
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Woooshhh….!!!!
*Baaammmmm…..!!!
Satu suara menderu keras, dimana berakhir dengan sebuah pendaratan kasar, terdengar lantang saat Glory Land Warship, mendarat di sekitar lokasi pulau kecil yang telah di siapkan oleh pihak Eleanor Tribe sebagai lokasi awal Kelompok Bandit Serigala memulai pergerakan di wilayah Kepulauan East Region.
"Apa itu?" Ucap Iris, dengan nada bergetar saat melihat sebuah kapal perang raksasa dengan kemilau emas, baru saja mendarat dengan cara tak biasa.
"Itu adalah Glory Land Warship! Kapal perang milik Boss Besar Bandit Serigala!" Jawab Sanir, yang berdiri di sebelah Iris. Dengan intonasi nada penuh kebanggaan.
"Kapal perang itu barusan tadi terbang bukan?" Tanya Iris lagi. Tampak masih tertegun.
"Hahhahah….! Benar! Sebaiknya setelah ini kau menyesuaikan diri! Karena selama bersama kami, bisa kupastikan akan banyak hal-hal menarik lain yang mungkin akan terus membuatmu terkejut!" Jawab Sanir. Sebelum mulai berjalan mendekat kearah tepi pantai. Berniat menyambut kedatangan Kelompoknya.
Sementara Iris, yang sempat tertegun untuk beberapa saat ketika melihat kemegahan Glory Land Warship, segera mengikuti di belakang Sanir.
"Selamat datang!" Ucap Iris, begitu Theo dan rombongan wakil pemimpin Kelompok Bandit Serigala yang lain, berjalan menuruni dek Glory Land Warship.
"Kenapa begitu lama? Apa ada satu dua hal yang menghambat kalian selama dalam perjalanan?" Tanya Tuan Leluhur, secara tiba-tiba melompat keluar dari rerimbunan pohon bagian dalam pulau.
"Yah, bisa di bilang seperti itu! Tak lama setelah memasuki wilayah laut, kami di sergap oleh sekelompok Perompak!" Jawab Theo.
"Kelompok Perompak mana?" Tanya Iris. Sembari sedikit berjalan mendekat kearah Theo. Menatap mata Theo yang penuh ketajaman dengan lekat.
Satu tindakan yang dengan segera membuat dua pasang mata, saat ini seketika menatap tajam kearah Iris dengan pandangan penuh ancaman. Dua pasang tatapan mata tersebut, tentu saja berasal dari Hella dan Gerel. Dimana sekarang sedang berdiri tepat di belakang Theo.
Disisi lain, merasa mendapat tatapan penuh ancaman dari dua gadis tersebut, Iris yang sepertinya cukup lihai, segera menghentikan langkah. Mengambil sedikit jarak dari Theo. Melirik penuh maksud kepada Hella dan Gerel yang masih menatapnya tajam. Sebelum satu senyum tipis dimana terlihat sengaja dibuat untuk provokasi, mengembang di bibir Iris dalam beberapa detik.
'Ohhh… Gadis yang menyukai tantangan! Ini akan menjadi satu hiburan menarik untuk mengisi waktu senggang!' Gumam Tuan Leluhur, menjadi satu-satunya orang yang menyadari hawa dingin intens dari tatapan mata ketiga gadis.
"Kelompok Perompak Angin Barat! Begitu mereka mengenalkan diri!" Jawab Theo. Sembari melihat lingkungan sekitar, dengan tatapan mata menyapu.
"Perompak Angin Barat?" Gumam Iris.
"Kalian cukup beruntung karena bisa lolos dari sergapan mereka! Bagaimanapun juga, asal kalian tahu, bahwa Perompak Angin Barat, adalah bagian dari Aliansi 7 Lautan!" Ucap Iris.
"Namun, meski kali ini cukup beruntung, sepertinya nasib kalian tak terlalu baik! Begitu memasuki wilayah Kepulauan, sudah di sergap oleh bagian dari Aliansi 7 Lautan!" Lanjut Iris.
Mendengar kata-kata Iris, Theo segera menoleh kearah Gadis tersebut, sembari menaikkan salah satu ujung alisnya.
"Ohhh… Menurutku justru sebaliknya! Itu mereka yang bernasib buruk!" Jawab Theo, kemudian kembali menarik pandangan. Seraya melakukan gerakan mengayunkan tangan ringan.
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan aksi kecil Theo, puluhan kapal besar, terlempar keluar dari dalam Gelang ruang-waktu. Mendarat dengan suara-suara deburan keras saat lambung masing-masing kapal, menyentuh permukaan air laut.
"A-apa ini?" Gumam Iris, sekali lagi tak bisa menahan ekspresi tertegun di wajahnya. Bagaimana tidak, tepat di hadapan gadis tersebut, secara mendadak muncul puluhan kapal besar dimana pada masing-masing tiang kapalnya, berkibar bendera Perompak.
"Apa lagi? Armada kapal milik Perompak Angin Barat!" Jawab Theo, kemudian berjalan memasuki pulau kecil, ditemani Tuan Leluhur. Meninggalkan Iris yang masih diam tertegun menatap kedepan.
