Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
236 - Divisi Baru


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


Theo masih mempertahankan senyum sederhana di wajahnya, menatap Cassio yang saat ini berjalan mendekat sembari memasang senyum lebar nan antusias.


"Kabar dari kau yang bergabung dengan Kelompok Bandit Serigala, berkembang menjadi isu besar di kalangan Aliansi Serigala!" Ucap Theo. Membuka obrolan.


"Cassio sang penjagal dari Dark Guild, memutuskan untuk bergabung dengan Kelompok Bandit! Bahkan aku sendiri, sama sekali tak terfikir kearah sana!" Lanjut Theo. Tersenyum tipis.


"Hahahhahahha….!"


Kalimat pembuka obrolan yang diucapkan Theo, disambut oleh Cassio dengan tawa lantang. Sebelum kemudian mengambil posisi duduk bersila diatas pasir pantai. Mengeluarkan dua buah gentong arak.


Tindakan Cassio, diikuti oleh Theo. Duduk bersila beralaskan pasir pantai.


"Dikalangan internal Dark Guild sendiri, keputusanku ini juga cukup membuat heboh!" Ucap Cassio. Seraya menyodorkan salah satu gentong arak kepada Theo.


Cassio menyempatkan untuk meneguk beberapa kali arak langsung dari gentongnya. Sebelum kembali meneruskan kalimat.


"Namun, keputusanku ini sudah bulat! Terlebih, Lord Santiago secara pribadi, telah memberi ijin!" Lanjut Cassio.


"Brother Santiago, sudah sangat lama rasanya sejak terakhir kali aku menghabiskan waktu mengobrol sambil minum-minum dengannya!" Gumam Theo.


"Sepertinya ketika nanti kembali ke North Region, aku memiliki banyak hutang minum-minum bersama beberapa orang tertentu! Termasuk salah satunya Brother Santiago!" Lanjut Theo.


"Karena bagaimanapun juga, Dark Guild lagi-lagi mempunyai peran penting yang secara langsung membantuku! Kali ini dalam proses menaklukan East Region!"


"Aku sudah mendengar dari Thomas bahwa kau memiliki peran nyata dalam proses penaklukan Kelompok Bandit besar terakhir wilayah Gurun Purba! Membantu di saat krusial Tim Gurun Purba pimpinan Thomas dan Darsa!"


"Ditambah dalam jalannya perang besar Laut Ungu, dimana kau sekali lagi mengambil peran penting beraksi di garis depan dalam upaya menyudutkan balik pihak Barbarian Tribe yang melancarkan sergapan, tak ada kata lain selain aku benar-benar bersyukur kau ada disini untuk bergabung dengan kelompok Bandit Serigala!" Tutup Theo. Seraya ikut menenggak arak langsung dari tutup gentong.


"Hahahhaha… Tak perlu dipikirkan! Lagipula, keputusanku untuk keluar dari Dark Guild dan kemudian bergabung dengan Kelompok Bandit Serigala, juga disertai motif tertentu!" Tanggap Cassio.


"Jujur saja, aku sengaja keluar dari Dark Guild, itu karena tak lagi ingin terlalu membebani Guild, khususnya Lord Santiago!" Lanjut Cassio.


"House Helsinsberg?" Tanya Theo, segera menangkap garis besar dibalik kata-kata yang baru disampaikan oleh Cassio.


"Itu benar! Keberadaanku dalam Guild, akan terus membuat pihak House Helsinsberg mengarahkan tanpa pandang bulu dendam mereka terhadapku, juga pada Dark Guild!" Tanggap Cassio.


"Satu hal yang sebenarnya tak terlalu dipermasalahkan oleh Lord Santiago, ia percaya bahwa Dark Guild cukup mampu mengimbangi kekuatan House Helsinsberg!"


"Hanya saja, aku sendiri sudah cukup berhutang budi terlalu banyak pada Lord Santiago! Aku bahkan belum sepenuhnya merasa telah membalas hutang budi pada ayah Lord Santiago, yakni Lord Alejandro yang telah membimbing serta mengangkat drajatku dari yang hanya gelandangan tak penting Dark Guild, menjadi sosok yang seperti saat ini!"


"Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk keluar Guild. Sedikit mengurangi beban yang saat ini dipikul Lord Santiago!"


"Dan dari semua Kelompok yang ada diatas Gaia Land, kurasa Bandit Serigala adalah tempat yang paling tepat bagiku untuk melanjutkan jalan Knight!"


"Tapi, itu semua akan kembali tergantung dari jawabanmu! Karena seperti yang kusebut diawal, aku keluar dari Dark Guild, adalah karena permasalahan dengan House Helsinsberg!"


"Ketika berita tersebar, Cassio Sang Penjagal menjadi anggota Kelompok Bandit Serigala, sudah bisa dipastikan bahwa House Helsinsberg, akan ganti mengarahkan tatapan penuh dendam mereka pada Bandit Serigala!"


"Itu adalah faktanya! Kau perlu mendengar resiko tersebut! Aku tak ingin menempatkan satu pisau tersembunyi yang tak di ketahui, terarah pada Kelompok Bandit Serigala akibat keberadaanku!"


"Jadi, seperti yang kukatakan diawal, semua kembali padamu untuk membuat keputusan! Jikapun kau akhirnya tak ingin menerima kehadiranku dalam kelompok…."


"Kau sedang bicara apa? Aku sebagai Boss Besar kelompok Bandit Serigala, dengan tangan terbuka menerima Cassio Sang Penjagal sebagai anggota kelompok!" Potong Theo tiba-tiba, sebelum Cassio sempat menyelesaikan kalimat terakhirnya.


