Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
124 - Pengganggu


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Baaaammmmm…!!!


*Baaammmm…!!!


Dua serangan menyelinap berbentuk Naga Kayu, mendarat pada punggung Theo dan Sinbad.


"Hmmmm…! Tuan muda konyol ini lagi!" Gumam Theo, saat akhirnya bisa melihat sosok yang baru saja melancarkan serangan.


"Waahhhh… Tuan Muda rumput ilalang dari Eleanor Tribe!" Ucap Sinbad. Menaikkan salah satu sudut alisnya.


Kalimat yang diucapkan oleh Sinbad, segera mendapat lirikan dari Theo. Sebelum ia mulai mengangguk beberapa kali.


Kata-kata serta ekspresi dari dua orang ini, Theo dan Sinbad, tentu saja segera disambut oleh Fairley dengan mulai melebarkan mata.


"Dua pemimpin kelompok sampah!" Dengus Fairley. Dalam posisi berdiri diatas tanaman bergigi tajam raksasa. Telah dalam mode Sintesis Nature Fruit. Ditemani seluruh anggota satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe.


Kelompok Knight kelas tinggi dengan kultivasi Emeperor tahap Bumi.


Memanfaatkan kekacauan yang ada di medan pertempuran, terlebih karena kondisi lokasi pertarungan antara Theo dan Sinbad memang kosong, Para Knight kelas tinggi tersebut menyelinap untuk melewati dua Guardian Beast yang sedang bertarung sengit, kini telah mengambil posisi sepenuhnya mengepung Theo dan Sinbad.


Sementara tak jauh di belakang Fairley, Iris hanya diam berdiri tegak. Menatap dengan pandangan tak menentu kearah Theo.


"Nimfa! Wall Of Thousand Plant!" Seru Fairley tiba-tiba. Membuat gerak mengayunkan dua tangan pada dua sisi berbeda.


*Woooshhhh…!!!


*Sraaaakkkk…!!!


Mata Fairley berubah sepenuhnya hijau saat aliran Mana Tanaman bergerak dalam gelombang besar memasuki tubuhnya. Diakhiri dengan dari kedua telapak tangan, menyebar luas semburat tangkai-tangkai tanaman raksasa yang menerjang seperti tanpa henti saling mengait satu sama lain.


Tangkai-tangkai ini, membentuk sebuah dinding raksasa yang terbuat dari tanaman. Menjulang sangat tinggi sebelum kembali terkait, menyatu dalam posisi sepenuhnya menutup satu area sekitar. Menciptakan kubah tumbuhan raksasa.


"Haaahhhh…!!!"


Fairley yang baru saja selesai mengeksekusi teknik, mengambil nafas berat beberapa kali, sembari mulai duduk bersila, tanpa memotong sulur pada kedua telapak tangan yang menyatu dengan kubah raksasa.


"Selesaikan dua sampah ini dengan cepat! Aku akan menahan yang diluar!" Gumam Fairley. Menutup aksinya dengan intruksi kepada para pasukan elite penjaga Khan Eleanor Tribe.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Bersamaan dengan itu, tepat ketika Fairley telah menyampaikan intruksi, serangan-serangan berkekuatan dahsyat, mulai menghujam sisi luar teknik Wall Of Thousand Plant milik Nature Fruit.


"GROOOOOAAAAHHH…!!!"


"KWWWAAAAAAAKKK…!!!"


Joy Kecil dan Neve, seketika menghentikan duel antara keduanya. Segera melancarkan serangan untuk berusaha menerobos dan menghancurkan Wall Of Thousand Plant saat merasa kedua Masternya, sedang dalam situasi terancam.


"NIMFA…!" Seru Fairley, dengan raut wajah bergetar. Menahan gertakan gigi-giginya.


'Yahhh… Master!' Jawab Nimfa, gadis bocah manifestasi dari roh Nature Fruit ini, melompat keluar dari dalam ranah jiwa. Melayang di belakang tubuh Fairley, untuk kemudian menyentuh mahkota tanaman berduri pada kepala Fairley.


*Wuuungg…!!!


*Woooshhhh…!!!


Dengungan keras terdengar, dilanjutkan dengan gelombang dahsyat Mana Tanaman berwarna hijau pekat, mulai menggeliat liar pada lokasi sekitar saat Nimfa menyentuh mahkota berduri.


Gelombang Mana yang seperti tanpa batas, semburat keluar dari dua telapak tangan Fairley. Bergerak menjalar pada tangkai-tangkai tanaman raksasa. Tanpa henti melakukan pemulihan, memperbaiki serta menguatkan Wall Of Thousand Plant yang sempat terkoyak oleh serangan-serangan Joy Kecil dan Neve.


"Hmmmm…! 30 menit sampai batas maksimal yang mampu di tahan oleh ranah jiwa dan Element Seedku!" Gumam Fairley. Menatap tajam kedepan.


Tepat di hadapan Fairley sendiri, puluhan Knight kelas tinggi satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe, sekelompok Emeperor tahap Bumi. Kini bergerak bersamaan untuk menyerang Theo dan Sinbad. Berusaha menghabisi keduanya dengan cepat.


Sinbad memasang ekspresi wajah sangat marah. Ia benar-benar marah. Bukan karena mendapat serangan bertubi-tubi atau karena harus menghadapi pertarungan tak adil melawan puluhan Knight kelas tinggi.


