
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
(Satu minggu kemudian, Laut Ungu, Pulau Api Getaran)
Satu minggu telah berlalu pasca pertempuran besar Laut Ungu. Kelompok Aliansi Serigala yang baru saja terbentuk, saat ini tampak berkumpul pada satu titik, yakni Pulau Api Getaran, lokasi dimana markas besar Aliansi 7 Lautan berada.
Para Perompak Aliansi 7 Lautan, dan kawanan Bandit Serigala, terlihat belum membuat pergerakan apapun semenjak Pemimpin dari dua kelompok, sepakat untuk membentuk Aliansi besar.
Theo dan Sinbad, memutuskan untuk sementara waktu mengambil langkah pendinginan bagi kelompok masing-masing. Fokus dalam pemulihan para anggota yang terluka, serta menyusun ulang pasukan.
Bagaimanapun juga, dalam pertempuran besar Laut Ungu, baik itu Kelompok Bandit Serigala maupun Aliansi 7 Lautan, menderita kerugian yang cukup besar.
Kedua kelompok bisa dikatakan telah kehilangan hampir separuh dari total jumlah pasukan masing-masing.
Oleh karena itu, koordinasi ulang serta pemulihan anggota, jelas adalah langkah yang cukup tepat dan juga wajar dalam situasi sekarang.
Awal kedatangan dua kelompok di wilayah Pulau Api Getaran, Sinbad bersama Aliansi 7 Lautan yang tentu saja adalah tuan rumah, segera memberi sambutan berupa jamuan sederhana bagi Kelompok Bandit Serigala.
Pada hari-hari awal pula, Theo dan Sinbad, menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling di sekitar pulau, membahas detail lebih rinci tentang rencana aliansi sembari menyempatkan untuk minum-minum bersama.
Dari diskusi dua pemimpin utama tersebut, disepakati bahwa Aliansi 7 Lautan, akan tetap bergerak di wilayah Thousand Island. Membawa panji-panji Aliansi Serigala untuk terus menyebarkan pengaruh.
Pulau Api Getaran, akan menjadi pusat dari markas cabang Aliansi Serigala di wilayah Thousand Island.
Sementara Bandit Serigala, nantinya kembali bergerak di wilayah Gurun. Mengambil peran menyebarkan pengaruh di wilayah tersebut yang memang merupakan rumah bagi para Bandit.
Benteng Osiris, akan menjadi pusat markas cabang Aliansi Serigala di wilayah Desert Tribe United.
Theo dan Sinbad juga menyepakati bahwa Pulau Serigala yang ada di Laut Merah, dimana merupakan wilayah perbatasan antara Gurun dan Kepulauan, akan menjadi outpost bersama.
Berfungsi sebagai tempat penghubung pertama bagi dua markas cabang, yang nantinya digunakan sebagai lokasi pertemuan. Entah itu rapat pergerakan aliansi, maupun sarana berbagi informasi terkini.
Theo dan Sinbad menghabiskan dua hari penuh untuk diskusi dan minum-minum, sebelum kemudian saling undur diri sementara waktu. Berniat menyelesaikan urusan pribadi masing-masing.
Bersama telah disepakatinya detail pergerakan dari Aliansi Serigala, para sosok penting dari dua kelompok yang tergabung dalam aliansi, mulai menjalankan intruksi pemimpin masing-masing. Melaksanakan teknis dari waktu pemulihan serta koordinasi ulang kelompoknya.
Situasi Pulau Api Getaran, berkembang menjadi agak sibuk dengan mulai bergeraknya jalinan intruksi dari para sosok-sosok penting kedua kelompok.
Dipihak Aliansi 7 Lautan, Dante memimpin para Naga, membagi peran untuk menyelesaikan tugas-tugas teknis. Sementara pihak Bandit Serigala, koordinasi utama ada pada beberapa sosok sekaligus. Yakni Thomas, Darsa, dan juga Zhou Kang.
Pembagian sumberdaya berharga hasil jarahan dari Spacial Ring para anggota Barbarian Tribe yang terbantai habis sendiri, ditangani oleh Oscana dan Ching Shih.
Ditengah kesibukan kelompok, pada bagian pedalaman Pulau Api Getaran, juga tampak para anggota penting lain Bandit Serigala yang bukan merupakan wakil pemimpin divisi, menghabiskan waktu untuk melakukan eksplorasi.
Hella bergerak menunggang White Fang, berlatih dan membiasakan diri dengan kekuatan baru Tombak Es, dimana sekarang memiliki roh item Naga Es bersemayam. Syakira dan tiga gadis kembar sahabatnya, Xafi, Xika, Xoya, diam-diam mengikuti Nona muda House of Asgard tersebut.
Pergerakan diam-diam yang sebenarnya cukup percuma, karena Hella tentu saja menyadari sejak awal. Hanya saja, ia memilih untuk membiarkan.
