Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
65 - Berkembang Menjadi Besar


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Gurun Purba. Wilayah Kemah Besar Kelompok Bandit Malam Berbintang)


"Jadi, Boss… Apa langkah yang mesti kita lakukan sekarang?" Tanya salah satu anggota kelompok Bandit Menara Langit kepada Boss Besarnya, Bianca.


Saat ini, tim penyusup pimpinan Bianca yang juga bersama Kelompok Bandit Serigala Darsa, terlihat sedang mengamati Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang di puncak salah satu bukit.


"Menyebalkan! Jelas kita tak bisa lagi memakai rencana awal!" Dengus Bianca. Mengabaikan pertanyaan sang anggota. Masih menatap dengan tatapan tajam nan teliti pada setiap sudut Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang. Berusaha mencari celah yang mungkin bisa di gunakan untuk menerobos masuk.


"Benar-benar rapat! Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang pasti adalah orang yang sangat waspada! Cenderung memiliki sifat paranoid!" Tambah Bianca, saat tak berhasil menemukan celah apapun.


Pertahanan dari Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang, tampak telah ditingkatkan dalam skala yang sangat ekstrim.


"Hmmm… Dari nada bicaramu, kau seolah mengatakan andai bisa menerobos masuk, itu sudah pasti kepala si Boss Besar ini bisa kau dapatkan!" Tanggap Darsa, yang dari tadi diam mengamati sekitar.


Mendengar kata-kata Darsa, Bianca hanya bergumam tak jelas untuk beberapa saat. Masih menatap tajam kearah kemah besar. Seperti sedang memperhitungkan sesuatu dengan cermat.


"Jika aku dan kelompokku bisa masuk, meski tak menjanjikan bisa membunuh kedua Emperor tersisa, setidaknya aku cukup percaya diri bisa mengambil kepala Boss Besarnya!" Jawab Bianca. Dengan intonasi nada tenang dan datar. Terdengar seolah apa yang ia katakan barusan, adalah sebuah fakta yang pasti akan terjadi.


"Dari caramu bertanya, kau seolah mengatakan punya satu cara yang bisa digunakan untuk membuat celah masuk kedalam sana!" Lanjut Bianca, kali ini menatap kearah Darsa. Melontarkan pertanyaan balik.


"Ada, tapi akan berakhir sangat beresiko bagi kelompok kalian!" Jawab Darsa singkat.


"Katakan!" Tanggap Bianca cepat. Tanpa keraguan.


"Sebenarnya cukup sederhana! Kau tahu sendiri, aku dan anggota Divisi Thousand Beast, seluruhnya adalah seorang True Knight!" Ucap Darsa, mulai menjelaskan.


Penjelasan yang disambut oleh Bianca dengan anggukan ringan serta tatapan seolah mengatakan agar Darsa melanjutkan.


"Sebagai seorang True Knight, terlebih True Knight dengan kemampuan khusus, karena setiap anggota yang kubawah bersama dalam misi kali ini minimial bisa memanggil 3 Beast kontrak, jika ditambah dengan milikku, itu akan cukup mudah bila hanya untuk membuat langkah pengalih perhatian!" Ucap Darsa. Meneruskan penjelasannya.


"Hmmmm…! Aku mengerti apa yang hendak kau sampaikan!" Tanggap Bianca. Selesai Darsa menutup mulut.


"Kalian bisa membuat pengalih perhatian untuk menciptakan celah masuk, tapi tak bisa menjanjikan hal yang sama untuk memberi kami jalan keluar setelah masuk kedalam!" Lanjut Bianca.


"Itu benar! Untuk bisa keluar, tergantung nasib dan keberuntungan kalian sendiri!" Jawab Darsa. Merasa langkah yang ia tawarkan sama saja dengan misi bunuh diri bagi kelompok Bianca. Oleh karena itu menyebut hanya nasib dan keberuntungan yang bisa menolong saat mereka sudah ada di dalam kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang.


"Kau terlalu meremehkan kemampuan para Assasin Dark Guild!" Ucap Bianca. Sebelum melirik kearah para anggota yang ada di belakangnya.


"Kalian dengar itu? Kurasa tak semua yang ikut masuk, akan bisa keluar lagi dengan selamat! Jadi, jika ada yang merasa ragu untuk menjalankan misi ini, katakan sekarang!" Tanya Bianca.


Satu pertanyaan yang hanya dijawab dengan tatapan dingin oleh para anggota. Justru merasa di rendahkan dengan pertanyaan Bianca.


"Hmmmm…! Baguslah jika jiwa dan mata kalian masih tajam!" Ucap Bianca.


"Lakukan pengalihannya! Kami akan bersiap di posisi yang lebih menguntungkan!" Lanjut Bianca, kali ini menatap kearah Darsa. Sebelum sosoknya berubah menjadi sekelebat bayangan hitam. Tanpa meninggalkan atau membuat riak apapun, menghilang dari lokasi.


Langkah Bianca, segera diikuti oleh seluruh anggota kelompok Bandit Menara Langit. Melakukan gerakan hening khas Assassin Dark Guild untuk meninggalkan tempat.


