Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
118 - Mengantar Nyawa


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Tsaaaahhhh…!!!!"


"Tsaaaahhhh…!!!!"


"Tsaaaahhhh…!!!"


Ratusan versi mini dari Nagini yang telah tercipta, mulai mendesis liar secara bersamaan. Menimbulkan suara-suara menyeramkan yang berefek pada lingkungan sekitar berubah menjadi sangat mencekam.


"Apa lagi ini! Sialan!" Dengus Naga Kedua Aliansi 7 Lautan. Pria yang merupakan orang terkuat kedua dalam jajaran 10 Naga Aliansi 7 Lautan ini, mulai bergetar sekujur tubuhnya saat ranah mentalnya mendapat goncangan hebat.


Nagini, mengeksekusi salah satu teknik keunggulan utama dari Grey Snake. Yakni serangan mental.


"Makhluk apa ular ini sebenarnya! Luapan Mana Lumpurnya bahkan mampu menciptakan satu teknik serangan mental yang dahsyat!" Gumam Naga Kedua. Berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan ranah mentalnya.


*Taappp…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Namun, seperti sebelum-sebelumnya, sosok Gerel yang sempat menghilangkan, tiba-tiba muncul di belakang Naga Kedua.


Mengambil waktu yang benar-benar sangat tepat, Gerel kembali melancarkan serangan menyelinap. Menebas punggung Naga Kedua menggunakan senjata Cakramnya. Dimana telah dialiri oleh racun ganas milik Demonic Beast Ular Cobra Lima Racun yang telah ia serap.


*Slaaaassshhh…!!!


Gerel melanjutkan untuk memberi tebasan kedua, dimana kali ini sukses mendarat di pundak Naga Kedua.


"B*jingan…!" Bentak Naga Kedua, melakukan gerakan cepat mengayunkan kaki raksasa, hendak menyasar kepala Gerel.


Satu aksi yang disambut oleh Gerel dengan justru tak melakukan gerakan menghindar sama sekali. Sorot matanya yang tajam cenderung keji, menatap lurus kearah pihak lawan.


*Boooommmm…!!!!


Kaki raksasa Naga Kedua hendak menyentuh sisi kening Gerel, sampai tiba-tiba, ekor raksasa Nagini mendahului. Mendarat tepat pada dada pria malang tersebut.


"Gooaaahhh…!!!"


Untuk kesekian kalinya, Naga Kedua Aliansi 7 Lautan, memuntahkan banyak darah segar saat tubuhnya terpental jauh. Sebelum mendarat dengan benturan keras.


"Uhuuukkk…!!!"


"Hmmmm… Tunggu dulu! Bukankah dia seorang Meridian Knight! Bukan True Knight! Jadi, kenapa memiliki Beast kontrak?" Gumam Naga Kedua, menyadari keanehan pada sosok Gerel begitu tubuh raksasanya selesai menghujam laut beku medan pertempuran.


"Jangan-jangan…!" Lanjut Naga Kedua. Segera menoleh cepat kearah Nagini.


"Seekor Beast yang memiliki aliran Mana seperti tanpa batas. Juga bisa dikontrak oleh seorang yang bukan True Knight! Makhluk ini, jenis yang sama dengan Neve!" Tutup Naga Kedua. Memasang raut wajah takut.


Bagaimanapun juga, Naga Kedua Aliansi 7 Lautan, sebenarnya bukanlah Knight yang lemah. Ia adalah orang terkuat nomer dua diantara 10 Naga. Memiliki kultivasi Emeperor tahap Bumi.


Hanya saja, lawan yang sedang ia hadapi saat ini, Gerel, bukanlah Knight sembarangan. Ia merupakan seorang pengontrak Guardian Beast. Nagini sang Grey Snake. Makhluk yang tak kalah kuat, bahkan sejajar dengan White Condor milik Sinbad, maupun Silver Turtle Theo.


Situasi mungkin akan berbeda jika pertempuran antara Kelompok Bandit Serigala melawan Aliansi 7 Lautan, berlangsung beberapa minggu sebelumnnya. Dimana Gerel masih berada pada kultivasi King tahap Surga.


Namun kini, Gerel yang telah berada dalam kelas yang sama dengan pihak lawan yakni Emperor, meski memang kalah satu tingkatan dimana Gerel berada pada Emeperor tahap Awal, sedangkan Naga Kedua Emeperor tahap Bumi. Tetap saja, keberadaan Nagini, memberi efek pembeda yang begitu dalam. Menyebabkan Naga Kedua berakhir jatuh dalam situasi tersudut semenjak awal pertempuran dimulai.


*Tsaaaahhhh…!!!


*Tssaaaaaahhhhh…!!!!


*Tsaaaahhhh…!!!!


Naga Kedua masih menatap ngeri kearah Nagini yang juga menatapnya balik dengan tatapan mata menyeramkan, sampai tiba-tiba ratusan versi misi dari Nagini, kembali mendesis secara bersamaan.


Sosok Gerel. Untuk kesekian kalinya menghilang.


***


(Lokasi Shadex V.S Dante)


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Dante yang telah dalam wujud Meridian Knight, manusia setengah Demonic Beast Qilin yang legendaris, terus melancarkan serangan-serangan tebasan tajam yang beralirkan Mana Listrik biru nan ganas menggunakan Katana-nya.


Benar-benar berada dalam momentum puncak dalam duelnya melawan Shadex.


Sementara Shadex, terlihat jelas tak mampu merebut momentum sejak Dante mengambil wujud Meridian Knight, berakhir hanya bisa berada dalam posisi bertahan total. Mengalirkan Mana Besi intens untuk menciptakan medan pertahanan. Menghalau serangan-serangan tebasan liar pihak lawan. Dante.


