
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Para Perompak konyol itu benar-benar sedang mengantar nyawa dengan sukarela!" Gumam salah satu anggota biasa Bandit Serigala. Yang secara kebetulan mendengar seruan para Perompak.
*Woooshhhh…!!!
Detik berikutnya, baru saja anggota tersebut menutup mulut. Selesai dengan gumamannya. Aliran hawa menekan intens, dimana juga membawa deru dahsyat Mana Besi pekat, menyeruak keluar dari arah ruang bagian dalam Glory Land Warship.
"Sekumpulan makhluk rendah, ingin mengambil alih Glory Land Warship?" Ucap satu suara bernada dingin. Terdengar entah berasal dari mana.
"Terlebih lagi, ketika sedang berada dalam pengawasanku?" Tambah suara tersebut.
Tak berapa lama kemudian, ketika ratusan anggota biasa Perompak Aliansi 7 Lautan bersama para wakil Kapten yang berada diatas dek Glory Land Warship masih berusaha menahan tekanan aura berat yang tiba-tiba menimpa tubuh mereka, satu sosok melangkah keluar dari pintu masuk ruang bagian dalam kapal perang.
"Matilah kalian! Dia keluar! Bahkan kami, anggota kelompok Bandit Serigala, tak berani secara sembarangan menyentuh Glory Land Warship!"
"Ini malah ramai-ramai dengan santainya melakukan pendaratan pada dek!" Ucap anggota biasa Kelompok Bandit Serigala. Saat melihat sosok yang baru saja keluar.
"Oe…!! Seolah masih kurang. Mereka mengatakan dengan suara lantang bahwa akan mengambil alih Glory Land Warship!" Sahut kawan di sebelahnya.
"Yahhh… Dengan sengaja mendatangi dewa kematian dan menarik sabitnya untuk diarahkan pada leher sendiri! Konyol!"
Sasi melangkah keluar, memberi tatapan menyapu sekitar. Mencari orang terkuat dari kelompok yang telah secara sembarangan menginjakkan kaki pada dek Kapal Perang yang setiap waktu selalu ia rawat dengan segenap hati.
"Hmmmm…!!"
*Tapp…!!!
Sasi mendengus pelan untuk sesaat begitu menemukan orang dengan tingkat kultivasi paling tinggi. Sebelum sosok mungilnya tiba-tiba lenyap.
*Taap…!
Sosok Sasi yang sempat menghilang, muncul kembali secara mendadak tepat di hadapan salah satu wakil Kapten. Mendarat dengan langkah ringan. Dalam posisi sangat dekat.
*Baaammmm…!!!
Tanpa mengedipkan mata. Sang Goblin melakukan gerakan cepat yang bahkan tak bisa dilihat oleh siapapun.
Semua yang berada diatas dek, hanya mendengar suara seperti satu hujaman. Sebelum kepala wakil kapten yang ada di hadapan Sasi, tiba-tiba menghilang. Hancur tak bersisa. Hanya meninggalkan cipratan darah yang semburat kesegala arah. Mengenai wajah beberapa anggota yang kebetulan berada di dekat lokasi pria malang tersebut berdiri.
Dibawah tatapan mata kosong setiap orang, tubuh tanpa kepala wakil kapten, mulai jatuh tumbang, namun tepat di detik terakhir sebelum tubuh itu akan menyentuh lantai dek Glory Land Warship…
*Baaammmm…!!!
Sasi yang memasang ekspresi wajah datar, memberi tendangan keras. Melempar tubuh tanpa kepala keluar dari Glory Land Warship.
"Cukup darah kotormu saja! Tubuh sampah, tak layak menyentuh dek kapal ini!" Gumam Sasi. Kemudian mulai kembali mengalihkan pandangan.
*Tapp…!!!
*Baaammmm…!!!
Untuk kedua kalinya, kepala wakil kapten lain, menghilang. Menyisahkan cipratan darah segar.
*Bammmm…!!!
Diakhiri Sasi kembali menendang keluar tubuh tanpa kepala dari atas dek Glory Land Warship.
Kejadian kedua, segera menyadarkan seluruh Perompak yang sebelumnya sempat tertegun.
"Lari…!!!"
"Selamat nyawa kalian!"
"Makhluk apa itu!"
Dengan langkah terburu yang hampir serentak, ratusan Perompak mulai bergerak melarikan diri. Memasang ekspresi wajah ketakutan.
"Datang secara sembarangan, kalian pikir akan bisa pergi juga secara sembarangan?" Dengus Sasi. Mulai membuat aliran Mana Besi yang menutup seluruh Glory Land Warship. Menghadang ratusan Perompak yang hendak melarikan diri.
*Baaammmm…!!!
*Baaammm…!!!
*Baaammm…!!!!
Suara-suara berdebam, terdengar terus berulang diatas dek Glory Land Warship yang telah di selimuti aliran Mana Besi pekat. Dan bersama suara-suara tersebut pula, puluhan tubuh tanpa kepala, terlempar keluar.
Pembantain keji Sasi, dimulai.
