Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
37 - Pulau Serigala


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Salah satu sudut Laut Merah)


Telah lewat 5 hari semenjak Kelompok Bandit Serigala melakukan pergerakan besar menyapu seluruh wilayah Laut Merah.


Saat ini, dipulau sederhana yang di berikan oleh pihak Eleanor Tribe kepada Bandit Serigala, dimana secara santai akhirnya disebut Theo dengan nama Pulau Serigala, Kelompok Bandit Serigala terlihat sedang sibuk menghitung rampasan perang.


Tak seperti ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat tersebut, Kelompok Bandit Serigala telah selesai merombak total keadaan pulau yang kini menjadi lokasi dimana Kemah Besar mereka berada.


Empat pelabuhan sederhana namun terlihat sangat kokoh, berdiri pada empat sudut mata angin. Pelabuhan Utara, pelabuhan barat, pelabuhan timur, dan pelabuhan selatan.


Sementara pada wilayah laut di sekitar empat pelabuhan, bertengger ratusan kapal besar yang merupakan kapal-kapal bekas milik para Perompak Laut Merah yang telah berhasil di kalahkan oleh kelompok Bandit Serigala.


Kapal-kapal ini, selain merupakan bentuk rampasan perang, juga terlihat layaknya piala perang yang saat ini sedang di koleksi oleh Theo. Entah kenapa semenjak menginjakkan kaki di wilayah Thousand Island, Theo seperti memiliki kegemaran untuk mengumpulkan kapal-kapal dari tiap lawan yang berhasil dikalahkan oleh kelompoknya.


Selain pelabuhan dengan kapal-kapal rampasan yang bertengger, sebuah benteng memanjang sederhana juga telah selesai di bangun. Menggunakan tiap pelabuhan di empat arah mata angin sebagai simpul utama, benteng yang dibangun oleh kelompok Bandit Serigala, tersambung satu sama lain mengelilingi garis pantai Pulau Serigala. Lengkap dengan menara pengawas yang ditempatkan pada beberapa sudut penting dimana memiliki daya pantau strategis.


Sementara di lepas pantai, juga pada lokasi empat mata angin, tertancap beberapa tiang raksasa yang penuh dengan ukiran formasi segel. Empat tiang ini merupakan mekanisme pertahanan pertama dari Pulau Serigala.


Dibangun atas pengawasan dan intruksi langsung dari Tuan Leluhur, memiliki kegunaan untuk memberi efek kabur bagi siapapun yang ada di luar wilayah parimeter tiang, dimana akan kesulitan mendapatkan visi atau melacak keberadaan Pulau tersebut.


Didalam wilayah laut parimeter tiang formasi sendiri, kapal-kapal penjaga perbatasan dari kelompok Bandit Serigala, terus bergerak memutar untuk mengamati situasi. Dengan pergerakan masif yang mereka lakukan, Theo tak ingin sedikitpun melonggarkan kewaspadaan. Karena jelas, Gaia Son Paviliun ataupun Dark Guild, tak akan bisa selamanya menahan pergerakan dari Aliansi 7 Lautan.


"Bagaimana? Panen kita kali ini harusnya cukup besar bukan?" Tanya Feizel. Kepada Oscana yang sedang sibuk mengkoordinir anggota Divisi Sumberdaya untuk menghitung serta mengalokasikan setiap sumberdaya yang di dapat, pada jenisnya masing-masing. Membagi tiap sumberdaya yang telah di hitung, untuk keperluan setiap Divisi lainnya.


Sebagian besar tanaman obat akan dialokasikan untuk Divisi Alchemy, sementara berbagai sumberdaya dasar penempaaan seperti logam dan serbuk pembakaran, akan dialokasikan untuk Divisi Forging.


Selain itu, Divisi Sumberdaya juga sibuk mengatur alokasi untuk keperluan pembagian hasil jatah mingguan bagi seluruh anggota kelompok Bandit Serigala. Karena tepat esok harinya, merupakan waktu dari agenda rutin pembagian sumberdaya mingguan akan berlangsung.


Baru setelah semua selesai dialokasikan untuk keperluan masing-masing, sisa dari sumberdaya rampasan perang yang berhasil didapat, akan masuk kedalam gudang harta. Menjadi kas utama Kelompok Bandit Serigala.


"Feizel! Sebaiknya kau jangan mengganggu dulu! Aku benar-benar sibuk untuk saat ini! Kembali saja besok saat waktunya pembagian jatah sumberdaya mingguan!" Jawab Oscana, dengan nada ketus. Merasa kehadiran Feizel benar-benar mengganggunya.


"Ohhhh… Wakil Pemimpin Divisi Sumberdaya yang terpelajar, sepertinya sedang dalam suasana hati cukup buruk! Jika memang memimpin Divisi Sumberdaya begitu membebani mentalmu, aku bersedia untuk menukar posisi!"


"Kau bisa menggantikanku untuk memimpin Divisi Ketertiban, sekaligus merangkap menjadi pemimpin pasukan penjaga keamanan pelabuhan utara!" Tanggap Feizel. Dengan satu senyum lebar serta tatapan cerah memandang kearah tumpukan Sumberdaya berharga yang ada di hadapannya.


