Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
111 - Kejutan Lain Untukmu


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Laut Ungu)


*Woooshhhh…!!!


Neve, Guardian Beast White Condor milik Sinbad, melempar sebuah serangan badai salju dahsyat. Sepenuhnya terfokus kearah dimana Theo berada.


"Joy Kecil…!!!"


*Wuuungg…!!!


Tak seperti Sinbad yang masih memerlukan membuat segel tangan untuk memanggil Guardian Beast miliknya, Theo hanya cukup bergumam pelan, sampai tatto segel di punggung tangan kanannya menyala terang dengan semburat warna perak.


Joy Kecil terbang keluar sembari melepaskan aura pelindung. Mendengung keras ketika terbentuk secara padat tepat pada wilayah sekitar Theo berada.


*Booooommmm…!!!


Badai dahsyat Neve, membentur aura pelindung Joy Kecil.


"Tuuu…!!!"


Ucap Joy Kecil. Melayang perlahan untuk kemudian mendarat di pundak kanan Theo. Menatap sendu kearah Neve yang masih terbang diatas.


Meskipun serangan badai es yang dilempar Neve jelas sangat dahsyat, namun itu ternyata masih belum mampu untuk menembus aura pelindung Joy Kecil.


"Jika Grey Snake dengan atribut Lumpurnya adalah Guardian Beast yang memiliki keunggulan dalam teknik pengalih serta serangan mental, Maka White Condor milikmu, dengan atribut Es-nya, meskipun memang memiliki teknik-teknik dahsyat seperti para Guardian Beast lain, tetap saja itu hanya memiliki keunggulan dalam teknik gerakan dan domain khusus!" Ucap Theo. Menatap Sinbad dari balik aura pelindung.


"Jadi, itu hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan jika kau tak bisa memanfaatkan potensinya dengan benar!"


"Menyuruh White Condor melempar serangan langsung yang tak sesuai dengan keunggulan potensi utamanya, sementara aku memiliki Silver Turtle, Guardian Beast dengan atribut Mana Besi yang unggul dalam teknik pertahanan, adalah sebuah hal yang cukup konyol!" Lanjut Theo.


"Jika ingin mengadu dan melakukan tes pada teknik pertahanan Silver Turtle, itu hanya bisa dilakukan oleh Purple Tiger dengan atribut Listriknya. Dimana merupakan Guardian Beast dengan potensi teknik serangan terkuat!" Tutup Theo. Memasang Seringai lebar dan tatapan tajam.


Menatap Sinbad seolah Kapten Perompak Naga Laut tersebut, dimana adakah sosok yang selalu dipandang tinggi dengan aura dominasinya yang begitu memikat, kali ini justru tampak seperti hanya makhluk kecil berpengetahuan rendah yang sedang berhadapan dengan raja dewa dengan segala pengetahuannya yang maha luas.


"Mulutmu benar-benar tajam!" Gumam Sinbad.


Ia tampak diam untuk beberapa saat, sampai kemudian, Kapten Perompak Naga Laut tersebut, tiba-tiba justru mulai memasang senyum lebar tepat ketika Neve yang sebelumnya masih terbang tinggi, akhirnya mendarat di pundak kanannya.


"Kata-katamu tadi hanya akan relevan jika aku tau bahwa ternyata kau juga memiliki Guardian Beast!" Ucap Sinbad.


"Aku tentu tak akan memerintahkan Neve untuk melakukan serangan jika mengetahui Silver Turtle ada padamu!" Lanjut Sinbad.


"Satu fakta baru yang lagi-lagi membuatku terpukau! Pengontrak Guardian Beast lain ya…"


"Benar-benar sosok misterius yang penuh kejutan! Apa lagi yang masih tersimpan di balik lengan bajumu itu?" Tutup Sinbad. Menatap dengan pandangan penuh minat kearah Theo. Cenderung menyeramkan.


