
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Ohhh…. Joy Kecil! Cepat! Cepat kemari!" Seru Baal, tampak antusias begitu melihat kedatangan Joy Kecil.
"Tuuuu…. Tuuuu…..!!"
Sama halnya dengan Baal, Joy Kecil segera menjawab dengan nada riang gembira saat Baal memanggil. Mengayunkan kedua kaki depan, Joy Kecil mempercepat gerakan terbang melayangnya untuk menuju kearah Baal.
"Hmmmmm…. Gadis Gravitasi!" Dengus Asmodeus.
Berbeda dengan Baal yang antusias menyambut Joy Kecil, Asmodeus justru tampak tak begitu suka ketika melihat gadis kecil imut yang sedang duduk santai diatas cangkang sang Silver Turtle.
"Aku punya nama! Panggil dengan benar!" Dengus sang gadis kecil balik. Saat mendengar kata-kata bernada tak ramah yang keluar dari mulut Asmodeus.
"Ohhh… Kau punya nama? Nona gravitasi? Bocah gravitasi? Atau apa? Aku bahkan sudah lupa!" Jawab Asmodeus.
Mendengar Asmodeus kembali mengeluarkan kalimat tak ramah, gadis kecil segera memasang ekspresi wajah cemberut.
"Itu adalah Luna! Namaku adalah Luna! Kenapa kau selalu saja bersikap menyebalkan? Padahal aku merasa tak pernah berbuat salah! Kita bahkan jarang bertemu satu sama lain!" Dengus gadis kecil, mengenalkan namanya sebagai Luna. Ekspresi wajah cemberut yang menghiasi wajahnya, kini semakin menjadi saat menyampaikan keluhan.
Gadis kecil bernama Luna tersebut, tak lain adalah manifestasi bentuk roh dari tanaman Gravity Fruit yang tumbuh di dalam ranah jiwa Theo. Satu dari Ancient Thing jenis kelima. Five Demon Fruit.
"Hmmmm…. Memang harus ada alasan untuk tak suka pada orang lain? Aku hanya tak suka saja tiap kali melihat kehadiranmu! Sesederhana itu!" Tanggap Asmodeus. Masih memasang muka ketus. Menjawab dengan alasan kekanakan.
"Kau…."
Luna tampak akan membalas jawaban tak masuk akal Asmodeus, sampai kata-kata terhenti ketika makhluk misterius, kembali meneriakkan suara lantang.
"KIIIEEEEKKKKKK…..!!!"
Makhluk tersebut tampak sangat marah, menyebarkan api yang ada di sekujur tubuhnya kesegala arah, kemudian dengan keras berusaha berdiri dan melawan tekanan medan Gravitasi yang menghimpit tubuhnya.
Disisi lain, mendengar teriakkan tersebut, dimana telah memotong kalimat yang hendak ia ucapkan, ekspresi wajah Luna segera berubah marah. Ia dengan tajam menatap kearah makhluk misterius.
"Diam….!!!" Bentak Luna. Bersamaan dengan bentakannya tersebut, aliran Mana Gravitasi kuno semakin intens menyeruak keluar. Menyebabkan tekanan yang ada di wilayah sekitar, semakin bertambah berat.
"Ugggghhhh….!!!"
Tindakan Luna, tak hanya memberi efek pada makhluk misterius, Joy Kecil dan para Bocah Dosa, juga ikut menerima imbas dari bertambah beratnya tekanan gravitasi lingkungan sekitar.
"Joy Kecil! Bagaimana kalau kita bermain! Pergi saja dari tempat ini! Nanti akan kuberitahu, jenis-jenis makanan apa saja yang rasanya paling nikmat!" Ucap Baal. Mulai kesal dengan situasi yang terjadi.
"Tuuuu….!!!"
Mendengar ajakan Baal, Joy Kecil segera membalas dengan jawaban dan ekspresi riang.
Sementara Belphegor, terlihat mulai secara diam-diam bergerak sedikit mundur kebelakang. Semakin malas dengan kekacauan yang ada di hadapannya, berniat kabur.
Mammon sendiri, yang juga masih ada di tempat, dari tadi tampak tak peduli dengan segala yang ada di sekitarnya. Masih manatap dengan tatapan kosong kearah makhluk misterius.
"Aku menginginkannya!" Gumam Mammon, masih memasang wajah tanpa ekspresi. Maju satu langkah kedepan.
"Bocah-bocah sialan! Diam di tempat!" Bentak Asmodeus. Begitu melihat kelakuan dari masing-masing sesamanya.
"Joy Kecil! Tetap disini! Jangan hiraukan bocah kera itu!" Ucap Luna. Dengan intonasi nada penuh perintah, setelah Joy Kecil terlihat akan benar-benar mengikuti ajakan Baal.
"KIIIEEEEKKKKKK….!!!"
Sementara itu, ketika semua roh Ancient Thing sedang sibuk bertikai satu sama lain, makhluk misterius kembali berteriak marah sangat liar. Dibarengi dengan satu hal aneh terjadi pada tubuhnya.
Keanehan tersebut, ada pada api yang menyelimuti seluruh tubuh sang makhluk misterius, dimana awalnya berwarna merah dominan, kini mulai berubah menjadi keemasan. Dan bersamaan dengan terjadinya perubahan warna tersebut, aura yang memancar dari dalam tubuh sang makhluk, juga bertambah semakin intens. Membara bagaikan api Surgawi yang legendaris.
Kejadian ini, segera membuat seluruh roh yang ada di dalam ranah jiwa, menatap tajam kearah sang makhluk. Namun, setiap roh ini bukannya memasang ekspresi wajah waspada ataupun takut, justru tampak sangat marah dan kesal. Hanya Mammon yang masih memasang wajah datar.
