
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Pulau Serigala, Dek Glory Land Warship)
Saat ini, Theo tampak mengumpulkan orang-orang penting dari kelompok Bandit Serigala yang masih berada di Pulau.
Mengadakan pertemuan terbatas di dek Glory Land Warship.
Yang hadir dalam pertemuan sendiri, adalah Tuan Leluhur, Sasi, Zota, Razak, Hella, Gerel, serta Guan Zifei dan Zhou Kang yang baru saja kembali dari wilayah Laut Jingga dan Laut Kuning.
Guan Zifei dan Zhou Kang, kembali dengan membawa informasi terkini mengenai perkembangan dua wilayah Laut masing-masing yang menjadi tanggung jawab mereka. Disampaikan dengan sangat detail untuk membuka pertemuan terbatas.
"Boss… Dengan situasi stabil di Laut Jingga dan Kuning, aku menyarankan agar kita melanjutkan pergerakan dengan kembali melakukan serangan ganda di dua wilayah Laut lain yang berbatasan dengan Laut Jingga dan Laut Kuning!" Ucap Guan Zifei. Memberi saran.
"Itu benar! Dengan Gaia Son Paviliun serta Dark Guild di pihak kita, maka menaklukan wilayah Laut Hijau dan Biru, akan sama mudah dengan dua wilayah Laut sebelumnya!" Sahut Zhou Kang. Sepakat dengan ide Guan Zifei.
Mendengar saran tersebut, Theo tak segera memberi tanggapan, hanya diam untuk beberapa saat. Sampai kemudian, akhirnya mulai membuka mulut.
"Hmmmm… Jika kalian pikir langkah kita selanjutnya akan tetap mudah seperti sebelumnya, maka itu salah total!" Jawab Theo.
Kalimat yang di sampaikan oleh Theo, tentu saja segera disambut dengan kerutan kening oleh setiap orang yang berada di lokasi.
"Boss…! Apa maksudmu?" Tanya Guan Zifei.
"Maksudku sebenarnya cukup sederhana! Setelah Laut Merah, Jingga, dan Kuning, untuk kedepan, langkah Bandit Serigala tak akan lagi di sertai oleh Gaia Son Paviliun dan Dark Guild!" Jawab Theo.
"Kenapa begitu? Jelaskan langsung pada detailnya saja Boss!" Tanggap Zhou Kang. Merasa tak sabar dengan permainan kata Theo.
"Intinya adalah, setelah ini kita akan bergerak sendiri! Karena kesepakatan yang kubuat dengan dua organisasi netral, akan berakhir sebatas pada tiga wilayah laut yang telah kita taklukkan!" Ucap Theo.
"Hmmmm… Jadi memang untuk menggerakkan dua organisasi netral, tak semudah seperti yang terlihat di permukaan!" Sahut Guan Zifei.
"Itu benar! Bagaimanapun juga, Gaia Son Paviliun dan juga Dark Guild, adalah organisasi netral, mereka akan tetap menjaga beberapa batasan tertentu untuk tak terlalu keluar pakem!" Ucap Theo.
"Dua kelompok netral ini, hanya bersedia membantu di sekitar wilayah kekuasaan mereka! Gaia Son Paviliun di Laut Jingga, sedangkan Dark Guild di Laut Kuning!" Lanjut Theo.
"Jika bergerak lebih jauh dari itu untuk terus membantu kita, maka hal tersebut tak akan berakhir baik untuk reputasi yang selama ini telah mereka bangun!"
"Jadi, setelah ini, semua akan kembali hanya pada tangan dan kaki kita sendiri untuk melanjutkan ambisi menaklukan Aliansi 7 Lautan!" Tutup Theo.
"Hmmmmm… Jika seperti itu, maka pergerakan kita tak akan sederhana lagi!" Tanggap Zhou Kang. Terlihat mulai berfikir.
"Yahh, tak sederhana, tapi masih berada dalam lingkaran rencana yang telah kususun! Pergerakan kita masih belum keluar garis sama sekali!" Jawab Theo.
"Kedepan, kita akan melanjutkan penaklukan, dengan selangkah demi selangkah!"
"Dimulai dengan kekuatan penuh menggempur total wilayah Laut Hijau yang berbatasan langsung dengan Laut Jingga! Baru kemudian bergerak ke Laut Biru!" Lanjut Theo.
"Jadi Boss! Kapan kita akan berangkat?" Tanya Razak. Tampak sedikit antusias ketika mendengar Theo mengatakan bahwa ia akan mulai bergerak.
Satu pertanyaan yang di sambut Theo dengan senyum tipis.
Tatapan Theo, segera dibalas dengan ekspresi wajah antusias oleh Zota.
"Boss…! Aku hanyalah Knight dengan kemampuan sederhana, namun begitu, kau telah banyak memberi hal berharga padaku!" Ucap Zota. Dengan mata mulai berkaca-kaca. Sifat melankolis dimana sangat tak cocok dengan perawakan garangnya, kini mulai kambuh.
