
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
"Ba*jingan! Hentikan itu!" Bentak Gerel. Menjadi semakin marah saat melihat situasi Nagini. Dimana ratusan teknik formasi khusus berbentuk rantai, mulai memaksa sang Grey Snake, untuk berada dalam situasi terjerembab pada tanah.
Bersama Nagini merasakan sakit imbas tekanan ratusan rantai formasi, Gerel juga merasakan sakit yang sama. Hanya saja, bukan rasa sakit yang membuat Gerel menjadi marah, namun raut wajah Nagini.
Gerel jelas bisa melihat Nagini tak rela dan merasa di rendahkan oleh teknik yang sedang membelenggu tubuhnya. Sang Guardian Beast, dipaksa untuk wajahnya menyentuh tanah. Berada pada posisi dibawah kaki para Knight Barbarian Tribe.
Harga diri Nagini terinjak, menjadi sangat marah. Satu perasaan yang menyebabkan Gerel ikut merasa marah. Selain marah, Gerel juga merasakan perasaan begitu bersalah. Jika saja ia bisa berkembang lebih kuat, jelas Nagini yang terikat kontrak dengannya, tak harus berada dalam situasi seperti sekarang.
Bagaimanapun juga, Nagini adalah Guardian Beast. Salah satu eksistensi puncak. Hanya saja, perkembangan kekuatan sang Grey Snake, kembali tergantung pada sang Master. Nagini tak akan bisa mengeluarkan kekuatan sejatinya jika Gerel tak terus berkembang menjadi lebih kuat.
Situasi yang terjadi, membuat Gerel segera dihinggapi rasa frustasi. Menganggap dirinya begitu tak kompeten.
*Baaammmm…!!!
Menyadari mental Gerel sedang terguncang, Jongha sepenuhnya tak menyia-nyiakan momentum. Menerjang cepat untuk menghujamkan pukulan yang mendarat telak pada wajah Gerel.
"Gooaaahhh…!!!"
Tak seperti sebelumnya dimana meskipun Gerel menerima serangan dari Jongha, ia masih mampu sedikit menahan dengan kekuatan tubuh fisik Meridian Knightnya. Namun, kali ini dalam kondisi mental terguncang, aliran Mana yang bergerak dalam garis-garis Meridian Gerel, ikut menjadi tak beraturan. Menyebabkan ia harus berakhir menderita luka parah saat menerima serangan pihak lawan. Serangan tersebut, berhasil mengguncang ranah jiwa Gerel.
Bersama Gerel memuntahkan banyak sekali darah segar, tubuhnya juga terpental jauh.
*Baaammmm…!!!
Laju terpental Gerel hanya terhenti ketika salah satu anggota elite Barbarian Tribe, menahan menggunakan telapak tangannya.
Gerel berakhir dalam posisi jatuh tersungkur pada laut beku.
*Tapp…!!!
*Tappp…!!!
*Tapp….!!!
Dan tepat ketika Gerel tersungkur, ratusan anggota Barbarian Tribe, segera bergerak mengelilingi. Mengambil posisi sepenuhnya mengepung.
Kondisi Nagini yang tak lagi bisa menahan pasukan Barbarian Tribe, menyebabkan kelompok tersebut kini bisa dengan bebas bergerak.
*Tappp…!!!
Jongha, menjadi orang terakhir yang melakukan lompatan, untuk kemudian mendarat tepat pada laut beku di hadapan Gerel.
"Nona muda, kesempatan terkahir! Setelah ini, aku tak akan menawarkan apapun lagi! Jika kau menolak untuk kembali pulang dengan cara baik, maka terpaksa aku harus mematahkan beberapa tulang agar kau tak lagi memberi beban atau kekacauan!" Ucap Jongha.
"Hmmmm…!!!"
Mendengar kata-kata Jongha, Gerel justru menyambut dengan kembali berusaha berdiri.
"Keras kepala!" Dengus Jongha.
*Bammmm…!!!
Seraya memberi injakan yang mematahkan kaki kiri Gerel sebelum ia sempat benar-benar berdiri.
Gerel kembali tersungkur, namun menolak bahkan untuk berteriak kesakitan. Menggertakkan gigi-giginya dengan keras.
Sampai kemudian, Gerel yang memasang raut wajah penuh amarah, mengambil nafas begitu dalam. Menatap tajam Jongha dan setiap anggota Barbarian Tribe yang saat ini sedang mengepung.
"Cuuiiihhhh…!"
Aksi tanpa rasa takut Gerel, diakhiri dengan sebuah ludahan kearah wajah Jongha.
"Hmmmmm…!!!"
*Baaammmm…!!!
Memberi injakan kedua yang kali ini mematahkan kaki kanan Gerel.
"Patahkan kedua tangannya juga! Setelah itu hajar sampai ia kehilangan semangat! Jangan biarkan ia jatuh tak sadarkan diri dalam prosesnya! Kita lihat sampai kapan keras kepalanya itu bertahan!" Gumam Jongha. Memberi intruksi pada anggota Barbarian Tribe yang ada di sekitar.
*Tappp….!!!
Sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat. Merasa situasi Gerel telah berhasil ia atasi. Jongha bergerak untuk berniat mengurus Nagini.
