Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
163 - Meteor Hari Kiamat


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(Sebuah dunia yang diselimuti oleh aliran Mana Api intens)


*Booommmm…!!!


*Booommmmm…!!!


*Boooommmmm…!!!


Rangkaian ledakan terdengar nyaring saat seorang bocah, tampak melancarkan pukulan kombinasi untuk menghancurkan beberapa batu meteor yang seperti tanpa henti terus bermunculan dari dalam sebuah portal di atas langit.


Disekitar bocah ini sendiri, beberapa makhluk aneh dengan bentuk tubuh seperti layaknya manusia namun memiliki rambut berupa kobaran api merah membara, terlihat memasang raut wajah siaga. Menatap kearah portal.


"Putra Dewa, apa anda baik-baik saja?" Seru salah satu makhluk berambut kobaran api. Kepada bocah yang berada tak jauh di hadapannya.


"Hmmmm…! Sudah berapa kali kukatakan, aku bukan Dewa ataupun anak Dewa!" Jawab bocah tersebut. Yang tak lain adalah Razak.


"Tolong fokus saja untuk menyiapkan suplai Batu Api kepadaku!" Lanjut Razak. Sebelum sosoknya melakukan lompatan tinggi begitu melihat sebuah meteor raksasa, kembali muncul dari dalam portal.


"Teknik Menempa Tubuh Surgawi!" Gumam Razak. Menghimpun aliran Mana Besi pekat pada kepalan tinju tangan kanan.


*Woooshhhh…!!!


Bersama dengan terhimpunnya aliran Mana Besi pada kepalan tinju, Razak juga mulai menyalurkan Mana Besi pada kedua telapak kaki.


*Wuuungg…!!!


Dengunan keras terdengar saat dua kaki Razak yang telah di selimuti aliran Mana Besi padat, secara tiba-tiba membuat gerakan menghentak udara.


*Baaammmmm…!!!


Dan bersama dengan gerakan menghentak tersebut, laju loncatan Razak yang sebelumnya mulai melemah, seketika kembali menguat. Terdorong oleh suatu aliran daya yang tak kasat oleh mata.


Sosok Razak, kini melesat cepat keatas langit.


*Wunggggg…!!!


*Baaaammmm…!!!


Dan setiap kali Razak sudah mulai kehilangan kecepatan, ia akan melakukan gerakan menghentak kaki di udara.  Sekali lagi menambah laju terjangan.


Razak terus melaju. Semakin dekat dengan meteor raksasa yang juga telah sepenuhnya keluar dari dalam portal. Tertarik oleh gravitasi, meteor tersebut jatuh dalam kecepatan yang sungguh di luar nalar.


Meteor raksasa jatuh dalam kecepatan tinggi, berselimut aliran Mana Api ganas hingga menciptakan ekor api memanjang pada jalur arah jatuhnya.


Sementara Razak, menanggapi dengan mempercepat gerak menghentak kedua kaki saat posisinya semakin dekat dengan meteor raksasa.


Sosok Razak yang melaju keatas langit, saat ini tampak tak kalah mendominasi dari meteor raksasa. Bocah ini bagaikan sebuah meteor dengan ukuran kerdil, namun memancar aura yang sangat liar, penuh gejolak.


Meteor kerdil yang tak memiliki perasaan gentar sama sekali saat sebentar lagi akan saling bertumbuk satu sama lain dengan meteor raksasa diatas langit.


"Urrgghhh…!!!"


Razak menggertakkan gigi-gigi saat posisinya semakin dekat dengan meteor raksasa. Aliran Mana Api intens nan ganas yang memancar dengan hebat dari meteor, mulai memberi tekanan keras pada tubuh fisik Razak.


"Intensitas Mana Api yang sungguh di luar nalar! Apa sebenarnya yang berada di balik portal itu!" Gumam Razak.


"Urrgghhh…!!!"


Razak semakin merasa kesakitan saat tubuhnya mulai melambat, tertekan oleh derak Mana Api intens meteor raksasa.


*Wuuungg…!!!


Namun, dalam balutan rasa sakit yang menerpa seluruh bagian tubuh, Razak yang sudah tampak akan terpukul mundur, kembali memaksakan diri untuk membuat gerakan menghentak kaki di detik terakhir.


*Woooshhhh…!!!


Sosok Razak kembali menerjang maju. Digerakkan oleh insting, kali ini Razak berusaha melindungi diri dengan menyebar aliran Mana Besi kesekujur tubuhnya.


Tubuh Razak yang telah berselimut aliran Mana Besi, tampak mengeluarkan asap saat Mana Besi berbentuk keperakan, mulai berubah menjadi merah membara ketika terpanggang oleh intensitas Mana Api yang memancar dari meteor raksasa.


*Wunggggg…!!!


Dengan tubuh merah membara penuh asap, Razak untuk kesekian kalinya memaksa untuk membuat gerakan memijak udara.


"Hooooaaarrgggghhhh…!!!"


Sosok Razak yang bagai besi dalam sekam tungku penempaan, sedang di tempa oleh baluran Mana Api intens, melaju kencang. Sampai akhirnya….


*Woooshhhh….!!!


Razak melepaskan teknik tinju terkuat miliknya begitu telah benar-benar mencapai lokasi meteor raksasa.


Tinju Dewa Besi, bertemu dengan laju kencang kejatuhan meteor raksasa.


*Boooommmm….!!!!


Ledakan amat keras, lebih keras dari ledakan-ledakan sebelumnya, terdengar nyaring memekakkan telinga. Bersama dengan itu pula, hembusan gelombang kejut maha dahsyat menyebar luas. 


