
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Tappp…!!!
*Tappp…!!!
Theo melakukan penjelajahan menyusuri lereng bukit. Mengikuti arahan dari Kun-Peng untuk menuju satu lokasi tertentu.
Dalam perjalanannya, Theo bisa merasakan bahwa tempat dimana ia saat ini berada, yakni Tartarus Land, adalah dunia yang sama sekali berbeda dengan Gaia Land.
Jika Gaia Land didominasi oleh Spirit Beast, Tartarus Land justru sebaliknya. Itu adalah Demonic Beast yang mendominasi. Kemanapun Theo bergerak, ia dapat dengan mudah merasakan aura dari Demonic Beast berkeliaran bebas.
"Tempat yang sungguh menarik!" Gumam Theo. Mulai memikirkan dunia macam apa sebenarnya Tartarus Land ini.
"Apakah semacam dunia kecil?" Theo mulai jatuh pada pemikiran mendalam.
Namun, jika Tartarus Land adalah dunia kecil yang tersimpan di dalam Kastil Raja Dewa Air, sama dengan dunia kecil milik Istana Emas atau Glory Land Warship, itu menurut Theo juga agak janggal. Karena untuk ukuran dunia kecil, luas dari Tartarus Land, benar-benar terlalu berlebihan.
Theo memang tak tahu bagaimana luas Dunia Kecil yang tersimpan di dalam Glory Land Warship, tapi mengambil contoh Dunia Kecil milik Istana Emas, ia bisa menduga tiap dari Dunia Kecil, seharunya tak memiliki luas yang terlalu besar.
Hal ini juga beberapa kali disinggung dalam jurnal peninggalan Tiankong. Dimana Tiankong menyebut bahwa Dunia Kecil adalah sebuah dunia yang di ciptakan oleh seorang yang memiliki kendali kuat akan Mana Ruang.
Dengan kata lain, perlu usaha tak sembarangan untuk sekedar menciptakan satu dunia kecil yang sederhana. Bahkan Tiankong, hanya mampu menciptakan dunia Kecil berbentuk Kastil sederhana di dalam Gelang Ruang-Waktu.
Sementara Panglima Cinta-Kasih yang merupakan salah satu panglima dari Sage Lord Salomon, sosok adikuasa yang mampu menyapu habis sebuah peradaban, hanya bisa menciptakan dunia kecil sekaliber yang ada di dalam Istana Emas. Dunia Kecil yang dengan muda di ukur luas ruangnya oleh Theo dengan hanya beberapa kali penjelajahan.
Dari fakta-fakta tersebut, Theo akhirnya membuat kesimpulan bahwa Tartarus Land, bukanlah sebuah dunia kecil.
"Hmmmm…???"
Theo, dibuat semakin bingung ketika tepat pertama kali ia keluar dari wilayah lereng perbukitan, pandangan matanya menangkap sesuatu yang bisa dikatakan sangat ganjil.
*Boooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
Tak jauh dari wilayah luar lereng perbukitan, pada lokasi yang tampak adalah gurun pasir, sekelompok manusia terlihat sedang bertempur melawan seekor Demonic Beast.
"Ada manusia di tempat ini?" Gumam Theo. Dengan sigap segera mengambil lokasi nyaman untuk melakukan pengamatan. Berdiri di puncak sebuah batu besar.
"Wahhh… Mereka juga bisa berubah ke wujud Knight!" Ucap Theo. Menjadi semakin tertarik saat melihat para manusia yang sedang bertempur, 3 diantaranya mengambil wujud Meridian Knight. Sementara 5 yang lain, Soul Knight.
"Hmmmm…?"
Theo masih tampak mengamati dengan pandangan penuh minat pada kelompok yang sedang melawan Demonic Beast, sampai tiba-tiba, tatapan matanya menangkap sesuatu.
"Itu terlihat cukup buruk!" Ucap Theo. Sebelum kemudian sosoknya bergerak cepat dalam langkah senyap.
***
(Lokasi Sekelompok Manusia)
*Boooommmm…!!!
*Boooommmmm…!!!
*Boooommmm…!!!
Tiga orang Meridian Knight, sedang menggunakan tali-tali tambang untuk menahan pergerakan Demonic Beast berbentuk Kalajengking raksasa. Sementara para Soul Knight, tampak melakukan tugas dengan baik. Melancarkan serangan jarak jauh untuk menghujami tubuh Demonic Beast.
"Ini benar-benar ide buruk untuk menargetkan Kalajengking Haus Darah!" Keluh Meridian Knight lain yang menahan di sisi kanan.
Mendengar kata-kata dua orang tersebut, Meridian Knight yang menahan Demonic Beast Kalajengking raksasa pada bagian tengah, segera memasang raut wajah tegas.
"Bertahan sedikit lebih lama lagi! Kita tinggal selangkah untuk bisa membunuh Kalajengking Haus Darah!" Seru Meridian Knight yang berada di tengah. Berusaha menaikkan moral kawan-kawannya.
Pria yang terlihat sudah cukup tua itu, tampaknya adalah pemimpin dari kelompok yang sedang berusaha membunuh Demonic Beast Kalajengking raksasa.