"Naungan Kelompok! Kedudukan dalam kelompok! Kesempatan untuk membalas dendam pada adikku! Dan beberapa waktu yang lalu, kau dengan perjuangan keras, berhasil menyelamatkan nyawaku!"
"Bahkan berakhir memberiku kekuatan baru yang sangat luar biasa ini!" Lanjut Zota, seraya mengangkat tangan kanan logamnya.
"Camkan ini baik-baik! Dengan semua hutang budi menggunung yang telah kau berikan, jika aku! Zota! Tak bisa memberi kontribusi nyata dalam perjuangan mencapai puncak tertinggi yang selama ini kau gaungkan, maka aku benar-benar adalah orang yang tak tahu balas budi! Layak di hukum oleh langit dengan kematian paling mengerikan!" Seru Zota lantang. Sembari menghujamkan dengan keras tangan kanan logam pada dada.
Ekspresi luapan emosi yang di serukan oleh Zota. Hanya di balas oleh Theo dengan senyum sederhana. Namun begitu, bersama senyum sederhana tersebut, sorot mata penuh ketajaman, juga menghiasi tatapan Theo kearah Zota. Jelas merasa terhormat memiliki seorang seperti Zota berada di dalam lingkarannya.
*Bugg…!!!
Tak lama setelah Zota menyelesaikan ikrar janjinya, Razak yang dari tadi diam, menatap penuh hikmat kearah Zota, segera mengambil sikap berlutut.
"Hmmmm… Razak! Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah sudah pernah kukatakan, bahwa di bawah lutut seorang lelaki, ada gunung emas! Jadi, jangan sembarang berlutut!" Ucap Theo.
"Boss! Aku tak sedang sembarang berlutut! Kau layak menerimanya!" Ucap Razak, dengan suara lantang. Memasang ekspresi wajah teguhnya yang khas.
Satu tindakan dan kata-kata yang segera membuat salah satu sudut terdalam hati Theo, tiba-tiba terasa hangat. Entah kenapa, melihat Razak yang sekarang, itu mengingatkan dirinya pada momen ketika ia berlutut di hadapan Masternya.
Momen di dalam Jurang Misterius yang menjadi titik balik hidup Theo. Ketika ia berlutut di hadapan Tiankong, tepat sebelum memasuki Gerbang Dosa untuk pertama kali.
"Bukan hanya Zota! Jika aku, Razak Khan! Keturunan terakhir Suku Osiris tak bisa memberi kontribusi penting, maka aku adalah orang yang tak tahu balas budi!"
"Layak dikutuk langit dengan kematian paling buruk yang pernah ada!" Seru Razak lantang. Sembari memukul keras dada dengan kedua Gauntlet ganda. Jelas terinsipirasi oleh aksi Zota sebelumnya.
"Berdiri!" Gumam Theo. Tepat ketika Razak menyelesaikan ikrarnya.
"Baik!" Jawab Razak singkat. Dengan cepat kembali berdiri. Masih menatap dengan tatapan teguh kearah Theo.
"Tak perlu bagi kalian berdua melakukan ikrar apapun! Karena sejak awal, aku sudah sangat percaya pada kalian berdua! Kepercayaan yang menjadi landasan dimana membuat aku tak ragu melakukan apapun agar kalian bisa bertahan dan terus bertambah kuat!" Ucap Theo.
"Hal ini juga berlaku pada setiap orang yang ada disini!" Lanjut Theo, seraya memandang dengan tatapan menyapu sekitar, melihat para anggota kelompok Bandit Serigala lain yang ada di lokasi.
"Meskipun memang beberapa diantara kalian harus terpasang segel Kontrak Tuan-hamba, namun seperti sering kukatakan, selama berada di dalam lingkaran yang sama, kupastikan tak akan pernah ada kerugian!"
"Aku adalah orang dengan sifat yang cukup sederhana, tetap di sebelahku, maka kita akan tumbuh kuat bersama, atau pilih menjadi musuhku, maka akan kuberi semua yang kupunya, untuk menghancurkanmu!" Tutup Theo. Dengan sorot mata penuh ketajaman yang memancar tak tertahankan.
"Seperti cermin!" Gumam Razak. Masih jelas mengingat nasehat pedoman hidup yang sempat disampaikan Theo kepadanya.
"Yah…! Seperti cermin!" Jawab Theo singkat.
"Sekarang, cukup simpan semua sikap melankolis kalian! Salurkan untuk nanti ketika sudah berada di medan pertempuran!" Lanjut Theo.
"Buat persiapan! Kita berangkat sore ini juga!" Tutup Theo.
----
Note :
"Ssstt...! Jangan lupa like dan komen, jika ada yang kelewatan, mungkin berkenan cek chapter2 terdahulu untuk menyempatkan!"
"Terakhir, bagi yang berkenan mendukung author, jangan lupa lemparan Mutiara Mana nya!"
"Yang masih bingung bagaimana caranya, silahkan follow akun Instagram SDC. @sevendeadlychild. Tinggal klik link di bio. Atau DM langsung, silahkan tanya apa saja berkaitan dengan SDC. tak perlu sungkan. Pasti akan saya balas." ^^