Pertanyaan Sinbad, disambut oleh Theo dengan mulai kembali memasang seringai lebar.


"Pertanyaan yang sama juga berlaku disini! Seberapa banyak kau menyimpan hal menarik di balik lengan bajumu!" Ucap Theo.


"Dan jelas sekali, pertanyaan jenis ini, hanya akan bisa terjawab dalam situasi pertempuran!" Lanjut Theo. Menutup kalimatnya dengan mulai membuat gerakan menaikkan Tongkat Logam Baal. Memasang kuda-kuda pertempuran.


"Tuuu…!!!"


Sementara Joy Kecil, dimana mengerti jalan pikiran Masternya, segera menghimpun aliran Mana Besi kuno di lokasi sekitar, menambah ketebalan aura pelindung.


*Woooshhhh…!!!


Theo melanjutkan aksinya dengan memfokuskan Mana Gravitasi untuk membuat Medan Gravitasi. Memperberat tekanan lingkungan sekitar.


"Teknik aneh ini lagi!" Gumam Sinbad. Menatap waspada saat merasa tarikan gravitasi di wilayah sekitar, menjadi lebih berat.


*Bzzzzzttt…!!!


Namun, ketika Sinbad cukup tanggap dengan mulai mengeksekusi teknik patung Es, sosok Theo yang sebelumnya masih berdiri di lokasi agak jauh, tiba-tiba menghilang. Bersama dengan derak listrik merah menyala terang.


"Hmmmm…??" Sinbad kembali bergumam heran, sekaligus semakin waspada.


*Bzzzzzttt…!!!


Hanya saja, gumaman heran Sinbad, kali ini disambut dengan derak listrik merah kembali menyala. Berada tepat di hadapannya.


Sosok Theo tiba-tiba muncul, membawa seringai lebar serta tekanan Gravitasi yang semakin bertambah berat.


"Kejutan lain untukmu!" Gumam Theo, sembari tanpa peringatan apapun, melepas pukulan keras menggunakan ujung Tongkat Logam Baal yang bergetar habat.


"Sikap Memakan Tubuh!"


*Boooommmm…!!!


Dalam jarak yang sangat dekat, Theo mengeksekusi teknik pertama Dosa Kerakusan. Memberi sentakan keras yang menyasar telak pada dada Sinbad.


"Goooaaahhh…!!!"


*Woooshhhh…!!!


*Baaaammmmm…!!!


Tubuh terpental Sinbad, hanya berhenti ketika ia menghujam keras salah satu kapal Perompak Aliansi 7 Lautan. Begitu keras pendaratan Sinbad, menyebabkan kapal yang menjadi lokasi pendaratannya, segera hancur berantakan.


*Woooshhhh…!!!


Sementara disisi lain, Theo yang baru saja mendapat momentum, tentu tak menyia-nyiakan sama sekali. Ia menarik Medan Gravitasi, mengganti penerapan Mana Gravitasi untuk terfokus pada tubuhnya. Membuat tubuh Theo menjadi sangat ringan. Kemudian bergerak cepat menyongsong kearah dimana Sinbad terhujam.


"Baal kembali! Belphegor keluar!" Ucap Theo.


Dalam sekejap, Tongkat Logam Baal tertarik masuk kedalam tatto segel Gerbang Dosa, diganti dengan Palu Raksasa Belphegor.


*Taaappp…!!!


Memanfaatkan kombinasi antara teknik Mana Angin serta Mana Gravitasi meringankan tubuh, Theo yang telah memanggul Palu Raksasa Belphegor dengan kedua tangan, melakukakan manuver lompatan tinggi keatas langit.


*Wuuungg…!!!


Dan tepat ketika sampai di ketinggian tertentu, Theo kembali mengaktifkan Medan Gravitasi. Membiarkan tarikan Mana Gravitasi yang semakin berat, untuk membuat tubuhnya jatuh dalam kecepatan tinggi.


*Woooshhhh…!!!


