Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
79 - Laut Hijau


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Laut Hijau)


Pada wilayah Laut Hijau yang berbatasan langsung dengan Laut Jingga, terdapat beberapa pulau yang secara geografis memiliki posisi yang saling berjajar. Membentuk deretan panjang pulau kecil yang mana berdekatan satu sama lain.


Gugusan pulau memanjang tersebut, kini menjadi tempat titik kumpul puluhan Kelompok Perompak wilayah Laut Hijau yang merupakan anggota dari Aliansi 7 Lautan.


Para Perompak yang terdiri dari puluhan Kelompok ini, segera berkoordinasi satu sama lain untuk menguatkan pertahanan wilayah mereka saat mendengar kabar bahwa pasukan utama Aliansi 7 Lautan yang bertempur di wilayah Laut Jingga, berakhir menderita kekalahan. Sehingga harus menarik mundur semua anggota kelompok Perompak yang ada di wilayah Laut tersebut. Kehilangan pengaruhnya di Laut Jingga.


Menjadikan gugusan pulau kecil sebagai benteng alami, para Perompak bersiap dengan kemungkinan datangnya serangan lanjutan dari Kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya terlihat bekerjasama dengan Gaia Son Paviliun.


Dan saat ini, pada salah satu pulau kecil dalam gugusan pulau memanjang yang berposisi paling dekat dengan wilayah Laut Jingga, para Kapten Perompak wilayah Laut Hijau, berserta Wakil Kapten masing-masing, tengah berkumpul.


Jajaran Perompak elite wilayah Laut Hijau tersebut, berkumpul dalam posisi melingkar. Mengitari sebuah meja besar. Diatas meja besar sendiri, terhampar peta wilayah Laut Hijau berukuran besar, sementara diatas peta, gulungan-gulungan kertas laporan yang telah terbuka, menutup sebagian dari peta.


"Hmmmm… Dari laporan yang kudapat pagi ini, salah satu anggotaku yang menyusup ke wilayah Laut Kuning, mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu, seluruh pasukan Kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya berada di wilayah Laut tersebut, secara tiba-tiba melakukan pergerakan besar untuk berpindah ke wilayah Laut Jingga!" Ucap salah satu Kapten Perompak.


"Lalu Dark Guild?" Tanya Kapten Perompak lain.


"Mereka tak ikut bergerak, masih bertahan di wilayah Laut Kuning!" Jawab Kapten Perompak yang tadi membagi informasi di awal.


"Tetap saja! Meskipun Dark Guild tak ikut, Kelompok Bandit Serigala yang telah berkumpul pada satu titik, memiliki kekuatan yang tak akan bisa kita tangani! Terutama dalam hal jumlah!" Tanggap Kapten Perompak lainnya.


"Dan melihat pergerakan mereka yang berkumpul di satu titik, yakni wilayah Laut Jingga, tanpa harus memiliki otak yang pintar, kita jelas tahu kemana setelah ini mereka akan menentukan target selanjutnya!" Lanjut Kapten yang tadi memberi tanggapan.


"Yah… Itu wilayah Laut Hijau kita yang akan menjadi target selanjutnya!" Ucap salah satu Kapten Perompak yang sedari awal pertemuan antar Kapten di mulai, hanya diam mengamati dan mendengar.


Kapten Perompak yang baru memberi tanggapan, merupakan Knight dengan kultivasi paling tinggi diantara semua orang yang hadir dilokasi. Seorang Emperor tahap awal.


Pria ini tak lain adalah San Juan. Kapten dari Kelompok Perompak Hiu Pembunuh. Orang yang digadang-gadang akan menjadi kandidat Naga Aliansi 7 Lautan selanjutnya. Naga kesebelas. Melengkapi 10 Kapten Perompak terkuat dari anggota Aliansi 7 Lautan yang kini di sebut dengan julukan 10 Naga.


San Juan yang baru saja memberi tanggapan, tampak terdiam untuk beberapa saat. Sedang memikirkan sesuatu.


Sementara para Kapten Perompak lain, memilih untuk hanya diam. Menunggu San Juan melanjutkan tanggapannya. Terlihat jelas bahwa San Juan, secara tersirat adalah orang yang memimpin seluruh kelompok gabungan Perompak wilayah Laut Hijau.


"Lalu, bagaimana dengan wilayah Laut Jingga! Apakah ada satu pergerakan ganjil dalam periode waktu setelah seluruh pasukan Bandit Serigala berpindah ke wilayah tersebut?" Tanya San Juan.


"Itu… Tepat beberapa jam yang lalu, sebelum pertemuan ini di mulai, aku mendapat informasi dari orangku bahwa pagi tadi, Gaia Mercenaries, tiba-tiba memindahkan puluhan kapal perang mereka. Untuk ditempatkan pada satu titik!"


"Informasi yang sudah jelas lagi akan bermuara kemana! Bandit Serigala, akan segera memulai langkah mereka dalam waktu dekat!"


