
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Laut Merah, Pulau Serigala)
"Hmmmm… Penjelasan kalian bukan hanya kurang jelas! Tapi benar-benar tidak jelas!" Bentak Tuan Leluhur.
"Apa maksud dari tiba-tiba terbakar tanpa sebab? Jelas ada sesuatu yang memicu sampai Mana Api liar yang sangat ganas seperti itu, bisa meledak sedemikian rupa!" Tambah Tuan Leluhur. Dengan ekspresi wajah tampak sangat tak puas. Menatap tajam kearah Razak, Zota, dan Sasi.
Saat ini, Tuan Leluhur, Sasi, dan hampir seluruh orang-orang penting Kelompok Bandit Serigala yang tak ikut dalam misi ke wilayah Laut Jingga dan Kuning, dimana masih berada di Pulau Serigala, sedang melakukan satu pertemuan terbatas pada dek Glory Land Warship.
"Hmmm… Bukankah sudah kujelaskan! Kami tak tahu penyebabnya! Itu memang secara tiba-tiba terjadi lonjakan energi Mana Api dahsyat yang tak biasa dari dalam tubuh Tuan!" Ucap Sasi. Merasa benar-benar tak suka melihat sikap Tuan Leluhur yang dari tadi terus menyudutkannya.
"Penjelasan macam apa itu? Aku akan memaklumi jika itu keluar dari mulut Razak atau Zota! Tapi, orang dengan pengetahuan dan tingkat kultivasi sepertimu? Harusnya malu saat tak dapat memberi penjelasan serta analisa lebih dari itu!" Dengus Tuan Leluhur.
"Diam! Kau seolah mengatakan bahwa dirimu lebih baik dariku! Jika posisi kita di balik, dan kau berada di dalam sana ketika kejadian terjadi, aku 100% yakin hasilnya juga akan sama saja!" Dengus Sasi balik.
"Bahkan di realm yang lebih tinggi, aku tak pernah melihat jenis Mana Api dengan intensitas seganas dan sedahsyat itu!" Lanjut Sasi.
"Omong kosong! Selalu saja memakai realm yang lebih tinggi untuk membual dan meninggikan posisimu!" Tanggap Tuan Leluhur. Masih tak mau kalah.
"Kau…!"
Sasi hendak kembali membalas kalimat tajam Tuan Leluhur, sampai kemudian satu suara bentakan tiba-tiba memotong.
"Diam kalian berdua!"
Suara bentakan tersebut, berasal dari Gerel yang baru saja melangkah keluar dari dalam Glory Land Warship. Bersama dengan Hella dan Iris.
"Hmmmm… Gadis muda! Bagaimana kondisinya?" Tanya Tuan Leluhur. Kepada Iris. Sepenuhnya mengabaikan Gerel.
"Ia masih belum siuman! Masih tak sadarkan diri!" Jawab Iris.
Karena sebagian besar anggota kelompok Bandit Serigala sedang menjalankan misi ke wilayah Laut Jingga dan Kuning, termasuk dengan divisi Alchemy yang biasa melakukan perawatan pada anggota yang terluka, saat ini tak ada satupun anggota tersisa yang cukup mumpuni untuk melakukan pengobatan di Pulau Serigala.
Theo sebelumnya terlalu percaya diri, merasa bahwa dirinya sendiri, sudah cukup untuk menyelesaikan masalah pengobatan jika terjadi satu peristiwa genting di kemah besar. Benar-benar tak terpikirkan bahwa kini justru ia yang memerlukan perawatan dan tindakan medis.
Untungnya, ketika para anggota kelompok Bandit Serigala tersisa mulai kebingungan, Iris dengan percaya diri mengatakan bahwa ia memiliki kemampuan Alchemy atau medis yang lumayan tinggi.
Berakhir gadis tersebut mengambil alih untuk melakukan perawatan kepada Theo.
"Apa maksud kata-katamu? Apa kondisi Tuan benar-benar parah?" Tanya Sasi cepat.
"Jelaskan dengan rinci!" Sahut Zota. Sembari memasang ekspresi wajah sangat cemas. Kedua kelopak matanya bahkan mulai berair.
Dari semua yang ada di lokasi, saat ini Zota adalah orang yang merasa paling tertekan. Masih beranggapan bahwa situasi yang sedang terjadi pada Theo, adalah imbas dari proses penyambungan Tangan dan Kaki barunya.
Namun, sebenarnya bukan hanya Zota yang sedang memasang ekspresi wajah cemas. Setiap orang yang ada dilokasi, juga menampilkan ekspresi wajah yang sama.
"Hmmmm…! Jangan terlalu cemas! Sebenarnya kondisi Boss Besar Kalian, tak separah yang terlihat di permukaan!" Ucap Iris.
"Meskipun memang tampak memiliki luka bakar parah di sekujur tubuhnya, tapi entah bagaimana, ada satu energi penyembuhan yang terus memancar dari dalam ranah jiwa Boss Besar kalian!"
"Menyebabkan luka-luka pada sekitar tubuh, mengalami penyembuhan dengan sendirinya secara berkala!" Lanjut Iris. Sembari memasang wajah heran.
"Apakah hal seperti itu mungkin? Aku tak pernah mendengarnya! Penyembuhan secara otomatis?" Ucap Tuan Leluhur.
"Tak ada alasan bagiku untuk berbohong! Jika tak percaya, pergi kedalam dan lihat sendiri! Lagipula, aku sudah selesai memberi penanganan pertama!" Jawab Iris.