"Aku menginginkannya!" Ucap Mammon, dengan nada biasa, sebelum tanpa mengatakan apapun lagi, melompat maju menerjang kedepan.
"Benar-benar mengganggu saja! Kumakan kau!" Bentak Baal. Mengikuti Mammon dan Belphegor.
"Bunuh! Akan kubunuh penerobos yang mengancam ranah jiwa Master!" Gumam Asmodeus. Sembari mengeluarkan hawa dari nafsu membunuh pekat, ia ikut maju menerjang.
"Tuuuuu…..!!!!"
Disisi lain, merasa situasi bertambah menjadi sangat seru, Joy Kecil segera melakukan tranformasi. Berubah menjadi sosok yang terlihat begitu ganas. Tak ingin ketinggalan, maju menyerang kedepan mengikuti keempat bocah dosa.
"Hmmmm….!!!"
Luna sendiri, hanya mendengus kesal, setelah melompat dari cangkang Joy Kecil, gadis ini tak ikut maju seperti yang lainnya. Hanya mulai semakin menambah intensitas dari tekanan mana Gravitasi. Kali ini sepenuhnya terfokus pada wilayah sekitar makhluk misterius.
*Boooooommmmm….!!!
Terjangan yang dilakukan oleh para roh Ancient Thing, akhirnya bertemu dengan nyala api emas dari makhluk misterius. Membuat ledakan dahsyat di dalam ranah jiwa saat bentrokan akhirnya benar-benar terjadi.
Ranah jiwa tergoncang hebat….
Bentrokan dari kedua belah pihak, tampak saling berimbang satu sama lain.
"Cih….!! Jika saja kami tak terikat dengan Master, dan dalam keadaan kekuatan penuh! Makhluk yang baru lahir ini bukanlah apa-apa!" Dengus Asmodeus.
"Kiiieeeekkkkkk….!!!"
Dengusan Asmodeus, hanya disambut dengan makhluk misterius kembali menambah intensitas nyala api emas miliknya. Menyebabkan para roh Ancient Thing, sedikit terdorong mundur kebelakang.
Namun, situasi ini hanya bertahan untuk beberapa saat, sampai para roh Gerbang Dosa, berubah bentuk kedalam mode senjata masing-masing. Perubahan bentuk kedalam mode senjata ini, secara intsan menaikkan aura yang keluar dari dalam tubuh mereka. Mulai menekan balik api emas makhluk misterius.
Dan ketika situasi berkembang sedikit tak menguntungkan bagi makhluk misterius, secara tiba-tiba….
*Syuuuttt…!!!
*Sraaaakkkk….!!!
*Sraaaakkkk….!!!
Dari arah belakang sang makhluk, Element Seed tipe Netral Theo yang dari tadi hanya diam. Kini terlihat mulai sedikit melakukan pergerakan. Sulur-sulur bergerak lembut untuk beberapa saat, sampai secara tiba-tiba, ganti bergerak cepat merambat kesekitar menuju kearah Makhluk misterius.
"Kiiieeeekkkkkk….!!!"
Makhluk misterius berteriak marah saat sulur Element Seed tipe Netral, dengan gesit membelenggu seluruh tubuhnya. Secara perlahan justru mulai menyerap api yang menyelimuti tubuh sang makhluk.
"Kau makhluk sialan! Berani sekali menerobos masuk kedalam ranah jiwaku tanpa ijin!" Bentak satu suara, berasal dari Element Seed tipe Netral yang kini menyala terang dengan enam warna berbeda pada setiap cabang-cabangnya.
Pemilik suara tersebut, tentu saja adalah Theo, dimana telah dengan sangat susah payah, berhasil mengambil alih kendali dari Element Seed ketika nyala api yang tadi sedang mendekap Element Seed, sedikit berkurang intensitasnya karena makhluk misterius, harus membagi perhatian dengan para roh Ancient Thing yang melakukan serangan.
"Itu adalah anugerah bisa bertemu dengan sosok Golden Crow yang legendaris! Dimana hanya tercatat keberadaannya secara samar dalam beberapa catatan-catatan kuno!" Tambah Theo.
"Kini, karena kau secara sukarela masuk kesini, biarkan aku sedikit mencicipi rasa Api Surgawi dari sumbernya langsung!" Tutup Theo. Kemudian semakin menambah intensitas daya serap sulur Element Seed.
"Kiiieeeekkkkkk….!!!"
Merasa situasi berbalik mengancam eksistensinya, Golden Crow yang legendaris, kembali berteriak lantang. Dengan gerakan mematuk, berhasil memotong salah satu sulur.
*Slaaaassshhh….!!!
Terpotongnya salah satu sulur tersebut, dimanfaatkan dengan sangat baik oleh sang Golden Crow, ia menyusutkan sedikit tubuhnya, sebelum dengan cepat mengepakkan sayap untuk bisa keluar dari belenggu sulur Element Seed.
"Hmmmm….?"
Namun, yang membuat Theo sedikit terkejut, itu adalah Golden Crow tak langsung kabur keluar dari ranah jiwa, justru menerjang kearah Element Seed.
*Woooshhhh….!!
Dengan kedua cakar diselimuti oleh nyala api emas padat, Sang Golden Crow mendaratkan satu serangan cakar ganas pada ukiran segel kontrak Tuan-hamba Jasia. Berhasil merusak segel tersebut. Sebelum dengan gerakan sangat gesit, ia mengecilkan ukuran tubuhnya. Menjadi sangat kecil dan bergegas terbang menerobos keluar dari dalam ranah jiwa.
---
Note :
Yang ingin melihat lebih jelas ilustrasi perubahan wujud seorang Meridian Knight, bisa cek postingan terbaru akun Instagram SDC.