Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
106 - Pembuka


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Gelombang armada kapal dari dua kelompok, masih bergerak lurus tanpa mengurangi kecepatan sama sekali. Membawa satu aura menekan nan berat. Hawa menekan yang tercipta dari puluhan ribu pasukan, dimana kini berkumpul hanya pada satu titik wilayah perairan.


Sementara pada masing-masing ujung dek kapal yang memimpin di barisan terdepan kedua kelompok, dua sosok pria saling tatap satu sama lain.


Sinbad, Kapten Perompak Naga Laut, Pemimpin utama Aliansi 7 Lautan, menatap tajam pria berambut putih dengan setelan jubah merah darah tak jauh di hadapannya. Sembari memasang senyum lebar nan antusias.


Sementara sang pria berambut putih, Theo, memberi tatapan balik tak kalah tajam kepada Sinbad. Seringai lebar penjahat jalanan khas keluarga Alknight, terpahat di wajah Boss Besar kelompok Bandit Serigala tersebut.


Situasi masih bertahan hening ketika dua kelompok saling melaju kedepan untuk beberapa saat, sampai kemudian, dua pemimpin yang berada di barisan paling depan, tiba-tiba membuat tanda isyarat dengan tangan masing-masing.


Sinbad dan Theo mengangkat tangan kanan hampir di waktu bersamaan. Sebelum secara serentak, menjatuhkan tangan masing-masing, untuk menunjuk kedepan.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm….!!!!


*Booommmm…!!!!


Rentetan hujan meriam segera menggema, mengacaukan wilayah laut bersama dengan tanda menyerang yang diberikan oleh kedua pemimpin. Serangan puluhan meriam ini, menjadi gong pembuka dari pertempuran besar di wilayah Laut Ungu, akhirnya dimulai.


"Terus melaju! Kita perpendek jarak untuk gelombang serangan selanjutnya!" Seru Guan Zifei. Berdiri di ujung bagian belakang dek Glory Land Warship. Memberi arahan kepada tiap wakil pemimpin divisi Kelompok Bandit Serigala yang berdiri di ujung dek kapal komando masing-masing.


Sementara para wakil pemimpin divisi yang mendengar intruksi Guan Zifei, segera memberi arahan pada tiap-tiap pasukan divisi yang ia pimpin.


Garis komando sangat jelas. Theo memimpin, menggunakan Glory Land Warship sebagai kapal induk utama.


Sementara Guan Zifei dan Zhou Kang, menjembatani Theo untuk memberi intruksi pada armada besar yang ada di belakang. Memimpin komando sayap kanan dan kiri. Dua orang ini, menjadi sosok sentral yang mengkoordinir para wakil pemimpin divisi Kelompok Bandit Serigala.


Dilanjutkan dengan para wakil pemimpin divisi yang akan berperan sebagai penerap strategi langsung. Menerapkan pesan intruksi dari Theo kepada pasukan armada masing-masing.


Pada dek Glory Land Warship sendiri, selain Theo, ikut serta beberapa anggota terkuat Kelompok Bandit Serigala lain yang tak menjadi wakil pemimpin divisi. Sebut saja Guan Zifei dan Zhou Kang yang mengambil peran sebagai pemimpin komando sayap kanan dan kiri.


Kemudian ada Hella dan Gerel. Juga Shadex, Isaa dan Meirin. Orang-orang ini, bersama mantan anggota kelompok Bandit masing-masing, memimpin kelompok yang nantinya akan berada di garis depan. Ujung tombak serangan langsung pertama Kelompok Bandit Serigala.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Dua gelombang armada kapal kian mendekat. Diiringi dengan rentetan hujan tembakan meriam yang semakin menjadi.


"Hmmmmm… Apa coba kulakukan inisiatif serangan? Sekedar memeriksa apakah selain Sinbad dan Dante, ada orang lain lagi yang menarik!" Gumam Theo. Semakin melebarkan seringainya, melihat bergantian kearah sayap kanan dan kiri gelombang pasukan pihak lawan.


Dan bersamaan dengan seringai Theo yang semakin melebar, ia tiba-tiba melakukan gerakan mengayunkan tangan ringan. Mengeluarkan dua sosok dari dalam gelang ruang-waktu.


*Woooshhhh…!!!


Satu dari dua sosok, melompat keluar dengan membawa aura dominasi intens. Memancarkan semburat sinar keemasan dari dalam tubuhnya.


Boneka bernyawa Panglima Cinta-Kasih, bergerak cepat memijak air laut. Maju menerjang kearah sayap kanan armada pasukan Aliansi 7 Lautan.


"GROOOOOAAAAHHH…!!!"


*Woooshhhh…!!!


Sementara disisi berlawanan, Raja Naga Hitam terbang membelah langit sembari meraung liar. Kemudian terbang dalam kecepatan tinggi untuk melakukan terjangan kearah sayap kiri armada kapal Perompak Aliansi 7 Lautan.


"Wahhh… wahhh…! Serangan pembuka yang sangat menarik? Dua sosok yang sangat mengagumkan! Apakah mereka makhluk hidup? Atau sebuah item kelas tinggi?" Ucap Sinbad.


Kapten Perompak Naga Laut ini, segera memasang ekspresi wajah antusias begitu melihat Theo mengeluarkan Raja Naga Hitam dan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih. Dua sosok yang sekarang sedang bergerak cepat untuk menuju dua sisi sayap armada kapal Aliansi 7 Lautan yang ia pimpin.


