Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
92 - Mengejar Kekuatan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Laut Hijau, wilayah perbatasan dengan Laut Ungu)


*Wuuungg…!!!


Dengan satu suara dengungan keras, Glory Land Warship mendarat pada sebuah pulau di wilayah perbatasan.


Theo yang sebelumnya berada di wilayah Laut Biru, kini telah kembali ke wilayah Laut Hijau. Dijemput oleh Sasi menggunakan Glory Land Warship.


"Boss…!!! Kau kembali! Kudengar semua berjalan lancar!" Ucap Guan Zifei. Menyambut kedatangan Theo.


"Yahhh…! Laut Biru sudah dikondisikan!" Jawab Theo singkat. Seraya mulai memandang dengan tatapan menyapu sekitar.


"Guan Zifei! Kabarkan pada seluruh wakil pemimpin divisi yang memiliki kelas King tahap Surga, untuk berkumpul di dek Glory Land Warship saat ini juga! Termasuk Hella dan Gerel!" Ucap Theo. Memberi intruksi pada Guan Zifei.


"Hmmm… Baik!" Jawab Guan Zifei singkat. Segera pergi meninggalkan tempat.


***


(Beberapa saat kemudian)


Theo sedang duduk dilantai dek Glory Land Warship, sementara di hadapannya, juga diatas lantai, terdapat beberapa Spacial Ring. Tepat disebelah Theo sendiri, Razak duduk bersila dalam diam.


*Taappp…!!!


*Taaapp…!!!


Tak berapa lama kemudian, hampir diwaktu yang bersamaan, dua orang tampak melakukakan pendaratan.


"Kau memanggil?" Tanya Hella.


Sedangkan Gerel yang datang bersamaan dengan Hella, meskipun dari arah berbeda, tak mengatakan apapun. Hanya memandang kearah Theo.


"Yahh…! Silahkan duduk dulu! Ambil posisi nyaman! Kita menunggu untuk semua berkumpul sebelum aku akan menyampaikan sesuatu!" Jawab Theo.


Setelah Gerel dan Hella, satu orang lain mendarat di dek.


*Tappp…!!!


"Boss…!" Ucap Feizel.


*Tapp…!!!


*Tapp..!!!


*Tapp…!!!


Sebelum beberapa orang lain akhirnya berkumpul di dek Glory Land Warship. Semua mengambil posisi duduk bersila menghadap Theo.


Hella, Gerel, Feizel, Zota, Meirin, Sanir, Isaa, Meria, serta Guan Zifei, merupakan 9 orang anggota Kelompok Bandit Serigala yang telah berhasil mencapai kelas King tahap Surga. Semua berkumpul di satu tempat. Hanya Razak yang saat ini masih berkelas King tahap Bumi di lokasi tersebut.


Sementara dua orang anggota lain, yakni Thomas dan Darsa, sedang menjalankan misi lanjutan dalam upaya menaklukan wilayah Gurun Purba.


"Ada alasan khusus kenapa aku memanggil kalian semua kemari! Anggota dengan kelas King tahap Surga!" Ucap Theo. Membuka pertemuan terbatas.


"Dalam satu minggu kedepan, 7 hari dari sekarang, kita akan segera memasuki sebuah pertempuran besar!" Lanjut Theo.


Sebuah kalimat pembuka yang segera disambut dengan ekspresi wajah serius oleh setiap orang yang kini berada di atas dek Glory Land Warship.


"Untuk menyambut pertempuran tersebut, dan berkenaan dengan informasi yang kudapat tentang eksistensi kelompok elite anggota Aliansi 7 Lautan yang di sebut dengan 10 Naga, dimana beranggotakan para Kapten Perompak besar dengan tingkat kultivasi seorang Emperor, maka jelas kita tak bisa bergerak hanya dengan mengandalkan kekuatan yang sekarang!" Lanjut Theo.


"Namun, masalah jumlah bisa dipecahkan dengan keberadaan pasukan pihak Eleanor Tribe di wilayah Laut Putih!"


"Menyisahkan hanya tingkat kultivasi yang perlu untuk kita kejar!" Tambah Theo. Menatap bergantian kearah para wakil pemimpin divisi yang ada di hadapannya.


"Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah ini, aku ingin agar kalian semua bertambah kuat! Menembus Emperor dalam waktu satu minggu!" Tutup Theo.


Satu kalimat penutup yang jelas segera disambut dengan kerutan kening oleh setiap orang. Bagaimanapun juga, dari King untuk menembus Kelas Emperor, bukanlah suatu hal yang sederhana. Terlebih lagi, Theo mengatakan bahwa mereka harus bisa melakukannya dalam tempo waktu hanya satu minggu.


Sebuah kemustahilan yang pasti akan di tertawakan jika saja itu bukan Theo yang sedang berbicara.


Beberapa orang hendak memberi tanggapan sampai dengan cepat Theo melanjutkan kalimat.


"Sebelum mempertanyakan, lebih baik ambil dan lihat Shadex sebagai contoh! Dengan begitu, kalian seharusnya tahu bahwa semua yang kusampaikan untuk coba dicapai dalam satu minggu kedepan, bukanlah hal yang mustahil!" Ucap Theo.


