Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
53 - Aksi Sinbad


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Pulau Api Getaran. Markas Besar Aliansi 7 Lautan)


*Tap…!!!


*Tap…!!!


*Tap…!!!


Menggunakan kendali atas Mana Angin, Sinbad melakukan langkah ringan yang tampak begitu halus. Mendaki kearah puncak salah satu gunung berapi yang ada di Pulau Getaran Api.


Dalam perjalanan mendakinya, Sinbad yang hanya seorang diri, beberapa kali terlihat mengabaikan serangan-serangan Spirit Beast ganas penghuni gunung berapi. Terkesan sedang sedikit terburu-buru dan jelas menyimpan tenaga untuk suatu hal yang telah menantinya di puncak gunung berapi.


"Hmmmm…! Sedikit lagi sampai!" Gumam Sinbad. Menatap antusias kearah puncak gunung berapi yang terus mengepulkan asap tebal.


"Tak seperti pertemuan sebelumg-sebelumnya, kali ini aku sudah menyiapkan rencana serta bekal yang cukup matang untuk menghadapimu!" Tambah Sinbad. Bergumam pada udara kosong.


*Tap…!!!


Tepat ketika Sinbad masih memasang ekspresi wajah antusias dengan senyum lebar, langkahnya terhenti saat merasa telah sampai di suatu wilayah dekat dengan puncak gunung berapi.


*Woooshhhh…!!!!


Bersamaan dengan langkah Sinbad yang telah terhenti, satu hembusan hawa panas yang sangat pekat, secara tiba-tiba berhembus keluar dari dalam kawah.


Satu hembusan hawa panas yang hanya disambut oleh Sinbad dengan semakin melebarkan senyum. Sementara pada sekitar tubuhnya, aliran Mana Es mulai berderak dan membentuk satu balok Es padat. Sepenuhnya menyelubungi tubuh Sinbad.


Melindungi Kapten Perompak Naga Laut itu dari sergapan hawa panas yang kini bergerak menuruni kawah. Dalam bentuk kumpulan awan debu kehitaman yang terlihat sangat mengerikan, sesuatu yang keluar dari dalam kawah gunung berapi tersebut, menerjang tepat kearah dimana Sinbad sedang berdiri.


*Baaaammmmm…!!!


Tak berapa lama kemudian, suara benturan antar energi Mana terdengar nyaring ketika awan panas, telah sepenuhnya membekap Sinbad. Membuat sosoknya tak lagi terlihat. Tenggelam dalam terjangan ganas gelombang awan debu panas kehitaman yang sangat mengerikan.


Situasi berubah mencekam saat suara yang tertinggal, kini hanya menyisahkan suara dari pergerakan awan panas yang mulai membakar dan melelehkan lingkungan alam di sekitarnya.


Bahkan para Spirit Beast ganas penghuni gunung berapi berjumlah puluhan yang tadi sempat melakukan pengejaran pada Sinbad, kali ini terlihat sangat ketakutan.


Para Spirit Beast ini seketika kehilangan ekspresi liar di wajah masing-masing, sebelum akhirnya lari tunggang-langgang kembali menuruni gunung begitu melihat awan debu panas, mulai bergerak keluar dari dalam kawah.


Kengerian di sekitar lokasi kawah gunung berapi bertahan untuk beberapa saat, sampai tiba-tiba…


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Dua suara sabetan pedang, terdengar lantang dan begitu tajam melonjak keluar dari dalam kepulan awan panas.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Tak hanya menunjukkan ketajaman yang tiada tara, dimana selain berhasil memotong awan debu panas, dua sabetan pedang tersebut bahkan mampu memotong udara. Membuat sedikit riak getaran yang menyebabkan kondisi Mana Ruang yang ada di sekitar, tampak bergetar untuk beberapa saat.


Sebelum akhirnya, dua sabetan pedang, meledak keras ketika sampai ketinggian yang sangat jauh.


*Boooooommmmm…!!!


*Boooooommmmm…!!!


Meledak dengan hembusan dua aliran atribut Mana yang berbeda pada masing-masing sabetan pedang. Satu menyemburkan aliran Mana Tanah intens, sementara satu lagi membuat hembusan liar aliran Mana Api yang sangat ganas.


*Kraaakkkk…!!!


Tak berapa lama kemudian, ketika gumpalan awan debu panas telah berhasil ditebas oleh dua sabetan pedang, dari dalam kepulan debu, aliran Mana Es yang sangat bergelora, tiba-tiba meledak dengan dahsyat, seketika membekukan seluruh lingkungan sekitar. Termasuk gumpalan awan debu panas.


"Hehehe…! Bukankah sudah kukatakan, bahwa kali ini aku datang dengan persiapan!" Gumam Sinbad. Masih dengan senyum lebar yang menawan, sosoknya melangkah keluar dari reruntuhan Es.


Pedang di tangan kanan Sinbad terus mengeluarkan aura intens Mana Api yang sangat tak biasa. Begitu dalam, kuno, dan menggelora.


*Bzzzzzttt…!!!!


Aliran Mana Api, berubah dengan tambahan derak Mana Listrik merambat pada bilah pedang saat Sinbad mengalirkan Mana Angin yang ada di dalam Element Seednya, pada pedang di tangan kanannya tersebut.