"Sin! Ini bukan saat yang tepat untuk kagum! Intruksi sekarang juga!" Dengus Dante. Yang mengambil posisi tepat dibelakang Sinbad.


Namun, Sinbad yang mendengar kata-kata Dante, tak memberi jawaban apapun. Hanya terus menatap bergantian kearah Raja Naga Hitam dan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih dengan raut wajah antusias.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmmm…!!!


Sampai akhirnya, Raja Naga Hitam dan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, benar-benar menghujam pada sayap kanan serta Kiri, mulai melakukan serangan-serangan liar yang menghancurkan beberapa kapal dari armada Perompak Aliansi 7 Lautan.


Sementara Sinbad, masih juga belum memberi intruksi apapun. Menyebabkan 10 Naga yang ada di kapal-kapal komando lain, dimana tadinya sudah tampak akan bergerak, memutuskan hanya diam. Menatap ragu kearah Sinbad. Menunggu sang pemimpin memberi intruksi langsung.


"Groooooaaaahhh…!!!"


*Booommmm…!!!


*Booommmm…!!!


*Booommmm…!!!


Raja Naga Hitam melakukan serangan-serangan keras menggunakan berbagai anggota tubuhnya. Sayap berduri, taring menjulang nan tajam, serta ujung ekor berbentuk kepala gada berduri raksasa. Menghancurkan lambung beberapa kapal.


Sementara pasukan sayap kiri Aliansi 7 Lautan, berusaha keras bertahan. Mencoba untuk tak membiarkan Raja Naga Hitam terus membuat kekacauan lebih jauh.


Disisi berlawanan, situasi sayap kanan Aliansi 7 Lautan terlihat tak kalah heboh dengan sayap kiri mereka.


*Wuuungg…!!! Booommmm…!!!


*Wuuungg…!!!! Boooommmm…!!!


Boneka bernyawa Panglima Cinta-Kasih, bergerak melompat dari satu dek kapal, ke dek kapal lainnya. Sembari melancarkan pukulan berdaya hancur dahsyat yang disertai dengan gelombang semburat cahaya emas memukau.


"Sin…! Para Naga menunggu intruksimu!" Seru Dante untuk ketiga kalinya. Kini benar-benar dengan bentakan keras.


Seruan yang disambut oleh sang Kapten dengan semakin melebarkan senyumnya.


"Tak perlu menggerakkan para Naga! Ini hanya provokasi sederhana dari Boss Besar kelompok Bandit Serigala!" Jawab Sinbad.


"Kita akan menyimpan semua untuk tetap berada dibalik lengan baju sampai detik terakhir!"


"Para Naga tak perlu bergerak sampai bentrokan sebenarnya dimulai! Cukup kau dan aku yang bergerak untuk mengatasi dua mainan itu!" Lanjut Sinbad. Sebelum tampak menoleh kekanan dan kiri beberapa kali.


"Wahhhh… Bagusnya pilih yang mana? Keduanya benar-benar menarik!" Gumam Sinbad. Terlihat kesulitan menentukan target.


"Yang itu saja!" Ucap Sinbad untuk terakhir kali, sebelum dengan wajah semakin antusias, akhirnya melompat untuk bergerak ke arah sayap kiri. Tempat Raja Naga Hitam sedang mengamuk.


Sementara Dante yang melihat Sinbad telah bergerak, segera memasang raut wajah kesal untuk sesaat.


"Hmmmm… Bilang saja kau hanya sedang ingin menikmati mainan itu sendiri!" Dengus Dante. Melompat kearah berlawanan. Menuju sayap kanan, dimana Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, masih melakukan gerakan-gerakan efisien untuk menghancurkan kapal-kapal Aliansi 7 Lautan.


"Hahahaha…!!! Kemari kau makhluk liar!" Seru Sinbad lantang. Melaju dengan gesit, melompat dari kapal ke kapal, sembari mulai mengeluarkan aura dalam tubuhnya.


*Woooshhhh…!!!


"GROOOOOAAAAHHH…!!!"


Sementara di sisi berlawanan, Raja Naga Hitam yang kini merasakan tekanan kuat dari tubuh Sinbad, segera menatap tajam sang Kapten Perompak Naga Laut. Meraung dengan sangat keras.


"Hahahah…!!! Absolute Zero!" Seru Sinbad. Menghujamkan pukulan dengan intensitas aliran Mana Es padat, pada ujung kepala Raja Naga Hitam yang sedang terbang menerjang balik kearahnya.


*Kraaakkk…!!!


Pukulan Sindab. Membuat tubuh Raja Naga Hitam membeku total.


"Belum selesai!" Gumam Sinbad. Melanjutkan aksinya dengan memfokuskan aliran Mana Es padat, pada kaki kanan. Membentuk bola Es pada ujung kakinya.


"Makan ini!"


*Boooommmm…!!!!


Sinbad menendang tubuh membeku Raja Naga Hitam. Menghancurkan gumpalan es yang menyelimuti tubuh Sang Raja Langit. Bersama dengan itu pula, tubuh raksasa Raja Naga Hitam, terpental jauh. Dikembalikan Sinbad kepada tuannya. Theo.


Aksi Sinbad, kemudian ditutup dengan ia tersenyum lebar. Menatap kearah Theo sembari membuat gerakan tangan provokasi.


---


Note :


Absen, jangan ketinggalan.