Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
153 - Perampok VIP


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Hmmmm…!!!"


"Apa-apaan…!" Gumam Madam Es. Dengan raut wajah tercekat.


Bagaimana tidak, tepat setelah ia menelan Foundation Pill, khasiat dari Pill tersebut, dalam sekejap langsung bisa dirasakan olehnya.


Tak seperti Pill-Pill obat yang selama ini Madam Es kenal dan pernah konsumsi, dimana memerlukan penanganan khusus untuk menyalurkan serta membimbing efek obat agar dengan efisien bergerak merawat Meridian sebelum berakhir pada Ranah Jiwa, Foundation Pill Theo, dengan ajaib secara otomatis bergerak sendiri. Bergerak begitu efisien untuk memberi perawatan pada Meridian dan Ranah Jiwa.


Bahkan Madam Es yang jelas sudah tak bisa mendapat khasiat kenaikan kualitas dari Meridian dan Ranah Jiwa, masih bisa merasakan kesegaran nyata dalam tubuhnya. Kesegaran yang membuatnya memiliki dorongan untuk terus mengkonsumsi Foundation Pill.


"Tuan muda! Pill ini ciptaanmu sendiri?" Tanya Madam Es. Dengan nada bergetar.


"Ya, aku yang membuatnya! Namun untuk yang pertama menemukan resep dan menciptakan, itu bukan aku! Masterku yang memberi resepnya!" Jawab Theo.


"Master?" Gumam Madam Es.


"Aku paham sekarang! Kenapa tak terpikir olehku sebelumnya!" Lanjut Madam Es.


"Pemuda dengan bakat luar biasa yang telah berhasil membuka Gerbang Merah, ditambah segala pengetahuan serta kemampuan merasakan Chi Kegelapan Purba! Terlebih lagi, memiliki bakat tambahan dalam bidang Alchemist!"


"Kau jelas bukan tuan muda Kelompok besar sembarangan! Seorang monster tua, pasti berada di belakangmu! Murid dari seorang monster tua!" Tutup Madam Es. Cara pandang wanita tua tersebut kepada Theo, seketika berubah.


Mendengar kata-kata Madam Es, Theo tak memberi jawaban apapun. Memutuskan untuk tetap membiarkan nenek tua di hadapannya berspekulasi liar. Satu hal yang jelas menguntungkan posisinya dalam hubungan serta situasi tawar-menawar dengan Paviliun Harta.


Theo hanya membalas ucapan Madam Es, dengan memasang senyum tipis yang sengaja dibuatnya seolah penuh maksud tertentu. Menyebabkan Madam Es yang melihat senyum Theo, semakin jatuh dalam pemikiran liar.


"Maafkan ketidak-sopananku sebelumnnya yang sempat meragukan Pill milikmu!" Ucap Madam Es. Dengan nada bicara yang sepenuhnya berubah sopan.


Bagaimanapun juga, karena Madam Es belum mengetahui identitas Theo, terlebih belum mengetahui identitas Master Theo, nenek tua yang merupakan salah satu tetua Paviliun Harta ini, akhirnya memutuskan untuk bersikap lebih hati-hati.


Jika itu hanya tuan muda biasa dari Klan besar wilayah sekitar, dimana merupakan tebakan awal Madam Es pada identitas asli Theo, ia jelas telah berpengalaman dan tak begitu peduli. Lagipula, Paviliun Harta, juga adalah salah satu kelompok besar paling berpengaruh diatas Tartarus Land.


Namun, semua akan berbeda jika benar dibelakang Theo, ia memiliki seorang Master yang merupakan Monster Tua. Julukan yang di beri pada eksistensi puncak Tartarus Land, dimana merupakan para Hunter Gerbang Hitam dengan 5 pintu telah terbuka.


Tak banyak dari monster tua di atas Tartarus Land, itu hanya kurang dari 50 orang. Dan seluruhnya, merupakan penduduk Benua Leluhur. Benua paling tua dan memiliki penduduk dengan kultivasi tak sembarangan.


Hal inilah yang menyebabkan Madam Es, seketika merubah pembawaannya di hadapan Theo. Jelas sekali ia berusaha untuk tak ingin menyinggung siapapun itu diantara para Monster Tua yang merupakan Master dari Theo.


Situasi Kemudian berkembang hening untuk beberapa saat ketika Theo dan Madam Es, hanya diam. Sampai kemudian, suara Theo akhirnya menjadi yang pertama memecah keheningan.


"Tentu saja! Aku jelas tahu batas-batas yang tak bisa di lewati!" Tanggap Madam Es. Terlanjur jatuh pada muslihat spontan Theo.