"Yang jadi masalah sekarang adalah, selain memberi pancaran energi penyembuh, dari dalam ranah jiwa Boss Besar kalian, juga memancar satu energi lain yang entah bagaimana, menahan kesadarannya untuk dapat kembali! Menyebabkan situasi tak sadarkan diri yang sekarang ia alami!" Lanjut Iris.
"Apalagi itu! Kau semakin menambah beban pikiran!" Dengus Tuan Leluhur.
"Entahlah! Aku sendiri juga tak tahu!" Jawab Iris singkat.
"Hmmmm…! Jadi apa yang mesti kita lakukan?" Tanya Sasi.
"Untuk saat ini tak ada yang bisa kita lakukan! Karena masalah yang kita hadapi, ada pada ranah jiwa! Satu hal yang masih menyimpan banyak misteri dan tak banyak di pahami oleh para ahli medis di muka Gaia Land! Hanya beberapa sosok expert dalam bidang medis yang mungkin bisa membantu!" Jawab Iris.
"Kita hanya akan diam saja?" Tanya Razak spontan. Merasa tak terima jika harus tak melakukan apapun.
"Yahh…! Itu adalah langkah paling bijak yang bisa kita ambil untuk saat ini! Kecuali ada diantara kalian yang memiliki pengetahuan mendalam tentang ranah jiwa!" Ucap Iris. Memandang bergantian pada setiap orang yang ada di lokasi.
"Aku sedikit paham! Biar kuperiksa!" Ucap Tuan Leluhur.
"Hmmmm… Aku juga!" Sahut Sasi.
"Kuperingatkan pada kalian! Ranah jiwa adalah suatu hal yang sangat rapuh! Sedikit saja membuat kesalahan dan masuk secara sembarangan, kalian bisa memicu ledakan!" Ucap Iris. Sebelum sempat Tuan Leluhur dan Sasi melakukan langkah.
"Ini bukanlah hal sederhana! Bisa berkembang menjadi situasi yang menyangkut nyawa!" Lanjut Iris. Dengan intonasi nada tajam nan dingin.
Kata-kata yang membuat Gerel dan Hella, segera melangkah di depan pintu masuk Glory Land Warship. Tampak berniat untuk tak membiarkan siapapun masuk secara sembarangan.
"Gadis muda! Kita tak bisa hanya menunggu tanpa kepastian! Bagaimanapun juga, Kelompok Bandit Serigala sedang dalam situasi penting! Kehadiran bocah itu sangat di perlukan dalam langkah-langkah selanjutnya!" Ucap Tuan Leluhur.
"Mau bagaimana lagi?" Dengus Iris.
"Diwilayah Thousand Island ini, hanya satu orang yang mungkin bisa membantu kondisi Boss Besar kalian! Namun orang ini, berada sangat jauh di wilayah Laut Putih!" Tambah Iris.
"Katakan siapa? Aku akan pergi sekarang juga untuk menemuinya dan meminta bantuan!" Jawab Zota cepat. Tanpa keraguan sama sekali.
"Tak sesederhana itu! Selain berbahaya karena harus melewati wilayah Laut Ungu atau Nila yang dikuasai oleh Aliansi 7 Lautan untuk bisa sampai ke wilayah Laut Putih, dimana jelas bukan satu hal mudah bagi orang luar sepertimu, dan meskipun entah bagaimana kau bisa secara tak terduga sampai di wilayah Laut Putih, kemudian bertemu dengan orang ini, itu juga masih belum pasti ia akan mau memberi uluran tangan!"
"Karena orang yang kumaksud ini, selain memiliki sifat keras kepala, juga sangat membenci Kelompok seperti kalian, para Perompak atau Bandit!" Ucap Iris.
Mendengar kata-kata Iris, Tuan Leluhur segera menatapnya tajam.
"Gadis muda, kau sepertinya cukup mengenal dengan baik orang tersebut!" Ucap Tuan Leluhur.
"Tentu saja! Karena dia adalah kakakku! Tuan muda pertama Eleanor Tribe!" Jawab Iris.
Bersamaan dengan Iris menyelesaikan kalimatnya, seorang anggota Kelompok Bandit Serigala, terlihat berjalan dengan langkah bergegas mendekati Glory Land Warship.
"Para Wakil pemimpin, laporan khusus!" Ucap sang anggota ketika sudah berada tepat di bagian bawah landasan kapal perang.
"Di wilayah perbatasan, tepat disekitar laut yang terpasang formasi penghadang, telah datang sebuah kapal dengan bendera Eleanor Tribe!" Lanjut sang anggota.
----
Note :
Chapter tambahan ini saya persembahkan kepada pembaca dengan alamat email :
-ROHMANULKARIM***@GMAIL.COM
-MEMETSISKA***@GMAIL.COM
Terimakasih telah menjadi dua orang pertama yang melempar tambahan Mutiara Mana kepada author. Sehingga mampu bertahan dari keganasan aura satu sosok makhluk bernama Istri.
Saya sebagai Author akan selalu memberi imbal balik dari setiap hal baik yang saya terima. Jadi kedepan, jika ada orang-orang baik lain yang berkenan melempar Mutiara2 Mana tambahan, saya pastikan chapter ekstra seperti hari ini akan semakin sering terjadi.
Sekian, terimakasih...!!!
Big Love!
(Follow akun Instagram SDC -@sevendeadlychild- untuk berbagai informasi menarik, seperti Sneak peek, informasi umum mengenai cerita, ilustrasi karakter, juga link untuk mendukung author)