
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
---- BONUS CHAPTER ----
(Pedalaman Jurang Misterius)
*Bammmm…!!!
*Baaammm…!!!
*Baaammm…!!!
Dengan ekspresi wajah marah, Kalina terus melemparkan aliran Mana berbentuk bola-bola api kearah depan.
Sudah dua tahun semenjak ia bersama kakaknya, Jasia. Melakukan perjalanan latihan tertutup di pedalaman Jurang Misterius. Menjelajah titik-titik menarik pada peta yang sempat di berikan Theo kepada Jasia.
Keduanya juga kerap kali melakukan perjalanan merintis pada rute lain yang belum pernah di datangi oleh Theo. Menambah beberapa tanda baru pada bagian peta yang masih kosong. Berharap dengan hal tersebut, keduanya bisa memberi kontribusi lebih kepada generasi selanjutnya House Alknight yang ingin melakukan penjelajahan di dalam jurang.
Kalina sendiri, dalam dua tahun terakhir, mengalami pertumbuhan tingkat kultivasi yang cukup mencengangkan. Memasuki Jurang Misterius ketika berada di kelas Pioneer. Kalina sekarang telah berhasil mencapai kelas General tahap Bumi.
Tingkat pertumbuhan kultivasi yang bahkan tak akan bisa di capai oleh bakat-bakat terbaik dari House besar sekalipun. Kecepatan pertumbuhan yang hampir setara dengan Theo.
"Aaahhhh…!!! Mereka terus berdatangan! Dan bahkan semakin banyak!" Teriak Kalina, dengan nada bercampur antara marah dan frustasi, menatap tajam kearah gerombolan Spirit Beast yang tengah berusaha melewati penjagaannya.
Sudah dalam mode Soul Knight, Kalina yang menyerap Kristal Beast dari Bubu, Spirit Beast jenis monyet Api yang langka, dimana sebelumnya mengikuti Jasia untuk bertempur dan akhirnya harus gugur dalam perang besar Hutan Pinus Beku, saat ini tengah di selimuti luapan Mana Api intens yang membentuk sosok Bubu.
Memanfaatkan luapan Mana Api yang menjadi ciri khas seorang Soul Knight, Kalina terus melancarkan serangan-serangan ganas kearah gerombolan Spirit Beast.
Sekuat tenaga mencoba untuk menghadang ratusan makhluk tersebut. Tak membiarkan satupun dari mereka bisa menerobos melewatinya.
"Senior! Aku harus bagaimana?" Seru Kalina, dalam kepanikannya.
Bersamaan dengan seruan panik tersebut, Element Seed yang berada pada Ranah Jiwa gadis ini mulai bergetar hebat. Sebelum satu sosok berbentuk nyala api merah membara, melompat keluar dari dalam Element Seed Kalina. Mendarat tepat di tengah Ranah Jiwa.
'Gadis muda! Kau harus mampu bertahan! Tinggal sedikit lagi! Situasi kakakmu sudah hampir selesai!' Ucap sosok misterius yang berada di dalam Ranah Jiwa Kalina.
"Kau jelas tahu, aku juga ingin sekali bisa bertahan! Tak membiarkan para makhluk ganas yang ada disana untuk mendekati kakak! Tapi, bagaimana caranya aku melakukan itu?" Ucap Kalina, masih dengan terus melakukan serangan-serangan Mana Api kesegala arah.
"Mereka tak ada habisnya! Situasi kakak, benar-benar telah menarik semua Spirit Beast yang ada di sekitar!" Lanjut Kalina. Merasa simpanan Mananya tak akan cukup.
'Bertahanlah! Konsentrasikan semua hanya pada Element Seed! Sebagai jiwa yang menghuni Element Seedmu, aku akan mengambil peran untuk melakukan pengaturan!' Jawab sosok nyala api merah membara. Yang menyatakan bahwa ia adalah Jiwa Element Seed milik Kalina.
*Kraaakkk…!!!
*Kraaakkk…!!!!
Tepat ketika Jiwa Element Seed menyelesaikan kalimatnya, ia segera melakukan sebuah gerakan terbang mengitari Element Seed Kalina. Sembari menyebarkan aliran Mana Api intens untuk mulai menyelimuti Element Seed tersebut.
Tindakan yang dilakukan Jiwa Element Seed, dengan cepat membuat letupan-letupan besar pada Element Seed Kalina yang mulai terbakar dengan Mana Api liar.
Terbakarnya Element Seed Kalina, menyebabkan luapan Mana Api yang menyelimuti seluruh tubuh gadis tersebut, juga semakin bertambah intens.
Sosok bayangan Bubu sang Kera Api masokis yang terbuat dari luapan Mana Api, kini menjadi semakin besar.
Peristiwa aneh ini kemudian diakhiri dengan kedua mata Kalina, bersinar terang dengan nyala api merah. Wujud Kalina, sekarang bagaikan dewi api yang sedang turun dari langit.
"Hmmmm…!!! Yang masih berani untuk mencoba lewat, akan mati terbakar!" Dengus Kalina, seraya kemudian bukannya tetap pada sikap bertahan, malah mulai mengambil inisiatif maju menerjang kedepan.
Melihat tindakan Kalina, serta merasakan bagaimana mengerikan luapan Mana Api yang menyelimuti tubuh gadis tersebut dalam Mode Soul Knightnya, beberapa Spirit Beast yang memiliki tingkatan lebih rendah, segera memasang ekspresi wajah takut.
Di gerakkan oleh insting bertahan hidup, kelompok besar Spirit Beast kelas rendah dengan cepat lari meninggalkan tempat.
