Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
103 - Gelombang Tambahan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(3 hari sebelum waktu penyerangan, Laut Merah)


*Booommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Kapal-kapal yang memuat ratusan anggota Kelompok Barbarian Tribe, saat ini sedang mengarungi wilayah Laut Merah di bawah deru hujan serangan bola-bola meriam.


"Pertahankan kecepatan! Kita menghindar tanpa mengurangi laju mobilisasi armada! Bagaimanapun juga, kita harus segera sampai di wilayah Laut Ungu!" Seru Jongha, Ketua satuan elite penjaga Khan dari Barbarian Tribe. Yang kini tampak menjadi pemimpin kelompok pasukan besar Tribe tersebut yang sedang mengarungi wilayah Laut Merah.


Dengan tatapan mata tajam, Jongha memandang kearah armada kapal lain yang kini menguntit kelompoknya dari belakang. Armada kapal dengan bendera berlambang Serigala menyalak pada masing-masing tiang layar utama.


"Tak kusangka, masih ada Kelompok Bandit Serigala yang bertahan di wilayah Laut Merah ini!" Dengus Jongha. Benar-benar tak menduga bahwa kelompoknya akan mendapat serangan tiba-tiba dari arah belakang. Terlebih, serangan ini berasal dari armada kapal dengan bendera Kelompok Bandit Serigala.


Disisi berlawanan, tepat di ujung dek salah satu dari puluhan armada kapal Perompak yang sedang menguntit Kelompok Barbarian Tribe, sesosok makhluk bertubuh Serigala Metalik yang memiliki aura seorang Emperor tahap awal, sedang menatap balik kearah Jongha.


"Hmmmm… Bocah itu benar-benar visioner! Tak henti membuat kagum saja!" Gumam Tuan Leluhur. Memasang senyum lebar di wajah metaliknya. Memamerkan taring-taring tajam.


"Jadi, ini maksud sebenarnya dari intruksi menjaga punggung yang sebelumnya ia katakan!"


"Kemungkinan serangan tiba-tiba musuh lama yang mengintai dari wilayah Gurun! Barbarian Tribe!" Lanjut Tuan Leluhur.


Sebelumnya, Tuan Leluhur sempat merasa aneh saat Theo meminta agar ia tetap bertahan di wilayah Laut Merah. Berdiam di Pulau Serigala bersama seluruh anggota baru mantan kelompok Perompak Laut Merah yang telah berhasil di taklukkan oleh Bandit Serigala.


Tuan Leluhur yang jelas mempertanyakan permintaan ganjil Theo, waktu itu hanya menerima jawaban bahwa Theo perlu seseorang untuk menjaga punggung kelompok Bandit Serigala. Dan menurut Theo, Tuan Leluhur adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan peran tersebut.


"Terimakasih kepada orang-orang Gaia Mercenaries yang menyempatkan memberi kabar tentang pergerakan dari Barbarian Tribe! Dengan begitu, aku bisa mengatur anggota lebih awal untuk bersiap melakukan sergapan!" Gumam Tuan Leluhur.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Armada Kapal Bandit Serigala masih terus menghujami Kelompok Barbarian Tribe yang ada di depan mereka. Sampai tiba-tiba, Jongha yang merasa bahwa pergerakan kelompoknya semakin lama akan terus melambat jika situasi tetap bertahan seperti ini, akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan.


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


*Taapp…!!!


Jongha melompat untuk bergerak cepat memijak air laut. Menuju lurus kearah kapal-kapal Kelompok Bandit Serigala yang menguntit di belakang.


"Harus di selesaikan dengan cepat! Pukul mundur dan tahan untuk membuat jarak" Gumam Jongha, seraya kemudian mulai berubah kadalam Mode Meridian Knight. Menyebarkan aura dari seorang Emperor tahap Bumi kesegala arah.


"Wahhh…!!! Wahhh…!!! Ini akan menjadi pertarungan antar sesama Emperor pertama yang kudapatkan semenjak terjebak dalam tubuh kaleng ini!" Gumam Tuan Leluhur, begitu melihat pergerakan dari pihak lawan.


*Taappp…!!!


*Woooshhhh…!!!


Tanda menunda, Tuan Leluhur ikut menerjang maju kedepan. Menyebarkan aura kelas Emperor tahap awal miliknya untuk menahan tekanan dari pihak lawan, tak hanya itu, aliran Mana Besi murni nan pekat, juga mulai bergejolak menyelimuti seluruh tubuh Serigala metalik Tuan Leluhur.


"Hooaaarrrrggg…!!!" Jongha berteriak lantang saat melihat Tuan Leluhur yang memiliki tingkat kultivasi Emperor, menerjang lurus menuju tepat kearahnya.


*Kraaakkk…!!!


Tangan kanan Jongha berderak keras saat ia yang sudah dalam mode Meridian Knight, mulai menghimpun aliran Mana Besi padat terfokus pada ujung kepalan tangan kanan. Bersiap melancarkan teknik serangan terkuat miliknya untuk dihujamkan kepada pihak lawan, yakni Tuan Leluhur.


