
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Theo berjalan mengikuti Gugio yang memimpin di depan. Sementara Gris, menemani tepat di sebelahnya. Gadis ini tampak terus berbicara mengenalkan kota yang saat ini sedang mereka kunjungi.
Dari Gris, Theo mendapat beberapa informasi menarik. Pertama nama kota, entah kebetulan atau apa, itu adalah Zordan. Nama yang sama dengan kota Gurun Zordan yang ada di Gaia Land tempat Theo berasal.
Hanya saja, jika kota Gurun Zordan berjalan sangat tertib dan teratur, itu berbanding terbalik dengan Kota Zordan di Tartarus Land ini.
Tata kota tampak semerawut, seperti tiap orang hanya sekedar menumpuk beberapa batu untuk dijadikan sebagai sebuah tempat tinggal atau toko.
Selain itu, begitu Theo memasuki gerbang kota, aroma bau anyir darah Demonic Beast, segera hinggap di hidungnya. Bagaimana tidak, hampir setiap pedagang yang membuka gerai di kota ini, merupakan para penadah sumberdaya yang berasal dari mayat-mayat Demonic Beast.
Theo kini bisa sedikit mengerti kenapa manusia yang mampu menapaki jalan kultivasi di Tartarus Land, disebut sebagai Hunter. Karena memang pekerjaan utama setiap kultivator di dunia ini, adalah melakukan perburuan.
Memburu para Demonic Beast yang jumlahnya sangat amat banyak di Tartarus Land, untuk kemudian menjual bagian tubuh Demonic Beast yang berhasil mereka buru, kepada penadah-penadah yang ada di kota-kota besar seperti kota Zordan ini.
Theo sendiri, sebenarnya sama sekali tak terganggu dengan situasi kota Zordan. Ia justru tampak tertarik setiap waktu. Bagaimanapun juga, di Gaia Land, Demonic Beast adalah makhluk yang langka. Sangat sulit di temukan.
Kini, ketika berada di Tartarus Land, kemanapun mata memandang, Theo akan bisa melihat gerombolan Demonic Beast sedang melakukan migrasi atau sedang membangun sarang.
Di kota Zordan, lebih menarik lagi. Karena bagian-bagian tubuh Demonic Beast yang berharga dan bisa di jadikan bahan obat atau bahan penempaan, sedang terpajang pada bagian depan tiap-tiap gerai yang ia lewati.
Beberapa gerai bahkan terlihat belum selesai melakukan pemilahan. Memotong-motong mayat Demonic Beast untuk memisahkan bagian-bagian tubuh berharga yang merupakan sumberdaya penting.
Theo mulai membayangkan, jika saja sumberdaya-sumberdaya dari tubuh Demonic Beast yang sedang terpajang pada gerai-gerai kumuh kota Zordan Tartarus Land ini ikut serta pada lelang Gaia Treasure di Gaia Land, itu pasti akan menjadi kehebohan besar. Setiap pemilik gerai, bisa dipastikan akan menjadi konglomerat dadakan.
Theo masih mengamati dengan pemikiran berandai-andai. Sampai tiba-tiba, ia menyadari sesuatu yang menurutnya tak biasa.
"Hmmmm… Gris, daging-daging itu juga di jual sebagai sumberdaya?" Tanya Theo. Saat menyadari tak hanya anggota tubuh penting Demonic Beast yang terpajang, namun juga daging-daging segar yang mempunyai berbagai warna berbeda.
Pertanyaan Theo, segera disambut Gris dengan kerutan kening. Gadis tersebut memasang ekspresi wajah heran untuk sesaat.
"Tuan muda, apakah ini tes pengetahuan dasar lagi?" Tanya Gris. Dengan nada aneh.
Pertanyaan balik dari Gris, tak mendapat tanggapan apapun dari Theo. Ia hanya mempertahankan senyum tipis sederhana di wajahnya.
"Tuan muda, itu adalah hal yang umum saat seorang Hunter mengkonsumsi daging Demonic Beast." Ucap Gris, meskipun tampak bingung dengan tanggapan diam dari Theo, gadis itu memutuskan untuk mulai menjelaskan.
'Mengkonsumsi daging Demonic Beast?' Gumam Theo dalam hati. Menjadi heran.
Bagaimanapun juga, Demonic Beast adalah makhluk yang sarat akan Mana Kegelapan. Jenis atribut Mana paling destruktif.
Para Demonic Beast, bertahan hidup dan terus bertambah kuat dengan mengolah atribut Mana dasar milik mereka, dengan Mana Kegelapan yang bercampur dalam ranah jiwanya.
Fakta inilah yang menjadi penyebab di Gaia Land tempat Theo berasal, tak ada yang akan berani mengkonsumsi daging Demonic Beast sebagai bahan makanan.
