Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
211 - Thomas dan Darsa


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(Medan pertempuran utama)


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm….!!!


Suara-suara ledakan imbas saling bentur antar berbagai teknik, menjadi senandung perang yang mengiringi intensitas tinggi jalannya petarungan di atas medan pertempuran utama.


Kedatangan tiba-tiba armada kapal perang Kelompok Bandit Serigala pimpinan Darsa dan Thomas yang sebelumnya dibagi Theo dalam misi Gurun Purba, dimana kemudian bergabung dengan tim Laut Merah pimpinan Tuan Leluhur, benar-benar telah merubah wajah medan pertempuran.


Dominasi mutlak Barbarian Tribe segera tertahan, keunggulan yang mereka miliki hasil memanfaatkan unsur kejut dengan datang disaat terakhir untuk menyergap Kelompok Bandit Serigala dari arah belakang, dibalas dengan brilian oleh armada Bandit Serigala. Melancarkan aksi yang sama, menyergap balik pihak penyergap.


Pertempuran, berkembang menjadi lebih berimbang. Keunggulan jumlah pasukan Barbarian Tribe, telah hilang. Sementara unsur kejut yang sebelumnya menjadi momentum baik untuk memainkan tempo pertempuran bagi kelompok tersebut, telah berhasil di rebut balik oleh pihak lawan. kelompok Bandit Serigala.


Dengan bergantinya alur pertempuran, wajah medan perang juga berubah total. Tampak pada beberapa sisi medan pertempuran, tiap-tiap anggota pasukan Barbarian Tribe, harus berhadapan dengan lawan-lawan baru yang selain sangat tangguh, juga masih dalam kondisi sepenuhnya bugar.


Si Gendut Thomas, dalam wujud raksasa Meridian Knightnya, bergerak dengan langkah berderap menggetarkan laut beku, menghujamkan beberapa serangan dahsyat Gada Raksasa, memimpin divisi pendobrak yang sebagian besar merupakan penunggang Boneka Bernyawa Gajah Metalik nan perkasa, untuk mulai membuat barikade di sekitar lokasi Glory Land Warship.


Pasukan Divisi pendobrak Thomas, dibantu oleh para anggota biasa Kelompok Bandit Serigala yang segera melompat keluar dari balik tabir formasi pertahanan Glory Land Warship, akhirnya mampu secara perlahan mendesak balik gelombang pasukan Barbarian Tribe.


Beberapa Knight elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang sebelumnya memimpin kelompok mereka untuk berusaha memecah formasi pertahanan Glory Land Warship, kini secara paksa memberi perintah pada pasukannya untuk bergerak mundur. Tak kuasa menahan laju terjangan tim pendobrak. Khususnya Thomas yang terus melancarkan aksi menyerang para pemimpin kelompok pasukan Barbarian Tribe.


Thomas yang entah bagaimana muncul dalam kondisi kultivasi telah mencapai Kelas Emperor tahap awal, saat ini dengan keji menghujamkan serangan-serangan berbobot dahsyat pada beberapa Knight elite Barbarian Tribe.


Serangan-serangan dahsyat Thomas, mampu memberi luka serius bagi tiap lawan yang ia kunci sebagai target. Beberapa bahkan harus meregang nyawa karena menerima serangan dahsyat si Gendut ketika sedang dalam kondisi tak sepenuhnya siap.


Thomas, kini menjelma bagai seorang monster raksasa keji yang tanpa belas kasih menggilas siapapun itu anggota Barbarian Tribe yang kebetulan berada dekat dengan posisinya. Memimpin pasukan Gajah Metalik raksasa divisi pendobrak, untuk bergerak menggencet tiap lawan.


"Gencet dan remukkan tubuh mereka tanpa belas kasih!" Seru Thomas lantang. Memberi kalimat motivasi keji bagi kelompok divisi pendobrak yang ia komandoi.


Seruan keji tersebut, nyatanya disambut oleh pasukan Bandit Serigala yang bergerak bersama Thomas, dengan berteriak lantang penuh semangat. Memasang ekspresi bengis pada setiap raut wajahnya masing-masing. Bergerak tanpa keraguan terus menerjang kedepan.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


*Booooommmm…!!!


Langkah penuh dominasi Thomas, hanya terhenti ketika lima anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, menerjang secara bersamaan. Melancarkan teknik serangan dahsyat masing-masing untuk di bebankan sepenuhnya pada beberapa bagian tubuh Si Gendut.


"Uhuuukkk…!!"


Thomas yang baru menerima serangan 5 lawan berkelas Emperor tahap awal secara bersamaan, segera terbatuk keras. Mengeluarkan setitik darah pada sudut bibirnya.


Hanya saja, serangan-serangan tersebut, meskipun mendarat dengan telak, ternyata belum cukup untuk memberi luka berat pada tubuh raksasa Thomas.


Si Gendut justru mulai memasang senyum tipis nan licik begitu selesai mengusap bercak darah di bibirnya.


"Kalian pikir, hanya serangan tanpa bobot seperti itu, akan cukup untuk menerobos pertahanan tubuh fisikku?" Gumam Thomas.


*Kraaakkk…!!!


Bersama gumaman Thomas, beberapa suara seperti retakan-retakan keras, mulai terdengar dari dalam tubuhnya.


"Stone Muscle!" Ucap Thomas. Aliran Mana Tanah intens yang terasa penuh dominasi, memancar hebat dari dalam tubuhnya.


