Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
223 - Utusan Gaia Son Paviliun


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


"Hmmmm… Apa yang mereka inginkan?" Gumam San Juan, saat menyadari armada kecil yang memasuki wilayah perbatasan Pulau Serigala kali ini, bukanlah armada Barbarian Tribe seperti biasanya.


Armada kecil tersebut, memiliki lambang Gaia Son Paviliun pada layar utama.


"Biarkan mereka mendekat!" Ucap San Juan kemudian, setelah tampak mengerutkan kening untuk beberapa saat.


Bersama intruksi San Juan, tim patroli, membiarkan armada kapal Gaia Son Paviliun bergerak sedikit memasuki wilayah laut Pulau Serigala, sebelum kemudian menghadang.


"Salam!" Ucap seorang pria tua yang berdiri pada ujung dek kapal armada Gaia Son Paviliun paling depan. Segera memberi salam kepada San Juan saat melihat pria tersebut berdiri pada ujung dek kapal tim patroli Bandit Serigala.


"Salam!" Balas San Juan, membuat gerakan menangkup tangan. Bersama dengan itu, San Juan juga mulai memindai pihak lawan bicaranya. Mencoba untuk mengukur kedalaman kultivasi.


Hanya saja, tak ada hasil yang ia dapat. Menandakan bahwa pria tua tersebut, setidaknya memiliki kelas Emperor tahap Bumi keatas. Karena bagaimanapun juga, San Juan yang merupakan Emperor tahap awal, tak mampu membaca kedalaman kultivasi pria tua.


Salam balik San Juan sendiri, disambut pria tua dengan memasang senyum ramah. Sampai kemudian, kembali menjadi pihak yang membuka obrolan.


"Bisa kulihat, kau adalah orang yang bertanggung jawab pada wilayah Pulau Serigala ini!" Ucap sang pria tua.


"Itu benar! Aku yang memegang otoritas sampai Boss Besar kembali!" Jawab San Juan. Mempertahankan sikap waspada.


"Ahhh… Boss Besar Bandit Serigala sedang tak ada di tempat?" Gumam pria tua. Mengerutkan kening untuk beberapa saat, sebelum tampak kembali berubah raut wajahnya. Seperti teringat sesuatu.


"Mohon maaf atas ketidak-sopanan pria tua ini! Sebagai tamu yang berkunjung, aku bahkan belum memperkenalkan diri kepada pihak tuan rumah!" Ucap sang tetua.


"Perkenalkan! Aku adalah Liu Lei! Tetua ketiga Gaia Son Paviliun!" Ucap pria tua. Memperkenalkan diri sebagai Tetua ketiga Gaia Son Paviliun. Liu Lei.


Bersama dengan perkenalan yang disampaikan oleh Liu Lei, San Juan segera memasang wajah terkejut.


"Tetua ketiga?" Gumam San Juan.


'Orang ini jelas bukan sosok sembarangan!'


San Juan pantas menjadi terkejut, karena bagaimanapun juga, seorang Tetua dalam organisasi seperti Gaia Son Paviliun, jelas bukan sosok sembarangan.


Para Tetua, akan sangat jarang bisa ditemui oleh pihak luar. Menjadi pejabat teras pada markas pusat Gaia Son Paviliun di Tang Empire, South Region.


Bagi orang awam, mereka biasanya maksimal hanya akan bertemu dengan para manajer dari cabang-cabang organisasi yang berada dalam naungan Gaia Son Paviliun. Dimana tersebar dalam jumlah ratusan di seluruh wilayah Gaia Land.


Urusan perdagangan suatu wilayah cabang, akan di urus oleh manajer Gaia Treasure. Penginapan dan restoran, dengan manajer Gaia Inn. Sementara urusan tentara bayaran, akan di tangani manajer Gaia Mercenaries.


Dengan Gaia Son Paviliun yang memiliki organisasi cabang pada tiap-tiap wilayah penting yang berada di lima Region utama Gaia Land. Kesempatan bertemu dengan para Tetua, tentu menjadi sangat jarang. Karena memang semua perkara teknis lapangan, sudah ada yang bertanggung jawab masing-masing.


Para Tetua, hanya bertugas sebagai pengawas serta penentu segala kebijakan. Beberapa kali akan turun tangan saat harus menjalin suatu kesepakatan dengan pihak kerajaan pemilik wilayah tempat mereka membuka cabang.


Selain para bangsawan, khususnya anggota kerajaan, bahkan akan sulit bagi pemimpin 10 Biggest Knight Group sekalipun untuk bertemu para tetua.


