun Liar, akhirnya sampai di sarang Demonic Beast. Dimana merupakan sebuah gua.
"Grrrr…!!!!"
"Grrrr…!!!"
"Grrrr…!!!"
Raja Serigala Hitam segera mengatur kawanannya dalam posisi formasi mengepung begitu sampai di lokasi, sepenuhnya menutup semua ruang yang ada di sekitar sarang.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
Sampai akhirnya, ketika kawanan Serigala metalik masih mengerang liar sembari menatap tajam kearah pintu masuk sarang, puluhan Demonic Beast berbentuk Serigala dengan tanduk serta taring-taring tajam nan panjang menjorok keluar dari dalam mulutnya, melompat dari dalam pintu gua.
"Grrr…!!!"
"Grrr…!!!"
"Grrr…!!!"
Puluhan Demonic Beast Serigala bertanduk ini, dipimpin oleh Boss mereka yang memiliki ukuran tubuh 2 kali lipat dari Demonic Beast bertanduk biasa, segera memberi erangan balik sembari menatap dengan tatapan tak kalah liar kepada kawanan Serigala metalik.
Dengan warna bulu sepenuhnya hitam pekat, ditambah kuku-kuku serta ekor yang menyala dengan kobaran Mana Api bercampur Kegelapan tepat ketika mereka mulai mengerang liar, sosok-sosok Demonic Beast Serigala yang melompat keluar dari dalam sarang, tampak begitu ganas.
"Hmmm… Lumayan! Demonic Beast berkelas A Mid! Terlebih lagi, meskipun tak memiliki garis darah Ancient, Demonic Beast jenis ini, bergaris darah Special!" Gumam Theo, yang saat ini sedang duduk santai pada salah satu dahan pohon tak jauh dari sarang Serigala bertanduk.
Bagaimanapun juga, mencari Demonic Beast yang memiliki garis darah Ancient, memang adalah hal yang cukup sulit, karena pada dasarnya, keberadaan Demonic Beast sendiri cukup langka di muka Gaia Land. Jadi, menemukan satu spesies yang memiliki garis darah Special, sudah merupakan hal yang bagus.
Bahkan di dalam realm kecil Istana Emas yang penuh dengan Demonic Beast, Theo bisa merasakan hanya terdapat tidak lebih dari 10 yang memiliki garis darah Ancient. Termasuk Hydra muda yang bersarang di puncak gunung misterius.
10 Demonic Beast bergaris darah Ancient ini, seluruhnya adalah spesies yang bergerak secara tunggal, tak memiliki kawanan kelompok.
4 dari mereka membangun sarang di titik-titik dekat wilayah puncak gunung misterius, lokasi dimana Hydra muda bersarang. Menjadikan 5 dari Demonic Beast dengan garis darah Ancient yang ada di realm kecil Istana Emas, berada di gunung misterius.
Sedangkan 5 lainnya, memisahkan diri untuk tak berbagi sarang dilokasi yang berdekatan dengan sesama Demonic Beast bergaris darah Ancient.
"Grrrrr…!!!"
Theo masih memandang situasi saling tatap para Serigala di sekitar sarang, sampai tiba-tiba, Raja Serigala Hitam yang memimpin kawanan Serigala metalik, memberi lirikan sekilas kepadanya. Seolah sedang menunggu instruksi.
Disisi lain, Boss dari kawanan Demonic Beast Serigala Bertanduk, sama halnya dengan Raja Serigala Hitam, melirik penuh kewaspadaan kepada Theo, merasa bahwa Theo adalah lawan yang tak akan bisa ia kalahkan.
Menyadari tatapan dua pemimpin kawanan Serigala ini, Theo segera menaikkan salah satu ujung alisnya.
"Ohhh…! Aku tak akan ikut campur! Kau atur sendiri kawananmu untuk melakukan perburuan! Cari makan siang dengan usaha sendiri!" Ucap Theo. Kepada Raja Serigala Hitam. Sebelum ganti melihat kearah Boss Demonic Beast Serigala Bertanduk.
"Seperti yang kau dengar, aku tak akan ikut campur! Jika kalian bisa mengalahkan para Serigala metalikku, tentu aku akan pergi tanpa dendam!" Lanjut Theo. Terkesan dengan sorot mata penuh kecerdasan yang ditampilkan Boss Demonic Beast Serigala Bertanduk. Merasa makhluk tersebut akan mengerti ucapan yang ia sampaikan.
