
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Tanah lapang, Pulau Serigala)
"Hmmmm… Garis-garis formasi raksasa ini, benar-benar menimbulkan satu rasa nostalgia yang tak menyenangkan!" Ucap Zhou Kang, saat melihat mekanisme formasi raksasa yang terukir pada tanah lapang di hadapannya.
"Hahhaha….! Itu karena kau juga merupakan salah satu korban dari formasi ini!" Tanggap Guan Zifei.
"Cih….! Boss, tak bisakah segel kontrak dibatalkan? Bagaimanapun juga, sekarang aku sudah sepenuhnya bagian dari kelompok Bandit Serigala! Tak terbesit sedikitpun untuk meninggalkan kelompok!" Ucap Zhou Kang, kepada Theo.
"Maaf sekali, itu adalah hal yang mustahil untuk dilakukan! Karena sekali segel terpasang, maka akan secara permanen melebur kedalam ranah jiwa!" Jawab Theo. Dengan satu senyum sederhana.
"Lagipula, seperti selama ini kau lihat, aku sangat jarang menggunakan teknik segel tersebut untuk memaksakan kehendak! Asal tidak dalam situasi yang benar-benar sudah di luar batas yang dapat kutolelir, aku masih cukup berperikemanusiaan untuk tak mengaktifkan segel!"
"Bahkan beberapa kali aku memilih untuk melakukan hukuman dengan cara konvensional ketika ada anggota yang membuat kesalahan! Itu paling menghapus jatah sumberdaya mingguan atau cuma melempar mereka kedalam Realm kecil Istana Emas!" Lanjut Theo.
Satu pernyataan yang disambut oleh Zhou Kang dengan tatapan mencela.
"Boss! Melempar anggota kedalam realm kecil Istana Emas, terlebih hanya seorang diri, itu bukan termasuk tindakan yang manusiawi!" Ucap Zhou Kang.
"Hahhahahha….!!! Entahlah! Masih lebih baik dari pada aku menghancurkan ranah jiwa mereka bukan!" Tanggap Theo, sembari mulai tertawa lantang. Memasang satu ekspresi yang seolah mengatakan bahwa tindakan melempar anggota kedalam realm kecil Istana Emas yang penuh Demonic Beast ganas, atau meledakkan ranah jiwa, adalah hal biasa saja.
"Dasar psikopat! Untungnya kau tak sedang memasang seringai lebarmu itu!" Ucap Zhou Kang.
"Zhou Kang! Jangan terlalu banyak mengeluh! Jika kau memang tak memiliki niat apapun yang akan berakhir merugikan kelompok, maka seharusnya itu tak ada masalah dengan segel tersebut terpasang di dalam ranah jiwamu!" Sahut Guan Zifei.
"Diam kau pak tua! Mudah mengatakannya saat kau tak memiliki segel tersebut di dalam ranah jiwamu!" Dengus Zhou Kang.
"Hmmmm…. Itu bukanlah suatu kebetulan! Karena aku cukup bijak dalam menilai lawan bicara! Salahkan saja gelora darah mudamu yang mana membuat dirimu tak mampu melihat dan melakukan pengamatan dengan baik!" Ucap Guan Zifei, merujuk pada pilihannya yang secara sukarela menerima tawaran Theo bergabung kedalam kelompok Bandit Serigala, pasca keduanya menghabiskan malam dengan obrolan ringan dan minum-minum.
Pilihan tersebut, membuat Guan Zifei menjadi satu dari sedikit wakil pemimpin kelompok Bandit Serigala, yang tak memiliki segel kontrak Tuan-hamba di dalam ranah jiwanya.
"Gelora darah muda kepalamu!" Dengus Zhou Kang, tak mampu memberi sanggahan apapun dari kalimat balasan yang di sampaikan oleh Guan Zifei, berakhir dengan kesal memaki pria tua tersebut.
"Sebenarnya, apa yang sedang kalian bicarakan?" Ucap Iris, secara tiba-tiba memutuskan untuk masuk kedalam obrolan.
Sedari tadi, Nona muda kedua dari Eleanor Tribe ini, terlihat hanya termenung, bergantian menatap setiap orang disekitarnya yang sedang berbicara. Benar-benar tak paham dengan topik pembicaraan yang sedang diangkat. Mulai merasa sedang berada di tempat yang salah, karena tak tahu apa kegunaan dari Theo menyuruhnya untuk ikut ketempat tersebut.
Sementara itu, tepat setelah Iris menyelesaikan kalimat pertanyaannya, Zhou Kang dan Guan Zifei secara refleks segera menoleh kearah gadis tersebut, sebelum ganti melihat kepada Theo.
"Boss! Apa tak masalah ia berada disini dan melihat prosesi segel yang akan kau lakukan?" Tanya Guan Zifei.
"Kali ini aku sepakat dengan pria tua ini, kurasa keberadaan Nona muda Eleanor Tribe di tempat ini, sedikit kurang bijak!" Sahut Zhou Kang.
