
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*** BONUS CHAPTER ***
"Mundur? Saatnya bergerak mundur?" Ucap Jongha lirih. Dengan raut wajah berkembang menjadi sangat buruk.
Bagaimanapun juga, kedatangan armada kapal perang Kelompok Bandit Serigala tim Gurun Purba yang bergerak menyerang dari belakang, sudah menyebabkan situasi menjadi tak lagi menguntungkan bagi pihak Barbarian Tribe.
Kini, ditambah dengan pasukan sayap kanan yang dipimpin langsung oleh sang Boss Besar ikut bergerak merengsek ke lokasi pertempuran, tentu saja Jongha segera merasa tak ada lagi kemungkinan bagi kelompoknya untuk mengambil keuntungan lebih dari pertempuran yang terjadi.
Jangankan mengambil keuntungan, Jongha bahkan merasa perkembangan situasi yang berubah sedemikian rupa, dimana entah mengapa pihak Eleanor Tribe tiba-tiba menarik diri, jelas akan membuat kelompoknya menjadi pihak yang paling dirugikan.
"Barbarian Tribe! Langkah menyebar! Bagaimanapun caranya, harus ada yang bisa lolos untuk menyampaikan pesan situasi terkini hasil pertempuran di wilayah Laut Ungu kepada Khan!" Lanjut Jongha. Berseru lantang saat mulai kembali mendapat sedikit ketenangan.
*Booooommmm…!!!
Sebuah serangan tinju, kembali menyasar kearah wajah Jongha begitu ia selesai menyerukan intruksi. Sasi, untuk kesekian kalinya, tak memberi kenyamanan apapun pada pihak lawan. Hanya dalam hitungan detik, kembali melenyapkan momentum yang sebelumnya sempat di ciptakan oleh Jongha dengan mengambil jarak tertentu dari lokasi sang Goblin.
*Tappp…!!!
*Tappp…!!!
*Tappp…!!!
Akan tetapi, momentum yang hanya bertahan beberapa detik saja, sudah cukup bagi Jongha untuk sekedar menyampaikan intruksi terakhir bagi kelompok Barbarian Tribe yang ia pimpin.
Mendengar seruan Jongha, seluruh pasukan Barbarian Tribe yang ada dilokasi, tanpa jawaban apapun, segera mulai bergerak cepat menyebar ke segala arah. Mengeksekusi teknik gerakan terbaik miliknya masing-masing, untuk berusaha kabur, keluar dari Medan Pertempuran Laut Ungu.
"Wahhh… Kemana kalian pikir akan pergi?" Ucap Cassio, saat melihat para anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang sebelumnya masih mengambil posisi mengepung di sekitar, untuk saat ini mulai bergerak menyebar ke segala arah.
*Wuuungg….!!!
Cassio, mulai membuat kuda-kuda teknik serangan dengan menggenggam erat gagang Golok raksasa menggunakan kedua telapak tangan.
Sang Penjagal, terus menghimpun aura penuh ketajaman pada bilah golok raksasa untuk sementara waktu, sembari melirik satu sudut dimana memiliki jumlah terbanyak anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe bergerak.
"Jika saja kalian mempertahankan sikap bertarung serius, tentu semuanya masih akan berjalan cukup sulit!" Gumam Cassio. Mulai kembali melebarkan senyum saat tekanan aura ketajaman intens, semakin bergelayut liar pada bilah golok raksasa.
"Menunjukkan punggung saat berhadapan denganku, itu sama saja dengan menjemput dewa kematian! Hahahhaha…!" Seru Cassio, dengan raut wajah penuh kebengisan, tertawa lantang saat mulai membuat gerakan mengayun golok raksasa.
*Wuoooosssshhhhh….!!!
Serangan tebasan dahsyat, terlempar dengan membawa suara berisik seperti layaknya angin ribut menderu begitu Cassio melepas ketajamam intens yang sempat tertahan pada bilah golok raksasa miliknya.
*Booooommmm….!!!
Teknik menebas yang dilepas oleh Cassio, terus melaju cepat, sampai kemudian, secara tiba-tiba meledak keras di udara kosong bahkan sebelum berada pada setengah jarak tempuh dari lawan-lawan yang menjadi target.
Mendengar ledakan keras tersebut, para anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang sebelumnya menjadi target serangan, segera mengambil nafas dalam. Begitu lega karena merasa Cassio baru saja membuat kesalahan dalam eksekusi tekniknya.
Meskipun orang-orang ini bahkan tak sempat menoleh untuk melihat serangan Cassio, sepenuhnya fokus pada usaha kabur, namun beban berat hawa dingin yang sebelumnya sempat membekap punggung masing-masing, segera lenyap.
Akan tetapi….
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh….!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Perasaan lega para anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, hanya bertahan untuk beberapa detik, sebelum dalam sekejap berubah menjadi perasaan ngeri.
Bagaimana tidak, saat orang-orang ini merasa bahwa mereka telah lolos dari maut, menganggap Cassio membuat kesalahan dari teknik yang ia lepas, tepat setelah teknik Cassio meledak di udara kosong, satu hembusan angin lembut, mulai bergerak cepat menyebar luas.