Menyisakan kini hanya puluhan Spirit Beast kuat yang masih bertahan. Menatap tajam kearah lokasi pintu gua kecil di belakang Kalina, dimana sedari tadi, terus mengeluarkan aliran Mana murni intens yang disertai dengan aliran energi kehidupan pekat. Begitu menyegarkan.
"Groooooaaaahhh…!!!"
"Groooooaaaahhh…!!!"
"Groooooaaaahhh…!!!"
Meskipun jelas kumpulan Spirit Beast ini bisa merasakan bahwa Kalina adalah mangsa yang sangat berbahaya, namun godaan dari insting untuk tumbuh semakin kuat, menyebabkan para Spirit Beast mengabaikan insting bertahan hidup mereka.
"Musnahkan semua! Bakar…!!!" Seru Kalina lantang. Seraya tiba-tiba membuat gerakan memutar tubuh dalam laju terjangannya.
*Woooshhhh…!!!
Aksi Kalina, berakhir menciptakan satu hembusan Mana Api kemerahan liar yang dengan ganas menyebar dalam gelombang besar kesegala arah.
"Guuuuhhhh…!!!"
"Kiiiii……!!!"
"ROOOOOOAAAAARRRRR…!!!"
Teknik ganas Kalina, segera menyebabkan teriakan-teriakan parau beberapa Spirit Beast yang tak mampu menahan terjangan Mana Api gadis tersebut.
Beberapa Spirit Beast ini, mati perlahan dalam posisi terbakar hidup-hidup. Menggeliat pada tanah untuk beberapa saat, sebelum akhirnya berhenti bergerak ketika tubuh mereka telah sepenuhnya hangus menjadi abu.
"Hoooahhh…!!!"
Tak puas hanya dengan membakar beberapa Spirit Beast, Kalina melanjutkan aksinya dengan melemparkan bola-bola api raksasa kepada Spirit Beast lain yang berhasil bertahan dari gelombang serangan pertama.
*Booommmmmm…!!!
*Booommmm……!!!!
*Boooommmm…!!!
Pertempuran segera berkembang menjadi sangat intens ketika para Spirit Beast yang tak ingin mati konyol secara mengenaskan, akhirnya melakukan perlawanan balik.
Situasi pertempuran intens, ternyata tak bertahan untuk waktu yang relatif lama. Sedikit demi sedikit, Kalina yang simpanan Mananya sudah mulai menipis, akhirnya kehilangan momentum. Terdesak oleh gerombolan Spirit Beast kuat yang semakin lama terus berdatangan dari berbagai arah lokasi lain Jurang Misterius.
Dan ketika Kalina kembali di hadapkan dengan kenyataan pahit dimana jumlah Spirit Beast yang menerjang sekali lagi mencapai angka ratusan, simpanan Mana pada Element gadis tersebut, akhirnya benar-benar habis.
Sosok Kalina kembali ke wujud manusia normal saat mode Soul Knightnya tak mampu bertahan.
"Senior! Ini benar-benar sudah berakhir!" Gumam Kalina. Saat deru langkah menggetarkan tanah imbas dari gelombang Spirit Beast yang kini secara bersamaan menerjang maju menuju kearahnya, semakin menjadi.
Dengan tatapan pasrah, Kalina memandang pada wajah-wajah liar para Spirit Beast yang beberapa detik lagi, akan menerkam tubuhnya.
'Hmmmm… kurasa ini bukanlah akhir! Kau mampu bertahan hingga waktu yang dibutuhkan!' Jawab Jiwa Element Seed.
"Oeeekkk…!!!"
Bertepatan dengan kalimat yang disampaikan oleh Jiwa Element Seed, dari arah bagian dalam gua kecil yang sejak tadi dijaga Kalina dengan segenap kekuatan, tiba-tiba terdengar suara tangisan keras.
Suara tangisan keras dimana sangat khas berasal dari bayi yang baru lahir.
*BOOOOOOMMMMM…!!!!
*Woooshhhh…!!!
Dan bersama dengan terdengarnya suara tangisan tersebut, sebuah dentuman menggelegar dari letupan aura dahsyat yang diriingi oleh sebaran Mana Api kemerahan intens, menyeruak keluar dari dalam mulut gua.
Dentuman aura yang menerjang, menyebabkan tubuh para Spirit Beast yang berada tak jauh dari mulut gua, segera terhempas kebelakang. Terlempar dalam posisi sepenuhnya hangus terbakar. Mati seketika menjadi abu yang bersebaran kesegala arah ketika membentur dinding Jurang sisi lain.
"Aura seorang Immortal!" Gumam Kalina, yang entah bagaimana tak terkena imbas apapun dari dentuman dahsyat yang baru saja menyebar.
"Bagaimana bisa bayi yang baru lahir, sudah memiliki tingkat kultivasi kelas Immortal!" Tambah Kalina. Menatap dengan pandangan mata bergetar kearah mulut gua.
'Hmmm…!!! Gadis muda! Itu adalah hal yang cukup normal! Bagaimanapun juga, yang menitis sebagai Jiwa Element Seed milik bayi ini, adalah Pangeran Mahkota dari Ras Golden Crow kami!' Tanggap Jiwa Element Seed. Dengan intonasi suara syahdu penuh penghormatan ketika menyebut Tuan muda Ras Golden Crow.
----
Note :
Bonus Chapter kali ini saya persembahkan untuk pembaca dengan alamat email :
- SIJALU***@GMAIL.COM
- WOLUXWO***@GMAIL.COM
- SULISBR***@GMAIL.COM
Terimakasih atas lemparan Mutiara Mana Emasnya. Sesuai janji, akan selalu ada bonus chapter langsung dari saya.