"Terlebih lagi, siapa sangka mereka akan bergerak menggunakan Kapal Perang Gaia Mercenaries yang dikatakan adalah armada kapal perang kualitas terbaik di muka Gaia Land!" Tanggap San Juan. Memasang ekspresi wajah buruk. Ekspresi yang membuat wajah San Juan dimana memiliki satu bekas luka bakar parah di bagian mata kanan, terlihat sangat menakutkan.


"Beberapa hari yang lalu, ketika pertama kali kita memutuskan berkumpul di wilayah gugusan pulau ini, aku memberi arahan agar ada kelompok yang memberi kabar ke wilayah Laut Biru dan Ungu! Meminta bantuan dalam bentuk tambahan pasukan! Bagaimana hasilnya?" Tanya San Juan. Menatap bergantian pada dua orang Kapten Perompak yang kelompoknya mendapat tugas tersebut.


"Para Perompak wilayah Laut Biru, menolak untuk memberi uluran tangan! Bagaimanapun juga, itu cukup wajar, karena wilayah mereka, juga rawan mendapat serangan karena berbatasan langsung dengan wilayah Laut Kuning yang menjadi tempat Dark Guild membangun markas!"


"Hmmmm… Bagaimana dengan wilayah Laut Ungu? Ada kabar dari Pulau Api Getaran?" Tanya San Juan. Merasa harapan satu-satunya kini tersisa pada markas besar Aliansi 7 Lautan di wilayah Laut Ungu.


"Mereka tak merespon! Tuan Dante hanya mengatakan bahwa kita harus menyelesaikan urusan wilayah Laut Hijau sendiri! Markas besar, memiliki agenda yang lebih penting!" Jawab Kapten Perompak yang bertugas meminta bantuan ke wilayah Laut Ungu. Tepatnya Pulau Api Getaran. Markas besar Aliansi 7 Lautan.


*Braaakkkkk…!!!


Mendengar laporan tersebut, San Juan segera berdiri. Menjadi emosional, dengan pukulan keras mengahancurkan meja pertemuan di hadapannya.


"B*jingan! Agenda penting macam apa yang setara dengan ancaman Laut Hijau jatuh ketangan lawan!" Bentak San Juan.


"Lalu apa gunanya memutuskan untuk bergabung dengan Aliansi 7 Lautan jika dalam situasi seperti ini, mereka menolak untuk memberi uluran tangan!" Lanjut San Juan. Dengan ekspresi wajah yang kini menjadi sangat menyeramkan. Aliran hawa membunuh pekat, juga mulai bocor dari dalam tubuhnya.


"Setidaknya kirim satu Naga beserta Kelompoknya! Meskipun jelas tak akan merubah situasi, tapi itu sudah cukup sebagai bentuk itikad baik!" Dengus San Juan. Sembari menggertakkan gigi-giginya. Tak lagi bisa menahan amarah.


"Perseta*n dengan Aliansi 7 Lautan! Perseta*n dengan Kelompok Perompak Naga Laut yang tersohor! Perseta*n dengan Sinbad dan 10 Naganya! Mulai detik ini, aku San Juan, Kapten Perompak Hiu Pembunuh, tak sudi lagi menjadi bagian dari Aliansi 7 Lautan!" Seru San Juan lantang.


Satu seruan yang segera disambut oleh para Kapten Perompak Laut Hijau yang lain, dengan tatapan bergetar. Ikut berdiri dan menyerukan kalimat yang sama dengan San Juan. Memutuskan untuk keluar dari Aliansi 7 Lautan.


"Saudara-saudaraku! Mulai saat ini, semua akan bergantung pada tangan dan kaki kita sendiri untuk mempertahankan wilayah Laut Hijau! Kuharap kita bisa saling bekerjasama dalam usaha mempertahankan wilayah kita ini! Meskipun harus bertarung sampai titik darah penghabisan!" Lanjut San Juan. Kembali menyerukan kalimat lain.


Seruan yang lagi-lagi disambut dengan teriakan teguh para Kapten Perompak Laut Hijau.


"Baiklah! Melihat dari laporan informasi terkini Laut Jingga, kemungkinan besar Bandit Serigala melakukan langkah mereka dalam rentang satu minggu ini! Jadi, sebaiknya kita segera melakukan persiapan! Segera kembali ke pos pulau masing-masing untuk mengatur anggota!"


San Juan menutup pertemuan dengan memberi arahan pada para Kapten.


Namun, tepat ketika setiap orang yang mengikuti pertemuan akan meninggalkan tempat.


"Kapten…! Laporan mendadak!"


Salah satu anggota kelompok Perompak Hiu Pembunuh, berjalan dengan langkah bergegas untuk memberi laporan.


"Tepat di wilayah lepas pantai yang menjadi perbatasan antara Laut Jingga dan Laut Hijau, puluhan kapal perang sedang bergerak mendekat dengan kecepatan penuh!"


Satu laporan yang segera membuat wajah setiap orang yang ada di lokasi, berubah menjadi buruk.


"Mereka melakukan serangan malam ini juga?" Gumam San Juan, sembari memasang ekspresi wajah tak percaya.