Mendengar jawaban tanpa ragu dari Theo, Cassio seketika terdiam.


"Cassio, situasi yang kau hadapi dengan House Helsinsberg, dari awal adalah imbas beruntun Pertempuran Hutan Pinus Beku!" Ucap Theo.


"Jadi, bagaimana sekarang aku bisa menutup mata saat salah satu sosok penting dari kelompok yang sejak awal selalu memberi uluran tangan terbuka padaku serta House Alknight, sedang membutuhkan tempat bernaung!" Lanjut Theo.


"Mulai detik ini, Cassio Sang Penjagal, adalah satu dari kawanan Serigala liar dari Kelompok Bandit Serigala!" Tutup Theo.


Cassio yang mendengar deklarasi Theo, seketika tersentak dari diamnya. Dengan gerakan tegas yang penuh keteguhan, segera mengambil posisi berlutut menggunakan lutut kanan. Gerakan khas seorang Assassin yang menghadap pemimpinnya.


"Cassio Black, tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang telah kau berikan!"


"Salam pada Boss Besar!" Ucap Cassio. Menundukkan kepala sembari membuat gerak tangan menangkup.


"Bangun! Aku akan langsung saja! Tugas pertamamu, adalah membentuk divisi baru dalam Kelompok Bandit Serigala!"


"Divisi pembunuh!" Ucap Theo.


"Apa kau tak masalah dengan tanggung jawab itu?" Tanya Theo.


"Tentu saja tak menjadi masalah!" Jawab Cassio singkat. Kembali mengambil posisi duduk bersila.


***** 


(Ruang penempaaan Glory Land Warship)


Setelah menyempatkan untuk bercakap-cakap dan minum arak bersama Cassio, Theo melanjutkan kegiatan dengan memasuki ruang penempaaan Glory Land Warship.


Ditemani oleh Sasi yang mengamati pada salah satu sudut ruangan, Theo mengeluarkan puluhan tabung aneh berjumlah hampir seratus dari dalam gelang ruang-waktu. Menempatkan memutar pada posisinya berada di tengah ruangan.


Puluhan tabung-tabung tersebut, terus mengeluarkan hawa aneh yang terasa sunyi nan mencekam. Karena memang di dalamnya, tesimpan jiwa-jiwa sisa yang telah disegel oleh Theo. Jiwa-jiwa sisa dimana sebelumnya adalah milik pasukan mayat hidup dasar sumur misterius.


Dari puluhan tabung sendiri, ada satu tabung yang memiliki pancaran agak berbeda, selain itu, juga tak berhenti terus bergetar. Seperti sesuatu yang tersegel di dalamnya, sedang mencoba untuk menerobos keluar.


Tabung yang tampak berbeda tersebut, dimana saat ini sedang digenggam oleh Theo, tak lain adalah tabung yang menyegel roh Jongha. Pemimpin satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe.


Tak seperti jiwa sisa dari pasukan mayat hidup, yang mana memang meskipun memiliki tingkatan hampir sama dengan Jongha ketika masih hidup, yakni berkelas Emperor. Roh Jongha sendiri, disegel Theo dalam kondisi sempurna. Bukan jiwa sisa, melainkan satu roh utuh.


Selain itu, juga merupakan roh yang masih segar, bukan roh yang telah memudar dimakan waktu selama ribuan tahun layaknya para jiwa sisa pasukan mayat hidup. Menyebabkan kualitas Roh Jongha, berada pada level yang berbeda dari roh-roh lain yang kini tersegel dalam tabung. Masih memiliki kehendak, terus melakukan perlawanan dan berupaya kabur dari tabung segel.


"Hmmmmm… Sebaiknya memang aku mengeksekusimu lebih dahulu agar tak mengganggu prosesi-prosesi selanjutnya!" Gumam Theo. Menatap dengan kerutan kening pada tabung segel roh Jongha yang terus bergetar.


Selesai bergumam, Theo kembali mengeluarkan beberapa hal lain dari dalam gelang ruang-waktu.


Satu ditempatkan tepat dihadapannya, sementara yang lain, ia sebar untuk ditempatkan bersebelah dengan masing-masing tabung segel yang ada di sekitar.


Hal-hal yang baru dikeluarkan oleh Theo sendiri, adalah puluhan Boneka Bernyawa baru yang beberapa waktu lalu sempat ia tempa. Boneka bernyawa dengan bentuk berbagai jenis burung, dimana memiliki ukuran yang beragam pula.


Ada yang berukuran besar seperti ukuran tubuh manusia, ada juga yang memiliki ukuran layaknya burung normal. Beberapa bahkan ada yang berukuran sangat kecil, segenggaman tangan dan juga sebesar jari kelingking.


Boneka bernyawa burung paling besar sendiri, adalah jenis elang metalik yang kini ada di depan Theo.


"Mari mulai proses penempatan roh-nya!" Gumam Theo. Membuat segel tangan cepat sembari menyebar aliran Mana Cahaya. Melakukan prosesi segel kehidupan boneka bernyawa.


*Bammmm….!!!


Dengan gerakan mengetuk keras, Theo menghancurkan tabung segel roh Jongha. Mengikat roh Jongha yang sempat berupaya kabur dalam balutan Mana Cahaya berbentuk rantai.


Aksi selanjutnya, adalah gerakan tangan cepat Theo melempar keras roh terikat Jongha untuk terhujam pada Boneka Bernyawa Elang metalik raksasa.


------


Note :


Seperti biasa, akhir bulan saya agak sibuk, dalam tiga hari kedepan, hanya akan ada satu up. Update siang sementara kosong.


Mohon pengertian kawan-kawan sekalian. Terimakasih.