Pada sudut lain wilayah bagian dalam Pulau Api Getaran, tepatnya di puncak salah satu gunung berapi, Razak sedang berlatih, mendapat arahan langsung dari Tuan Leluhur. Dante sang Harimau penyendiri, secara terang-terangan mengamati sesi latihan yang sedang di lakukan oleh Razak.
Sementara di sekitar Glory Land Warship sedang bersandar pada bibir pantai, Shadex yang masih dalam kondisi tubuh belum sepenuhnya pulih, mengalami penurunan tingkat kultivasi dimana dari Emperor kembali ke King tahap Surga, kini sedang berjalan perlahan mendekati satu sosok yang tampak menikmati pemandangan alam pantai.
Cassio tampak duduk menghadap laut sembari minum-minum saat Shadex dengan memasang raut wajah tegas, berhenti tepat di belakang punggung perkasa Sang Penjagal.
Aliansi Serigala, secara resmi mulai menghimpun fondasi dasar kekuatannya.
****
*Tangg….!!!
*Tanggg….!!!
*Tangggg….!!!
Sudah dalam beberapa hari terakhir, Theo yang selesai berdiskusi dengan Sinbad, menghabiskan sepenuhnya waktu hanya di dalam ruang penempaaan. Tampak menempa beberapa hal menggunakan simpanan sisa Logam Surgawi.
Theo hanyut dalam salah satu hal yang memang paling ia gemari tersebut. Sampai pada hari ketujuh sejak kelompoknya menginjak Pulau Api Getaran, bertepatan dengan proses menempa yang ia lakukan selesai, Theo yang tampak sedang mengambil waktu istirahat dengan melakukan kultivasi, tiba-tiba mendengar suara Sasi.
Menggunakan teknik transmisi suara, Sang Goblin menyampaikan beberapa informasi khusus.
****
(Ruang medis)
"Kau benar-benar merasa kondisi tubuhmu sudah cukup baik?" Tanya Theo, kepada Gerel yang duduk pada ranjang perawatan.
Bagaimanapun juga, dari semua orang-orang penting Kelompok Bandit Serigala yang mengalami luka dalam medan pertempuran, bisa dikatakan bahwa Gerel bersama Zota, adalah yang menderita luka paling berat.
Oleh karena itu, sebelumnya ketika mendengar dari Sasi bahwa Gerel telah siuman dan ingin keluar dari ruang medis, Theo segera datang untuk menemui. Memastikan kondisi gadis tersebut.
Theo layak untuk sedikit merasa perlu memastikan, karena bahkan Feizel dan Sanir yang menderita luka tak separah Gerel, saat ini masih belum siuman. Begitu pula Zota.
"Sudah cukup baik! Tak ada lagi yang kuperlukan di tempat ini!" Jawab Gerel singkat. Seraya mulai mengambil posisi berdiri.
"Santai saja!" Tanggap Theo. Sejujurnya cukup kagum dengan kualitas tubuh fisik Nona Muda Barbarian Tribe di hadapannya tersebut. Khususnya pada kecepatan proses pemulihan atau regenerasi garis-garis Meridian terhadap luka.
Hanya dalam beberapa pemeriksaan singkat memindai tubuh Gerel, Theo bisa tahu bahwa gadis tersebut memang sudah berjalan menuju kondisi baik. Walaupun memang belum bisa dikatakan telah sepenuhnya pulih.
Theo mulai berfikir apakah kualitas Meridian Gerel yang tak biasa, itu berhubungan dengan jalinan kontrak yang ia miliki dengan Nagini. Sang Grey Snake, satu dari Guardian Beast. Ancient Thing jenis keempat.
"Aku dengar dari pak tua tim medis yang merawatku, kau belum membunuh Jongha!" Ucap Gerel.
"Ya, itu benar!" Jawab Theo.
"Kalau begitu, bisa kau antar aku menemui orang itu?" Tanya Gerel. Secara mendadak, berubah raut wajahnya menjadi penuh kebencian. Secara tak sadar membocorkan aura membunuh dari dalam tubuhnya.
"Tak perlu meminta, karena memang aku berniat segera mengantarmu! Semakin cepat beres maka semakin baik! Karena aku juga punya rencana khusus dengan orang itu!" Jawab Theo. Seraya kemudian, berbalik untuk mulai melangkah meninggalkan ruang medis. Gerel, mengikuti di belakang.
******
(Dunia kecil Istana Emas)
*Tapp…!!!
*Taap…!!!
Dengan informasi dari Sasi mengenai dimana ia melempar tubuh Jongha, Theo dan Gerel, tak mengalami kesulitan berarti untuk akhirnya menemukan Jongha.
"Nona muda!" Ucap Jongha dengan nada lirih, saat melihat sosok Gerel berdiri di hadapannya.
"Jangan pernah berbicara denganku!" Kata Gerel. Memasang raut wajah penuh kebencian intens.
"Nona muda, tolong, tolong segera selesaikan! Kumohon, bunuh saja aku!" Ucap Jongha. Seolah tak mendengar kata-kata terakhir Gerel. Mulai memohon dan mengiba.