Kengerian dari tubuh-tubuh tanpa kepala yang terlempar keluar bagai hujan dari atas dek Glory Land Warship, menyebabkan bukan hanya para anggota Perompak memasang ekspresi wajah bergetar. Bahkan anggota kelompok Bandit Serigala sendiri, memasang ekspresi wajah yang sama.
"Kau…! Ketika kita sedang mabuk, pernah menantangku untuk naik keatas dek! Sekedar melihat keindahan!" Ucap salah satu anggota kelompok Bandit Serigala. Kepada kawan di sebelah. Berdebar kencang dada orang tersebut.
"Jika aku mengulangi untuk memberi tantangan macam itu, kau boleh membungkam mulutku dengan tinju keras! Bahkan mematahkan kaki juga tak masalah!" Jawab sang kawan.
Sementara di lokasi lain, Dante yang sedang bertarung dengan Shadex, secara kebetulan ikut merasakan aliran Mana Besi pekat dari arah dek Glory Land Warship.
"Hmmmm…!!!"
Dante mengalihkan tatapan hanya untuk disambut dengan pemandangan dari para anggota Perompak, tewas dengan mengenaskan, terus terlempar dari atas dek kapal perang.
"Ada lawan sangat tangguh di sebelah sana!" Gumam Dante.
*Woooshhhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
"Lagi-lagi, kau berani memalingkan wajah saat bertarung denganku!" Bentak Shadex marah. Tanpa henti melancarkan serangan-serangan pada Dante.
*Bzzzzzttt…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Serangan Shadex, dibalas oleh Dante dengan serangan tebasan berintensitas Mana Listrik biru dahysat.
"Sepertinya pertarungan ini harus segera di selesaikan, aku jelas tak bisa membiarkan orang itu bergerak lebih jauh! Akan berbahaya jika ia mulai melanjutkan pembantaian di luar kapal induk kalian!" Ucap Dante.
"Raizer…!!"
Dante menutup kalimatnya, dengan mengeraskan genggaman pada gagang Katana. Memanggil roh item Bunga Udumbara Halilintar.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Dua aliran Mana Listrik yang memiliki intensitas tak biasa, mulai menyala pada Katana serta tanduk Qilin Dante begitu ia melakukan Kuda-kuda serangan.
"Thunder Slaaaassshhh…!!!" Ucap Dante, dengan suara berderak liar, menarik Katana dari sarungnya.
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Tebasan ber-aura sangat berat, melaju kearah Shadex. Disambut oleh Shadex kembali membentuk ratusan pisau tajam untuk melindungi diri.
*BOOOOMMMM…!!!
Namun, nyatanya aksi bertahan Shadex, belum cukup untuk menghalau serangan Dante kali ini. Luapan Mana Besi berbentuk pisau pecah, diteruskan dengan tebasan Dante mendarat telak pada dada Shadex.
*Buuugggg…!!!
Dengan dada bersimbah darah, Shadex tumbang.
"Selesai sudah!" Gumam Dante. Seraya kembali menyarungkan Katana.
"Lanjutkan urus yang di sebelah sana!"
Dante sudah akan melangkah pergi. Sampai tiba-tiba.
"Kau... mau kemana?" Ucap Shadex. Dengan suara patah-patah dan berat.
*Krakkk…!!
Sebelum dengan sisa-sisa tenaga terakhir, Shadex mengeluarkan sebuah pill dari dalam Spacial Ring. Menggigit dengan satu gigitan keras.
*WOOOSHHHH…!!!
Bersama tertelannya pill kedalam mulut Shadex, luapan Mana yang sebelumnya sempat mereda, kini kembali menyala dalam tubuhnya. Bahkan terus bertambah dan meluap menjadi berkali-kali lipat.
Melihat kejadian ini, Dante yang tadinya sudah berniat pergi, segera mengerutkan kening.
"Sungguh ceroboh! Apapun jenisnya, pill dengan efek memaksimalkan potensi tubuh, selalu akan berdampak buruk!" Gumam Dante. Kini tampak kembali bersiap untuk memasuki situasi pertarungan melawan Shadex yang telah menggila.
***
(Lokasi Theo)
"Hmmmmm… Shadex!" Gumam Theo. Saat merasakan segel kontrak Tuan-hamba milik Shadex, tiba-tiba bergetar hebat.
Dengan gerakan cepat, ia kemudian menoleh kearah dimana Shadex sedang bertempur melawan Dante.
*Baaangggg…!!!
*Boooommmm…!!!
Namun, baru sebentar Theo menoleh, dari arah atas. Tubuh Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, tiba-tiba terhujam keras tepat di hadapannya.
Semburat energi kehidupan menyebar saat Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, seperti telah kehabisan energi. Tak mampu lagi menahan Sinbad.
"Berhenti main-main dan bertarung dengan serius!" Seru Sinbad lantang. Melaju cepat kearah Theo dengan intensitas tekanan tinggi memancar keluar dari dalam dua Mighty Sword yang ia genggam.
"Hmmmm… Dia benar-benar serius sekarang! Sepertinya kegiatan memangkas rumput liar harus selesai sampai disini!" Gumam Theo. Mulai memasuki mode Rage buatan.