"Lanjutkan serangan! Keluarkan semua teknik terbaik kalian!" Seru sang pemimpin. Kini memberi intruksi pada lima orang Soul Knight yang ada di belakang.
"Ingat! Nasib keberlangsungan dari desa, ada di tangan kita! Cobalah membayangkan wajah orang-orang terdekat kalian saat mulai merasa lelah! Tekankan dalam hati, semua perjuangan kita hari ini, adalah untuk mereka!" Tambah sang pemimpin. Meneriakkan kalimat pendorong mental.
Setiap orang segera memasang raut wajah teguh, terlihat kembali bersemangat meskipun memang tubuh mereka meronta kesakitan.
Kelompok Soul Knight sudah berniat akan menambah intensitas serangan. Namun, aksi para Soul Knight terhalang ketika satu sosok secara tak terduga tiba-tiba melakukan pendaratan ringan tepat di hadapan mereka.
*Taappp…!
Theo mendarat sembari menatap tajam kearah para Soul Knight. Sedikit membocorkan aura kelas King tahap Surga miliknya.
Kemunculan tiba-tiba Theo, tentu saja membuat sekelompok orang yang sedang bertarung melawan Kalajengking raksasa, menjadi sangat terkejut. Cenderung kesal.
"Hei…! Berbahaya! Pergi dari sini!" Seru salah satu Soul Knight, seorang wanita muda dengan wajah cukup cantik. Tak seperti kawan-kawannya yang terlihat kesal dengan kehadiran Theo, ia justru memasang ekspresi wajah khawatir.
"Cepat menyingkir!" Bentak pemimpin kelompok. Merasa kehadiran Theo benar-benar di waktu yang sepenuhnya mengganggu ritme pertarungan.
Mendengar bentakan tersebut, Theo justru mulai mengerutkan kening, sedikit melirik kearah pria tua yang baru saja membentak.
'Energi yang terpancar keluar dari dalam tubuh orang-orang ini tampak sedikit berbeda dengan penduduk Gaia Land yang menapaki jalan Knight!'
'Namun, jelas sekali kekuatan mereka hanya setara dengan seorang Immortal tahap Langit!' Gumam Theo dalam hati.
"Apa kau tuli? Cepat menyingkir sialan!"
Theo masih melakukan pengamatan, sampai pria tua pemimpin kelompok untuk sekali lagi membentaknya. Kali ini di tutup dengan makian.
"Berisik!"
Pada akhirnya, Theo justru membentak balik.
"Jika tak ingin mati, itu kalian yang harusnya menyingkir!" Lanjut Theo. Kini mulai melakukan gerakan tangan menunjuk. Tangan kanan diarahkan pada Pria tua, sementara tangan kiri pada kelompok Soul Knight.
*Bzzzzzttt…!!!
Aliran Mana Listrik, menyala terang pada ujung jari telunjuk tangan kanan Theo. Sebelum dengan gerakan sedikit menyentak, ia melempar gelombang Mana Listrik.
*Woooshhhh…!!!
Pada ujung telunjuk tangan kiri sendiri, Theo melempar deru gelombang dingin aliran Mana Es.
Dua gelombang Mana, menerjang di saat bersamaan. Sampai pada akhirnya…
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Sentakan Mana listrik yang di lempar Theo, melewati pria tua, mendarat telak pada tubuh Kalajengking raksasa. Menyiksa sang Demonic Beast dalam jilatan liar derak Mana Listrik untuk beberapa saat, sebelum pada akhirnya, makhluk itu mati terpanggang bersama derak aliran Mana Listrik, juga mulai menyebar luas. Menghempaskan tiga Meridian Knight di sekitar.
*KRAAAAAAAAKKKK…!!!
Sementara disisi berlawanan, Gelombang Mana Es yang di lempar Theo, juga hanya melewati para Soul Knight. Menghujam pada sosok Kalajengking raksasa lain yang secara tiba-tiba bergerak keluar dari dalam pasir. Hendak melakukan serangan menyelinap dengan menerkam gadis Soul Knight yang tadi sempat memberi peringatan pada Theo.
Tubuh Kalajengking kedua, kini sepenuhnya terperangkap di dalam balok es raksasa. Membeku total.
Situasi berkembang hening saat setiap orang yang ada di lokasi, kini jatuh terduduk. Memasang raut wajah tertegun. Melihat bergantian kearah Theo dan juga dua tubuh Kalajengking raksasa. Satu hangus, sementara satunya lagi membeku.
"Hmmmmm… Begitu amatir! Merasa sedang menjebak target, padahal dirinya sendiri, justru yang sedang jatuh pada perangkap targetnya!" Ucap Theo.
"Demonic Beast yang kalian incar, bergerak secara berpasangan! Tak adakah diantara kalian yang merasakan hawa keberadaan Kalajengking satunya?" Tanya Theo. Benar-benar heran. Karena menurutnya, itu cukup mudah merasakan hawa keberadaan makhluk yang bergerak dengan tubuh di selimuti oleh aliran Mana Kegelapan liar. Begitu mencolok.