
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*** BONUS CHAPTER ***
"Ini buruk!" Gumam Sinbad. Ekspresi wajahnya berubah sangat serius ketika menyadari makhluk liar di hadapannya, telah memasuki mode Berserk.
'B*jingan! Dalam kondisi normal saja sangat sulit menghadapi Demonic Beast ini! Sekarang malah ia memutuskan untuk masuk mode Berserk!'
'Kenapa kau tak mati secara biasa saja sialan!' Umpat Sinbad dalam hati.
Sinbad pantas menjadi kesal sekaligus panik, bagaimana tidak, dengan telah dikonsumsi tanaman berbentuk gingseng putih sebelumnya, ia kini sudah hampir kehabisan semua simpanan di balik lengan bajunya. Hanya menyisakan beberapa yang jelas tak terlalu berguna menghadapi situasi terkini.
Belum lagi di tambah dengan fakta Demonic Beast Kura-kura memutuskan untuk mengambil mode Berserk tepat ketika sudah sekarat dan nyawanya hendak melayang.
Meskipun tahu bahwa mode Bersek tak akan bertahan terlalu lama, namun tetap saja itu akan menjadi situasi yang jelas mengancam nyawa, mengingat dalam kondisi normal saja Demonic Beast Kura-kura sudah merupakan Demonic Beast kelas tinggi. Penguasa tunggal Pulau Api Getaran yang ganas.
'Oe Sinbad! Kau tahu bukan, jika dirimu itu bisa meminta bantuanku kapan saja?'
Sinbad masih memasang wajah serius, ketika secara tiba-tiba, pedang di tangan kirinya bergetar hebat untuk beberapa saat. Dilanjutkan dengan suara bernada aneh, terdengar keluar dari dalam pedang.
"Hmmmm… Gryphon! Godaan yang cukup bagus! Di waktu yang sangat bagus juga!" Dengus Sinbad. Sembari menatap kearah pedang di tangan kirinya. Dimana dari awal sejak di tarik keluar dari sarungnya, terus memancarkan Aliran Mana Tanah yang terasa begitu pekat dan kuno. Sangat mendominasi.
Sinbad baru menyelesaikan kalimatnya, sampai tiba-tiba, pedang di tangan kanan, ikut bergetar.
'Sinbad! Tawaran yang sama jelas berlaku disini!' Ucap satu suara lain yang juga terdengar bernada intonasi aneh. Keluar dari dalam pedang tangan kanan Sinbad yang tak henti memancarkan aliran Mana Api penuh dominasi.
"Ohhh…! Kini sang Vermillion yang perkasa juga ingin menawarkan godaanya!" Gumam Sinbad. Menatap tajam pedang bercorak kemerahan yang ada di tangan kanannya.
"Namun, kalian tahu, jelas aku akan menolak! Itu hal bodoh menyerahkan satu tingkat kultivasi pada kalian!" Lanjut Sinbad.
"GROOOOOAAAAHHH…!!!"
*Booommmm…!!!
*Booommmm…!!!
*Boommmm…!!!
Tepat ketika Sinbad menolak entah tawaran apa itu dari dua suara aneh yang terdengar di dalam dua pedangnya, Demonic Beast Kura-kura yang telah dalam kondisi Berserk, mulai melancarkan serangan-serangan ganas. Molontarkan deru gelombang debu panas dengan intensitas luar biasa dari dalam mulutnya.
*Woooshhhh…!!!
Sinbad yang menjadi target serangan, masih bersusah payah menghindari serangan-serangan yang terarah padanya, sampai tiba-tiba, Demonic Beast Kura-kura yang dari awal pertempuran tak pernah beranjak dari lokasi tempat ia berendam dalam lahar panas, menjaga telur aneh di gundukan tengah kolam, melakukan gerakan berenang membelah danau lahar. Menerjang kearah dimana Sinbad berada.
"Ohhh…!!"