"Baiklah! Aku akan membuat pengaturan posisi! Dan ingat baik-baik! Meski kita hanya berperan sebagai tim pengalih perhatian, tetap saja ini adalah sebuah langkah yang penuh resiko!" Ucap Darsa. Kepada kelompoknya.


"Kita hanya segelintir Knight! Sementara yang harus di hadapi, adalah lautan pasukan musuh! Persiapkan diri masing-masing dengan kemungkinan besar dari matinya beberapa Beast kontrak milik kalian!" Lanjut Darsa. Dengan sorot mata tajam.


Satu kalimat yang segera disambut dengan ekspresi teguh pada wajah masing-masing anggota Divisi Thousand Beast.


Bagaimanapun juga, bagi seorang True Knight, Beast kontrak adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup mereka. Ikatan segel kontrak antara True Knight dan Beast kontrak, saling menghubungkan Ranah Jiwa. Membuat terjadi kedekatan emosional serta kedekatan perasaan yang begitu mendalam.


Tali ikatan dan perasaan dekat yang hampir sama dengan orang tua ataupun saudara kandung.


Oleh karena itu, selain berdampak pada goncangan Ranah Jiwa dahsyat yang membuat sang pemilik terluka parah saat Beast kontrak mati, itu juga akan memberi dampak serangan mental yang sangat besar. Sebuah serangan mental yang berakhir dengan kesedihan serta rasa frustasi mendalam.


Agar masing-masing anggota Divisi Thousand Beast, bisa menyiapkan mental mereka sedari awal.


"Wakil pemimpin! Kami bisa sampai di titik sekarang, itu semua karena bergabung dengan Kelompok Bandit Serigala! Jadi, jika memang harus mati dalam sebuah misi yang berguna untuk mencapai tujuan besar kelompok, maka aku, ataupun Beast kontrakku, akan benar-benar merasa sangat terhormat!" Jawab salah satu anggota Divisi Thousand Beast. Masih dengan sorot mata teguh menatap kearah Darsa.


Jawaban yang segera disambut dengan anggukan dalam oleh anggota Divisi Thousand Beast yang lain. Menyatakan mereka sepakat dengan apa yang disampaikan salah satu anggota barusan.


"Mental yang tangguh! Aku bangga memiliki kalian dalam Divisi Thousand Beast!" Jawab Darsa.


***


(Bagian lain Gurun Purba)


*Bammmm…!!!


*Baammmm…!!!


*Baaammm…!!!


Dengan langkah berderap yang mengguncang wilayah sekitar, Kelompok Divisi Pendobrak yang menunggang Gajah metalik, bersama anggota Divisi Thousand Beast yang sebelumnya di tempatkan dalam misi jebakan pada salah satu Emeperor Kelompok Bandit Malam Berbintang, saat ini bergerak membelah lautan padang pasir gersang. Dipimpin langsung oleh Thomas pada barisan paling depan.


"Wakil pemimpin, kemana sebenarnya kita pergi?" Tanya salah satu anggota, kepada Thomas yang sedang dalam situasi hati bersemangat. Berdiri gagah pada punggung Gajah metalik. Sembari menatap tajam kedepan, menyilangkan kedua tangannya pada dada.


"Tentu saja bergabung dalam keseruan lainnya!" Jawab Thomas, dengan suara lantang yang sengaja di buatnya terdengar berat, tampak berusaha untuk berpenampilan keren.


***


(Area sekitar jalan masuk menuju perbukitan labirin kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang)


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


Dua sosok tampak mendarat dalam langkah sunyi. Berdiri pada salah satu puncak perbukitan.


"Hmmmm…! Jadi ini jalan masuknya?" Tanya satu sosok bertubuh tinggi besar. Tanpa menoleh kearah satu sosok lain yang menemani di sebelah.


"Itu benar Tuan! Nona Bianca dan yang lainnya, sudah bergerak masuk beberapa jam yang lalu!" Jawab sosok di sebelah pria bertubuh kekar.


"Oke! Jadi tak perlu berlama-lama lagi! Pimpin jalannya!" Jawab sosok bertubuh kekar. Sembari sedikit memainkan Golok besar yang terselip di pinggang kanan.


"Baik!"


*Tap…!!


*Tapp…!!!


Dengan langkah senyap, kedua sosok ini bergerak cepat memasuki wilayah perbukitan labirin.


Sementara itu, tepat ketika dua sosok ini telah bergerak masuk…


*Syuuttt…!!!


*Syuuuttt…!!!


Menggunakan teknik Mana Lumpur untuk menyembunyikan keberadaan masing-masing, beberapa sosok lain terlihat keluar dari dalam sisi-sisi tebing.


"Hmmmm… Orang itu, tidak salah lagi!" Ucap salah satu sosok yang baru saja muncul dari sisi tebing.


"Ini akan berkembang menjadi situasi yang cukup besar! Segera beri laporan kepada Khan!" Lanjutnya. Kepada kawan di sebelah.


*Tapp…!!!


Dengan anggukan singkat, kawan yang mendapat perintah, tanpa menunda bergerak meninggalkan tempat.


----


Note :


Dapat cover lagi dari NT. Temanya sih sama dengan vol 1, dominan warna ungu. Menurut kalian, bagus yang baru atau lama?