Memakan daging Demonic Beast, adalah tindakan bodoh yang akan menyebabkan Meridian dan Ranah Jiwa rusak oleh aliran Mana Kegelapan.
Kini, mendengar dari mulut Gris bahwa memakan daging Demonic Beast bagi penduduk Tartarus Land yang menapaki jalan sebagai Hunter adalah hal umum dan cukup biasa, Theo tentu saja menjadi heran, bukan hanya heran. Ia terkejut.
"Bagaimana kalian bisa mengatasi terjangan dari aliran Chi Kegelapan ketika mengkonsumsi daging Demonic Beast?" Tanya Theo. Reflek. Ia juga mengganti sebutan Mana dengan Chi, agar seusai bagi Gris yang merupakan penduduk Tartarus Land.
"Mengatasi? Tuan muda! Bukankah di tubuh setiap orang juga mengalir Chi Kegelapan?" Tanya Gris balik.
Satu pertanyaan yang segera disambut Theo dengan mengerjapkan mata beberapa kali. Tampak berhasil menangkap sesuatu.
Dengan tatapan sekilas, Theo mulai melakukan pemindaian cepat pada tubuh Gris. Dilanjutkan dengan menyebar jangkauan pindaiannya. Gugio, kemudian orang-orang acak di sekitar. Setelah melakukan pemindaian, Theo akhirnya menyadari sesuatu yang sempat terlewat olehnya.
'Setiap orang yang tinggal di Tartarus Land, memiliki atribut Kegelapan mengalir dalam tubuhnya!' Gumam Theo dalam hati. Saat melihat dalam tubuh tiap orang, selain atribut Mana dasar, itu juga akan selalu memiliki Mana Kegelapan. Meskipun memang tak terlalu padat.
"Hmmmm…!"
Theo kemudian mulai berspekulasi tentang alasan kenapa para penduduk Tartarus Land, dengan cukup aneh memiliki Mana Kegelapan mengalir normal dalam tubuh masing-masing.
Spekulasi Theo, ada pada udara di Tartarus Land yang sungguh pekat dengan aliran Mana Kegelapan. Menyebabkan setiap orang yang hidup di dunia ini, berakhir memiliki aliran Mana Kegelapan menjadi satu dengan tubuhnya.
Situasi Tartarus Land, mau tak mau mengingatkan Theo pada seseorang yang telah lama pergi.
'Di Gaia Land, meskipun kasusnya agak berbeda, mungkin hanya Arthur satu-satunya yang memiliki kondisi hampir mirip. Hanya saja, Mana Kegelapan bocah itu lebih pekat karena berasal dari Element Seed langsung!' Lanjut Theo. Mengingat kondisi Arthur yang memiliki Broken Dual Element Seed Api dan Kegelapan.
Theo masih jatuh pada perasaan nostalgia, mengingat sosok Arthur. Membayangkan seberapa kuat bocah itu bisa tumbuh jika ia terlahir sebagai penduduk Tartarus Land. Sampai Gris melanjutkan penjelasan.
"Setiap Hunter yang memakan daging Demonic Beast, akan mendapat manfaat. Itu menyebabkan aliran Chi Kegelapan di tubuh mereka menjadi lebih pekat!" Ucap Gris.
"Dengan semakin pekatnya aliran Chi Kegelapan dalam tubuh, kualitas Meridian dan juga Ranah Jiwa juga akan meningkat!"
"Dan untuk seberapa pekat Chi Kegelapan berhasil meningkat, itu akan tergantung dari kualitas daging Demonic Beast yang mereka makan! Semakin tinggi kelas Demonic Beast, maka semakin pekat pula peningkatan aliran Chi dalam tubuh!"
"Jadi, daging Demonic Beast bisa dikatakan adalah salah satu sumberdaya penting bagi perkembangan seorang Hunter! Oleh karena itu, kami tak menjual daging Kelabang Haus Darah! Berencana mengkonsumsinya sendiri untuk para Hunter Desa!" Tutup Gris.
Tepat ketika Gris menutup kalimatnya, Theo segera memasang raut wajah cerah. Seolah baru saja telah menemukan harta karun.
'Informasi yang benar-benar menarik! Datang di saat yang benar-benar tepat pula!' Gumam Theo dalam hati.
"Kita sampai!" Ucap Gugio tiba-tiba. Membangunkan Theo dari pemikirannya.
Mendengar kata-kata Gugio, Theo yang sempat menunduk, jatuh pada beberapa pemikiran dan ide-ide tertentu, mulai mengangkat wajah.
"Paviliun Harta!" Ucap Gugio, memperkenalkan tempat yang ada di hadapan rombongan tiga orang tersebut.
----
Note :
Hati-hati di geprek Thomas!