
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*Tapp…!!!
Theo melangkah keluar dari dalam portal, memijak pada lantai ruang dimana sebelumnya merupakan tempat ia bersama kelompok yang tertarik masuk kedalam Kastil Raja Dewa Air berada.
Portal ruang Theo sendiri masih tetap aktif meskipun ia telah melangkah keluar. Menjadi penanda bahwa orang yang memasuki portal tersebut, telah berhasil keluar dan menyelesaikan tantangan.
Hanya saja, selain portal ruang yang dipilih Theo, ternyata ada satu portal lain yang sudah aktif. Seseorang berhasil menyelesaikan tantangan lebih dahulu. Dimana berarti Theo adalah orang kedua karena selain portal miliknya dan satu lagi yang tampak telah aktif sejak pertama Theo melangkah keluar, portal-portal lain masih sepenuhnya tertutup.
"Hmmmm…!" Gumam Theo, segera melirik singkat menyapu ruangan.
"Hahahhaha…! Kau benar-benar sesuatu!" Ujar Theo, memasang senyum lebar saat menyadari siapa orang yang pertama menyelesaikan tantangan.
Pada salah satu sudut ruang, Theo melihat sosok bocah Razak saat ini sedang dalam kondisi berkultivasi. Derak aliran Mana Besi nan begitu pekat, bergerak dalam ayunan lembut membekap tubuh Razak.
Theo yang masih memasang senyum lebar, terlihat mengamati Razak untuk beberapa saat.
"Meskipun kelas serta tingkat kultivasi nya masih tak berubah, namun kendali serta kepadatan Mana Besi yang ia keluarkan jelas telah mengalami kenaikan signifikan!" Gumam Theo. Memindai Razak untuk mengetahui hal apa yang bocah tersebut dapatkan setelah sukses menyelesaikan tantangan Kastil Raja Dewa Air.
"Hmmmm… Apa itu?" Gumam Theo. Dengan nada heran. Tepat setelah kembali memindai tubuh Razak dengan lebih teliti.
Theo menjadi heran karena selain kendali serta kepadatan Mana Besi Razak berkembang signifikan, ia secara samar juga merasakan satu aliran Mana Besi yang terasa sangat tak biasa. Aliran Mana Besi yang belum pernah ia jumpai sebelumnya di muka Gaia Land.
Aliran Mana Besi tak biasa ini, bergerak dalam ayunan yang lebih halus dan lembut dari pada aliran Mana Besi lain yang saat ini sedang membekap tubuh Razak.
Jika saja itu bukan Theo yang merupakan pemilik Element Seed tipe Netral dimana memiliki kemurnian mendalam pada setiap jenis atribut Mana, maka setiap orang yang mengamati Razak, tak akan bisa melihat aliran Mana Besi lain yang saat ini bergerak halus diantara gelombang Mana Besi utama.
"Itu sangat halus, namun juga penuh dominasi di saat bersamaan! Aura yang sangat dalam dan murni, begitu murni hingga sulit untuk dilihat!" Gumam Theo. Menjadi sangat tertarik dengan aliran Mana Besi aneh yang tersembunyi diantara gelombang Mana Besi pada tubuh Razak.
'GRRRRRR…!!!'
Theo hendak kembali memeriksa tubuh Razak, memindai lebih dalam dan lebih teliti lagi. Sampai tiba-tiba, satu aura kuat menyebar, diiringi dengan sebuah erangan mencekam penuh dominasi, terdengar dari arah tubuh Razak.
Aura penuh dominasi yang memancar keluar, dengan ganas menghempaskan aura Theo yang berniat memindai tubuh Razak dengan lebih teliti.
"Hmmmmm… Dia benar-benar telah memilih hadiah yang luar biasa!" Ucap Theo. Saat mulai melihat sebuah bayangan makhluk misterius, kini menampakkan diri di belakang punggung Razak. Jelas sedang melindungi Razak yang tengah jatuh dalam kondisi kultivasi mendalam.
"Aliran Mana unik yang berhasil ia serap dalam kultivasi, dibawah pulang sebagai oleh-oleh dari dunia tempat ia menyelesaikan tantangan! Serta hadiah yang luar biasa!" Gumam Theo. Menyimpulkan hal-hal yang di dapat Razak pasca menyelesaikan tantangan Kastil Raja Dewa Air.
Theo bertahan menatap dengan pandangan penuh kekaguman kearah Razak untuk beberapa saat. Sebelum mulai memasang senyum dan raut wajah penuh kepuasan.
"Baiklah! Asal itu hal bagus, kurasa tak perlu memeriksa lebih jauh lagi! Aku benar-benar tak sabar untuk melihat bagaimana reaksi Sasi ketika nanti muridnya keluar dari tempat ini! Hahahhahah…!" Ucap Theo. Menutup kalimat dengan sebuah tawa lantang. Seraya kemudian berjalan ke sudut ruang lain yang berlawanan dengan lokasi Razak berkultivasi.