Sementara di tangan kiri, Sinbad menggenggam pedang berbentuk indah lain yang terus mengeluarkan aliran Mana Tanah yang begitu dominan dan kokoh.


*Syyuuuuttt…!!!!


Seperti pada pedang di tangan kanan, Sinbad mulai mengalirkan Mana Air yang ada di dalam Element Seednya, menyebabkan bilah pedang, mulai memiliki corak Aliran Mana Lumpur.


*Kraaakkkk…!!!


Setelah mengaktifkan kemampuan terbaik dari dua bilah pedang yang sedang ia genggam, Sinbad meneruskan dengan mengeksekusi teknik Mana Es pada Dual Element Seed Angin dan Air dalam Ranah Jiwanya. Membuat seluruh tubuh Sinbad, kini diselubungi oleh es tipis jernih yang tembus pandang.


Satu teknik yang menyebabkan sosok Kapten Perompak Naga Laut tersebut, terlihat bagaikan patung es hidup yang sangat indah.


"Baiklah! Kita mulai saja! Raja gunung berapi! Aku datang!" Teriak Sinbad lantang. Sebelum membuat satu gerakan melompat yang disertai hujan es pada setiap lokasi yang ia lewati.


*Woooshhhh…!!!


Sosok Sinbad yang bagaikan dewa Surgawi turun dari langit, melakukan lompatan tinggi sebelum menghentakkan kaki dengan ringan pada udara kosong ketika sudah berada pada ketinggian tertentu dan bisa melihat bagian dalam kawah gunung berapi.


*Woooshhhh…!!!


Hentakan kaki ringan yang dilakukan oleh Sindad, nyatanya mampu memberi dorongan yang sangat luar biasa. Tubuh melayang Sinbad, segera menerjang jatuh dengan kecepatan tinggi menuju bagian dalam kawah gunung berapi.


Dan ketika sudah setengah jalan akan masuk kedalam kawah, Sinbad yang menatap tajam pada sesuatu di dalam kawah, melakukan gerakan menyilangkan dua bilah pedang. Menyentuhkan masing-masing bilah satu sama lain.


Gerakan menyilang tersebut, segera memberi efek bercampur antara Mana Api intens di pedang kanan, dengan Mana Tanah intens di pedang kiri. Membentuk satu kombinasi Mana Besi yang sangat padat.


Mana Besi padat yang baru saja tercipta, dengan cepat di ubah Sinbad menjadi satu bentuk lonceng besar yang terlihat begitu kokoh.


*Baaaangggg…!!!!


Menggunakan satu ayunan tangan keras, Sinbad melanjutkan aksinya dengan memukul keras aliran Mana berbentuk lonceng besi. Sebelum meneruskan terjangannya dengan berlindung di balik lonceng. Mengikuti pergerakan jatuh lonceng besi masuk kedalam kawah gunung berapi.


"Hahhaha…!!! Kali ini aku akan masuk! Aku akan menerobos pertahananmu!" Seru Sinbad lantang. Dari balik lonceng besi.


"GROOOOOAAAAHHH…!!!!!"


Seruan Sinbad, disambut dengan teriakan liar satu sosok Demonic Beast berbentuk Kura-kura dengan cangkang layaknya gunung berapi, dimana kini sedang berenang di dalam aliran lava kawah.


Sosok Demonic Beast tersebut, tampak sangat marah begitu Sinbad mulai bergerak memasuki area sekitar kawah, yang sepertinya adalah wilayah kekuasaan sang Demonic Beast.


Dalam kemarahannya, Demonic Beast Kura-kura, melemparkan aliran Mana Api mutasi yang memiliki bentuk awan debu panas dari dalam cangkangnya. Menerjang balik cepat kearah Sinbad.


Aliran awan debu panas yang kini dilempar oleh sang Demonic Beast, terlihat berbeda dari yang sebelumnya ia gunakan untuk menyerang Sinbad ketika baru sampai di wilayah sekitar kawah.


Karena kini, aliran awan debu panas, juga bercampur dengan aliran Mana Kegelapan ganas.


"Sialan!" Gumam Sinbad, saat menyadari kepekatan dari aliran Mana Kegelapan dari serangan pihak lawan.


Dengan cepat, Sinbad kembali memukul lonceng besi. Menambah kecepatan jatuh lonceng tersebut, memakai lonceng untuk menjadi penahan sementara. Sebelum dengan gesit, mengeksekusi teknik gerakan Mana Es, untuk bergerak kesisi lain.


*Boooooommmmm…!!!


Ledakan keras yang menimbulkan getaran hebat, segera terjadi saat lonceng besi, bertumbuk dengan awan debu panas berselimut Mana Kegelapan.


*Bammm…!!!


Disisi lain, Sinbad yang dengan cerdik memanfaatkan momentum terjangan gelombang kejut imbas dari benturan yang terjadi, mendarat pada salah satu lereng kawah gunung berapi.


"Akhirnya, aku berhasil mendarat di dalam kawah!" Seru Sinbad antusias. Sembari menatap tajam ke suatu arah. Tepatnya satu lokasi yang berada di belakang Demonic Beast berbentuk Kura-kura.


-----


Note :


Seperti biasa, hari minggu satu chapter. ^^


Info singkat serta ilustrasi dari wujud True Knight, bisa cek di postingan terbaru akun Instagram SDC. Sosok Thomas dalam imajinasi penulis juga tadi siang di posting.