"Hmmmm… Baiklah kalau begitu! Jadi bagaimana? Kau mau melakukan pertukaran?" Ucap Theo. Seraya membuat gerakan mengayun tangan ringan. Kali ini mengeluarkan satu botol obat dari dalam gelang ruang-waktu.


"Tuan muda! Apakah itu…" Madam Es hendak bertanya. Sebelum Theo tiba-tiba memotong.


"Itu benar! Di dalam botol obat ini, tersimpan Foundation Pill! 50 Foundation Pill!" Jawab Theo.


Kalimat yang disampaikan Theo, segera membuat raut wajah Madam Es menjadi cerah. Sudah mulai membayangkan keuntungan besar bagi Paviliun Harta jika menjual Pill-Pill tersebut.


'Para bangsawan, juga orang-orang dari Klan atau Guild besar, pasti akan berebut untuk mendapatkan Foundation Pill ini!' Gumam Madam Es dalam hati.


"Tuan muda, wanita tua ini, jelas akan menerima pertukaran denganmu!" Ucap Madam Es.


"Itu bagus! Jadi, aku sudah bisa memiliki potongan daging Chimera di depan?" Tanya Theo. Seraya melempar botol obat pada Madam Es. Dimana segera disambut dengan gerakan menangkap antusias dari sang wanita tua.


"Tentu! Tentu! Kau boleh memilikinya!" Jawab Madam Es cepat. Masih sepenuhnya terfokus pada botol obat yang sedang ia genggam layaknya menggenggam harta karun.


Mendengar kata-kata Madam Es, Theo kemudian tanpa ragu kembali membuat gerakan mengayun tangan. Kali ini memindah seluruh kotak kaca yang di dalamnya terdapat potongan daging Chimera, kedalam gelang ruang-waktu.


Gerakan tangan Theo, ternyata bukan hanya untuk menyimpan barang yang ia inginkan. Melainkan juga mengeluarkan beberapa botol obat lain. 5 botol tepatnya.


"Madam Es! Kau tadi sempat bilang bahwa daging Chimera, tak hanya ada di tempat ini! Namun tersebar pada seluruh cabang Paviliun Harta!" Ucap Theo.


Kata-kata Theo, hanya disambut oleh anggukan singkat Madam Es. Sebelum kemudian, Theo melempar lima botol obat lain kepada sang wanita tua, dimana ditangkap oleh Madam Es, dengan tangan sedikit bergetar. Dapat menduga Pill apa yang tersimpan dalam botol-botol obat tersebut.


"Aku ingin kau memindahkan sebanyak yang bisa, atur agar potongan-potongan daging Chimera lain, berada di tempat ini ketika nanti aku kembali!"


"Ditukar dengan ratusan Foundation Pill yang sedang kau genggam, aku akan membeli seluruh daging Chimera!"


"Daging-daging tersebut, telah menemukan pembelinya!" Tutup Theo. Sembari memasang senyum tipis sederhana.


Madam Es, seketika mengangkat wajah begitu kalimat Theo selesai.


"Tentu saja aku akan mengaturnya untukmu tuan muda!" Jawab Madam Es.


'Ini benar-benar hari keberuntunganku! Dengan Pill berkhasiat luar biasa ini, dan kesepakatan baru yang telah dibuat, jelas sekali aku akan menerima penghargaan dan kenaikan pangkat!' Gumam Madam Es dalam hati. Tak hentinya memasang raut wajah bersemangat. Tampak begitu antusias.


Disisi lain, Theo melanjutkan untuk mengambil seluruh simpanan sumberdaya daging yang berasal dari Demonic Beast kelas tinggi lain dalam ruang display. Sebelum akhirnya memutuskan pergi ketika merasa semua urusan telah selesai.


Theo berjalan menuruni lantai tiga. Meninggalkan Madam Es yang tak bisa lepas dari senyum puas terpahat di wajahnya.


Seperti kejadian sebelumnya dengan Spacial Ring, andai Madam Es tahu bahwa dengan semua sumberdaya bahan obat yang sempat dikosongkan Theo dalam ruang display, Theo akan bisa membuat ratusan Foundation Pill lain, tentu wanita tua tersebut, tak akan bisa mempertahankan senyum puas diwajahnya saat ini. Ia akan batuk darah hebat.


Sementara Theo, dari tadi berjalan dengan senyum tipis. Begitu puas dengan hasil yang ia dapat dari kunjungan di Paviliun Harta.


Bagaimana tidak, itu seperti Theo baru saja mendapat berton-ton suplai sumberdaya penting secara gratis. Perampokan jalur VIP di siang bolong. Terutama yang paling penting adalah, sepotong daging Chimera. Menurut Theo, itu akan berguna dalam proses mencoba untuk naik ke kelas selanjutnya. Menapaki kelas Emperor.