Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
29 - Membagi Peran


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Dengan telah datangnya Theo dan anggota kelompok Bandit Serigala lain yang mengikuti ekspedisi ke wilayah Kepulauan pada lokasi yang telah di janjikan oleh pihak Eleanor Tribe, tanpa menunda terlalu banyak waktu, mengikuti saran dari Sanir dan Tuan Leluhur yang mana sampai lebih awal dan telah melakukan pengamatan pada lokasi sekitar, Kelompok Bandit Serigala akhirnya mulai bergerak membangun kemah besar.


Kemah rapat menjadi prioritas utama, didirikan paling awal. Sehingga beberapa wakil pemimpin yang secara khusus ditunjuk bergantian oleh Theo, bisa melakukan koordinasi serta diskusi bagaimana mengatur kelompok divisi masing-masing. Membagi divisi untuk mendapatkan peran dalam proses membangun kemah besar.


Oscana memimpin divisi sumberdaya, membangun gudang penyimpanan. Lengkap beserta pos-pos pembagian jatah sumberdaya bulanan bagi setiap anggota.


Selain itu, divisi sumberdaya yang dipimpin Oscana, juga melakukan koordinasi dengan divisi penyergap pimpinan Sanir. Dimana telah mulai bergerak memetakan setiap jengkal lokasi yang ada di dalam pulau kecil tempat Kelompok Bandit Serigala membangun markas. Melakukan pendataan pada seluruh sumberdaya yang tersimpan di dalam pulau, dimana berguna bagi kebutuhan kelompok.


Langkah yang paling banyak menghabiskan sumberdaya manusia sendiri, ada pada pembangunan tempat-tempat pertahanan. Theo membagi kelompok penjaga keamanan, berdasarkan arah empat mata angin. Kelompok-kelompok ini, selain bertugas menjaga, juga memiliki kewajiban untuk membangun benteng sederhana. Dimana nantinya akan di tambah oleh Theo dan Tuan Leluhur, dengan beberapa mekanisme formasi pertahanan.


Feizel, memimpin anggota kelompok Bandit Serigala yang menjaga wilayah utara. Shadex ada di wilayah Selatan, sementara untuk Timur dan Barat, masing-masing dipimpin oleh Meirin Timur, serta Isaa Barat.


Untuk Yahuwa, menggunakan beberapa kapal yang tadinya merupakan milik Kelompok Perompak Angin Barat, dimana kini telah sepenuhnya menjadi milik kelompok Bandit Serigala dengan panji-panji Serigala Menyalak berkibar pada masing-masing tiang layar utama, memimpin divisi pengintai untuk melakukan penyusuran di wilayah laut sekitar pulau. Mencari hal berguna, ataupun hal berbahaya yang mungkin ada di sekitar.


Wakil pemimpin yang lain, fokus memberi arahan pada anggota tersisa untuk melakukan proses pembangunan kemah besar. Menyiapkan kemah-kemah khusus untuk kebutuhan kelompok, seperti kemah penempaan, kemah medis, dan seterusnya.


Dan ketika setiap wakil pemimpin serta anggota telah mendapat peran masing-masing, kini tersisa Theo yang ada di dalam kemah rapat. Berdiri di depan sebuah meja dimana memiliki peta lengkap wilayah Kepulauan, ditemani oleh beberapa orang lain, yakni Guan Zifei, Zhou Kang, Tuan Leluhur, Hella, Gerel, dan Iris.


"Hmmmm… Bukankah tadi sudah kukatakan bahwa kalian boleh meninggalkan tempat? Sudah kuatur agar beberapa anggota bisa beristirahat, bergantian membagi peran dengan anggota-anggota lain yang kini tengah bekerja!" Ucap Theo. Ketika melihat Hella dan Gerel yang sebenarnya tak ia rencanakan untuk ikut dalam rapat lanjutan, ternyata memilih bertahan. Padahal Razak, Syakira, dan beberapa anggota lain, sudah pergi meninggalkan tempat.


"Tidak apa! Aku ingin ikut mendengar rencana kita selanjutnya! Apa itu merupakan masalah?" Tanya Hella, seraya sedikit melirik kearah Iris.


"Aku sendiri sedang merasa bosan, jadi memutuskan untuk tetap tinggal!" Sahut Gerel, tak seperti Hella yang hanya memberi lirikan, gadis ini sedari tadi dengan terbuka melayangkan tatapan mata permusuhan kepada Iris.


Disisi lain, Iris yang jelas memahami kenapa kedua gadis ini bersikap demikian, hanya memasang ekspresi wajah acuh. Namun, sesekali ia juga menyempatkan untuk memberi lirikan balik kepada Hella, serta beberapa kali menatap Gerel dengan memasang satu senyum tipis penuh provokasi.


"Terserah kalian saja! Jika ingin tetap tinggal juga tak masalah! Namun, ketika saatnya pergantian tugas, jangan mengeluh ataupun abai! Meskipun kalian berdua adalah seorang Nona muda 10 Biggest Knight Group, selama berada di dalam kelompok Bandit Serigala, tak ada pengecualian atau keistimewaan khusus! Kalian tetap harus memberi kontribusi layaknya anggota yang lain!" Ucap Theo.