Tubuh Theo jatuh bak meteor.


"Teknik Pertama Dosa Kemalasan!" Gumam Theo, dalam tarikan kuat medan Gravitasi. Jatuh bebas dari atas langit.


*Wuuungg…!!!


Bersama gumamam Theo, aliran Mana Besi nan padat, juga mulai terfokus pada kepala Palu Raksasa Belphegor.


*Wunggggg…!!!


*Wuuungg….!!!


*Wuuungg…!!!


Dengungan-dengungan keras kembali terdengar.


*Woooshhhh…!!!


Diakhiri dengan Theo yang sudah akan mendarat dalam posisi jatuh bebasnya, mulai mengayunkan Palu Raksasa Belphegor.


"Sikap Tubuh Tanpa Gerakan!" Seru Theo lantang. Menghujamkan Palu Raksasa Belphegor.


Disisi berlawanan, Sinbad yang sebelumnya masih mencoba mengatur nafas dan sedikit memulihkan luka, segera berubah serius ekspresi wajahnya ketika melihat intensitas kepadatan Mana Besi dari teknik serangan yang di lancarkan Theo.


Dalam gerakan cepat, Kapten Perompak Naga Laut tersebut segera menyambut serangan Theo dengan menarik keluar Tremor Sword serta Blazing Sword secara bersamaan.


*Baaanggg…!!!


"Iron Bell!" Seru Sinbad. Memukul dua jenis berbeda Mighty Sword miliknya, untuk menggabungkan dua atribut Mana yang terkandung dalam masing-masing pedang.


Atribut Mana Tanah pada Tremor Sword, bersatu dengan atribut Mana Api pada Blazing Sword. Menciptakan aliran Mana Besi pekat yang kemudian diubah Sinbad menjadi Lonceng raksasa. Teknik pertahanan terbaik miliknya.


*Baaanggg…!!!


Sinbad menendang keras Iron Bell. Sebelum bergerak menghindar.


Sementara Theo, sama sekali tak berniat untuk menarik teknik Pertama Dosa Kemalasannya. Memberi ayunan keras yang sagera menghantam lonceng besi raksasa.


*Dentang…!!!


*Booooommmm…!!!


Suara berdentang sangat keras, terdengar membahana ketika ayunan Palu Raksasa Belphegor, bertemu lonceng raksasa. Diakhiri lonceng raksasa terlempar keras menghujam puluhan armada kapal Aliansi 7 Lautan. Menghancurkan puluhan kapal tersebut.


*Woooshhhh…!!!


Theo sendiri yang telah selesai melancarkan teknik pertama Dosa Kemalasan, juga terdorong keras mundur kebelakang, menerima imbas efek balik dari benturan keras yang baru saja terjadi. Begitu dahsyat benturan tersebut, bahkan membuat Joy Kecil harus kehilangan pijakan dan jatuh dari pundak kanan Theo.


*Taappp…!!!


*Taapp…!!!


*Tappp…!!!


Tubuh Theo masih terdorong mundur, sampai tiba-tiba, dari arah belakang, hawa dingin yang sangat menusuk tulang, menyergap punggung Theo.


"Domain Es…!!!"


Memanfaatkan aliran Mana Es kuno milik Neve, Sinbad menambah gerak langkah kakinya. Secara mendadak melakukan manuver. Mengambil posisi di belakang Theo.


Sudah dalam wujud Soul Knight, Sinbad mengeksekusi sebuah teknik serangan awan debu panas. Teknik serangan milik Demonic Beast Kura-kura, Raja Gunung Berapi Pulau Api Getaran yang sebelumnya ia taklukkan.


*Boooommmm…!!!


Teknik Sinbad, mendarat telak pada punggung Theo. Membuat tubuhnya terbakar dan terpental jauh.


"Kejutan lain untukmu!" Gumam Sinbad. Dengan senyum lebar nan menawan.


----


Note :


Absen...! Uda gt aja.