
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Aku ingin kalian membawa kami ke lantai 3!" Ucap Theo. Seraya menaruh sebuah Spacial Ring diatas meja stan.
"Maaf tuan?" Tanya gadis muda penjaga stan. Tampak masih sedikit kurang mengerti dengan maksud kata-kata Theo.
Pertanyaan yang justru disambut oleh Theo dengan kerutan kening.
"Apa sebuah Spacial Ring ini masih belum cukup untuk membuat kami memiliki kualifikasi bisnis level 5 dilantai 3?" Tanya Theo. Seraya melakukan gerakan mengayunkan tangan. Mengeluarkan dua lagi Spacial Ring dari dalam gelang ruang-waktu.
"Maksudnya, anda ingin menjual item ruang penyimpanan yang disebut Spacial Ring ini pada kami?" Tanya Gadis muda penjaga stan.
Pertanyaan yang dilontarkan oleh sang gadis, saat ini juga terngiang di kepala Gugio dan Gris. Keduanya menatap dengan pandangan menyayangkan pada tiga buah Spacial Ring yang kini tergeletak di atas meja stan.
"Yah, bukankah sudah jelas? Apakah itu perlu di tanyakan lagi? Atau kalian tidak menginginkan bisnis ini?" Tanya Theo balik. Dengan raut wajah santai.
"Ti-Tidak! Sama sekali tidak benar! Bukan seperti itu maksud saya! Kami jelas menginginkan bisnis ini!" Jawab gadis muda penjaga stan. Tampak agak panik.
Senyum manipulatif yang dari tadi sengaja dipasang oleh sang gadis pada wajahnya, dimana merupakan salah satu trik yang biasa digunakan para pedagang untuk mempengaruhi mental mitra bisnisnya, seketika lenyap tak bersisa begitu mendengar pertanyaan manipulatif balik dari Theo.
"Bagus! Kalau begitu! Segera antar kami ke lantai 3!" Ucap Theo.
"Dan sebagai tambahan! Katakan pada manajermu, atau siapapun itu yang memimpin tempat ini, untuk secara pribadi datang dan menemani kami!" Tambah Theo. Masih dengan nada bicara yang datar, terkesan terlalu santai.
"Tuan? Manajer?"
Mendengar kalimat terakhir Theo yang meminta sang manajer menemaninya secara pribadi, gadis muda penjaga stan jelas semakin di buat bingung. Merasa Theo kali ini agak berlebihan.
Tak hanya gadis muda penjaga stan, bahkan Gugio dan Gris yang menemani, juga terlihat terkejut mendengar kata-kata Theo.
Namun, melihat pembawaan Theo yang saat ini tampak sangat tenang, baik itu Gris ataupun Gugio, justru mulai memiliki pemikiran liar.
'Apakah Tuan Muda Theo sebenarnya adalah Hunter kelas tinggi dari Paviliun Harta cabang besar yang sedang menyamar? Berpura-pura tak tahu segalanya!' Gumam Gris dalam hati.
Gris berfikir bahwa Theo adalah Hunter kelas tinggi Paviliun Harta yang sedang menyamar.
Disisi lain, Gugio memiliki pemikiran lebih liar lagi. Pria tua itu berspekulasi bahwa Theo bukan hanya Hunter kelas tinggi, melainkan petinggi Paviliun Harta itu sendiri. Petinggi yang sedang menyamar dan tengah melakukan sidak pada cabang kecil Kota Zordan ini.
Sementara itu, Theo yang menyadari bahwa tiap orang sedang menatapnya dengan berbagai macam jenis tatapan, mulai mengerutkan kening.
"Tunggu apa lagi? Antar kami kelantai tiga!" Ucap Theo.
"Dan masalah manajer, jika bahkan Spacial Ring sederhana ini begitu membuatmu tertarik, katakan pada sang Manajer, aku memiliki beberapa item tambahan yang lebih berharga dari Spacial Ring!"
"Jadi, jika dia tertarik untuk menjalin bisnis, maka datang sendiri untuk berbicara denganku! Sembari aku ingin melihat koleksi sumberdaya yang kalian jual dilantai tiga Bisnis level 5!"
"Bila dilantai tiga ada sumberdaya yang memang membuatku tertarik, tentu saja aku akan menambah kesepakatan bisnis dengan kalian! Bukan hanya sebagai penjual, tapi juga pembeli!" Tutup Theo.
Gadis muda penjaga stan, terkesima beberapa detik begitu Theo menyelesaikan kalimatnya. Pembawaan Theo yang begitu tenang dan anggun, membuat sang gadis kini merasa sedang berhadapan dengan pedagang senior yang telah sangat berpengalaman.
Reaksi sang gadis sendiri, segera mendapat lirikan tajam dari Theo.