Memanfaatkan Mana Tanah Intens milik Roh Naga Bumi yang bersemayam di dalam Gada Raksasa, Thomas mengeksekusi sebuah teknik memperkuat otot-otot dalam tubuhnya. Satu teknik yang menjadi alasan kenapa tubuh raksasa Meridan Knight Si Gendut, tampak begitu perkasa.


Tubuh fisik Thomas yang pada dasarnya sudah sangat fenomenal, berkembang ke level yang lebih tinggi lagi. Akan memerlukan usaha keras bahkan jika 5 lawan dalam kelas yang sama, bersatu untuk menerobos kekokohan tubuh fisik milik si Gendut.


"Sejak pertama naik ke kelas Emperor, aku sebenarnya berniat untuk melakukan uji coba pertama pada kekuatan tubuh fisik, dengan melakukan beberapa tukar tinju melawan bocah Razak!"


*Bammmm…!!


Dengan sekali hentakan keras yang segera menghancurkan laut beku medan pertempuran, Thomas menerjang kearah salah satu dari lima lawan yang saat ini sedang mengepung.


*Woooshhhh…!!!


Tangan kiri Thomas, memanggul Gada Raksasa, sementara tangan kanan, terkepal keras dalam derak aliran Mana Tanah padat. Si Gendut tampak berniat melancarkan serangan pukulan tangan kanan.


Pergerakan tubuh raksasa Thomas yang meskipun memang penuh dominasi, tetap saja tak terlalu cepat, menyebabkan pihak lawan yang ia pilih sebagai target, dengan tanggap memasang kuda-kuda bertahan, bersiap menahan serangan tinju Thomas.


Hanya saja, tepat ketika ayunan tinju Thomas sudah akan mencapai target, si Gendut secara tiba-tiba memasang senyum licik.


*Booooommmm….!!!


Bersama senyum liciknya tersebut, ternyata bukan tinju tangan kanan dimana telah sepenuhnya siap diantisipasi oleh pihak lawan yang mendarat, itu adalah Gada Raksasa pada tangan kiri yang menghujam keras. Mendarat telak pada kepala bagian atas target si Gendut.


Tinju berderak Mana Tanah padat, hanya sebuah gerak tipuan, serangan sebenarnya, telah di siapkan pada tangan kiri yang menggenggam Gada Raksasa.


Dengan kepala berlumuran darah segar, tubuh salah satu anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, terhujam keras memecah laut beku, terus melaju tenggelam menuju kedalaman laut.


"Biad*ap licik!"


"B*abi sialan!"


"Habisi!"


Seruan-seruan marah, terdengar dari mulut anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe lain yang mengepung si Gendut begitu melihat aksi licik Thomas.


"Hahhaha…! Kelicikan hanya bisa di terapkan dan lancar mengalir seperti air sungai saat lawan yang di hadapi adalah orang to*lol!"


"Jadi, bisa dikatakan kalian memang adalah kumpulan manusia t*olol!" Seru Thomas. Mengucapkan kalimat provokasi yang secara terang-terangan melecehkan lawan-lawannya.


Dengan kemarahan tak tertahan, seluruh lawan tersisa, bergerak menerjang secara bersamaan.


Tindakan yang disambut oleh Si Gendut dengan justru semakin melebarkan senyum liciknya.


**** 


(Lokasi Darsa)


"KIIEEEKKKKKK….!!!"


*Booooommmm….!!!


Sama halnya dengan Thomas, Darsa yang sedang memimpin divisi Thousand Beast, saat ini harus berada dalam situasi diserang oleh beberapa orang anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe. Tepatnya 6 sekaligus.


Tiga orang bergerak menahan masing-masing tiga Demonic Beast kontrak Darsa, sementara tiga lain yang tersisa, secara bersamaan menyerang Darsa.


"Terus lanjutkan! Sebagai seorang True Knight, memang berapa lama ia bisa bertahan saat para Beast kontraknya tertahan!" Ucap salah satu anggota satuan elite Barbarian Tribe.


"Yah, meskipun cukup mengejutkan ada seorang True Knight yang mampu mengontrak tiga Beast sekaligus, namun itu akan percuma jika ia tak bisa menjalin komunikasi serta kombinasi serangan dengan para Beast kontraknya!"


*Booooommmm….!!!


*Booooommmm….!!!


Serangan-serangan dahsyat, terus terhujam kearah Darsa, dimana kini memilih untuk terus bergerak menghindar dengan teknik gerakannya.


"Bagus! Dia tersudut!" Ucap salah satu pihak lawan, saat melihat Darsa dalam situasi tak memiliki ruang lagi untuk bisa bergerak menghindar, sepenuhnya tertutup dalam area serangan tiga lawannya.


*Woooshhhh…!!!


Satu dari tiga lawan, segera bergerak menerjang sembari mengayunkan pedang berderak Mana Api.


"Mau kabur kemana lagi sekarang kau Bandit sialan!" Dengus sang penyerang.


"Justru sebaliknya! Kalian cukup bodoh untuk dengan konyol menurunkan kewaspadaan dan terpancing masuk pada areaku!" Gumam Darsa. Membuat gerakan segel tangan cepat. Bersama dengan itu, tatto-tatto segel pada beberapa bagian tubuhnya, mulai menyala terang.


"Aku bahkan tak pernah bilang hanya bisa memanggil tiga Beast kontrak!" Gumam Darsa.