"Boss…!!! Meskipun aku tahu ini tak akan mudah, cukup Katakan saja bagaimana caranya! Dan aku akan melakukannya!" Ucap Zota. Dengan sorot mata menyala terang.


"Yahh… Ini memang sama sekali tak akan mudah! Karena dalam prosesnya, nyawa kalian jelas di pertaruhkan! Tak ada makan siang gratis! Ketinggian hanya bisa dicapai dengan menerobos semua resiko!" Jawab Theo.


"Jadi, sebelum mengatakan bagaimana caranya, aku akan memberi kesempatan terakhir bagi siapapun yang ingin mundur! Sama sekali tak ada hukuman! Aku akan mengerti!" Lanjut Theo.


"Hmmmm… Tentu saja aku akan mengambil kesempatan ini!" Sahut Feizel cepat.


"Aku juga!" Ucap Hella.


"Kau tak perlu bertanya padaku!" Ucap Gerel.


"Ini adalah kesempatan bagus di usia senjaku, yang mungkin tak akan datang untuk kedua kalinya! Mencapai kelas Emperor? Tentu saja aku akan bertaruh!" Sahut Meria.


"Begitu juga dengan aku!" Tanggap Guan Zifei.


"Jika Si Psikopat Shadex saja bisa, maka aku jelas akan melakukannya! Kebetulan kau menawarkan! Karena bila kau tak menawarkanpun, itu aku yang akan bertanya langsung bagaimana caranya!" Jawab Isaa. Gadis berwajah anak-anak ini, sudah begitu benci dan tak tahan terus mendapat tatapan menghina Shadex dalam beberapa waktu belakangan.


Sampai akhirnya, seluruh wakil pemimpin divisi berkelas King tahap Surga lainnya yang hadir, menyatakan bahwa mereka siap mengambil taruhan untuk bisa menjadi lebih kuat. Menembus kelas Emeperor.


Sebuah ketinggian yang bahkan tak akan terbayang di dalam benak mereka sebelum bergabung dengan kelompok Bandit Serigala.


"Baiklah kalau begitu! Semangat yang bagus!" Ucap Theo. Dengan ekspresi wajah puas. Sebelum melirik kearah Razak untuk beberapa saat.


Bocah ini dari tadi hanya memasang wajah tak sedap. Jelas merasa iri dengan kesempatan yang di dapat oleh para wakil pemimpin divisi.


"Oke jadi setelah ini kalian akan di pandu Sasi bergantian memasuki Realm kecil Istana Emas! Dia akan mengarahkan ketempat yang sesuai dengan kebutuhan latihan kalian!" Ucap Theo.


"Didalam sana, silahkan bertarung hidup dan mati melawan para Demonic Beast ganas! Jadikan mereka sebagai pijakan untuk bisa menembus kelas Emeperor!"


"Aku akan membekali dengan Sumberdaya berharga yang berguna untuk memacu percepatan kultivasi! Semua sudah siap di dalam Spacial Ring! Masing-masing dari kalian bisa mengambil satu!" Tutup Theo.


Mendengar hal itu, para wakil pemimpin divisi yang sebenarnya sudah menduga bahwa rencana ini berhubungan dengan realm kecil Istana Emas, segera menatap kearah pintu masuk bagian dalam Glory Land Warship. Sebelum akhirnya memasang ekspresi wajah teguh. Masing-masing meraih satu Spacial Ring diatas lantai.


"Sasi! Antarkan mereka!" Ucap Theo. Menutup pertemuan terbatas.


Dengan intruksi Theo, para wakil pemimpin divisi akhirnya memasuki bagian dalam Istana Emas. Menyisahkan kini hanya Theo dan Razak yang tetap tinggal.


Razak sendiri, dari tadi hanya diam memandang kearah pintu masuk. Sebelum akhirnya menundukkan kepala. Menyesal karena tak berlatih lebih giat lagi agar bisa mencapai King tahap Surga.


"Oe… Razak!" Ucap Theo tiba-tiba. Memecah keheningan.


"Kau sendiri bagaimana? Tak ingin mengambil kesempatan ini? Kenapa hanya diam?" Tanya Theo kemudian.


Mendengar pertanyaan Theo, raut wajah Razak segera berubah bersemangat. Dengan gerakan cepat, bocah ini mengangkat kepala untuk melihat kearah sang Boss Besar. Benar-benar tak menyangka bahwa ia yang masih berada di kelas King tahap Bumi, mendapat tawaran yang sama dengan para wakil pemimpin divisi.


"Boss… Aku juga boleh?" Tanya Razak spontan.


"Ohhh… Itu terserah kau! Kalau merasa belum siap juga tak masalah!" Jawab Theo. Seraya memasang satu senyum sederhana. Jelas sedang menggoda Razak.


"Tentu saja aku siap!" Jawab Razak singkat.


"Hahahaha…!!! Tapi ingat untuk tak terlalu memaksakan diri! Tak ada target untuk menembus kelas Emeperor untukmu! Cukup naik beberapa tingkatan lagi kemudian segera keluar!" Ucap Theo. Seraya melempar sebuah Spacial Ring kepada Razak.


Tanpa menunda, Razak yang telah menerima Spacial Ring berisi Sumberdaya berharga, bergerak cepat memasuki bagian dalam Glory Land Warship.