*Baaammmm…!!!
Intruksi Jongha, ditindak lanjuti dengan serius dan tanpa keraguan oleh anggota Barbarian Tribe.
*Baaammm…!!!
Beberapa mulai maju dan memberi tendangan pada tubuh Gerel. Bagaimanapun juga, tiap anggota Barbarian Tribe merupakan sekumpulan Knight bersikap keras. Bagi mereka, intruksi dari orang yang memegang otoritas, adalah hal yang wajib dilaksanakan. Bahkan jika itu harus menyiksa Nona Muda mereka sendiri.
*Baaammm…!!!
*Baaammmm…!!!
*Baaammmm…!!!
Tubuh Gerel menjadi bulan-bulanan serangan anggota Tribe-nya sendiri. Namun Gerel yang jelas merasa marah, tetap mempertahankan harga dirinya. Ia bertahan tak menyerukan teriakan sakit sama sekali. Masih menatap dengan sorot mata tak kenal takut menyapu sekitar.
*Baaammmm…!
Tiap serangan yang mendarat di tubuhnya, akan diiringi dengan satu tatapan tajam pada anggota Barbarian Tribe yang baru melancarkan serangan. Gerel seolah sedang menandai. Mengingat setiap wajah dari orang-orang yang saat ini menyerangnya.
'Kau akan mati!' Gumam Gerel. Tiap kali satu serangan mendera tubuhnya.
Situasi penuh siksaan yang sedang di hadapi oleh Gerel, bertahan untuk waktu yang relatif lama. Sampai kemudian, ketika tubuh Gerel sudah penuh dengan luka, dimana banyak tulang pada tubuhnya patah, satu sosok bersimbah darah, secara tiba-tiba bergerak menerjang. Menerobos masuk kepungan anggota Barbarian Tribe yang masih sepenuhnya fokus kearah Gerel.
*Tappp…!!!
Sosok tersebut, berhasil mendarat tepat di hadapan Gerel. Memasang senyum pada wajahnya yang penuh bercak darah kering.
"Kau…! Apa yang kau lakukan?" Ucap Gerel. Sembari memasang raut wajah sangat terkejut.
Itu adalah Isaa yang kini tersenyum di hadapan Gerel. Isaa yang sebelumnya sempat bergerak mundur, memutuskan kembali saat melihat situasi Gerel.
"Aku adalah salah satu wakil pemimpin divisi! Sementara kau, hanya anggota biasa Bandit Serigala! Jadi, apa masih perlu di tanyakan kenapa aku ada disini?" Tanya Isaa, sebelum dengan keras mencengkram pundak Gerel.
"Sebagai wakil pemimpin Divisi, aku jelas tak akan membiarkan anggota Bandit Serigala berakhir dalam situasi seperti ini!"
"Terimakasih sudah mengambil peran sebagai penahan serangan! Dimana seharusnya itu adalah tugasku! Sekarang kau bisa beristirahat dan sedikit mengatur nafas!" Tutup Isaa.
Bersama ratusan anggota Barbarian Tribe yang sebelumnya sempat sedikit terkejut dengan kemunculan tiba-tiba Isaa akhirnya menerjang maju untuk menyerang, Isaa mengeluarkan sisa-sisa tenaga terakhirnya dengan mengeksekusi satu teknik yang mana menyebar lendir beracun kesegala arah.
Teknik Isaa, mampu menahan arah terjangan ratusan anggota Barbarian Tribe untuk beberapa saat. Meskipun memang tak seluruhnya, karena beberapa berhasil menghindar sembari terus menerjang.
*Graakk…!!!
Namun, memanfaatkan situasi dari tertahannya beberapa anggota Barbarian Tribe, Isaa segera mengeraskan garis-garis Meridiannya. Menghimpun kekuatan fisik pada lengan kanan yang saat ini mencengkram pundak Gerel.
*Woooshhhh…!!!
Dengan segenap kekuatan fisik terakhir, Isaa secara tiba-tiba melempar tubuh Gerel. Dengan mudah menerobos kepungan pihak lawan karena pada eksekusi teknik lendir beracun yang sempat ia lontarkan, Isaa ternyata tak menyebar secara acak, melainkan menyebar sembari membuka jalur dari para anggota Barbarian Tribe yang bergerak menghindar.
Tubuh Gerel terlempar jauh menuju lokasi dekat Glory Land Warship berada. Gerel sendiri, memasang raut wajah tertegun dalam kondisi terlemparnya. Terus menatap kearah Isaa. Sampai kemudian, visi terakhir Gerel, adalah sosok Isaa yang diserang secara serentak oleh ratusan anggota Barbarian Tribe.
*Baaammmm…!!!
Gerel yang masih tertegun menatap sosok Isaa hanyut dalam terjangan gelombang serangan pihak lawan, berakhir terhenti laju terlempar tubuhnya saat salah satu anggota kelompok Bandit Serigala, menangkapnya.
Sang anggota melempar tubuh penuh luka Gerel kearah anggota lain, secara estafet menghindari anggota Barbarian Tribe yang tersebar di seluruh medan pertempuran utama, membawa Gerel untuk sampai pada dek Glory Land Warship.