Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
35 - Laut Merah


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Thousand Island, Laut Merah)


*Boooommmm….!!!


*Booommmmm….!!!


*Booommmmm….!!!


Dengan menggunakan kapal-kapal yang sebelumnya milik Perompak Angin Barat, Kelompok Bandit Serigala akhirnya memulai aksi di wilayah Thousand Island.


"Hahhaha….! Ini sungguh mendebarkan!" Teriak Feizel, dengan wajah beringas di sertai senyum lebar, Feizel yang telah berada dalam mode Meridian Knight, secara membabi buta menghajar kawanan Perompak yang ada di hadapannya.


Dengan Dual Element Seed Tanah dan Api, Feizel yang berada diatas dek kapal lawan memimpin pasukan Bandit Serigala, saat ini terlihat sangat buas, bentuk Meridian Knightnya yang berupa manusia setengah Kadal Metalik, benar-benar melengkapi atribut dari Element Seednya. Menjadikan Feizel bak hewan buas dengan tubuh yang sangat kokoh.


Ditambah teknik khusus yang secara kebetulan beberapa tahun lalu ia temukan dalam perjalanan memimpin kelompok Banditnya sendiri pada suatu reruntuhan kuno di perbatasan wilayah Gurun Kematian dan Gurun Purba, bernama teknik Menempa Tubuh Membara, membuat tubuh buas yang dimiliki oleh Feizel sebagai Meridian Knight, tampak semakin mengagumkan.


Teknik tersebut mampu memberi dorongan pada atribut Mana Api yang ada di dalam Element Seed Feizel, untuk bertambah lebih intens, dimana berakhir menyelimuti seluruh tubuh setengah kadal metaliknya, dan menyebabkan derak logam metalik pada bagian tangan dan kaki, khususnya cakar, menjadi merah membara. Seperti logam yang sedang di panaskan dalam tungku penempaaan.


"Sungguh teknik yang menarik!" Gumam Theo, yang sedang mengamati dari lokasi agak jauh jalannya pertempuran. Berdiri diatas dek Glory Land Warship.


Sejak pertama melihat teknik Menempa Tubuh Membara yang dimiliki Feizel, Theo beberapa kali tampak tertarik, meskipun memang jika dibandingkan dengan teknik Menempa Tubuh Surgawi yang ia beri kepada Razak, teknik milik Feizel bisa di katakan masih berada di level yang sedikit tertinggal, namun tak begitu jauh.


Oleh sebab itu, Theo menjadi penasaran dengan leluhur senior mana di muka Gaia Land yang mampu menciptakan teknik ini. Mengingat Teknik Menempa Tubuh Surgawi yang diturunkan Tiankong, berasal dari realm yang lebih tinggi.


*Boooommmmm….!!!


*Booommmmm….!!!


Setelah mengamati lokasi Feizel untuk beberapa saat, Theo ganti mengalihkan pandangan ke medan pertempuran lain. Dimana terletak Shadex serta beberapa wakil pemimpin kelompok Bandit Serigala, tak memiliki kesulitan berarti menghadapi lawan-lawan mereka. Hanya trio gadis kembar Xika, Xoya, dan Xafi, tampak kesulitan menghadapi lawan-lawan yang mengepung, terlihat jelas masih kekurangan pengalaman tempur.


"Zhou Kang! Beri dukungan pada tiga gadis kecil kita yang ada disana!" Ucap Theo. Memberi intruksi pada Zhou Kang yang berada di sebelahnya.


*Tap….!!!


Zhou Kang memberi anggukan singkat sebelum melakukan gerakan kearah dimana trio kembar sedang bertempur.


"Guan Zifei! Apakah ada pergerakan dari luar wilayah Laut Merah? Khususnya pada dua wilayah terdekat, Laut Jingga dan Laut Kuning!" Tanya Theo, kepada Guan Zifei yang baru saja melompat dari suatu arah.


"Kelompok Aliansi 7 Lautan sudah mulai bergerak! Namun langkah armada mereka, terhadang oleh armada Gaia Mercenaries yang ada di wilayah Laut Jingga!" Jawab Guan Zifei, memberi laporan.


"Sementara armada yang ada di wilayah Laut Kuning, tak sempat melakukan pergerakan apapun, di sibukkan dengan langkah para Assasin Dark Guild yang mulai bergerak mencari kepala para Kapten Perompak di wilayah tersebut!" Lanjut Guan Zifei.


"Hmmmmm… Sesuai rencana! Laut merah masih dalam situasi terisolasi total untuk beberapa waktu kedepan!" Ucap Theo.


"Yah, rencana kita berjalan tanpa hambatan! Bisa kukatakan, langkah yang anda ambil ini benar-benar brilian!" Tanggap Guan Zifei.


"Khususnya Aliansi 7 Lautan, mereka terlihat tak siap dan sepenuhnya tak menduga bahwa langkah ekspansi mendadak yang kita lakukan, ada di wilayah laut ini!" Tutup Guan Zifei. Dengan ekspresi wajah kagum.


