
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*Booooommmm….
Sebuah ledakan dahsyat yang menderu, menjadi pemandangan pertama menyambut Razak.
Logam Mulia Ruang Angkasa, dimana memiliki ukuran raksasa, kini terlihat hancur menjadi beberapa bagian.
Razak hanya sempat menyaksikan punggung Theo yang berselimut kekuatan asing. Terasa sangat mendominasi untuk beberapa saat. Sampai kemudian, hembusan dari sisa ledakan dahsyat, mulai menyebar luas. Membawa deru debu berterbangan kesegala arah, sepenuhnya memenuhi ruangan.
"Sangat disayangkan, ini akan sedikit menurunkan kualitasnya!"
Dalam deru debu yang masih memenuhi ruangan, suara Theo terdengar di balik tabir debu-debu.
"Hanya saja, ini memang satu-satunya cara! Jadi aku tak punya pilihan lain!" Lanjut Theo.
Bersama Theo mulai mengucapkan beberapa kata, tekanan dari dua aliran Mana tak kasat mata yang sebelumnya sempat bertumbuk satu sama lain, juga mulai mereda.
*Woooshhhh….!!!
Sampai kemudian, ketika tekanan telah benar-benar hampir hilang, menyisakan hanya sedikit riak tersisa yang tersebar acak pada beberapa sudut ruang, dari balik tabir debu, aliran Mana Angin berhembus kencang. Dalam sekejap menyingkap luapan debu yang sempat memenuhi ruangan.
Dengan tersingkapnya debu-debu, Razak kembali mendapatkan visi jelas pada setiap sudut ruang. Ia kini bisa melihat sosok Theo, sedang berdiri pada bagian tengah ruangan. Sudah kembali pada wujud normal, bahkan telah menarik Tongkat Logam Baal pada tatto segel dosa Kerakusan.
Theo, masih berdiri memunggungi Razak, sementara di sekitar tempat ia berdiri, berserakan bongkahan-bongkahan Logam Mulia Ruang Angkasa.
Dengan sisa-sisa sedikit luapan energi yang bergelayut pada tubuhnya, Theo mengambil sebongkah besar pecahan Logam Mulia Ruang Angkasa di bawah kakinya. Memandang dalam diam untuk sementara waktu.
Sementara Razak, hanya terus memperhatikan Boss Besarnya tersebut dari belakang. Sedang ragu dan tak tahu harus bersikap seperti apa. Satu sisi Razak merasa begitu kagum, benar-benar bersyukur memiliki sosok panutan seperti Theo.
Namun, disisi lain, Razak juga merasa tertekan melihat punggung Theo. Punggung yang harus senantiasa ia kejar. Punggung yang membuatnya tergerak untuk terus berlatih lebih giat agar bisa terus memandangnya.
Sedikit saja ia mengendurkan latihan, maka sosok punggung tersebut akan bergerak semakin menjauh. Satu hal yang jelas tak diinginkan oleh Razak.
'Aku akan terus mempertahankan jarak!'
'Aku akan berada disana! Tepat dibelakang punggungmu saat kau berdiri dipuncak tertinggi!' Gumam Razak. Memasang raut wajah penuh keteguhan. Menekankan kalimat tersebut pada jiwanya.
"Hmmmmm… Meskipun sudah hancur menjadi sedemikian rupa, namun kemurniannya benar-benar masih luar biasa!" Gumam Theo. Memandang lekat bongkahan Logam Mulia Ruang Angkasa ditangannya.
"Mengatasi Mana Ruang, dengan menggunakan Mana Gravitasi yang merupakan atribut Mana dari sesama Demon Fruit, ternyata memang langkah yang tepat!"
"Mana Gravitasi milikku jelas lebih murni karena bersumber langsung dari tangkai pohon Gravity Fruit Luna yang tumbuh dalam Ranah Jiwa!"
"Sedangkan Mana Ruang yang terkandung dalam Logam Mulia Ruang Angkasa, berasal dari energi yang terserap dan terkompresi secara alami proses alam! Akan berbeda cerita jika Mana Ruang yang ada disini, berasal dari sesama pemakan Demon Fruit, yakni Space Fruit!" Gumam Theo. Melanjutkan beberapa skema, berdiskusi dengan dirinya sendiri.
Theo tampak memasang wajah puas untuk sementara waktu. Sebelum mulai membuat gerakan mengayun tangan. Memasukkan seluruh bongkahan Batu Logam Mulia Ruang Angkasa yang berserakan di sekitar, kedalam gelang ruang-waktu.
Dengan terpecahnya Logam Mulia Ruang Angkasa menjadi beberapa kepingan lebih kecil, itu secara drastis mengurai tekanan Mana Ruang yang sebelumnya terkonsentrasi secara pekat saat Logam Mulia Ruang Angkasa masih berbentuk ukuran raksasa.
Bagaimanapun juga, Theo bisa menduga bahwa bahan dasar pembuatan Gelang ruang-waktu, jelas juga menggunakan Logam Mulia Ruang Angkasa berkualitas tinggi. Terlebih lagi, Masternya, Tiankong yang menempa Gelang ruang-waktu, tak hanya memanfaatkan Mana Ruang sebagai sarana penempaaan. Juga menambah atribut Mana Waktu dalam prosesnya.
Kombinasi atribut sempurna karena Mana Ruang dan Mana Waktu, adalah dua atribut Mana spesial yang memang saling terkait satu sama lain. Secara sempurna berhasil mengatasi gejolak Mana Ruang dari pecahan-pecahan Logam Mulia Ruang Angkasa.
