
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Hari penyerangan, wilayah Laut Nila)
*Booommmm…!!!
*Booommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
"Tahan…! Tahan sekuat kalian! Jangan biarkan mereka bergerak masuk lebih dalam lagi ke wilayah kita dengan mudah!" Seru salah satu Kapten Perompak Wilayah Laut Nila. Memberi arahan kepada anggotanya, serta Kelompok-kelompok Perompak lain yang berkekuatan lebih kecil dari kelompoknya.
Kumpulan Perompak wilayah Laut Nila ini, yang juga merupakan bagian dari Aliansi 7 Lautan, sebelumnya hanya melakukan tugas rutin untuk berpatroli menjaga perbatasan.
Namun, tepat ketika sampai di salah satu tepi wilayah perbatasan Laut Nila dan Laut Putih, kapal-kapal patroli, dikejutkan dengan pergerakan besar dari armada kapal perang dengan bendera Eleanor Tribe. Dipimpin satu kapal induk raksasa yang bergerak dalam posisi paling ujung.
Armada besar yang tanpa peringatan atau tanda-tanda apapun, segera melakukan serangan tembakan meriam bertubi-tubi kepada kapal-kapal patroli Kelompok Perompak Laut Nila.
"Kapten! Jumlah dari kedua belah pihak terlalu timpang! Jika terus begini, tinggal menunggu waktu sampai kelompok kita akan sepenuhnya musnah, di gerus habis oleh gelombang besar pasukan Eleanor Tribe!" Tanggap Wakil Kapten. Sudah kuwalahan menghadapi gempuran serangan bertubi dari kapal-kapal perang Eleanor Tribe.
*Woooshhhh…!!!
*Boooommmm…!!!
Sang wakil Kapten baru saja menyelesaikan kalimatnya, sampai tiba-tiba, dari arah kapal induk Eleanor Tribe, sesosok menerjang untuk melakukan pendaratan keras pada dek kapal Perompak yang sedang ia pimpin.
*Woooshhhh…!!!
Tanpa mengatakan apapun, sosok yang baru saja melakukan pendaratan, segera berubah kedalam mode Soul Knight, aliran Mana Air intens dengan luapan aura seorang Emperor, membungkus penuh seluruh tubuh sosok tersebut. Yang tak lain adalah Tetua pertama Eleanor Tribe.
*Taaapp…!!!
*Baaaammmm…!!!
Dengan ekspresi wajah datar, Tetua Pertama Eleanor Tribe yang telah mengambil wujud Soul Knight, melanjutkan aksi dengan bergerak dalam kecepatan tinggi untuk memberi satu pukulan keras yang mendarat tepat pada dada Wakil Kapten Perompak.
"Goooaaahhh…!!!"
*Booommmm…!!!!
Sang Wakil Kapten yang sepenuhnya tidak dalam kondisi siap, benar-benar tak menduga akan ada Knight dari pihak lawan yang melakukan serangan langsung menerjang pada kelompok musuh seorang diri, harus menerima kenyataan berakhir menderita luka parah.
Ia memuntahkan banyak darah segar sebelum tubuhnya yang terpental, dengan keras membentur tiang layar utama Kapal.
Ditambah dengan perbedaan tingkat kultivasi yang cukup jauh, dimana pihak penyerang, yakni Tetua Pertama Eleanor Tribe adalah seorang Emeperor tahap Bumi, sementara dirinya sendiri hanya King tahap Langit, membuat luka yang di terima sang Wakil Kapten bukan hanya pada fisik. Namun merambat dan menggoncang keras Ranah Jiwanya.
"Wakil Kapten!"
Situasi tiba-tiba yang menimpa Wakil Kapten Perompak, segera membuat para anggota biasa berteriak kaget. Sebelum mulai menatap ngeri kearah Tetua Pertama Eleanor Tribe, seorang Emperor dari pihak lawan yang kini sedang berada pada dek kapal yang sama dengan mereka.
Disisi lain, Kapten Perompak yang berada di kapal berbeda, hanya bisa memasang ekspresi wajah buruk. Menatap cemas kearah Wakil Kaptennya yang sedang terkapar meregang nyawa. Sambil sesekali melihat kearah bagian belakang armada Kelompok Perompak yang sedang ia pimpin.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
Petarung-pertarung terbaik Eleanor Tribe, kini mengikuti Tetua Pertama mereka untuk terjun langsung kedalam medan pertempuran.
"Sialan! Nyalakan suar ketiga!" Seru Kapten Perompak, memerintahkan anggotanya untuk menyalakan suar tanda permintaan bantuan dari Aliansi 7 Lautan. Dimana sudah tiga kali di nyalakan oleh kelompok mereka.
Tak lama berselang, ketika ekspresi wajah Kapten Perompak semakin bertambah buruk, secara tiba-tiba, dari arah belakang, lokasi yang dari tadi terus ia lirik, puluhan Kapal Perang dengan Bendera Naga Laut sedang berenang, kini bergerak mendekat dalam kecepatan tinggi.