"Grrrr…!!! Auuuhhhh…!!"
"Auuuhhh…!!!"
"Auuuhhhh…!!!"
Bertepatan dengan Theo menutup kalimatnya, Raja Serigala Hitam dan Boss Demonic Beast Serigala Bertanduk, menyalak liar untuk beberapa saat, sebelum menutup dengan lolongan panjang, tanpa menunda mulai menggerakkan kawanan masing-masing untuk memasuki pertempuran.
"Ini akan seru! Hahahha…!" Ucap Theo. Menjadi antusias untuk melihat suguhan menarik yang tersaji di hadapannya.
***
(Beberapa jam kemudian)
"Kraauuukkk…!!!"
"Kraaauukkk…!!!"
"Kraauuukk…!!!"
"Grrrrr… grooaahhh…!!!"
Kawanan Serigala metalik, tampak sedang lahap memakan Kristal Beast dari para Demonic Beast Serigala Bertanduk. Beberapa terlihat saling berebut untuk memakan Kristal Beast dengan kelas roh sisa yang lebih tinggi. Hanya Raja Serigala Hitam yang masih santai memainkan Kristal Beast dari Boss Demonic Beast Serigala Bertanduk. Tak terburu-buru untuk memakannya.
Sang pemimpin kawanan Serigala metalik ini, sedang menatap tajam kearah kawanannya yang saling berebut, mengatur agar mereka kembali tertib.
Pertempuran sengit antar Serigala, akhirnya dimenangkan oleh kawanan Serigala metalik. Bagaimanapun juga, dengan tubuh terbuat dari Logam Surgawi, para Serigala metalik tentu saja unggul dalam hal ketahanan fisik. Tak merasakan sakit ataupun kelelahan. Sebuah keuntungan mutlak yang dimiliki oleh Boneka Bernyawa.
"Grrrr…!!!"
Raja Serigala Hitam mengerang untuk beberapa saat setelah mengatur kawanannya. Menatap puas pada kawanan Serigala metalik yang ia pimpin, dimana sekarang memiliki bentuk tubuh menghitam dengan kuku-kuku berderak, menyala dalam kobaran Mana Api yang bercampur sedikit Mana Kegelapan.
"Kraauuukkk…!! Kraauuukkk…!!!"
Sebelum dengan gigitan-gigitan renyah, mulai mengunyah Kristal Beast dari Boss Demonic Beast Serigala Bertanduk.
*Woooshhhh…!!!
Kobaran Mana Api segera menyelimuti tubuh Raja Serigala Hitam untuk beberapa saat setelah ia selesai menyerap jiwa sisa dari Boss Demonic Beast Serigala Bertanduk di dalam Kristal Beast.
Dan ketika nyala api telah padam, perubahan wujud Raja Serigala Hitam juga selesai.
Sosok Raja Serigala Hitam sendiri tampak sedikit berbeda dengan kawanan Serigala metalik biasa yang telah menyerap jiwa sisa. Karena selain kuku-kuku yang menyala dengan derak Mana Api, sebuah tanduk panjang, kini mencuat di atas kepala Raja Serigala Hitam. Tanduk yang juga menyala dengan kobaran Mana Api bercampur atribut Kegelapan.
*Taaappp…!!!
Melihat kawanan Serigala metalik miliknya telah selesai dengan makan siang masing-masing, Theo melompat turun dari dahan pohon.
"Bagus! Dengan ini kalian akan siap untuk pertempuran besar beberapa hari lagi!" Ucap Theo. Kemudian dengan gerakan ringan, mengayunkan tangan kanan. Menarik semua Serigala metalik kembali kedalam Gelang Ruang-waktu.
'Tuan, Zhou Kang telah kembali! Sepertinya ada laporan tertentu yang ingin segera ia sampaikan kepadamu!' Ucap Sasi tiba-tiba, dari dalam ruang kendali Glory Land Warship, menyampaikan kabar kepada Theo menggunakan teknik transmisi suara.
'Oke! Kau lanjutkan pengawasan pada mereka yang sedang melakukan pelatihan tertutup ditempat ini!' Jawab Theo. Kemudian berubah menjadi sekelebat bayangan. Bergerak meninggalkan realm kecil Istana Emas.