"Baik…! Razak urusan kita telah selesai! Saatnya kembali keatas!" Ucap Theo. Mulai berbalik.
"Wahhh…!!"
Hanya saja, Theo sedikit berseru kagum saat yang menyambutnya pertama kali ketika berbalik, adalah sosok Razak yang bertambah besar beberapa kali lipat ukuran tubuhnya. Tak hanya itu, otot-otot nya juga membesar. Membentuk garis-garis luar biasa yang berdenyut seperti sedang bernafas.
"Kau sepertinya kembali menemukan metode penempaaan tubuh fisik yang luar biasa!" Ucap Theo.
"Bisa kulihat, tubuh fisikmu telah berkembang menjadi sedemikian rupa! Kau benar-benar bocah monster! Hahahhaaha…!" Lanjut Theo.
Namun, meskipun yang terlontar dari mulut Theo jelas adalah sebuah pujian, itu hanya disambut oleh Razak dengan semakin menambah keteguhan dari raut wajahnya. Jelas sekali tak ada kepuasan dari ekspresi bocah tersebut.
"Boss! Kau bahkan mampu bertahan saat tubuhmu di bebani semua aura penuh dominasi yang sebelumnya kau keluarkan!" Ucap Razak. Seraya mulai melepas keluar aura medan magnet dari dalam garis-garis Meridiannya. Perlahan kembali ke wujud normal.
"Hahhaha…! Kenapa memasang wajah begitu tertekan? Aku hanya beruntung memiliki beberapa teknik khusus yang tersimpan di balik lengan baju!" Ucap Theo. Raut wajah polos yang selalu ditampilkan oleh Razak. Menyebabkan Theo setiap waktu dapat dengan mudah menangkap seluruh pikiran bocah tersebut. Karena memang Razak adalah tipe orang dengan cara berfikir sederhana.
Cara berfikir sederhana yang jarang dimiliki oleh orang yang menapaki jalan Knight. Satu hal yang menurut Theo adalah anugerah sekaligus kelemahan bagi Razak.
Anugerah karena menandakan bahwa Razak adalah seorang bocah berhati murni dan belum digerogoti banyak nafsu jalan Knight. Kelemahan karena akan membuat Razak begitu mudah terbaca atau dimanfaatkan oleh orang lain.
Bocah tersebut cukup beruntung karena dikelilingi oleh orang-orang terpercaya yang dengan tulus membimbing serta memberi arahan. Jika saja Razak dengan kepribadian sederhananya berakhir di Kelompok yang kurang tepat, ia jelas hanya akan berakhir sepenuhnya di manfaatkan.
"Boss…! Meskipun kau bilang begitu, namun semua teknik yang kau miliki, jelas tak akan dapat di gunakan secara maksimal jika tak ditopang oleh tubuh fisik luar biasa!" Ucap Razak. Membalas kata-kata Theo.
"Bahkan jika itu adalah aku, mengeksekusi teknik seperti tadi, hanya akan membuat tubuh fisikku terbabani! Atau bahkan hancur perlahan!"
"Menahan sebaran teknikmu saja, itu membutuhkan usaha keras mendorong sampai batas maksimal dari kekuatan tubuh fisikku!" Tutup Razak. Sedikit menundukkan kepala.
"Hei…!! Faktanya kau mampu bertahan! Bahkan malah merubah tekanan tersebut untuk memperoleh kekuatan baru!" Balas Theo. Memasang senyum sederhana.
"Jadi, angkat kepalamu! Jangan terlalu merendahkan kekuatanmu sendiri! Bagaimanapun juga, jalanmu masih panjang! Aku sendiri tak sampai pada titik ini hanya dengan usaha sederhana!"
"Jika ingin meraih puncak tertinggi, kau harus berani mengambil segala resiko! Tekankan itu baik-baik! Terus berlatih lebih keras! Aku sepenuhnya percaya bahwa kau, akan menjadi satu dari beberapa orang yang kelak akan menemaniku di puncak tertinggi!" Tutup Theo. Semakin melebarkan senyumnya.
"Boss…!"
Kata-kata Theo, berhasil memberi dorongan pada jiwa Razak. Secara tak sadar, bocah tersebut mengangkat kepala.
Mengangkat kepala hanya untuk disambut oleh sorot mata Theo yang kini menatapnya dengan penuh ketajaman. Sorot mata yang seolah mengungkapkan, bahwa Theo benar-benar serius dengan semua yang baru saja tadi ia sampaikan pada Razak.
"Boss…! Aku akan disana saat kau mencapai puncak tertinggi!" Ucap Razak. Dengan intonasi nada yang di tekan sembari memasang raut wajah penuh keteguhan. Kembali mendapat kepercayaan diri serta ketajaman pada sorot matanya.
"Bagus! Tatapan seperti itu yang harus kau pertahankan! Jangan pernah membiarkan tatapan matamu itu meredup!" Ucap Theo.
"Jika memang ingin mencapai puncak tertinggi, yang pertama harus kau lakukan, adalah percaya bahwa dirimu adalah seorang naga! Makhluk buas yang berdiri pada puncak ekosistem! Kau harus percaya bahwa dirimu adalah halilintar! Hal yang membawa ketakutan pada sudut tedalam jiwa setiap makhluk hidup!" Tutup Theo.
Kalimat yang disambut oleh Razak dengan mengangguk cepat. Mengeraskan kepalan tangannya.