Satu kalimat yang segera membuat ekspresi wajah Iris berubah tertarik. Sekarang ia dapat sedikit mengetahui identitas dari dua gadis yang selalu memasang tatapan tajam kearahnya tersebut.


Sementara Gerel dan Hella sendiri, hanya memberi anggukan singkat, menandakan bahwa keduanya mengerti. Dan tetap memilih tinggal.


"Wanita ular ini, tak akan kubiarkan ia mengambil langkah menguntungkan apapun!" Gumam Gerel, saat untuk kesekian kalinya, mendapat satu senyum tipis yang terlihat sangat licik dari Iris.


"Diam kau!" Dengus Gerel.


"Pfffttt…..!!!" Tanggap Hella, seraya mulai mengabaikan Gerel, kembali melirik kearah Iris untuk terus mengamati gerak-geriknya.


Disisi lain, Theo sendiri yang sebenarnya juga menyadari situasi diantara ketiga wanita, memilih untuk mengabaikan, menganggap hal tersebut tak terlalu penting. Dengan tatapan menimbang, ia mulai melihat peta wilayah Kepulauan East Region yang ada diatas meja.


"Sungguh kejam dan tak berperasaan!" Ucap Tuan Leluhur, saat melihat ketidak pedulian Theo.


"Diam! Aku tak ada waktu untuk hal-hal konyol macam itu! Kita saat ini bisa dibilang sedang di kejar oleh waktu! Bagaimanapun juga, di wilayah Gurun, masih ada Barbarian Tribe! Target utama yang belum kita selesaikan!" Ucap Theo, menanggapi kata-kata menggoda Tuan Leluhur.


"Guan Zifei, Zhou Kang! Dari semua wakil pemimpin, bisa dikatakan bahwa kalian berdua adalah yang paling menonjol dalam hal strategi perang! Hal itu juga yang membuat aku meminta kalian berdua hadir!" Lanjut Theo, kini melihat kearah Zhou Kang dan Guan Zifei.


"Yahh, bagaimanapun juga, meski tak memiliki lingkungan alam seganas serta semenantang Region lain, namun South Region tempat aku dan pria tua ini berasal, cukup dinamis dalam hal perebutan wilayah kekuasaan!" Tanggap Zhou Kang.


"Selain itu, kudeta dalam suatu Klan, juga sering terjadi! Sehingga kami sudah terbiasa dengan berbagai intrik serta strategi politik macam itu!" Tutup Zhou Kang.


"Begitulah, kau memilih orang yang tepat! Karena selama ini, yang kulihat dari kelompok Bandit Serigala, adalah sekumpulan orang-orang kacau berdarah panas! Meskipun memang mereka kuat, tapi hanya Thomas dan Darsa yang bisa kau andalkan dalam hal seperti ini!" Sahut Guan Zifei. Memberi pendapat.


"Benar sekali! Oleh karena itu, aku memilih mereka berdua yang tetap tinggal dan melanjutkan rencana di wilayah Gurun!" Tanggap Theo.


"Sekarang, jika berkenan, aku akan mengandalkan kalian berdua!" Lanjut Theo. Seraya kemudian mulai mengalihkan pandangan kearah Iris.


"Nona Iris! Karena kau adalah satu-satunya penduduk asli wilayah Kepulauan, bisakah sekarang mulai memberi penjelasan rinci tentang wilayah ini?" Tanya Theo.


Mendengar kata-kata Theo, Iris segera maju satu langkah mendekat, tak ketinggalan menyempatkan untuk memandang kearah Gerel dan Hella, seolah ingin mengatakan bahwa saat ini, ia adalah orang yang lebih berguna jika dibanding dua gadis tersebut di dalam kemah rapat.


"Ular sialan!" Dengus Gerel.


"Ck…!!! Lihat saja!" Gumam Hella.


"Jika kalian berada disini hanya untuk menggangu, maka sebaiknya pergi saja!" Ucap Theo.


"Dan nona Iris! Tolong hentikan sikap provokasimu!" Tambah Theo, kini menatap tajam kearah Iris.


Kalimat terakhir Theo yang menegur Iris, serta tatapan tajam yang ia tujukan kepada gadis tersebut, segera membuat Hella dan Gerel memasang ekspresi wajah puas.


"Ahhhh… Jika itu keinginan tuan muda, maka aku akan melakukannya! Dan sebagai imbal balik, tolong jangan lagi panggil aku dengan sebutan nona! Cukup langsung nama saja! Agar kita bisa lebih akrab!" Ucap Iris. Sembari memasang senyum indah kepada Theo.


*Braaakkk….!!!


Bersamaan Iris menyelesaikan kalimatnya, suara perabot yang hancur, segera terdengar saat Hella dan Gerel, secara bersamaan memukul benda terdekat pada masing-masing tempat dimana keduanya berdiri.


Menatap dengan sorot mata penuh nafsu membunuh kearah Iris. Dimana mendapat balasan sorot mata yang sama oleh gadis tersebut.