"Jika sampai detik berikutnya aku selesai berbicara kau masih diam disana, maka aku akan menyimpulkan bahwa Paviliun Harta tak tertarik dengan tawaranku!" Ucap Theo. Memasang wajah tak peduli.
"Ahhh…!!"
Tanpa memberi tanggapan apapun, bahkan tanpa sempat berkedip, sang gadis meninggalkan tempat. Jelas sedang menuju ruang pribadi manajernya.
Namun, dalam langkah tergesa gadis tersebut, ia masih menyempatkan untuk memberi tanda pada beberapa petugas agar mengantar rombongan Theo menuju lantai 3.
"Tuan! Silahkan!" Ucap petugas. Memberi arahan.
"Hmmmm…!"
Theo berjalan untuk menuju arah yang di tunjuk sang petugas. Sementara Gugio dan Gris yang sama sekali tak tahu harus bersikap seperti apa, hanya bisa terdiam canggung memandang punggung Theo. Sebelum mengikuti di belakang.
***
(Lantai 3, stan bisnis level 5)
"Wah! Pelanggan! Selamat datang!" Ucap sebuah suara yang terdengar sangat serak. Segera menyambut begitu rombongan Theo sampai dilantai 3 dan terlihat berjalan menuju stan bisnis level 5.
Tak seperti stan penjaga lantai dasar yang menurut Theo ditugas-jagakan pada seorang gadis muda tak berpengalaman, stan bisnis level 5 di lantai 3, dijaga oleh seorang wanita sepuh yang memiliki sorot mata licik. Sorot mata khas milik para pedagang senior.
'Hmmmm… Sorot mata licik yang entah kenapa membuatku jadi sedikit rindu dengan si Gendut Thomas!' Gumam Theo dalam hati.
Tepat ketika rombongan Theo telah berdiri di depan meja stan bisnis level 5, petugas yang sebelumnya mengantar Theo, terlihat membisikkan sesuatu ke telinga wanita sepuh.
Sementara Theo sendiri, kini mulai sedikit melepas aura tipis. Mencoba untuk mengukur kedalaman aura dari wanita tua yang ada di balik meja stan.
Namun, begitu aura tipis Theo menyentuh tubuh wanita tua, wanita tersebut yang masih mendengar bisikan dari petugas lantai dasar, kini memasang senyum tipis sembari menatap kearah Theo.
"Anak muda! Itu tidaklah sopan!" Ucap sang wanita tua. Sembari mempertajam tatapan matanya.
"Ohhh… Maaf! Hanya penasaran!" Jawab Theo singkat. Menarik lagi auranya. Bersama dengan itu pula, ia membalas senyum tipis dari sang wanita tua, dengan senyuman balik nan sederhana.
'Dari reaksi serta keluwesan dalam merasakan aura, jelas wanita ini adalah Hunter kelas tinggi! Setidaknya Hunter Gerbang Hitam awal!'
'Dengan kata lain, seorang Emperor tahap awal kalau menggunakan ukuran kultivasi Gaia Land!' Gumam Theo dalam hati. Mempertahankan senyum sederhana di wajah.
"Ohhh…?"
"Item ruang penyimpanan yang tak biasa?" Ucap sang wanita tua, saat petugas lantai satu, selesai memberi laporan berbisik-nya.
"Anak muda! Boleh aku melihat item ruang penyimpanan yang hendak kau jual?" Tanya wanita tua.
"Hmmmm… Sebelumnya, boleh aku tau nama senior? Junior ini sendiri, bisa anda panggil dengan nama Theo!" Ucap Theo. Mencoba bersikap sopan, namun tetap mempertahankan pembawaan tenang nan berwibawa-nya.
"Wahh… Pemuda yang menarik! Sangat jarang digenerasi ini, ada seorang pemuda yang masih mengindahkan tradisi kesopanan gaya lama!" Jawab sang Wanita tua. Semakin melebarkan senyum di wajahnya.
"Tuan muda Theo, wanita tua di hadapanmu ini, memiliki nama Esta! Kau bisa memanggilku dengan sebutan Madam Es! Tetua ke-29 Paviliun Harta!" Ucap wanita tua. Memperkenalkan diri balik kepada Theo.
"Te-tetua? Madam Es?"
Theo belum sempat memberi balasan apapun, sampai suara Gugio yang terdengar agak bergetar. Tiba-tiba memotong obrolan.
Theo melirik Gugio untuk sesaat, hendak menanyakan tentang kenapa reaksinya menjadi tak biasa begitu mendengar nama Madam Es.
Namun, lagi-lagi Theo harus menelan lagi kalimat yang telah ia siapkan. Sebuah langkah kaki yang terdengar agak terburu, berjalan menaiki tangga lantai 3.
"Madam Es! Salam!"
"Ohh…! Manajer!" Jawab Madam Es.
---
Note :
Hati-hati, ada Thomas!