Mengambil posisi duduk bersila, Theo menatap hadiah dari tantangan Kastil Raja Dewa Air yang telah ia pilih.
"Menurut salah satu buku perpustakaan gelang ruang-waktu milik Master, Apel ini adalah Sumberdaya yang seharusnya cuma ada di realm lebih tinggi. Tepatnya realm kelas menengah!" Lanjut Theo. Menatap dengan tatapan penuh minat pada Apel Ranah Jiwa di genggaman tangannya.
"Setelah masalah kondisi Meridian berhasil di selesaikan, aku sebenarnya sudah berencana untuk mencari sumberdaya-sumberdaya tertentu yang berguna dalam hal membantu kondisi penurunan kualitas Ranah jiwaku, dimana tertinggal jauh dari perkembangan Element Seed!"
"Itu mungkin perlu waktu cukup lama menjelajah Gaia Land, mengunjungi beberapa lokasi tertentu yang sudah kutandai, dimana kemungkinan menyimpan sumberdaya yang kuperlukan!"
"Hanya saja, kunjungan pada Kastil Raja Dewa Air ini, ternyata seperti sebuah hadiah tambahan dari ayah angkatku, sang Dewa Keberuntungan!"
"Hahahhaa… Apel Ranah Jiwa, sungguh datang di waktu yang benar-benar sempurna, menyelesaikan semua masalah dan menghemat begitu banyak waktu!" Tutup Theo. Seraya mulai meletakkan Apel Ranah Jiwa pada lantai ruang di hadapannya.
*Woooshhhh…!!!
Aliran Mana Cahaya intens, menyala terang pada kepalan tangan kanan Theo sesaat setelah ia menaruh Apel Ranah Jiwa.
*Wosssshhhh…!!!
Detik berikutnya, Theo melanjutkan dengan menyalurkan aliran Mana Air murni pada kepalan tangan kiri.
Dengan dua kepalan tangan yang dialiri Mana Cahaya dan Mana Air, dimana merupakan dua aliran Mana yang paling berguna dalam sebuah proses pemurnian sumberdaya, Theo perlahan mendekatkan dua kepalan tangan untuk membentuk sebuah tangkupan. Menutup Apel Ranah Jiwa dalam tangkupan tangannya.
*Syuuuttt….!!!
Aliran Mana Cahaya dan Mana Air, segera menyebar untuk menyelimuti permukaan kulit Apel Ranah Jiwa, sebelum dengan perlahan dan hati-hati, Theo mulai menggerakkan dua atribut Mana tersebut untuk memasuki bagian dalam Apel, bergerak menuju inti sumberdaya tersebut.
Dan tepat ketika dua atribut yakni Mana Cahaya dan Mana Air akhirnya menyentuh inti sumberdaya….
*Wuuungg…!!!
Dengunan ringan terdengar. Bersama dengunan ringan tersebut pula, luapan energi kehidupan yang begitu murni, secara tiba-tiba bergerak dalam gelombang besar memasuki garis-garis Meridian tubuh Theo.
Gelombang energi kehidupan murni yang bergerak dalam gelombang besar, melaju cepat memenuhi seluruh garis-garis Meridian, sebelum terus bergerak menuju satu obyek yang menjadi pusat dari terhubungnya semua garis-garis Meridian. Yakni Ranah Jiwa Theo.
*Booooommmm….!!!
"Uurgghhhh…!!!"
Theo meneteskan setitik darah dari sudut mulutnya saat gelombang energi kehidupan murni, sampai pada Ranah Jiwa. Begitu besar gelombang energi kehidupan yang memasuki ranah jiwa Theo, menyebabkan ranah jiwanya justru terguncang.
Gelombang energi kehidupan yang memasuki ranah jiwa Theo, selain terasa begitu murni, juga memiliki jumlah tak biasa. Sangat amat banyak.
Terlalu banyak hingga menyebabkan ranah jiwa Theo, kini bagai sebuah botol kecil yang di tempatkan pada tengah sungai dengan arus air yang sangat melimpah. Bukan hanya melimpah, namun juga sangat deras.
Ranah jiwa Theo, jelas tak akan bisa menampung semua gelombang energi kehidupan yang menghujam dan di jejalkan kedalamnya. Itu segera memenuhi seluruh ruang di dalam ranah jiwanya. Tak menyisakan sedikitpun ruang kosong, bahkan mulai menekan Element Seed.
"Urrgghhh….!!"
"Goooahhh…!!!"
Theo kali ini tak sekedar meneteskan darah, ia memuntahkan banyak darah segar begitu Element Seednya justru mulai tertekan.