Fakta-fakta diatas yang sudah di ketahui oleh hampir seluruh penduduk Gaia Land, merupakan hal yang menyebabkan San Juan begitu heran sekaligus terkejut. Apa gerangan yang membuat sampai salah satu Tetua, terlebih Tetua ketiga, salah satu orang paling penting Gaia Son Paviliun, datang sendiri berkunjung ke wilayah Pulau Serigala.


"Aku adalah San Juan! Salah satu wakil pemimpin divisi Kelompok Bandit Serigala!" Dalam keterkejutannya, San Juan mencoba mempertahankan ketenangan dengan membalas perkenalan pihak lawan bicara.


"Seperti yang sebelumnya kusampaikan, aku merupakan pemegang otoritas tertinggi Pulau Serigala untuk sementara waktu! Sampai Boss Besar kembali!" Lanjut San Juan.


"Jadi, jika memang ada urusan tertentu yang berhubungan dengan Kelompok Bandit Serigala, kau bisa menyampaikan kepadaku!" Tutup San Juan.


"Sayang sekali tak bisa!" Jawab Liu Lei. Masih dengan nada ramah.


"Tujuanku datang kesini, adalah untuk bertemu langsung dengan Boss Besar Bandit Serigala!"


"Hal ini tak bisa diwakilkan! Aku harus menyampaikan langsung kepadanya!" Tutup Liu Lei.


"Jika begitu, maka kalian harus berkenan untuk menunggu!!" Tanggap San Juan.


"Boss Besar kami, sedang mengurus sesuatu yang sangat penting! Dia akan segera kembali setelah semua urusan selesai!" Lanjut San Juan.


"Tak masalah! Aku akan menunggu!" Jawab Liu Lei singkat. Tanpa keraguan sama sekali.


Jawaban yang kembali membuat San Juan terkejut. Bagaimana tidak, Tetua Ketiga Gaia Son Paviliun. Salah satu pejabat teras kelas tinggi, ternyata tanpa ragu bersedia untuk menunggu.


"Terimakasih! Kalau begitu, aku akan segera mengirim beberapa jamuan sederhana keatas kapal kalian!" Ucap San Juan.


"Hanya itu yang bisa kulakukan untuk sekarang! Sampai Boss Besar kembali, tak ada kelompok asing yang boleh memasuki Pulau Serigala!"


"Jadi harap kalian tetap menunggu di wilayah perbatasan! Karena bagaimanapun juga, aku sebagai pemegang otoritas tertinggi Pulau Serigala, sudah mendapatkan mandat dari Boss Besar untuk melindungi markas!" Tutup San Juan.


"Hahahahhaa…!"


Kalimat San Juan, disambut oleh Tetua Ketiga dengan mulai tertawa lantang.


"Pihak asing ya?" Gumam Liu Lei.


"Anak muda, sepertinya kau dan bahkan hampir seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, belum mengetahui hubungan antara kami dengan Boss Besar kalian!"


"Kalian benar-benar tak menyadari siapa dan bagaimana status Boss Besar kalian! Tuan Muda ini benar-benar sosok yang menarik! Begitu terstruktur dan berhati-hati dalam setiap langkah!" Lanjut Liu Lei.


Kata-kata dan perubahan ekspresi mendadak yang ditunjukkan oleh Liu Lei, dari tenang menjadi meledak-ledak antusias, segera disambut oleh setiap anggota Bandit Serigala San Juan dengan memasang raut wajah tak mengerti.


"Begitu hati-hati sampai aku bisa menjamin dan bertaruh, bahkan kalian anggota kelompok Bandit Serigala, tak mengetahui nama dari Boss Besar kalian sendiri!" Tambah Liu Lei. Tersenyum lebar.


"Nama?" Gumam San Juan.


Kini baru menyadari bahwa Boss Besarnya tak pernah menyebut tentang nama. Bahkan ketika Kelompok Bandit Serigala berkembang sedemikian rupa hingga gaungnya terdengar sampai ke wilayah Thousand Island. Tak ada yang pernah tau nama asli pemipin Kelompok Bandit Serigala. Setiap orang hanya akan menyebut tentang -Boss Besar Bandit Serigala- tanpa nama.


"Hahahhahaha…!"


Raut wajah bingung San Juan, segera membuat Liu Lei kembali tertawa lantang. Tampak sangat puas.


"Aku akan menunggu di perbatasan! Jika Boss Besar kalian telah kembali, sampaikan Gaia Son Paviliun ingin bertemu!" Ucap Liu Lei.


"Bandit Serigala, akan mendapat tawaran menarik! Berkesempatan untuk berpartisipasi dalam sebuah momen paling besar yang ada diatas Gaia Land!" Tutup Liu Lei.