Zhou Kang dan Guan Zifei, layak berfikir demikian, karena bagaimanapun juga, hubungan aliansi yang terjalin antara Kelompok Bandit Serigala dengan Eleanor Tribe, adalah satu hubungan semu.
Tak memiliki ikatan pasti selain hanya kesepakatan-kesepakatan praktis di lapangan. Berkenaan dengan pembiaran yang dilakukan pihak Eleanor Tribe, kepada Kelompok Bandit Serigala yang memasuki wilayah Thousand Island dan secara tak langsung membantu mereka menyapu kawanan Perompak.
Dan sebagai gantinya, selain pembiaran memasuki wilayah, Kelompok Bandit Serigala juga memiliki hak atas tawanan perang serta harta rampasan yang mereka dapat dari tiap Kelompok Perompak yang berhasil di kalahkan. Pihak Eleanor Tribe, tak akan melakukan intervensi apapun terhadap dua hal tersebut.
Kesepakatan praktis tersebut, menyebabkan hubungan aliansi antara pihak Eleanor Tribe dan Kelompok Bandit Serigala, akan mudah di sangkal oleh kedua belah pihak. Eleanor Tribe tinggal mengatakan bahwa mereka tak memiliki hubungan apapun, karena tak bersinggungan langsung dengan Kelompok Bandit Serigala.
Yang akan terlihat di permukaan hanyalah, pihak Eleanor Tribe entah bagaimana bisa menggerakkan Gaia Son Paviliun untuk mau bergerak langsung bersinggungan dengan kelompok Perompak. Menggantikan mereka menjaga pos penjaga perbatasan antara wilayah Desert Tribe United, dengan Thousand Island. Menyebabkan yang akan terlihat dipermukaan adalah, itu pihak Gaia Son Paviliun yang memiliki afiliasi khusus dengan kelompok Bandit Serigala, karena membiarkan mereka masuk kedalam wilayah Thousand Island.
Hubungan aliansi yang jelas sangat semu ini, tentu saja akan memiliki hasil akhir tak pasti. Entah apa yang akan menunggu di ujung dari kesepakatan kedua kelompok ketika masalah Perompak telah berhasil di selesaikan.
Fakta tersebut, membuat Guan Zifei dan Zhou Kang, tak bisa sepenuhnya percaya pada pihak Eleanor Tribe. Termasuk pada Iris yang merupakan Nona muda kedua Eleanor Tribe sekaligus yang mendapat tugas untuk menjadi orang yang mewakili kelompok tersebut, 'menemani' setiap pergerakan Bandit Serigala.
"Itu tak baik saat membiarkan mata dan telinga orang luar, berada di sekitar saat kau hendak menjalankan satu teknik yang bisa dikatakan adalah salah satu andalan utama Kelompok kita!" Tambah Guan Zifei, sembari kembali menatap kearah Iris. Kali ini dengan satu tatapan tajam.
"Setuju!" Sahut Zhou Kang.
Mendengar kata-kata Guan Zifei dan Zhou Kang, Theo yang tahu bahwa dua orang ini hanya memiliki niat baik untuk kepentingan kelompok, tak segera memberi tanggapan. Cuma mulai memasang satu senyum serta tatapan hangat pada keduanya.
"Kalian berdua, tenang saja! Aku memahami dengan sangat jelas apa yang hendak kalian sampaikan!" Ucap Theo, pada akhirnya setelah diam untuk beberapa saat.
"Tak perlu terlalu cemas! Aku punya satu pertimbangan tertentu kenapa mengajak Iris kesini! Dengan kata lain, aku memang sengaja ingin agar ia melihat secara langsung prosesi teknik segel yang hendak ku jalankan!" Lanjut Theo. Kemudian ganti mengalihkan pandangan kearah Iris. Memberi gadis tersebut tatapan serta senyum hangat sederhana.
Satu tindakan yang segera disambut oleh Iris dengan tatapan tertegun untuk beberapa saat, sebelum ronah wajahnya memerah dan mulai menunduk.
Ekspresi balasan Iris, hanya disambut Theo dengan sedikit perubahan pada senyum sederhana di wajahnya. Secara tipis, berubah menjadi senyum licik.
Tak lama kemudian, beberapa langkah terdengar mendekat dari suatu arah. Feizel terlihat memimpin satu kelompok besar yang sedang di rantai, untuk bergerak menuju kelokasi tanah lapang tempat dimana Theo saat ini sedang berdiri menunggu.
"Para Kapten Perompak! Aku punya dua tawaran yang perlu kalian ambil dan putuskan saat ini juga!" Ucap Theo, saat setiap tawanan perang yang merupakan para Kapten Perompak, telah di tempatkan pada setiap sudut serta garis-garis mekanisme formasi raksasa.
---
---
Note :
Oe, jangan pelit sama jempolnya. Pencet like! Uda gt aja!