"Hmmmm… Bukankah sebenarnya cukup sederhana? Dengan adanya Gaia Son Paviliun dan Dark Guild di dua wilayah Laut tersebut, kita bisa menyimpan serta melakukan ekspansi kapan saja!" Ucap Theo. Menanggapi pujian Guan Zifei tentang rencananya.


"Untuk sekarang, lebih baik memakai keberadaan mereka, guna menahan pasukan lawan yang terlambat menyadari koneksi yang terjalin antar tiga kelompok!"


"Sepenuhnya fokus untuk membersihkan Laut Merah! Dengan Laut Merah telah berada di bawah kekuasaan kita, kedepan tak perlu lagi mengkhawatirkan punggung ketika melanjutkan ekspansi ke wilayah Laut lain!"


"Bisa di bilang, setelah ini, kita akan memiliki pijakan yang cukup kuat diwilayah Thousand Island! Laut Merah, Laut Jingga, dan Laut Kuning!"


"Ketika saatnya tiba, tinggal memberi tanda pada pihak Eleanor Tribe untuk bergerak dari arah berlawanan, menyudutkan Aliansi 7 Lautan dari dua arah berbeda!" Tutup Theo. Seraya melirik kearah Iris.


Satu penjelasan yang segera disambut oleh Iris yang dari tadi hanya diam disamping Theo. Dengan beberapa pemikiran mendalam. Satu sisi merasa semakin kagum dengan Theo yang memiliki pandangan visi brilian pada setiap langkah yang ia ambil, disisi lain mulai merasa tertekan dan takut.


Berfikir apakah meminta bantuan pada kelompok Bandit Serigala, adalah satu langkah yang tepat bagi Eleanor Tribe. Mengingat pergerakan masif yang segera dilakukan Kelompok Bandit Serigala begitu memasuki wilayah Thousand Island. Itu terlihat seperti keberadaan pihak Kelompok Bandit Serigala, tak kalah mengancam dari pada Aliansi 7 Lautan.


"Gadis muda! Kau tak apa-apa?" Tanya Tuan Leluhur, sembari memasang satu senyum tipis. Tuan Leluhur yang juga sedang berada di lokasi, tampaknya menyadari perubahan ekspresi tiba-tiba di wajah Iris.


"Hmmmm… Tidak ada masalah! Aku akan memberi kabar kepada pihak Eleanor Tribe ketika saatnya telah tiba!" Jawab Iris. Dengan segera kembali memasang ekspresi wajah tenang.


***


(Lokasi lain, pantai wilayah perbatasan Desert Tribe United dan Thousand Island)


Pada sebuah puncak salah satu bukit yang memiliki menara pengawas, Tetua Barbarian Tribe yang merupakan pemimpin pasukan penjaga perbatasan, dengan ekspresi wajah tak menentu, kini sedang melihat kearah dimana medan pertempuran sedang terjadi. Mengamati dengan seksama.


"Lambang Serigala menyalak itu! Tidak salah lagi! Mereka adalah orang-orang Kelompok Bandit Serigala!" Gumam sang Tetua.


"Kenapa Kelompok Bandit Gurun, bisa berada di wilayah Thousand Island? Bertempur dengan para Perompak!" Lanjut sang Tetua.


"Dan kenapa juga pihak Gaia Mercenaries yang menggantikan Eleanor Tribe menjaga perbatasan, tak melakukan langkah apapun? Terlihat hanya diam mengamati!"


"Situasi yang cukup aneh! Terlebih lagi, dimana sebenarnya pihak Eleanor Tribe pergi? Jelas-jelas terlihat nyata wilayah lautnya kini telah di jamah oleh kawanan Bandit Gurun!" Tutup sang Tetua, semakin memasang ekspresi wajah bingung.


Dalam kebingungan, Tetua Barbarian Tribe akhirnya memutuskan berhenti mengamati. Melompat turun menuju kemah pasukan penjaga perbatasan.


"Apakah belum ada kabar dari anggota yang sebelumnya kuberi perintah untuk pergi menyampaikan situasi terkini wilayah perbatasan ke kemah besar?" Tanya sang tetua, kepada salah satu anggotanya.


"Belum ada kabar apapun Tetua!" Jawab sang anggota.


Jawaban yang segera disambut dengan kerutan kening oleh Tetua Barbarian Tribe.


"Panggil beberapa anggota lain! Setelah ini aku akan membuat pengaturan sementara untuk menggantikan posisiku!" Ucap Tetua kelimabelas Barbarian Tribe.


"Menggantikan posisi anda?" Tanya anggota pasukan penjaga perbatasan Barbarian Tribe.


"Yah…! Aku akan pergi sendiri untuk kembali ke kemah besar! Melaporkan situasi aneh yang ada di wilayah perbatasan, kepada Khan secara langsung!" Jawab Tetua kelimabelas.


----


Note :


Yuk yang belum saling follow di ig, jika berkenan, silahkan follow akun SDC ^^