"Bagus! Bantuan telah datang!" Seru Kapten Perompak. Segera memasang ekspresi wajah cerah begitu melihat armada kapal Perompak aliansi 7 Lautan yang dari tadi sudah ia tunggu, akhirnya datang untuk memberi bantuan.
Disisi lain, melihat armada kapal Perompak dengan bendera Naga Laut sedang berenang memasuki medan pertempuran, Tetua Pertama Eleanor Tribe, masih tampak memasang raut wajah tenang.
*Baaaaaammmm…!!!
Pria tua ini menyempatkan untuk memberi injakan keras pada kepala Wakil Kapten Perompak yang sebelumnya sedang meregang nyawa di bawah kakinya. Menghancurkan kepala pria malang tersebut menjadi genangan darah, sebelum akhirnya mengeluarkan suar dan menyalakannya.
Tak perlu waktu terlalu lama setelah suar dinyalakan, armada besar lain dari kelompok Eleanor Tribe yang dipimpin oleh Tetua Kedua mereka pada kapal induknya, bergerak mendekat dari arah wilayah perbatasan Laut Putih.
Armada kapal perang tambahan dari pihak Eleanor Tribe, hanya bergerak lurus dalam kecepatan tinggi, mengabaikan kapal-kapal patroli Perompak Laut Nila, bergerak lurus untuk menghadang rombongan kapal Perompak Aliansi 7 Lautan. Memutus jalur mereka yang hendak membantu Kelompok patroli Perompak Laut Nila.
Kedatangan armada tambahan dari kelompok Eleanor Tribe, segera menyebabkan keseimbangan kembali berubah, Kelompok Aliansi 7 Lautan yang baru saja datang, seketika kehilangan momentum, bahkan sebelum melakukan gerakan menyerang sama sekali.
"Ohhh, kalau tak salah, kau pastilah pria bernama Gajo! Kapten dari Kelompok Perompak Darah Mendidih! Satu dari 10 Naga Aliansi 7 Lautan!" Ucap Wanita Sepuh, Tetua Kedua Eleanor Tribe yang memimpin armada kapal induk ketiga. Tepat ketika kapal induk yang ia tumpangi, berada dalam posisi saling berhadapan dengan kapal induk milik armada Kelompok Aliansi 7 Lautan.
"Waahhh… Seperti kata Pemimpin Besar, pertempuran di wilayah ini benar-benar tak akan sederhana dan sangat berat!" Gumam Gajo. Seorang pria berkelas Emperor tahap Bumi pertama. Menatap dengan ekspresi wajah bengis kearah Tetua Kedua Eleanor Tribe yang menghadangnya.
"Namun, asal kau tahu! Situasi berat seperti ini memang adalah yang selalu kucari! Karena pertempuran yang mudah, jelas bukanlah sebuah tantangan! Sangat membosankan!" Seru Gajo lantang. Tiba-tiba menjadi antusias raut wajahnya. Seraya mulai berubah bentuk kedalam mode Meridian Knight.
"Oleh karena itu, aku sengaja mengajukan diri untuk memimpin kelompok Aliansi 7 Lautan yang bergerak ke wilayah ini!" Tutup Gajo. Kemudian tanpa peringatan apapun, segera bergerak menerjang kedepan.
*Woooshhhh…!!!
Melihat aksi Gajo, Tetua Kedua Eleanor Tribe mulai mengerutkan kening untuk sesaat, sebelum mulai berubah kedalam Mode Soul Knight. Mengeksekusi teknik pertahanan sempurna berbentuk pusaran air raksasa.
Gajo yang telah melaju, sama sekali tak menguragi kecepatan, justru memasang senyum lebar ketika melihat reaksi balasan Tetua Kedua Eleanor Tribe. Ia melanjutkan aksinya dengan segera melancarkan teknik serangan tinju yang berderak liar dengan selubung aliran Mana Tanah intens.
*Boooommmm…!!!
Hentakan keras menyebar kesegala arah saat pukulan tinju Gajo, mampu menerobos pusaran air raksasa Tetua Kedua Eleanor Tribe.
Salah satu Naga Aliansi 7 Lautan tersebut, berhasil mendarat pada dek kapal induk pihak lawan.
"Kau sengaja mendatangi kematian?" Gumam Tetua Kedua Eleanor Tribe. Sebelum memberi tanda agar ratusan anggota yang ada di dek kapal induk, melakukan serangan secara serentak kepada Gajo.
"Hahhahahah…!!!! Semuanya! Mari bersenang-senang!" Teriak Gajo lantang. Sembari justru menerjang balik kearah depan. Sama sekali tak berniat untuk mengambil posisi bertahan saat harus berhadapan dengan ratusan musuh.
*Boooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
*Booommm…!!!
Gajo sudah mulai melakukan pertarungan sengit, sampai puluhan orang lain, ikut mendarat pada dek kapal induk Eleanor Tribe dengan pendaratan keras. Orang-orang ini, tak lain ada anggota Perompak Darah Mendidih. Mengikuti sang Kapten untuk memasuki lautan musuh. Memasang ekspresi wajah tak kalah liar dengan Kapten mereka.
---
Note :
Jangan lupa absen. ^^