Mendengar tawaran Feizel, Oscana segera menoleh kearahnya. Memandang dengan tatapan mencemooh.


"Orang sepertimu memimpin Divisi Sumberdaya?" Tanya Oscana.


"Omong kosong! Bahkan orang seperti Thomas, disingkirkan oleh Boss Besar! Dijadikan sebagai Wakil Pemimpin Divisi Pendobrak dari pada harus menjadi Wakil Pemimpin Divisi Sumberdaya!"


"Hahahhahha….! Kata-kata yang kejam! Tapi aku tak akan menyangkalnya!" Jawab Feizel. Sama sekali tak merasa tersinggung, justru tertawa lantang.


"Sudahlah! Sebenarnya apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau adalah yang bertanggung jawab pada pelabuhan utara? Jika Boss Besar tahu kau seenaknya meninggalkan pos, aku tak akan terkejut saat jatah mingguanmu di potong! Bahkan mungkin tak di berikan untuk minggu ini!"


"Kau tahu sendiri Boss Besar cukup tegas dalam masalah tugas dan tanggung jawab!" Ucap Oscana.


"Ohhhh… Aku tak sedang meninggalkan tugas! Justru Boss Besar yang tadi memberi intruksi agar aku menghadap dan menunggunya disini!" Jawab Feizel.


Bertepatan dengan kalimat yang diucapkan oleh Feizel, dari arah kemah rapat yang memang berada tak terlalu jauh dari gudang harta tempat divisi Sumberdaya bekerja, Theo berjalan mendekat di temani Guan Zifei, Zhou Kang, serta Iris.


"Boss! Akhirnya kau datang!" Ucap Feizel, begitu melihat Theo.


"Hmmmm… Boss, cukup tepat waktu! Jika terlalu lama si Feizel berada disini, aku benar-benar akan stres terus mendengar ocehannya!" Tanggap Oscana.


"Diam kau b*jingan! Aku hanya mengucapkan beberapa kata! Itu kau mungkin yang terlalu terbebani secara mental! Bekerja beberapa hari terus menghitung sumberdaya!" Sahut Feizel.


"Hahhahaha…! Ada apa? Kenapa kalian berdua terlihat begitu bersemangat!" Ucap Theo, saat melihat Feizel dan Oscana mulai saling menghardik.


"Sudahlah Boss! Sebaiknya lekas bawa orang ini pergi!" Jawab Oscana.


"Hahahha…! Oscana, sepertinya apa yang di katakan oleh Feizel ada benarnya! Lihatlah wajahmu itu! Sangat lusuh!" Ucap Theo.


"Ambil istirahat sejenak! Jangan memaksakan diri! Setelah ini aku akan memberi intruksi kepada Hella dan Gerel, untuk turut serta membantu Divisi Sumberdaya! Karena kulihat, mereka berdua tak terlalu banyak pekerjaan!" Lanjut Theo. Merasa dalam beberapa hari belakangan, Hella dan Gerel sering kali secara sembunyi-sembunyi, mengikutinya tanpa alasan yang jelas.


"Ngomong-ngomong, kemana perginya Syakira? Bukankah ia biasanya membantu pekerjaanmu?" Tanya Theo kemudian.


"Dalam beberapa hari belakangan, ia sering diajak Tuan Sasi untuk ikut bersamanya melatih Razak. Bersama juga dengan Tuan Leluhur!" Jawab Oscana.


"Ahhh… Begitu?" Gumam Theo, dengan intonasi nada sedikit tertarik. Kemudian ganti menatap kearah Feizel.


"Baiklah Feizel, alasan aku memanggilmu kesini, itu karena aku ada urusan dengan para tahanan yang ada di penjara! Khususnya kumpulan Kapten Perompak yang kita tawan!" Ucap Theo.


"Jadi sekarang, bisakah kau pergi membuat pengaturan, agar para Kapten ini dikumpulkan pada area tanah lapang yang telah kusiapkan tak jauh dari pelabuhan utara?" Tanya Theo.


"Hmmmm… Tak masalah Boss! Jika sudah menyangkut masalah tawanan dan penjara, itu memang sudah menjadi tugasku sebagai Wakil Pemimpin Divisi Ketertiban!" Jawab Feizel.


"Bagus! Kalau begitu, aku akan pergi dulu dan menunggu di lokasi!" Ucap Theo.


"Aye-aye Boss!" Tanggap Feizel. Meniru kata-kata umum yang sering digunakan oleh para anggota Perompak. Semenjak memasuki wilayah Thousand Island, Ia tampak sangat antusias pada segala macam hal berhubungan dengan Perompak.


*Tap….!


Dengan ekspresi wajah khasnya yang selalu terlihat antusias, Feizel bergerak cepat meninggalkan tempat.


----


Note :


Yuk yang belum follow akun ig SDC. Kedepan akan rutin ada ilustrasi karakter tiap harinya ^^