"Seperti yang dia bilang sebelumnnya, bukan kami yang bernasib sial karena bertemu dengan mereka! Tapi itu mereka yang sial karena bertemu dengan kami!" Ucap Gerel, melangkah melewati Iris.
"Tak seperti dugaanmu! Kami tidak lolos atau kabur dari sergapan! Melainkan membantai seluruh anggota kelompok Bandit Angin Barat! Kau bisa mencoret mereka dari daftar list target Perompak Eleanor Tribe sekarang!" Tambah Hella, dengan nada sinis. Melewati Iris.
"Hahahhaha….!!! Jangan lupakan juga Armada besar dari Perompak Naga Laut yang dipimpin Dante sendiri! Setelah beberapa hari dengan konyol bergerak dalam posisi mata lawan di belakang ekor mereka, tepat begitu mereka sadar, itu justru kita terbang dengan kecepatan penuh! Meninggalkan orang-orang ini dengan mata terbuka lebar! Sungguh ekpsresi yang tak akan pernah kulupakan! Hahahhahah….!" Ucap Feizel.
Kata-kata yang di ucapkan oleh Gerel, Hella, dan Feizel, tentu saja membuat Iris semakin tak tahu harus menanggapi seperti apa. Benar-benar kehabisan kalimat untuk di sampaikan.
"Apa kataku? Kau harus membiasakan diri!" Ucap Sanir, yang kini telah mengambil posisi di sebelah Iris.
"Tetap saja!" Gumam Iris.
"Baiklah! Kau bisa sedikit kesamping! Boss Besar memberi intruksi agar aku mengatur anggota!" Ucap Sanir.
"Mengatur anggota?" Tanya Iris. Kini mulai menyadari sesuatu.
"Tunggu dulu! Dimana kapal-kapal kalian yang lain?"
"Bukankah anggota kelompok Bandit Serigala berjumlah puluhan ribu orang?" Lanjut Iris.
"Empat belas ribu, delapan ratus sembilan puluh sembilan tepatnya!" Jawab satu suara dari dalam Glory Land Warship.
"Dan setelah di bagi dua dengan mereka yang tetap bertahan di wilayah Gurun, mendapat satu misi khusus, untuk saat ini anggota kelompok Bandit Serigala yang turut serta dalam ekspansi ke wilayah Kepulauan East Region, berjumlah sembilan ribu sembilan ratus lima puluh!" Lanjut suara tersebut, sebelum satu sosok, melompat keluar dari dalam ruang Glory Land Warship. Mendarat pada dek utama.
"M-Makhluk apa itu?" Gumam Iris. Dengan tatapan mata bergetar begitu melihat sosok Sasi.
"Perkenalkan! Ia adalah tuan Sasi! Juru mudi Glory Land Warship! Boss Besar sendiri menyebut tuan Sasi, sebagai ras Goblin!" Ucap Sanir. Menjawab pertanyaan spontan Iris.
"Goblin?" Guman Iris. Terlihat jelas masih tak mengerti.
"Tuan Sasi, apakah ada masalah? Kenapa anggota yang lain belum keluar?" Tanya Sanir.
"Tidak ada masalah! Sekumpulan b*jingan ini sebentar lagi akan keluar! Meskipun memang beberapa dari mereka tak akan keluar untuk selamanya!" Jawab Sasi. Sebelum mulai melakukan gerakan segel tangan cepat.
Beberapa saat kemudian, ketika segel tangan yang dibuat Sasi telah selesai, dari dalam Glory Land Warship, melangkah keluar para anggota kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya berada di dalam dunia kecil Istana Emas.
Dan tepat ketika orang-orang ini mulai melangkah kelura dalam gelombang besar, ekspresi wajah Sanir dan seluruh wakil pemimpin Bandit Serigala yang ada di bibir pantai, segera berubah terkejut.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi?" Gumam Sanir. Saat melihat setiap anggota yang baru melangkah keluar, memiliki bekas luka di sekujur tubuhnya. Tak hanya itu, aura yang ada di tubuh orang-orang ini, juga bertambah intens.
"Wahhh… waahhh…. Apa yang selama ini mereka lakukan di dalam dunia kecil?" Ucap Feizel, dengan pandangan mata begitu tertarik.
"Hmmmm…." Gumam Shadex, dengan ekspresi wajah terlihat penuh pemikiran.
Hal yang sama, kini juga tampak pada masing-masing ekspresi wajah para wakil pemimpin Bandit Serigala lain.
Sementara itu, ketika seluruh wakil pemimpin kelompok Bandit Serigala sedang memasang ekspresi wajah terkejut serta memiliki pemikiran masing-masing, Iris disisi lain, saat ini juga memasang ekspresi wajah terkejut. Bukan hanya terkejut, tapi kembali tertegun.
Bagaimana tidak, tepat di hadapannya, ia bisa melihat gelombang besar Knight berjumlah ribuan, terus melangkah keluar dari dalam hanya sebuah kapal.
"Jelaskan padaku! Kenapa satu kapal bisa memuat begitu banyak orang?" Gumam Iris.