Dan bersama tersebarnya hembusan angin lembut nan menyegarkan tubuh masing-masing anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang di lewati hembuskan angin tersebut, tebasan-tebasan halus, juga mengikuti.
Tebasan-tebasan halus, menjadi pertanda dari tubuh tiap target yang di lewati-nya, terpotong hingga ratusan keping kecil. Terburai jatuh pada lautan bersama darah segar berceceran.
"Nasib kalian saja yang kurang beruntung!" Tutup Cassio, kemudian mengalihkan pandangan kearah lain.
*Tappp…!!
Tanpa banyak bicara, Cassio bergerak menerjang untuk mengejar anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang kabur ke arah lain. Jelas berniat akan melanjutkan aksi penjagalan.
Sementara disisi lain, sama halnya dengan Cassio, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala juga mulai bergerak, melakukan pengejaran pada pasukan Barbarian Tribe yang sudah tak lagi memiliki keinginan untuk bertempur. Seluruhnya sedang berupaya kabur.
Perkembangan situasi yang saat ini terjadi, menyebabkan alur pertempuran menjadi benar-benar berubah. Kelompok Barbarian Tribe yang beberapa menit lalu masih begitu dominan membantai pasukan Bandit Serigala, kini ganti menjadi pihak yang terbantai.
Kawanan Serigala liar, begerak dalam gelombang ganas mengejar buruannya masing-masing. Perburuan dimulai.
Pada beberapa titik, tampak sosok-sosok penting Kelompok Bandit Serigala sedang memimpin perburuan.
Tuan Leluhur, bergerak kearah berbeda dari Cassio. Membantai beberapa anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe.
Hella dan Razak, memimpin pasukan sayap kanan untuk mengejar pada titik lain, didukung penuh oleh San Juan dan armada tambahan yang ia bawa dari Laut Nila. Begitu pula Thomas bersama anggota pasukan Divisi pendobrak yang ia komandoi.
Sementara langkah yang agak berbeda dan lebih efesien, dilancarkan oleh Darsa dengan Divisi Thousand Beastnya, saat seluruh anggota lain mengejar dari arah belakang pada satu titik tertentu, Darsa bersama para anggota Divisi Thousand Beast, bergerak menyebar ke berbagai arah.
Memanfaatkan para Demonic Beast kontrak masing-masing dimana jelas unggul dalam hal pergerakan dan moblisasi, Divisi Thousand Beast, dengan cepat mendahului sejumlah pasukan Barbarian Tribe. Menghadang tepat di depan mereka.
*Booooommmm…!!!
*Booooommmm….!!!
*Booooommmm….!!!
Saat situasi berkembang menjadi pembantaian sepihak bagi pihak Barbarian Tribe, dimana satu orang yang kabur, akan dikejar atau di hadang oleh puluhan anggota kelompok Bandit Serigala sekaligus, Jongha, sang pemimpin utama pasukan Barbarian Tribe, justru masih terjebak pertarungan sengit melawan Sasi.
Dengan raut wajah frustasi, Jongha yang memberi intruksi agar pasukannya bergerak mundur, malah tertancap di lokasi semula. Sama sekali tak bisa meloloskan diri dari Sang Goblin. Berakhir dalam situasi sepenuhnya terkepung lautan musuh.
Sampai akhirnya, dibawah tatapan ratusan mata bengis anggota kelompok Bandit Serigala yang sedang menyaksikan duelnya melawan Sasi, Jongha, harus menerima kekalahan saat salah satu serangan teknik tinju Sasi, mendarat tepat pada area dada. Dilanjutkan dengan sang Goblin melancarkan tendangan keras pada lutut. Mematahkan lutut Jongha.
*Buggg…!!!
Jongha jatuh berlutut pada satu tumpuan kaki kiri. Hanya untuk kemudian kaki kirinya yang masih bertahan, mendapat serangan lanjutan dari Sasi. Jongha, jatuh terjerembab kedepan begitu kedua lututnya, patah.
*Tappp…!!!
Sasi, melakukan pendaratan ringan dihadapan Jongha. Menatap pihak lawan dengan sorot merendahkan.
Bersama situasi tak berdaya Jongha, hampir seluruh anggota pasukan Barbarian Tribe yang sebelumnya bergerak masuk untuk memancing di air keruh Medan Pertempuran, berakhir terbantai habis.
******
(Lokasi perbatasan Laut Ungu)
*Tapp…!!!
*Tapp…!!!
*Tapp…!!!
Satu orang anggota Barbarian Tribe, ternyata berhasil lolos, dengan tubuh penuh luka, orang tersebut bergerak cepat menuju perbatasan.
*Slaaaassshhh…!!!
Hanya saja, langkah kabur dari sang anggota, harus terhenti saat kepalanya tiba-tiba melayang, tertebas rapi.
Tubuh tanpa kepala, mengapung diatas permukaan air laut untuk beberapa waktu, sebelum terlindas oleh laju satu kapal perang. Kapal perang dengan bendera berlambang Gaia Son Paviliun.
-----
Note :
Bonus chapter ini saya persembahkan kepada kawan-kawan pembaca yang telah berkenan memberi lemparan Mutiara Mana. Terimakasih banyak!
Big Love...!!!