Gelombang kejut yang menyebar imbas dari benturan langsung kepalan tinju mungil Razak dengan permukaan ujung bagian bawah meteor raksasa, bahkan membawa fenomena angin tornado yang berhembus menghancurkan lingkungan sekitar di bagian bawah lokasi bentrokan terjadi.


Para mahluk manusia berambut api yang melihat terbentuknya tornado, dengan tanggap mulai bergerak menyebar, sebelum pada akhirnya saling membuat gerakan segel tangan. Membentuk formasi gabungan berukuran raksasa.


Formasi yang di ciptakan oleh para makhluk aneh ini, berhasil menahan laju tornado untuk sesaat. Sampai salah satu diantara mereka, menerjang masuk kedalam pusat tornado.


*Bammmmm…!!!


*Woooshhhh…!!!


Ledakan Mana Api menyebar begitu sosok tersebut melompat masuk. Mana Api yang menyebar, bergerak menyelimuti seluruh bagian tornado raksasa, mengikuti arah perputarannya.


*Taapp…!!!!


*Tappp…!!!


Dan tepat ketika tornado telah sepenuhnya diselimuti oleh aliran Mana Api, sekelompok lain makhluk aneh ganti menerjang maju. Mengambil posisi ditepi tornado. Dalam sekejap mengulurkan tangan untuk menyerap Mana Api, sekaligus melenyapkan tornado.


Bertepatan dengan berhasil dilenyapkannya tornado, tepat diatas langit, meteor raksasa yang sebelumnya terhujam kebawah, tampak terhenti untuk beberapa detik. Sampai pada akhirnya, bagian-bagian permukaan dari meteor tersebut mulai terlihat retak.


*Kaboooommmmmm….!!!


Pemandangan menakjubkan terlihat diatas langit saat meteor raksasa, pada akhirnya meledak. Terpecah menjadi kepingan-kepingan kecil.


"Goooaaahhh…!!!!"


Razak yang berhasil menghancurkan meteor, memuntahkan banyak darah segar. Sedangkan tangan kanannya yang sempat bertumbuk secara langsung dengan permukaan meteor,  tampak terbakar dalam nyala api membara.


Tubuh Razak terjatuh. Terjun bebas dari atas langit bersama dengan terpecahnya meteor raksasa menjadi serpihan-serpihan kecil. Sementara portal tempat keluarnya meteor raksasa, kini juga mulai runtuh.


'Tantangan Kastil Raja Dewa Air, menghancurkan portal meteor hari kiamat ketiga, telah selesai!'


Dalam posisi jatuh bebas diatas langit, dan dengan kondisi tubuh terluka parah, suara Kung-Peng, terdengar di dalam kepala Razak.


'Dari 20 portal meteor hari kiamat, sekarang tinggal 17 Portal tersisa, hancurkan seluruhnya, dan kau akan sepenuhnya menyelesaikan tantangan!' Tutup Kung-Peng, sebelum suaranya kembali menghilang.


Menghilangnya suara Kung-Peng, dibarengi dengan Razak juga kehilangan kesadaran.


*Woooshhhh…!!!!


Tubuh Razak yang jatuh dari ketinggian, sudah akan menyentuh tanah. Sampai satu sosok makhluk manusia berambut api, bergerak cepat menangkap terlebih dahulu.


*Tapp….!!!


"Hahhh…! Hampir saja!" Gumam sosok tersebut.


*Tappp…!!!


*Tappp…!!!


*Tappp….!!!


Puluhan makhluk aneh lain, melakukan pendaratan di sekitar sosok yang menangkap tubuh Razak.


"Senior! Bagaimana kondisi Putra Dewa?" Tanya salah satu makhluk aneh.


"Seperti sebelum-sebelumnya, dia perlu perawatan intensif!" Jawab sosok penangkap Razak yang sepertinya adalah pemimpin dari rombongan makhluk aneh tersebut.


"Itu masih sekitar 2 minggu lagi sampai portal selanjutnya terbuka! Jadi masih ada cukup waktu untuk melakukan perawatan pada Putra Dewa!" Lanjut sang Pemimpin.


"Untuk sekarang, setiap orang segera menyebar! Kumpulkan seluruh serpihan meteor hari kiamat! Kita bisa menciptakan Batu Api kualitas terbaik dengan itu!"


Sang pemimpin, menutup kalimat dengan sebuah intruksi. Dimana segera ditanggapi oleh seluruh anggota di sekitar, dengan mulai bergerak cepat menyebar. Melaksanakan intruksi saat itu juga.


Menyisahkan kini hanya sang pemimpin ditemani satu anggota yang masih tinggal.


"Senior, sepertinya pengendalian akan daya magnet yang dilakukan oleh Putra Dewa, semakin hari berkembang semakin baik! Ia tampak sungguh ahli dalam hal ini! Seperti memang dilahirkan untuk melakukannya!" Ucap satu anggota yang masih tinggal.


"Yahhh…! Mau bagaimana lagi, dia adalah Putra Dewa! Sosok yang dikirim dewa untuk menyelamatkan tanah kita dari kiamat!" Jawab sang pemimpin.


"Bahkan meteor hari kiamat yang begitu mematikan, justru di pakai oleh Putra Dewa sebagai sarana latihan menempa tubuh fisik!" Tutup sang pemimpin. Menatap dengan sorot mata penuh penyembahan pada Razak yang saat ini sedang tak sadarkan diri.