"B*edebah! Jangan bilang bahkan setelah berada di kelas yang sama, aku masih tak bisa mengalahkannya!" Bentak Shadex. Dengan intonasi nada penuh amarah.


Merasa sangat tak terima saat perjuangan keras mati-matian yang ia jalani dalam latihan tertutup di dalam dunia kecil Istana Emas, ternyata masih belum cukup untuk bisa membuatnya sebanding dengan Dante.


*Slaaaassshhh…!!!


*BLAAAAZZZTTT…!!!


Shadex masih mendengus marah sampai Dante kembali melancarkan tebasan tajam yang kini bertambah intensitas aliran Mana Listrik biru-nya.


Serangan yang menyebabkan pertahanan Shadex sedikit goyah, tubuhnya segera terdorong cukup jauh kebelakang.


"Jangan terlalu menyalahkan dirimu atas situasi ini!" Ucap Dante. Tiba-tiba membuka obrolan.


"Sejujurnya, perkembangan keuatanmu benar-benar luar biasa dan sungguh jauh dari akal sehat!"


"Aku hanya beruntung memiliki wujud Knight lebih baik karena Qilin Petir! Selain itu, di tanganku juga ada senjata dengan roh item Bunga Udumbara yang legendaris!" Tutup Dante. Jelas merasa terkesan dengan pihak lawan, Shadex.


Kata-kata Dante yang jelas di tujukan untuk sedikit menaikkan moral Shadex, nyatanya disambut oleh pria bengis tersebut dengan tatapan mata semakin tajam. Cenderung benci.


"Aku tak butuh kau mengucapkan hal semacam itu!" Ucap Shadex.


"Kualitas wujud Knight dan juga kualitas senjata, adalah beberapa hal yang di bawa oleh takdir kepada seorang Knight yang menyusuri jalannya!"


"Jadi, jangan pernah memakai dua hal itu untuk seolah kau mengasihani diriku! Karena hal-hal seperti itu, adalah sudah menjadi bagian dari kekuatan seorang Knight! Dibawa oleh takdir untuk menjadi satu dengan tubuhnya!" Ucap Shadex. Dengan intonasi nada tegas.


"Berhenti menahan diri! Keluarkan semua yang kau punya b*jingan!" Bentak Shadex untuk terakhir kali, sebelum kembali mulai menghimpun aliran Mana Besi intens.


"Orang dengan karakter kuat sepertimu, akan sangat cocok berada dalam Kelompok Perompak Naga Laut!" Ucap Dante. Seraya menggenggam erat gagang Katana yang tadi sempat ia sarungkan kembali.


"Keluarlah dari Kelompok Bandit Serigala! Bergabung dengan panji-panji Kelompok Perompak Naga Laut! Kami akan menyambut baik dirimu!" Lanjut Dante.


*Bzzzzzttt…!!!


Bersama kalimat terakhir yang diucapkan oleh Dante, derak liar listrik biru kembali menyala pada Katana miliknya.


"Omong kosong apa lagi yang kau ucapkan itu?" Seru Shadex lantang. Dengan gerakan mengayunkan tangan cepat, melempar ratusan aliran Mana Besi berbentuk pisau-pisau kearah Dante.


***


(Lokasi acak medan pertempuran utama)


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Ketika sosok-sosok penopang kekuatan utama kedua belah pihak saling berhadapan satu sama lain, terlibat dalam pertarungan sengit, ribuan anggota lain dari Aliansi 7 Lautan dan Bandit Serigala, juga sedang melakukan pertarungan intens.


Para wakil Kapten anggota Perompak Aliansi 7 Lautan berkelas King, memimpin anggota biasa untuk menggempur pihak lawan.


Sementara di sisi Kelompok Bandit Serigala, beberapa anggota kuat yang juga memiliki kultivasi King, melakukan koordinasi pada anggota biasa Bandit Serigala.


Trio gadis kembar pengikut Shadex, Xika, Xoya, dan Xafi, terlihat menonjol dalam langkah koordinasi yang mereka lakukan.


Selain trio gadis kembar, juga ada Oscana, Yahuwa, serta Hereda yang mengambil peran penting dalam jalannya pertempuran antar anggota biasa.


Pertarungan antar anggota biasa terlihat berlangsung sangat sengit. Sampai tiba-tiba, Kelompok berjumlah besar yang dikoordinasi oleh beberapa orang Wakil Kapten Perompak Aliansi 7 Lautan, melakukan gerakan tak terduga dengan mendarat pada dek Glory Land Warship.


"Hahhaah…!!! Kapal induk utama pihak lawan benar-benar ditinggalkan dalam keadaan kosong! Para Bandit ini sungguh adalah kumpulan amatir! Meninggalkan kapal induk berkekuatan dahsyat tanpa penjagaan!" Seru salah satu wakil kapten.


"Bagaimana lagi, mereka adalah orang-orang gurun! Tak paham betul bagaimana krusial kapal induk dalam situasi pertempuran diatas laut!" Sahut wakil kapten lain.


"Kelompok Bandit Serigala! Lihatlah! Kapal induk kalian akan kami ambil alih!" Seru wakil kapten lain lagi.


Sebuah seruan yang nyatanya, justru disambut oleh tatapan aneh, cenderung kasihan dari tiap anggota kelompok Bandit Serigala yang mendengarnya.


"Para Perompak konyol itu benar-benar sedang mengantar nyawa dengan sukarela!" Gumam salah satu anggota biasa Bandit Serigala.