Melihat kejadian ini, Sinbad yang sebenarnya sudah sempat berfikir untuk menerima tawaran dari salah satu suara aneh dalam dua pedangnya, seketika memasang raut wajah cerah. Sekelebat tatapan tajam, menghiasi kedua mata Kapten Perompak Naga Laut tersebut ketika melihat telur yang kini tanpa penjagaan.
"Dengan mengambil kondisi Berserk, kau akhirnya kehilangan kesabaran hah? Diburu waktu untuk bisa membawaku mati bersamamu?" Gumam Sinbad.
Kemudian tanpa menunda, Sinbad melakukan beberapa gerakan mengayunkan tangan. Mengeluarkan beberapa Sumberdaya beratribut es. Dengan lahap memakan semua sekaligus.
*Woooshhhh…!!!!
Sekali lagi, simpanan Mana Sinbad kembali penuh. Ia berubah dalam bentuk patung Es. Dimana sepertinya merupakan teknik andalan Sinbad yang berguna untuk menambah kecepatan serta kegesitan dalam melakukan manuver gerakan.
*Kraakkk…!!!
*Boooommm…!!!
Tubuh Sinbad membeku, tepat ketika Demonic Beast Kura-kura menghujam lokasi tempat Kapten Perompak Naga Laut tersebut berdiri.
*Taappp…!!!
*Taaappp…!!!
*Tapp…!!!
Namun, ketika kepulan debu masih bertebaran, Sinbad menerobos keluar dari balutan lautan debu. Melakukan langkah-langkah indah memanjat udara yang ia bekukan dengan gerakan gesit kedua kakinya.
"GROOOOOAAAAHHH…!!"
Melihat kejadian itu, Demonic Beast Kura-kura raksasa yang kini sosoknya berubah sangat menyeramkan, dimana terlihat tubuhnya mulai retak di beberapa bagian, segera berteriak marah dengan seruan ganas.
Aliran Mana liar kembali bergejolak saat sang Demonic Beast yang tak bisa mengejar Sinbad di atas udara, mulai menembakkan letupan-letupan debu panas intens dari dalam mulutnya.
*Booommmm…!!!
*Booommmm…!!!
*Booommm…!!!
Sinbad yang kini memanjat udara, tampak hanya berfokus untuk menghindari setiap serangan. Sepenuhnya tak melakukan serangan balik. Mengabaikan Demonic Beast Kura-kura, ia hanya terus bergerak menunju satu tempat. Yakni area tengah lahar yang terdapat gundukan kecil. Tempat dimana telur es berada.
"GROOOOOAAAAHHH…!!!"
*Woooshhhh…!!!
Disisi lain, melihat tindakan Sinbad, Demonic Beast Kura-kura kembali berteriak liar. Kemudian berenang cepat membelah kolam lava untuk berusaha mendahului Sinbad.
"Hahhaahha…! Kau tak akan sempat!" Seru Sinbad lantang. Merasa tindakan frustasi sang Demonic Beast untuk kembali ke lokasi gundukan, adalah hal yang lucu.
*WUUNGGG…!!!
Seolah mengerti kalimat ejekan yang diserukan Sinbad, Demonic Beast Kura-kura sekali lagi berteriak marah. Sebelum aliran Mana dengan tekanan maha dahsyat, terfokus pada mulutnya.
"Kau b*jingan!" Maki Sinbad, begitu merasakan tekanan maha kuat, saat ini mengunci punggungnya.
*Taaapp…!!
*Taapp…!!!
*Tapp…!!!
Sinbad yang merasa nyawanya kini dalam bahaya, dengan segenap tenaga menambah kecepatannya.
*BOOOOOOMMMMM…!!!!
Sampai kemudian, ketika suara mendengung yang menyebar dan terdengar memekakkan telinga dari upaya menghimpun Mana yang di lakukan oleh Demonic Beast Kura-kura telah berhenti, satu suara lain yang kali ini terdengar seperti ledakan dahsyat, menggema keras.
*Woooshhhh…!!!
"Uuuhhh…!!!"
