Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
66 - Misi Hutan Pinus Beku


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Wilayah sekitar Hutan Pinus Beku)


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


Dengan langkah cepat terkesan agak terburu-buru, beberapa Knight yang menggunakan penutup wajah, lengkap dengan mantel tebal berbulu yang menutup seluruh bagian kepala, bergerak mendekati wilayah Hutan Pinus Beku.


Kelompok ini tak sedang melewati jalur resmi yang mana biasa di pakai para tamu khusus House Alknight yang ingin melakukan kunjungan ke Hutan Pinus Beku. Melainkan mengambil sisi samping menyusuri jalur terjal perbukitan salju.


*Taap…!!!


Dan tepat ketika mereka telah melewati beberapa perbukitan, mendarat pada satu lokasi cukup landai, sekelompok Knight tersebut akhirnya berhenti.


"Tuan muda! Siapa sebenarnya orang-orang itu? Kenapa tiba-tiba menyerang kita?" Ucap salah satu Knight. Sembari mulai mengatur nafasnya yang terengah.


"Hmmmm… Kau pikir aku tau? Lagipula, selain siapa mereka, yang lebih penting adalah, bagaimana orang-orang ini mengetahui keberadaan kita?" Jawab seorang yang tadi di panggil dengan sebutan Tuan muda oleh pria sebelumnya. Tampak merupakan sosok yang sedang memimpin rombongan Kelompok.


"Bukan hanya itu, tadi jelas adalah Senior Sakhar! Knight paling setia sekaligus tangan kanan dari Tetua Janghis! Kenapa ia tiba-tiba muncul?" Tanya anggota kelompok yang lain. Dengan intonasi nada sangat heran.


"Sudah, berhenti memikirkan untuk sekarang! Itu hanya buang-buang waktu!"


"Yang jelas, Sakhar pasti berada di pihak kita! Jadi, selama ia bisa menahan orang-orang yang tadi menyerang, maka kita akan punya waktu untuk melanjutkan misi!" Jawab pemuda pemimpin kelompok. Yang tak lain adalah Sirius Braveheart. Dimana kini sedang mengemban misi dari Janghis Khan, salah satu Monster Tua Barbarian Tribe, untuk melakukan penyelidikan di wilayah House Alknight.


"Dari desas-desus yang kita dapat di Kota Alknight beberapa waktu yang lalu, dikatakan bahwa sempat terjadi ledakan aliran Mana Api dahsyat yang berasal dari dalam Hutan Pinus Beku!" Lanjut Sirius.


"Kejadian yang mungkin berkaitan erat dengan satu tempat khusus didalam hutan tersebut yang secara misterius selalu di jaga ketat oleh satuan pasukan elite House Alknight!"


"Isu-isu yang yang berkembang, seperti saling terkait pada satu titik yang mengarah ke hubungan spesial antara House Alknight dan Gaia Son Paviliun!"


"Dimana di dalam Hutan Pinus Beku, terdapat lokasi khusus yang menyimpan banyak Sumberdaya langka! Sumberdaya-sumberdaya yang dalam periode waktu belakangan, di jual oleh pihak Gaia Son Paviliun!"


"Aku punya firasat, jika tempat ini memang benar-benar ada, maka itu akan cukup untuk menjadi titik terang dan bukti dari landasan dasar hubungan khusus antara House Alknight dan Gaia Son Paviliun!"


"Dengan begitu, ketika semua telah jelas, menggunakan informasi yang kita dapatkan di dalam sana sebagai ancaman kepada House Alknight, kita tinggal mencari tau hubungan antara Theodoric Alknight, Tuan muda ketiga dari House tersebut, dengan pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala! Apakah mereka benar-benar adalah orang yang sama!"


"Bagaimanapun juga, House Alknight jelas tak ingin informasi tentang keberadaan dari lokasi khusus yang menyimpan banyak Sumberdaya langka, bocor kepada kelompok-kelompok besar lainnya!"


"Berakhir Hutan Pinus Beku mereka, akan menjadi lahan perang perebutan wilayah antar House-House besar! Atau bahkan pihak Glaire Empire sendiri juga akan berusaha meminta wilayah tersebut dari tangan mereka!" Tutup Sirius, dengan tatapan mata penuh kelicikan.


"Ide yang brilian Tuan muda!" Tanggap salah satu anggota Kelompok Sirius. Memuji ide licik Tuan mudanya.


"Baiklah! Sekarang sebaiknya kita mulai kembali bergerak! Dan ingat untuk melakukan langkah dengan sangat hati-hati! Karena selain pasukan elite House Alknight, di dalam Hutan tersebut, juga berkeliaran Assasin-Assasin Dark Guild!" Ucap Sirius.


"Meskipun memang para Assassin Dark Guild yang ada di tempat ini adalah kelompok generasi muda yang sedang melakukan misi mencari pengalaman, tetap saja kita tak bisa mengambil resiko apapun!" Tutup Sirius. Satu kalimat yang disambut dengan anggukan mengerti oleh kelompok yang sedang ia pimpin.


Kelompok Sirius, sudah akan melakukan langkah memasuki wilayah Hutan Pinus Beku, sampai tiba-tiba…


*Tap…!!!