"Orang tuamu, bahkan kakek buyutmu, belum lahir ketika aku sudah mulai mengolah Mana serta teknik atribut Besi!"


"Dan kau, justru ingin mengadu teknik Mana Besi denganku? Ahahahahahah…!" Seru Tuan Leluhur lantang. Dengan intonasi nada yang terdengar sangat meremehkan. Sebelum dengan cepat, hanya dalam satu kedipan mata, mengatur aliran Mana Besi yang bergejolak di sekitar tubuh, untuk terfokus pada taring-taring metaliknya.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Dua himpunan Mana Besi padat, dari dua sosok berkelas Emperor yang melaju untuk saling bentrok satu sama lain, meluap tak tertahankan.


*BOOOOMMMM…!!!


Sampai akhirnya, menimbulkan satu gelombang dahsyat yang memecah lautan begitu tinju tangan kanan Jongha, bertemu langsung dengan taring-taring tajam Tuan Leluhur.


Jongha terdorong mundur kebelakang cukup jauh begitu bentrokan selesai, memegang erat tangan kanannya yang masih bergetar hebat. Membawa rasa nyeri yang menyebar keseluruh bagian tubuh.


Ketua satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe tersebut, tampak memasang ekspresi wajah terkejut ketika seorang dengan kelas Emeperor tahap awal, ternyata mampu menyebabkan dirinya harus menerima efek buruk saat beradu teknik serangan.


Sedangkan disisi berlawanan, Tuan Leluhur nyatanya masih berdiri di lokasi tempat bentrokan sebelumnya terjadi. Hanya terdorong sedikit kebelakang. Dengan mulut mengepulkan asap putih. Imbas dari baru menahan serangan tinju Jongha.


"Hanya itu?" Ucap Tuan Leluhur. Memberi tatapan rendah kepada Jongha.


Bagaimanapun juga, meskipun Tuan Leluhur kalah dalam hal tingkat kultivasi, namun sebagai keturunan Suku Osiris, ia dianugerahi oleh cinta dari Mana Besi. Menyebabkan kualitas Mana Besi yang ia hasilkan, lebih unggul dari milik Jongha.


Ditambah lagi, Tuan Leluhur memiliki bentuk tubuh fisik Serigala metalik. Ditempa langsung oleh Theo menggunakan bahan-bahan kelas tinggi. Dimana bahan dasar utamanya adalah Logam Surgawi.


"Ciihhh…!" Dengus Jongha, begitu melihat tatapan rendah dari Tuan Leluhur.


*Woooshhhh…!!!


*Tappp…!!!


Tanpa menunda, untuk kedua kalinya, ia melepas seluruh aura. Menerjang maju untuk memberi serangan lanjutan.


*Woooshhhh…!!!


*Taaappp…!!!


Hal yang sama, juga dilakukan oleh Tuan Leluhur.


*Boooommmm…!!!


*Boommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Bentrokan kembali terjadi.


Pertarungan sengit antara Jongha dan Tuan Leluhur, dimana membuat ledakan-ledakan dahsyat yang bergelombang, menyebabkan kapal-kapal Kelompok Bandit Serigala tak lagi melanjutkan pergerakan. Tertahan oleh pertarungan di depan mereka yang mengacaukan kondisi lingkungan sekitar. Arus dari air laut, bergejolak hebat.


Bentrokan berlangsung untuk beberapa waktu tertentu, sampai kemudian, di tengah pertarungan, Jongha melakukan manuver tiba-tiba. Dengan cerdik melepaskan diri dari Tuan Leluhur. Bergerak cepat kembali menuju kapal-kapal Kelompok Barbarian Tribe yang telah jauh meninggalkan lokasi.


Disisi lain, Tuan Leluhur yang melihat Jongha keluar dari pertarungan, hanya diam ditempat. Tak melakukan pengejaran.


"Tuan, kenapa tak mengejar?" Tanya salah satu anggota kelompok Bandit Serigala yang merupakan mantan Kapten Perompak Laut Merah. Ketika kapal yang ia tumpangi, berada dalam posisi sejajar dengan Tuan Leluhur.


"Hmmmm… Tak perlu! Kita sudah berhasil membeli beberapa waktu tambahan! Lagipula, dengan jumlah yang kita miliki, jika Barbarian Tribe sedang tak terburu-buru dan mau melakukan serangan balik, itu jelas kelompok kita yang akan berakhir dalam situasi dirugikan!" Jawab Tuan Leluhur.


Namun, tepat ketika Tuan Leluhur menyelesaikan kalimatnya, dari arah belakang, beberapa kapal perang raksasa tiba-tiba bergerak mendekat.


Kapal perang yang membuat Tuan Leluhur memasang ekspresi sedikit terkejut ketika melihat sosok-sosok yang berada diatas dek kapal-kapal tersebut.


"Semua akan berjalan semakin menarik setelah ini!" Gumam Tuan Leluhur.


----


Note :


Jangan lupa absen. Besok sabtu malam minggu, Theo V.S Sinbad dimulai.