"Kalian pengganggu sialan!"


Kapten Kelompok Perompak Naga Laut serta pemimpin tertinggi Aliansi 7 Lautan ini, menjadi sangat murka karena pertarungan antara dirinya dan Theo yang mulai berkembang semakin seru, harus terganggu. Terhenti akibat kedatangan Kelompok Eleanor Tribe.


"Vermilion! Aku mengijinkan untuk kau menjadi murka!" Seru Sinbad lantang. Dengan wajah yang sangat menyeramkan. Ekspresi antusias yang selama ini menjadi ciri khasnya, berganti dengan raut muka penuh kebengisan.


Bersama dengan seruan Sinbad, Blazing Sword yang sedang ia genggam, mulai bergetar hebat. Derak aliran Mana Api yang terasa sangat kuno, terkompresi menjadi sangat solid dan padat pada seluruh bagian pedang. Sebelum kemudian…


*BOOOOOMMMM…!!!


Ledakan dahsyat semburat Mana Api ganas, menyeruak keluar dari Blazing Sword. Menyebar luas hingga menghempaskan beberapa anggota satuan elite penjaga Khan Eleanor Tribe.


*BOOOOMMMM…!!!


Ledakan pertama, disususul oleh ledakan kedua, dimana kini menarik kembali seluruh Mana Api ganas yang tadi sempat menyebar.


*Woooshhhh…!!!!


Mana Api menyatu kembali untuk menyelimuti seluruh Blazing Sword. Membentuk aliran Mana dengan wujud Vermilion Bird yang berkobar-kobar.


"HAHHAAHHAHA…!!!"


"HAHAHAHHAHA…!!!"


"HAHHAHAHAHHAHAH…!!!"


"SETELAH RIBUAN TAHUN, AKU AKHIRNYA MENGHIRUP UDARA SEGAR…!!!"


Sosok kobaran Mana Api Vermilion Bird sendiri, tampak memiliki kehendak hidup. Tertawa lantang dengan suara keras penuh dominasi begitu sosoknya terbentuk.


"Mode Murka dari Mighty Sword!" Gumam Theo. Menatap lekat kearah Blazing Sword di tangan kanan Sinbad.


"Senjata hidup yang bisa mengambil wujud layaknya seorang Soul Knight! Setiap Ancient Thing, memang memiliki kekuatan dahsyat!" Lanjut Theo.


Theo baru menyelesaikan gumamannya, sampai tiba-tiba, sosok Sinbad yang kini tampak benar-benar mengerikan dengan berbagai wujud Kombinasi dalam tubuhnya, memandang balik kearah Theo dengan tatapan tajam.


"BANDIT…!!!" Teriak Sinbad.


Sebuah teriakan yang disambut Theo dengan kerutan kening.


"JIKA KAU MASIH PUNYA SIMPANAN TEKNIK RAHASIA YANG TERSEMBUNYI DI BALIK LENGAN BAJUMU, KELUARKAN SEKARANG!" Seru Sinbad. Suara marahnya kini ikut berubah terdengar penuh dominasi. Dengan kedua bola mata, juga mulai memancarkan kobaran Mana Api.


"KITA HABISI SEGERA SEMUA LALAT PENGGANGGU INI! AGAR PERTARUNGAN BISA KEMBALI DI LANJUTKAN!"


"DAN KALI INI, KETIKA NANTI DUEL BERLANJUT, JIKA KAU MASIH JUGA MENAHAN DIRI, MAKA KUPASTIKAN, DALAM SEKEJAP, KAU AKAN BERAKHIR SEPERTI MEREKA!" Tutup Sinbad, seraya menyarungkan Tremor Sword, menggenggam erat Blazing Sword yang membara, dengan kedua tangan.


*WOOOSHHHH…!!!


Sinbad melanjutkan aksinya dengan membuat gerakan menebas kedepan. Sebuah gerakan yang segara menciptakan hembusan gelombang dahsyat Mana Api kuno. Berderak dalam intensitas sangat tinggi. Begitu masif.


*Boooommmm…!!!!


Serangan Sinbad, mengeringkan udara, menguapkan laut. Dan dalam sekejap memusnahkan dua orang satuan pasukan elite penjaga Khan Eleanor Tribe yang terlambat menghindar. Atau lebih tepatnya, tak bisa bergerak untuk menghindar. Karena berada dalam jangkauan terlalu dekat sehingga menerima tekanan hawa panas kuat.


Dua orang ini, lenyap menjadi serpihan abu.


"Wahhhh… Dia sungguh serius dengan peringatannya!" Gumam Theo.


"Duel naik ke level selanjutnya! Bersihkan lalat pengganggu!"


*Woooshhhh…!!!!


Derak Api Surgawi menyala pada jari-jari Theo, sebelum kemudian, ia menyalurkan aliran Mana Kegelapan merah darah Lord Satan pada Api Surgawi.


*Jleepp…!!!


Theo menusuk dadanya, menggerakkan Api Surgawi untuk memasuki Ranah Jiwa, meremas Element Seed.


*BOOOOMMMM…!!!!


Letupan dahsyat enam atribut Mana meledak keluar dengan lebih dahsyat dari dalam tubuh Theo. Bersama itu pula, keempat senjata bocah dosa, terbang keluar dari dalam tatto segel. Diakhiri dengan Medan Gravitasi menyebar luas.


Rage buatan Absolute, aktif.