Sesosok wanita dengan paras cantik, namun memiliki tatapan mata begitu dingin dan menusuk, melompat keluar dari dalam Hutan. Mendarat di lokasi tak jauh dari kelompok Sirius berhenti untuk melakukan diskusi kecil.


Dengan rambut panjang berwarna putih terikat rapi, sembari menggenggam sebuah busur cantik di tangan kanan, sosok wanita ini melakukan sapuan mata pada lokasi sekitar untuk beberapa waktu, sebelum tatapannya yang dingin, berhenti di tempat kelompok Sirius sedang bersembunyi.


"Tidak mungkin! Kita saat ini menggunakan teknik penyamaran khusus House Azkaban!" Tanggap anggota lain, merasa teknik Mana Lumpur yang sedang kelompoknya terapkan, tak mungkin bisa terdeteksi dengan mudah.


Sementara Sirius, mengabaikan diskusi kecil dua anggota, hanya terus memandang tajam kearah sosok wanita yang kini sedang menatap pada lokasi kelompoknya bersembunyi. Perhatian Sirius, sepenuhnya ada pada warna rambut putih wanita tersebut.


"Winter! Apa kau yakin?" Gumam sang wanita pada akhirnya, setelah diam untuk beberapa waktu.


Sosok ini, tak lain adalah Issabela, dimana baru saja keluar dari perjalanan tertutup pada wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku.


'Cukup yakin Master!' Tanggap Winter. Roh Bunga Udumbara Beku yang kini bersemayam menjadi roh item di dalam Busur kelas S Issabela.


'Orang-orang House Alknight, hanya akan memiliki pancaran atribut Air atau Angin! Sementara teman-teman lain yang ikut menjaga di dalam, seluruhnya memiliki atribut Kegelapan!' Lanjut Winter.


'Untuk orang-orang yang sedang bersembunyi disana, mereka semua memiliki atribut Mana Lumpur!' Tutup Winter.


"Ahhh… Baiklah kalau begitu! Orang-orang dari Gaia Son Paviliun, jelas tak akan berada di wilayah pinggiran seperti ini! Terlebih dalam posisi mengendap-endap, menyembunyikan diri!" Gumam Issabela, seraya mulai menaikkan Busur yang ia genggam.


*Woooshhhh…!!!


Bersama dengan gerakan menaikkan busur yang dilakukan oleh Issabela, aliran Mana Es intens segera menyeruak.


*Kraaakkkk…!!!


Berakhir terfokus pada busur, membentuk satu anak panah dari Es ketika Issabela meneruskan aksi dengan gerakan menarik busur.


"Sialan! Cepat menghindar!" Teriak Sirius, begitu merasakan intensitas tak biasa memancar dari anak panah yang telah diciptakan oleh Issabela.


Mendengar itu, tanpa menunda, dan tanpa memperdulikan lagi tentang penyamaran, kelompok Sirius segera melompat berhamburan mundur kesegala arah. Membatalkan teknik penyamaran masing-masing untuk keluar dari persembunyian mereka.


"Jadi benar, Kumpulan penyusup!" Gumam Issabela, sebelum melepas anak panah yang ia tahan.


*Woooshhhh…!!!


*Kraaakkk…!!!


Suara menderu dari aliran Mana Es intens yang diiringi dengan membekunya setiap lokasi yang dilewati, segera menjadi pemandangan mengerikan ketika Issabela melepas anak panahnya.


"Tidak…!!!!"


*Boooommmm…!!!


*Kraaakkk…!!!


Satu teriakan parau terdengar saat anak panah Issabela akhirnya mendarat. Membunuh salah satu anggota kelompok Sirius yang bergerak paling lambat. Menjadikannya penghias di bagian dalam lingkungan Es yang tercipta imbas dari hujaman anak panah Issabela.


"Benar-benar mengerikan! Siapa wanita ini sebenarnya!" Gumam Sirius, menatap dengan pandangan bergetar pada lingkungan membeku di sekitar. Sebelum mengalihkan pandangan pada wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku.


"Sialan! Ini benar-benar kacau!" Gumam Sirius. Merasa ledakan aliran Mana Es Issabela, telah menarik perhatian.


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


Tak berapa lama kemudian, sekelompok Knight yang memakai pakaian serba hitam, melompat keluar dari dalam Hutan Pinus Beku. Di pimpin oleh satu orang yang memancarkan hawa membunuh begitu pekat.


"Wahhh… Nona muda pertama! Sepertinya kau berhasil menemukan target buruan!" Ucap sang pemimpin kelompok. Yang merupakan Tetua pengawas dari generasi muda Assassin Dark Guild misi Hutan Pinus Beku.


"Nona muda pertama? Issabela Alknight?" Gumam Sirius. Kini menyadari identitas dari sosok wanita mengerikan yang sedang ia hadapi.


"Baiklah! Waktunya bagi kalian mendapatkan pengalaman! Silahkan pilih target!"


Belum sempat Sirius mengalihkan pandangan pada Issabela, Tetua Dark Guild memberi intruksi pada anggotanya.


"Mundur! Tinggalkan tempat sekarang juga! Kita berpencar!" Seru Sirius. Sembari sudah melakukan langkah mundur terlebih dahulu. Mengeksekusi teknik gerakan terbaik yang ia miliki, untuk bergerak secepat yang ia bisa. Kabur dari lokasi.