Tubuh Sinbad terhempas bahkan sebelum debu panas dahsyat yang dilontarkan Demonic Beast Kura-kura menyentuh punggungnya.
*Baaammmm…!!!
Namun, hempasan yang menerpa tubuh Sinbad, justru menambah kecepatan gerakannya saat ia terlontar keras. Berakhir mendarat pada gundukan tanah tempat telur es berada.
"Uhuuukkk…!!"
Sinbad batuk darah, menekan dadanya yang terasa sangat sakit. Menatap penuh kengerian pada kepulan debu panas yang sebentar lagi akan menerpa tubuhnya.
*Wuuungg…!!!
Akan tetapi, tepat ketika serangan Demonic Beast Kura-kura akan benar-benar melahap tubuhnya, satu dengunan keras yang membawa aliran Mana Es intens, menyebar luas. Berasal dari dalam telur.
*Kraaakkk…!!!
Aliran Mana Es meluas tak tertahankan. Membekukan apapun itu yang ada di radius sebarannya. Entah itu serangan debu panas, Demonic Beast Kura-kura, bahkan seluruh kawah puncak gunung berapi, sepenuhnya membeku total.
"Waahhhh…!!!" Gumam Sinbad. Yang kini berada dalam sebuah kubah es sekitar gundukan tempat telur berada saat melihat kebekuan total pada lingkungan di hadapannya.
"Hmmmm…??"
Masih menatap takjub lingkungan sekitar yang menurutnya sangat indah, Sinbad tiba-tiba mendengar satu suara yang memanggil. Suara yang mendorongnya untuk menyentuh telur es.
*Tuk…!!!
Sinbad menyarungkan kedua pedang, sebelum menggunakan ujung jari tangan kanan, menyentuh cangkang telur.
*Woooshhhh…!!!
"Apa-apaan!" Seru Sinbad. Saat merasa aliran Mana Es dalam Element Seednya, secara intens di serap oleh telur yang sedang ia sentuh.
"Sialan! Ia tak mau melepaskan!" Dengus Sinbad, ketika usaha menarik tangan nyatanya tak berhasil.
Menjadi panik, Sinbad yang merasa simpanan Mananya yang merupakan seorang Emeperor tahap Bumi dengan cepat mulai terserap habis, mengeluarkan semua sisa sumberdaya berharga dari dalam Spacial Ring. Dengan tangan kiri yang masih bebas, ia menelan satu persatu ketika merasa simpanan Mananya akan habis. Terus mengusi ulang secara berkala.
*Kraaakkk…!!!
Sampai akhirnya, setelah beberapa waktu berlalu, tepat ketika Sinbad menelan sisa sumberdaya berharganya yang terakhir, cangkang telur mulai retak.
*Kraakk…!!!
*Kraaakkk…!!!
*Kraaakkk…!!!
Retakan-retakan bertambah banyak dan memanjang.
*Pyaaarr…
Cangkang terpecah ketika sesosok makhluk terbang keluar dari dalam telur. Seekor burung dengan bulu-bulu putih bersih terbang mengitari kepala Sinbad untuk beberapa saat, sampai akhirnya terbang menukik turun untuk memberi patukan pada punggung telapak tangan kanan Kapten Perompak Naga Laut tersebut.
Bersama patukan sang burung, tatto segel aneh mulai tergambar. Diiringi dengan aliran informasi memasuki kepala Sinbad.
"Guardian Beast! White Condor!" Gumam Sinbad.
"Kwaaakkk…!!!"
Bertepatan Sinbad menggumamkan informasi yang baru saja ia dapat, White Condor kecil berteriak riang. Kemudian terbang memasuki tatto segel.
-----------
Note :
Bonus chapter kali ini saya persembahkan untuk kawan pembaca :
- Pandhu bahari
- Kyubi1133
- Arifin
- Taufik nur Ihsan
Terimakasih atas lemparan Mutiara Mana dari kalian, semoga dikembalikan oleh Tuhan YME dalam bentuk kelancaran rejeki dan dipermudah segala urusannya.
Big Love...!!!